DAMAI SEJAHTERA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 18 Desember 2022)

Lukas 2:11-14 – “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu. Kamu akan menjumpai seorang bayi yang dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tantara sorga yang memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.

Jika kita cermati ayat di atas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, kelahiran Yesus membawa: keselamatan; kemuliaan Allah dinyatakan bagi manusia dan damai sejahtera. Damai sejahtera-Nya bukan saja terjadi dalam kelahiran-Nya, tetapi ketika Yesus akan naik ke Surga, damai sejahtera-Nya juga diberikan kepada seluruh murid-murid-Nya.

Yohanes 14:27 – Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Jangan gelisah dan gentar hatimu.”

Kata “Damai sejatera” dalam bahasa Yunani EIRENE, yang memiliki beberapa pengertian :
1. Keadaan jiwa yang tenang dan aman dalam keyakinan akan keselamatan dalam Tuhan.
Keadaan jiwa yang tenang dan aman tidak akan pernah terjadi jika seseorang hidupnya belum diperdamaikan dengan Allah dari dosanya.

2 Korintus 5:20 – “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami, dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.”

Allah sudah menyelesaikan tugas pendamaian melalui korban Yesus di salib, selanjutnya tugas kitalah orang-orang yang telah ditebus dan diperdamaikan dengan Allah yang harus membawa jiwa-jiwa yang lain untuk diperdamaiakan dengan Allah melalui kesaksian kita. Jika seseorang belum diperdamaikan dengan Allah, maka ia tidak akan mampu melakukan seperti arti yang ke dua dari Eirene, yaitu :

2. Kemampuan untuk hidup damai dengan sesama.
Hanya orang-orang yang sudah mengalami perdamaian dan pengampunan dosa dari Allah yang mampu mengampuni kesalahan dan hidup dalam perdamaian dengan sesamanya. Karena setiap orang yang sudah diperdamaikan dengan Allah wajib mengusahakan hidup dalam damai dengan sesamanya. 

Roma 12:18 – “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian.”  Jadi akan sulit bahkan mustahil orang yang hidup diluar Tuhan dapat hidup damai dengan orang-orang yang mengenal Tuhan, yang ada justru malah memusuhinya. Itulah sebabnya kitalah orang-orang yang percaya wajib mengusahakan hidup dalam perdamaian yang pastinya butuh pengorbanan.

Mengapa ada orang yang sulit bahkan menolak damai sejahtera Allah? Biasanya hal ini dapat dilihat dari respon mereka terhadap kehadiran Yesus atau firman Tuhan yang hidup. Setidaknya ada empat golongan orang yang memiliki respon yang berbeda, jika kita mencermatinya dari kisah lahirnya Yesus.

EMPAT ( 4 ) GOLONGAN YANG MERESPON HADIRNYA SANG DAMAI SEJATERA.
1. Orang-orang Majus.
2. Imam kepala dan ahli-ahli Taurat.
3. Herodes.
4. Para gembala. 

1. ORANG-ORANG MAJUS
Apa yang dikerjakan oleh orang-orang Majus itu?
Matius 2:1-2- “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem, dan bertanya-tanya: Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Orang-orang Majus adalah golongan orang-orang yang rindu mencari Raja damai. Begitu mendengar tentang hadirnya juru selamat, mereka meresponi dengan langsung mencarinya. Mereka bukan saja menyembah Yesus, tetapi memberi persembahan korban berupa emas, kemenyan dan mur.  Golongan ini adalah tipe orang-orang yang sadar bahwa dirinya butuh diselamatkan dari ancaman maut karena dosa.

2. IMAM KEPALA DAN AHLI-AHLI TAURAT
Matius 2:4-5 – “Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi.”

Mereka adalah golongan orang yang tahu dan mengerti firman Tuhan, tetapi tidak mau mempercayainya. Mereka rajin membaca tentang nubuatan, tetapi anehnya justru ketika nubuatan itu digenapi, mereka malah tidak mempercayai.

Wahyu 1:3 – “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya …”

Jangan sampai kita seperti mereka, yang hanya mengetahui tentang juru damai dan juru selamat, tetapi mereka tidak pernah mengalaminya, karena ketidakpercayaan mereka. Firman Allah tidak cukup untuk dibacakan dan didengarkan, karena jika tidak menjadi pengalaman kehidupan kita, maka firman itu hanya logos, tulisan yang tidak dapat menyelamatkan.

3. HERODES
Melalui Injli Matius 3:7-8, kita dapat mengetahui bahwa Herodes adalah golongan orang munafik yang berkepribadian ganda. Mulutnya mengatakan ingin datang dan menyembah Tuhan, tetapi hatinya justru merencanakan untuk membunuhnya. Tipe orang-orang ini ada di antara jemaat Tuhan, seperti yang dikatakan dalam I Yohanes 2:18-19 – yang mengatakan bahwa mereka ada bersama-sama dengan kita, tetapi mereka tidak bersungguh-sungguh di dalam kita. Pada saatnya nanti orang-orang seperti inilah yang pada akhirnya menjadi orang-orang yang berbalik menjadi pengikut antikris, karena tokoh antikris juga asalnya berada diantara orang percaya.

4. PARA GEMBALA
Melalui Injil Lukas 2:15,16 kita dapat mengetahui bahwa tipe orang-orang yang seperti gembala ini, adalah tipe orang yang bersegera memberitakan kabar keselamatan itu kepada orang lain. Pertama-tama mereka menceritakan kepada Yusuf dan Maria tentang apa yang dikatakan para Malaikat mengenai bayi Yesus, sehingga Maria dan Yusuf diteguhkan hatinya untuk mengemban tugas bagi jalan keselamatan yang dirancang Tuhan dengan lahirnya Yesus dalam kehidupan rumah tangga mereka.  Bagaimana dengan saudara, dari empat golongan atau tipe manusia, anda ada digolongan yang mana? Hanya Tuhan dan saudara sendiri yang tahu. Ada dua golongan yang menerima damai sejahtera dan ada dua golongan yang menolak pribadi sang damai sejatera, salah satu dari golongan itu justru melawan dan bertentangan dengan damai sejahrtera Allah.

Arsip Catatan Khotbah