DISELAMATKAN UNTUK MEMULIAKAN YESUS – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 23 Februari 2025)

Lukas 17:11-19

PENDAHULUAN
Yesus menuju Yerusalem, menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea bertemu 10 orang kusta, yang berdiri dari jauh. Mengapa berdiri dari jauh? Orang yang menderita di zaman itu:

  • Tidak boleh berkeliaran ke mana-mana.
  • Harus mengenakan pakaian robek-robek.
  • Rambut dibiarkan berantakan.
  • Berseru-seru: Najis! Najis! Najis!

BERSERU-SERU KEPADA YESUS
Dari jauh mereka berseru: “Yesus, Guru, kasihanilah kami…!”
Jangan takut berseru kepada Yesus, Dia adalah Allah yang peduli.

Mazmur 22:6 “Kepada-Mu mereka berseru-seru, dan mereka terluput; kepada-Mu mereka percaya  dan mereka tidak mendapat malu.”

Yesus berjanji akan meluputkan dan tidak membiarkan orang yang berseru-seru kepada DIA dipermalukan.

ORANG YANG BERSERU
Dalam Lukas 17:14 Yesus berpaling serta berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam…”

CATATAN: Mengapa Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka, tapi menyuruh mereka datang kepada imam?

YESUS MENGUJI IMAN
Yesus suruh kesepuluh orang kusta datang kepada Imam karena Yesus ingin melihat apakah mereka memiliki iman atau tidak.

NASIHAT:
Semakin kita dekat dengan kedatangan Yesus  kedua kali, iman kita harus semakin bertumbuh atau makin meningkat.

Lukas 18:8
Aku berkata kepadamu: “Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

SESUATU YANG MUSTAHIL

Tujuan Yesus untuk menyuruh 10 orang kusta itu memperlihatkan diri kepada Imam adalah merupakan ujian iman bagi mereka. Sebab mereka:

  • Tidak boleh dekat orang tahir/orang sehat.
  • Harus mengenakan baju compang-camping.
  • Rambut dibiarkan berantakan.
  • Harus berseru: Najis! Najis!
    Sedangkan pelayanan imam ada di Bait Allah!

Selain itu sesuai Imamat 21: 17-20, orang berpenyakit dan cacat tidak boleh ada di Bait Allah sebab hal itu najis. Dengan lain kata, perintah Yesus disini ialah perintah yang bisa dianggap mustahil untuk dilakukan oleh kesepuluh orang kusta ini. Tetapi walau mustahil, 10 orang kusta itu dengan iman tanpa bantahan, perintah Yesus itu mereka ikuti dengan penuh ketaatan.

Hasilnya dalam Lukas 17:14b  “…Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir! Sebelum bertemu para imam, kesepuluh orang kusta itu sudah mengalami kesembuhan.

Mazmur 19:9
“Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati (membuat hati bersukacita); perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya (membuat kita terpesona).”

SETELAH MEREKA DISEMBUHKAN
Apa yang kesepuluh orang kusta itu lakukan setelah mereka sembuh dari kusta?

Lukas 17:15
“Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring…”

Hanya seorang yang kembali kepada  Yesus untuk mengucap syukur.

Lukas 17:16
“Lalu, tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya…”

UCAPAN SYUKUR
Orang yang telah diselamatkan roh, jiwa dan tubuhnya akan menghasilkan “Buah Ucapan Syukur.” Keselamatan bukan wilayah jasmani (sakit ->  sembuh  ->  selamat).

Bila hati, batin atau rohkita belum dijamah, kita belum benar-benar alami keselamatan. Mengapa? Keselamatan adalah pengalaman hati, batin, roh yang berdampak kepada jiwa dan tubuh.  Jangan heran bila ada yang mengaku percaya, disembuhkan, tetapi tidak beribadah bahkan murtad.

Penyebabnya karena orang tersebut hanya fisiknya yang  disembuhkan, tetapi hati, batin atau rohnyabelum disembuhkan. Sebaliknya, orang yang disembuhkan hati, batin atau roh-nya, apa pun yang dia alami dalam mengikut Yesus, dia akan menjadi “Pengikut Yesus yang sejati.” Imannya tidak bisa dipengaruhi oleh masalah apa pun juga.

Roma 8:35
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Hal ini hanya bisa dibuktikan oleh orang yang roh, hati dan batinnya telah diselamatkan. Itu sebabnya, perhatikan pernyataan Yesus kepada satu orang kusta yang disembuhkan dan bersyukur itu.

Lukas 17:19
Lalu Ia berkata kepada orang itu:
“Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Bahasa Inggris:
“And He said unto him, Arise, go thy way: thy faith hath made thee whole.”

“Bangkit! Pergilah, imanmu telah memulihkan kamu secara sempurna/secara utuh.”

Dalam Bahasa Yunani SOZO (sodzo) -> “Keselamatan yang sesungguhnya”.

BUKTI ORANG DISELAMATKAN
Orang percaya yang telah diselamatkan akan terlihat dari:
1. Ibadahnya
 Lukas 17:18 “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring.”

Satu orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus ini, ia kembali ke mana? “Ia kembali kepada Yesus untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepada Yesus.” Artinya adalah bahwa orang yang sudah diselamatkan, ia akan sadar bahwa ia wajib beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus.

2. Memuliakan Allah
Lukas 17:15-18 “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring.”

Memuliakan Allah dengan suara nyaring memiliki beberapa pengertian antara lain:
a. Memuji, Menyembah Tuhan
Orang yang sudah diselamatkan, bukan hanya sadar bahwa ia harus ibadah tetapi ia sadar, bahwa ia harus memuji dan menyembah Tuhan!

    Mazmur 40:4 “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan.”

    Menyanyi, memuji Tuhan bukan hanya bagi orang yang bisa nyanyi. Puji-pujian adalah bukti kita sudah diselamatkan secara sempurna.

    b. Hidup Memuliakan Tuhan
    Orang yang sudah diselamatkan, mengalami perubahan dalam hidupnya!

    2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

    c. Muliakan Tuhan Sesuai Potensi
    Tuhan mengaruniakan kepada kita talenta dan karunia yang berbeda. Pergunakan semua yang Tuhan beri kepada kita untuk memuliakan Tuhan.

    Kisah 9:36-42 Dorkas memakai talentanya untuk memuliakan Tuhan. Dorkas dibangkitkan sehingga banyak orang percaya dan diselamatkan.

    YESUS KECEWA
    Lukas 17:17-18 Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

    Perasaan apa yang ada di hati Yesus, ketika Yesus ucapkan ayat di atas? Yesus ucapkan dengan hati sedih, kecewa, marah. Kira-kira dari sorga Yesus melihat cara kita beribadah bagaimana? Bangga, senang, bahagia, puas, gembira atau sebaliknya?

    Arsip Catatan Khotbah