Jangan Gunakan Waktu Menurut Keinginan Manusia – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Juli 2023)

1 Petrus 4:2
“Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi  menurut kehendak Allah.”

PENDAHULUAN
Ada beberapa arti tentang “waktu.” Waktu Yang Sisa – “KRONOS” yaitu waktu yang Tuhan beri kepada setiap pribadi, komunitas  atau secara umum, kepada umat manusia.

1.Waktu Secara Pribadi
Dalam Mazmur 90:10, paket usia manusia berkisar 70-80 tahun. Tapi tidak sedikit orang yang hidupnya sudah berakhir sebelum paket usianya belum mencapai waktunya. Pemazmur berdoa  kepada Tuhan dalam Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang Bijaksana.” Artinya pemazmur mengingatkan agar waktu yang masih kita milik ini kita gunakan dengan penuh tanggung jawab, sebab kalau kita masih diizinkan hidup artinya kita masih punya tugas dan tanggung jawab yang harus dan belum kita selesaikan.

Rasul Petrus pakai istilah “sisa waktu!”
Pertanyaannya adalah: Berapa sisa waktu yang masih kita punya..?

2.  Waktu Secara Umum
Rasul Yohanes mengingatkan jemaat dalam 1 Yohanes 2:18
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Inilah tandanya;  bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

KESIMPULAN
Dari 1 Yohanes 2:18, kita dapat ambil kesimpulan bahwa sekarang kita hidup di akhir dari waktu  dispensasi waktu yang terakhir.

NASIHAT FIRMAN ALLAH
Sebab itu nasihat firman Allah! Agar kita “tidak menggunakan waktu menurut keinginan manusia.”
1.Tidak gunakan waktu menurut keinginan manusia.
Artinya, dalam menjalani hidup dan melayani Tuhan, jangan melakukannya berdasarkan keinginan manusia. Sebab dalam Galatia 5:19-21, orang hidup menurut keinginan daging, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Kehendak Allah, dari sisa waktu yang  Tuhan percayakan kepada kita, jalani hidup ini sesuai kehendak Tuhan dan melayani Tuhan.

2. Sesuai kehendak Allah
Alkitab mencatat ada banyak kehendak dan rencana Allah yang harus kita jalani dan kerjakan dalam hidup kita, yaitu kita terus mengerjakan segala sesuatu yang dipercayakan kepada kita dengan penuh tanggung jawab hingga akhirnya sempurna seperti pelayanan Yesus.

3.   Bertumbuh ke arah Yesus, sehingga kita menjadi serupa dengan Yesus.
Efesus 4:14
“…sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang – ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran oleh permainan palsu manusia  dalam kelicikkannya mereka yang menyesatkan…,

Sebaliknya yang Tuhan inginkan adalah:
Efesus 4:15“…tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”

Banyak arti yang dimaksud firman Allah: “Bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia”, antara lain:
2 Petrus 1:5,6 “Justru karena itu kamu   harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk  menambahkan  kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
2 Petrus 1:7,8 “dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan-mu akan Yesus Kristus Tuhan kita.”

4.  Melayani dengan motivasi yang benar
Selain membangun kualitas rohani, kita juga harus gunakan sisa waktu yang masih kita miliki secara optimal untuk melayani Tuhan. Kita tidak melayani Tuhan secara sporadis, tetapi melayani dengan motivasi yang benar di hadapan Tuhan.

KESELAMATAN DAN KEMULIAAN
Keselamatan kita terima bukan karena hasil usaha, pelayanan, kebaikan dan apapun bentuknya yang bersumber dari diri kita. Keselamatan adalah pemberian Allah yang kita terima secara cuma-cuma dari Tuhan. Tetapi kemuliaan yang kita terima bukan pemberian, tetapi upah yang kita terima dari hasil pelayanan kita setelah kita percaya dan ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Standar Pelayanan Yang Berkualitas
Bukan dilihat dari besaran atau nominal, tetapi karena motivasi yang kita lakukan dalam melayani yaitu kasih, dan bukan kebanggaan.

Matius 10:42
“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu:  Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Allah tidak melihat kehebatan pelayanan kita. Tetapi yang dilihat Allah adalah motivasi.

Motivasi
Yesus memperhatikan motivasi atau dasar dari tujuan kita melayani inilah yang menentukan apakah kita mendapat upah dari Tuhan atau sebaliknya. Paulus analogikan orang yang melayani itu: seperti tukang yang membangun dan motivasi dalam melayani: seperti bahan bangunan yang kita pakai dalam membangun rumah.

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini  dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing – masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak  dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.”

KRISTEN PRAGMATIS
Apa pentingnya pahala atau mahkota? Apakah tujuan orang Kristen hanyalah untuk bersama-sama dengan Dia di Sorga? Tentu orang Kristen memiliki kesempatan untuk mendapatkan posisi yang terbaik di Sorga, dengan cara melakukan segala pekerjaan untuk memuliakan Tuhan selama manusia hidup dalam dunia ini.

Kita ingin memuliakan Tuhan, bukan hanya ketika hidup di dunia tetapi di dalam sorga kita ambil bagian memuliakan Tuhan.

SUASANA IBADAH DI SORGA
Allah memberi kesempatan Yohanes melihat suasana ibadah di sorga. Apakah yang Yohanes lihat?
“Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk YESUS yang duduk di takhta utama yang ada di tengah.
“Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta dan di takhta takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.”

Formasi ibadah di sorga, ring pertama akan ditempati oleh 24 tua-tua. Disusul ring 3, 4, 5 dan seterusnya. Yohanes gambarkan himpunan orang-orang yang diselamatkan banyak seperti lautan kaca.

Keadaan mereka transparan seperti laut kaca. Dan yang lebih menarik adalah tiap kali 4 makhluk itu menaikan pujian bagi Yesus, 24 tua-tua yang duduk di takhta yang ada di ring pertama, turun dari takhtanya, sujud berlutut di hadapan Yesus. Mereka melepas mahkotanya dan meletakkannya di hadapan Yesus sambil memuji-muji TUHAN YESUS KRISTUS, Wahyu 4:10,11.

Arsip Catatan Khotbah