Iman yang Teguh – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 12 November 2023)

Iman yang teguh dapat diibaratkan dengan sebuah mercusuar yang dibangun di atas dasar fondasi yang kokoh, tidak tergoyahkan meskipun diterpa angin kencang, gelombang, dan badai yang terus menerus datang silih berganti. Iman yang teguh seperti kehidupan yang teruji dengan datangnya berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang datang silih berganti menerpa kehidupan, namun kehidupannya tetap kokoh, berdiri tegak dan tidak tergoyahkan. Itulah iman yang kokoh, kuat, solid, mutlak; IMAN yang TEGUH. 

1Yoh 5:4  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

  • Ingat tokoh-tokoh Iman dalam Ibrani 11. Mereka adalah tokoh-tokoh yang telah mengalahkan dunia dengan iman mereka yang teguh.

Tingkatkan iman kita dari Iman yang biasa jadi Iman yang Teguh sampai dapat mengalahkan dunia. Iman percaya yang 100%, tidak ada keraguan ataupun kebimbangan, dimulut dan dihati sama berimannya. Iman yang sama hari ini, besok bahkan selamanya.

Iman adalah mutlak bagi manusia roh kita, sama halnya bernafas mutlak bagi manusia jasmani kita

  • Dalam keadaan apapun, manusia jasmani kita harus bernafas (duduk, berdiri, tidur, punya banyak masalah, lepas dari masalah, banyak hutangnya, bisa bayar hutangnya)
  • Sama seperti nafas bagi manusia jasmani kita, mutlak untuk manusia jasmani kita bisa tetap hidup
  • Demikian manusia roh kita dapat hidup, menang, dibutuhkan Iman yang Teguh.

Apapun kondisinya tetap percaya, itulah iman yang teguh, mengalahkan dunia. Bagi Allah tidak ada yang mustahil meskipun situasinya penuh keterbatasan, kekurangan, terpukul dan kalah, tetaplah percaya, itulah iman yang teguh. Biarlah Tuhan disenangkan dengan iman kita. Tadinya dikalahkan, dengan iman yang teguh diubahkan menjadi berkemenangan. Dari kegagalan diubah menjadi berhasil. Dari mengalami kejatuhan menjadi sebuah lompatan besar.

Iman yang teguh ini ditunjukkan juga oleh Paulus, dia tetap percaya. Percaya bukan karena situasi mudah. Saat itu ikut Tuhan memang tidak mudah, ada aniaya, ditangkap, dipenjara, diumpankan ke singa. Dalam kondisi seperti itupun Rasul Paulus tetap percaya.

  • Mengalami hambatan sekalipun, dia tetap percaya. Semua pintu tertutup, ia tetap percaya. Iman seperti itu yang menarik kuasa Allah bekerja.  Kemudian barulah satu demi satu, pintu yang tertutup menjadi terbuka, tiba-tiba kegagalan menjadi kemenangan. Semua itu karena Iman yang teguh, tetap percaya.

Bagaimana kita dapat mengembangkan iman kita jadi iman yang teguh? Bukan iman yang relatif, situasional, kondisional, tapi tetap PERCAYA. Tetap berjuang, teguh berdiri dalam iman.

4 kunci membangun iman yang teguh / kunci kemenangan

1. Jangan goyah ketika Situasi dan keadaan berubah
1Kr 15:58  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 

  • Sewaktu dibawah, imannya begitu luar biasa, apa-apa Tuhan, yang terbaik untuk Tuhan karena itu Tuhan angkat, Tuhan berkati luar biasa. Tapi setelah di atas imannya jadi luntur akhirnya tidak lagi cinta Tuhan tapi kepada kesuksesan.

2. Fokus mengejar perkara yang di atas bukan yang di bumi
Kol 3:1  Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 
Kol 3:2  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

  • Kunci membangun iman jadi kuat, iman yang seteguh batu karang, fokusnya harus perkara di atas. Kalau yangdi bawah, situasi terus berubah, iman kita pasti terombang ambing, seperti orang dunia yangberfokus kepada berita dunia. Kalau dunia panik, pasti  anda juga panik.
  • Yangmembedakan kita dengan orang duniawi adalah fokus kita kepada Tuhan (Firman). Fokus kita pada Yesus yangtetap sama dulu sekarang dan selamanya. Stabilitasnya tinggi, solidnya luar biasa, imanmu jadi teguh.

3. Menolak kecewa
Yoh 16:1  “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

  • Karena kecewa akan mengembosi, mengeringkan iman kita. Orang yang kecewa tidak dapat menjadi raksasa Iman. Kalau kecewa, iman yangsudah timbul dapat tenggelam lagi padahal iman timbul dari pendengaran Firman tapi kalau kecewa maka akan tenggelam lagi.

4. Kembangkan Iman sekalipun
Hab 3:17  Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 
Hab 3:18  namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. 

  • Padahal Habakuk mengalami semua yangdi atas, tapi dia dapat berkata Tuhan yangmemberkati aku, Tuhan yangbaik dalamku. Sekalipun belum ada terobosan yangterjadi, jangan tunggu keadaan berubah dulu baru bersorak-sorak. Keadaan belum berubah tapi berani mengambil langkah iman tetap bersorak, tetap memuji Tuhan, tetap setia. Belajar berakar, bergantung kepada Tuhan, belajar percaya. Setelah itu terobosan terjadi, kemenangan terjadi. Mengalami apapun kita tetap percaya.
  • Aman dalam lindungan Tuhan
    Punya iman ‘sekalipun’, akan mengalami apa yangdialami Tuhan Yesus ketika menghadapi gelombang, Yesus tertidur. Sementara murid ketakutan, berteriak. Angin topannya sama, badai dan gelombangnya sama, tapi Yesus dapat tidur dengan nyenyak. Keadaan bergelora Yesus tetap tenang. Semua ini karena Iman yangTeguh yg dimiliki oleh Yesus, Amin.
Arsip Catatan Khotbah