PENDAHULUAN
Secara umum kita telah bahas ay 1-3 tentang kualitas jemaat Tuhan yang ada di Sardis. Jemaat di Sardis terlihat begitu giat dalam melayani, tetapi di mata Yesus jemaat Sardis dalam keadaan mati secara rohani. Tidak ada pelayanan yang sempurna yang dilakukan oleh jemaat Sardis di mata Yesus selaku Kepala Gereja. Yesus perintahkan agar jemaat Sardis bertobat. Kalau tidak bertobat, Yesus akan datang kepada jemaat di Sardis seperti kedatangan seorang pencuri.
PENGIRINGAN JEMAAT DI SARDIS
Wahyu 3:4
“Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.”
Yang pertama, kita perhatikan kalimat:
“Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya…”
Ayat ini menjelaskan, hampir semua jemaat di Sardis telah jatuh dalam dosa yang keji dengan memakai istilah “Mencemarkan Pakaiannya.”
Dan istilah yang dimaksud dengan “Mencemarkan Pakaiannya,” ini tidak berbeda dengan dosa yang dibuat oleh manusia pertama, Adam dan Hawa ketika mereka di Taman Eden.
Pada waktu Adam dan Hawa berdosa kepada Allah, waktu itu pakaian kemuliaan yang Allah pakaikan kepada Adam dan Hawa, pakaian itu hilang seketika dari diri mereka. Mereka dalam keadaan bertelanjang dan Adam dan Hawa dalam keadaan tidak layak di hadapan Allah.
- Adam dan Hawa menjadi layak di depan Allah, setelah Allah memberikan kepada Adam dan Hawa pakaian dari kulit domba gambaran karya penebusan Yesus di salib.
- Sebab itu, saat manusia (keturunan Adam dan Hawa dilahirkan ke dunia), kita telah mewarisi dosa yang digambarkan dengan gambaran: pakaian kotor dan najis di mata Allah.
MELAKUKAN DOSA
Tetapi, apabila kita, sebagai orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus dan kita telah disucikan, sehingga kita digambarkan dengan orang yang telah memakai pakaianyang putih, bersih dan mulia yang Yesus karuniakan kepada kita.
- Kita jatuh di dalam dosa atau kita kembali melakukan cara hidup kita yang lama, yaitu hidup di dalam dosa kita yang lama.
- Maka, kita tak ada bedanya dengan orang yang mencemari atau mengotori pakaiankita yang putih, bersih, kudus dan mulia yang Yesus telah karuniakan kepada kita.
- Secara tidak langsung: Jemaat di Sardis telah mencemari pakaian kudus yang Yesus karuniakan kepada mereka, sehingga jemaat Sardis terkenal, bukan karena kekudusannya, tetapi karena dosa a-moral.
JEMAAT DI SARDIS YANG SETIA
Wahyu 3:4
“Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya…”
Pengikut Yesus seperti inilah yang kita harus tiru.
Pengikut Yesus seperti inilah yang Yesus cari di akhir zaman, yaitu pengikut Yesus yang walau jumlah mereka sedikit, tetapi pengikut Yesus di Sardis ini, telah mempertahankan pakaian kebenaran yang mereka telah terima dari Yesus untuk tetap suci, kudus dan tidak dicemarkan oleh dosa dan kenajisan dunia. Sebaliknya mereka mempertahankan pakaian mereka untuk tetap suci kudus dan mulia.Sebab, inilah yang harus kita pertanggung- jawabkan di hadapan Bapa, Putra (Yesus Kristus) dan Roh Kudus.
MASA DEPAN ORANG YANG SETIA
Berikutnya kita akan pelajari, bagaimana masa depan orang-orang yang tetap setia dalam mempertahankan pakaian kesela-matannya untuk tetap suci, kudus dan mulia di hadapan Yesus?
Wahyu 3:4
Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; “Mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena me- reka adalah layak untuk itu.”
Berjalan Dengan Aku (Yesus)
Yesus menjamin bahwa Yesus akan berjalan bersama-sama dengan para pengikut Yesus yang dengan setia mempertahankan keselamatan yang ia telah terima itu dengan cara hidup kudus di hadapan Tuhan.
Kalau Yesus berjalan bersama kita…
- Tidak mungkin kita akan kesasar.
- Tidak mungkin kita tidak sampai pada tujuan yang kita tuju.
- Tidak mungkin kita akan binasa.
Sebaliknya, kita dijamin masuk ke dalam surga yang kekal.
PAKAIN PUTIH
Yang dimaksud: Pakaian Putih (White Garments) – “Herman Hoeksema” di ayat ini, adalah simbol: kebenaran; kekudusan; dan kemurnian serta dibebaskan secara sempurna dari dosa dan kejahatan. Inilah yang disebut Kristianos (Pengikut Yesus Yang Sejati) di mana, setiap setiap orang yang mengaku diri Kristen (Pengikut Yesus), orang itu berusaha berjalan dalam kebenaran; kekudusan; dan kemurnian serta dibebasan secara sempurna dari dosa dan kejahatan.
Wahyu 3:5
“Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.”
Di ayat ini, kita lebih diteguhkan bahwa orang Kristen sejati dan berkemenangan di hadapan Yesus adalah Pengikut Yesus yang mempertahankan pakaian kerohaniannya tetap suci, putih, kudus dan mulia di hadapan Yesus.Mengapa?
NAMANYA TIDAK AKAN DIHAPUS
Sebab setiap pengikut Yesus yang menjaga pakaian kesuciannya tetap putih, suci, kudus dan murni di hadapan Yesus. Dijamin namanya tidak akan dihapus dari BUKU KEHIDUPAN, Kel. 32:32; Maz. 69:29 dan bandingkan dengan, Dan. 12:1; Luk. 10:20; Fil. 4:3; Ibr. 12:23; Wahyu 13:8; 17:8; 20:15; 21:27.
- Buku Kehidupan ini merupakan suatu ketetapan bahwa setiap orang yang namanya ditulis dalam Buku Kehidupan, siapa pun tidak akan bisa mengeluarkan orang itu dari dalam surga.
- Setiap orang yang namanya tidak tertulis di dalam BUKU KEHIDUPAN, ia akan dilemparkan ke dalam lautan api (neraka), Wahyu 20:15.