Pada bagianYohanes pasal 3 ini jika dilihat hanya ada dua prikop : pertama percakapan dengan Nikodemus, yang kedua kesaksian Yohanes tentang Yesus.
Sebenarnya ada empat bagian dalam perikop ini yaitu:
- Perlunya lahir baru,ay.1-11
- Iman kepada kematian Yesus, ay.12-15
- Kasih-Nya yang besar bagi dunia, ay.16-17
- Hukuman bagi orang yang tidak percaya, ay.18-21
Pendahluan
Sebuah ayat pokok yang sangat besar maknanya saya angkat hari ini sebagai ayat bacaan untuk memperingati sebuah peringatan yang istimewa. Ini ayat yang tidak ada habis-habisnya untuk direnungkan, apalagi dalam memperingati kelahiran Kristus ke dunia.
Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nyayang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Dari ayat ini kita dapat memahami tentang :
1. Seberapa besar kasih Allah?
Berdasarkan Yohanes 3:16, ukuran kasih Allah itu tidak terhingga “begitu besar kasih Allah”. Kasih Allah begitu besar, artinya kasih Allah itu sempurna, melampaui ruang, waktu dan tempat. Bahkan melampaui kegagalan manusia menaati perintah-perintah-Nya.
Besarnya kasih Allah itu menunjukkan bahwa Allah mengasihi kita, apa pun dan bagaimana pun keadaan kita.
Mazmur 103:12 “sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”
Kita tahu bahwa timur dan barat tidak akan pernah bertemu. Saudara, sesungguhnya hal tersebut merupakan gambaran pengampunan Allah: bila Ia menyingkirkan, menjauhkan, dan tidak mengingat-ingatnya lagi. Jelas sekali, seberapa besar ukuran kasih Allah? Bahwa ukuran Kasih Allah sangatlah besar. Sebesar apapun dosa yang kita lakukan maka Kasih Allah itu mau mengampuni seluruh dosa kita.
Ukuran manusia relatif, tapi ukuran Allah adalah mutlak; dan standar itulah seharusnya menjadi acuan bagi setiap orang percaya untuk mengasihi orang lain. Kita tidak bisa memakai ukuran kasih kita untuk mengenakan hal itu kepada sesama kita. Mengapa demikian? Karena kasih kita itu tidak sempurna, terbatas dalam ruang, waktu dan tempat, sehingga tidak bisa dijadikan landasan untuk mengukur kedalaman kasih kita kepada orang lain. Hanya kasih Allah sajalah yang bisa menjadi nilai terbesar yang mendorong kita untuk mengasihi karena hanya Allah yang sanggup mengasihi dengan kasih yang sempurna melampaui dosa dan kejahatan kita.
2. Kepada siapa Kasih Allah?
Ay.16 “Karena begitu besar kasih akan dunia ini”. Kata “dunia” yang digunakan dalam Yohanes 3:16 ini menununjuk kepada manusia berdosa. Jadi sasaran kasih Allah adalah dunia ini Allah tidak mengasihi dalam ruang hampa, kosong dan nihil. Allah punya sasaran atau obyek untuk Dia menaruh kasih-Nya yang sempurna itu. Sasaran kasih Allah ialah dunia.
Ketika Alkitab berbicara tentang dunia, Alkitab sedang menunjuk pada kondisi dunia yang tidak sesuai kehendak Allah/menyimpang, dunia yang telah jatuh dalam dosa. Manusia yang hati cenderung melakukan yang jahat. Kejadian 6:5 “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Dalam situasi dan kondisi manusia yang telah jatuh dalam dosa dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan, Allah menaruh kasih kepada manusia berdosa yang sebenarnya tidak layak dikasihi. Pantasnya ialah manusia itu dihukum. Kendati demikian, Allah yang adalah kasih tetap menjadikan manusia sasaran kasih-Nya atau penerima kasih Allah.Betapa istimewanya jika ada orang yang memberikan sesuatu kepada kita bukan karena perbuatan baik kita, bukan karena kita layak, bukan karena mengharapkan imbalan apapun, melainkan murni karena kasih, tanpa meminta apapun sebagai balasan. Mungkin sulit mengharapkan hal seperti itu dari manusia saat ini, tapi Tuhan telah melakukannya dan Dia berikan Kasihnya bagi kita.
3. Apa bukti kasih Allah?
16…“sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal”
17. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia”
Allah tidak hanya berteori tentang Dia mengasihi manusia. Allah membuktikan kasih-Nya dengan hadirnya Yesus ke dalam dunia ini. Inkarnasi Yesus menjadi manusia merupakan bukti kasih Allah kepada manusia.
Roma 5:8 “… Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Dalam Injil Yohanes menulis demikian: Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Inilah bukti kasih Allah. Semua itu terbukti jelas lewat kedatangan Yesus ke dunia dan Tuhan rela memberikan diriNya sendiri demi keselamatan kita. Yesus “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Filipi 2:6-7).
Dan semua itu adalah anugerah sehingga hari ini kita bisa mendapat jaminan keselamatan. Jika hari ini kepastian itu hadir bagi kita, semua itu ada karena Yesus sudah lahir ke dunia untuk melakukan semua kehendak Allah dengan mati diatas kayu salib dan hari ini kita merayakan kematinya dengan makan dan minum tubuh dan darah Kristus.
4. Bagaimana mendapatkan kasih Allah?
Ay 16. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengalami kasih Allah. Satu-satunya ialah dengan percaya dan menerima serta mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Injil Yohanes menegaskan itu demikian: “setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Hidup kekal bisa diperoleh hanya dengan percaya kepada Yesus satu-satunya Tuhan dan Juruselamat.
Kisah Para Rasul 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Tidak ada keselamatan di luar Yesus. Jadi, keselamatan dan hidup kekal hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih Allah diberikan bukan berdasarkan kelayakan, tetapi berdasarkan anugerah yang disambut dengan iman. Dan setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya menjadi anak-anak Allah.
Yohanes 1:12-13. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah”
Hasil menerima kasih Allah ialah tidak binasa, memperoleh hidup yang kekal, adanya persekutuan antara manusia dengan Allah, hidup yang diperdamaikan dengan Allah.
Mungkin ada saudara datang siang ini yang belum menerima kasih Yesus, saudara merasa dosa masih membelenggu, ingatlah bahwa Yesus telah menuntaskan itu semua. Jika hari ini saudara masih merasa gelap, ketahuilah bahwa terang sudah dianugerahkan lewat kedatangan Kristus, Sang Terang Dunia. Buka hati saudara dan terimalah kasih Yesus yang besar itu, kasih yang mau menerima, mengampuni segala dosa-dosa kita. Bagi semua yang sudah menerima keselamatan dalam Kristus bisa bersukacita dengan sukacita sejati dan sukacita yang sejati yang seharusnya mampu mengalahkan segala problema hidup maupun penderitaan. Tuhan sudah memberikan kasih karuniaNya.
Efesus 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.
4. Dimensi Kasih Allah
Lebar: Dia mengulurkan tangan-Nya untuk menjangkau semua orang di mana saja.
Panjang: kasih-Nya tidak pernah berakhir.
Tinggi: Dia mengangkat kita.
Dalam: Dia masuk ke dalam hidup kita, menopang kita dalam segala situasi. Tiada satu hal pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah!