KELUARGA YANG DIURAPI – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1,3 – Minggu, 21 September 2025)

PENDAHULUAN
Untuk dapat memahami apa dan bagaimana keluarga yang diurapi itu, maka kita perlu tahu dua hal :
1. Apa itu keluarga
2. Apa arti diurapi

APA ITU KELUARGA?
Menurut KBBI, keluarga adalah kelompok yang terdiri dari ayah dan ibu, dan anak bisa lebih dari satu anak, selanjutnya orang seisi rumah yang menjadi tanggungan (sanak saudara) atau satuan kekerabatan yang mendasar dalam masyarakat.

APA ARTINYA DIURAPI?
Diurapi itu artinya dipisahkan, dikhususkan, dikuduskan dan diberi kuasa oleh Allah untuk suatu tujuan ilahi. Dalam Perjanjian Lama pengurapan dinyatakan lewat pencurahan minyak sebagai penunjukkan langsung untuk tugas sebagai Raja, Nabi dan Imam. Dalam Perjanjian Baru pengurapan melalui pencurahan Roh Kudus untuk melakukan tugas dan kehendak Allah.

Keluarga merupakan pola yang dipakai Tuhan untuk maksud tujuan-Nya di bumi dari sejak mulanya, dimulai dari :

  • Keluarga Adam di taman Eden.

Melalui Adam dan Hawa, Allah telah berfirman untuk beranak cucu dan memenuhi bumi. Tujuannya, Taman Eden yang merupakan wilayah kudus di bumi dimana Allah dapat hadir menjumpai manusia, dengan beranak cucunya Adam dan Hawa, taman Eden dapat berekspansi meluas memenuhi bumi sehingga tidak ada lagi wilayah bumi yang dikuasai oleh Iblis, sehingga demi Tuhan sendiri bumi penuh dengan kemuliaan Tuhan karena dipenuhi oleh keturunan manusia yang kudus ( Maz. 14:21).

Tetapi Iblis menggagalkan rencana Allah ini. Dengan tipu dayanya memperdayai Hawa sehingga melanggar perintah dan larangan Tuhan, manusia jatuh ke dalam dosa yang mematikan. Manusia memang beranak cucu, tetapi keturunannya adalah keturunan yang berdosa.

  • Keluarga Nuh.

Pada zaman Nuh ini, Allah menghukum manusia dengan air bah karena kejahatannya sudah sangat meningkat. Allah pilih satu keluarga yang dikhususkan oleh Allah, yaitu keluarga Nuh untuk melanjutkan keturunan manusia di bumi. Tetapi keturunan keluarga Nuh pun gagal memenuhi tujuan Allah, keturunan yang dilahirkan juga tidak semua mentaati Allah, tetapi menuruti sekehendak hatinya sendiri.

  • Keluarga Abraham.

Allah memanggil Abrahan untuk kemudian dari keluarganya lahirlah keluarga besar satu bangsa yang Allah pilih menjadi umat-Nya yang dikuduskan, dengan tujuan bangsa Israel dapat menjadi contoh bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Allah, agar dapat mengenal Allah yang benar. Melalui bangsa Israel mereka juga menyembah Allah Israel. Tetapi bangsa Israel bukannya menjadi contoh, Israel justru mencontoh bangsa-bangsa lain dengan ikut-ikutan menyembah illah atau berhala bangsa-bangsa lain. Allah murka dan kecewa dengan bangsa ini, sehingga membuang bangsa ini dari hadapan-Nya.

Selanjutnya dalam Perjanjian Baru, melalui karya penebusan dosa oleh Yesus Kristus di salib, Allah tidak lagi memilih satu bangsa lagi, tetapi dari berbagai bangsa yang percaya dan menerima karya penebusan-Nya. Tuhan akan memakai dengan urapan Roh Kudus-Nya setiap keluarga orang percaya untuk mengerjakan misi-Nya di bumi.

KELUARGA SEPERTI APA YANG MENDAPATKAN PENGURAPAN?
1. Keluarga yang memiliki komitmen kuat untuk beribadah hanya kepada Tuhan.
Contoh : Dalam Perjanjian Lama adalah keluarga Yosua.

Yosua 24:15 – “jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! “

Keluarga Yosua memiliki syarat pertama, yaitu memiliki komitmen yang kuat, yaitu hanya menyembah kepada Tuhan saja. Bagi kita di zaman sekarang adalah hanya percaya dan menyembah Allah di dalam Yesus Kristus saja. Apapun terjadi, sekali Yesus tetap Yesus.

2. Dalam Perjanjian Baru, keluarga Kornelius memiliki kriteria untuk syarat berikutnya.
Kisah Para Rasul 10:1-2.
“Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.”

Keluarga Kornelius adalah keluarga non Yahudi tetapi mendapat perhatian khusus, karena memiliki kesaksian hidup yang begitu berkenan di hati Tuhan :

  • Ia saleh, artinya memiliki kehidupan yang fokus kepada Tuhan
  • Ia dan seisi rumahnya takut akan Allah. Artinya mereka hidup dengan menjauhkan diri dari apa yang dilarang dan yang tidak Tuhan kehendaki, mereka selalu berusaha hidup berkenan kepada Tuhan.
  • Ia memberi banyak sedekah : Hidup dalam kasih dan perhatian untuk berkorban.

Selanjutnya bagaimana emplementasi keluarga yang takut akan Tuhan, yang melakukan perintah Tuhan dalam kehidupan tiap-tiap anggota keluarga ?

1). ISTERI
Kolose 3:18 – “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.”

Kata “Tunduk” dalam teks aslinya ditulis HUPOTASS0. Artinya menempatkan diri untuk tunduk kepada komando yang memimpinnya.  Tunduk disini adalah dalam aturan Tuhan, makanya ditulis, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Jadi bagi suami tidak bisa bertindak sewenang-wenang. Isteri akan tunduk dalam apa yang dikehendaki Tuhan, bukan diluar kehedak Tuhan, apalagi kehendak suaminya sendiri.

2). SUAMI
Kolose 3:19 – “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.”

Suami yang isterinya tunduk kepadanya, adalah suami yang mengasihi isterinya. Sebenarnya tidak ada isteri yang akan keberatan untuk tunduk, sepanjang suaminya benar-benar mengasihinya dengan tulus, seperti Tuhan mengasihi jemaat-Nya. Kalimat” Jangan berlaku kasar”, dalam teks aslinya ditulis : PAKRYNESTHE

PAKRYNESTHE memiliki beberapa pengertian :

  • Pahit hati : Orang yang dapat bertindak kasar, itu karena memiliki sumber kepahitan hati. Kepada suami yang mengasihi isterinya tidak ada kepahitan hati.
  • Berlaku murung : Ini tindakan mendiamkan isteri, karena kemarahan
  • Menyimpan amarah: Firman Tuhan katakan boleh marah, tetapi segera selesaikan sebelum matahari tenggelam.

Jadi Pakrynesthe adalah instruksi untuk suami agar jangan berlaku kasar atau menyakiti istri dengan ketiga hal di atas.

3). ANAK
Kolose 3:20 – “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.”

Taat disini adalah kepatuhan yang tulus dalam segala hal kepada orang tua juga di dalam Tuhan, bukan diluar aturan Tuhan. Dikatakan itulah yang indah di dalam Tuhan, artinya sehebat apapun anak dengan segala prestasinya, dan secantik atau seganteng apapun diri seorang anak, tetapi ia tidak mentaati orang tuanya, maka semua itu tidak dipandang indah oleh Tuhan, tetapi kekejian.

Tuhan akan memakai setiap keluarga melalui pengurapan-Nya oleh karya Roh Kudus bukan saja untuk melayani dan menjadi saksi, tetapi juga untuk menyatakan pernyataan Roh-Nya di akhir zaman ini. Sebelum Tuhan datang kedua kalinya, Allah akan mencurahkan Rohnya dua kali lipat dan memakai keluarga-keluarga yang diurapi-Nya untuk pelayanan supra natural untuk penuaian jiwa-jiwa sebelum masa anugerah Allah ditutup.

Perhatikan ayat ini!
Kisah Para Rasul 2:17 – “Akan terjadi pada hari-hari terakhir – demikianlah firman Allah – bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”

Mari kita bina keluarga masing-masing, untuk hidup berkenan kepada Tuhan agar menerima pengurapan dan turut ambil bagian dalam penuaian jiwa-jiwa bagi Tuhan, seperti yang Tuhan telah janjikan.

Arsip Catatan Khotbah