“Rumah tangga yang diurapi” dalam kekristenan bukanlah tentang kesempurnaan tanpa masalah, tetapi tentang rumah tangga yang dihidupi dan dipimpin oleh Tuhan, di mana kasih-Nya menjadi fondasi. Kita semua merindukannya sebab ada buah Roh di dalamnya, yaitu Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, dan sebagainya.
Bagaimana keadaan keluarga yang diurapi Tuhan itu?
Mazmur 133, Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
- Alangkah baik dan indah
- Baik (Towb) → Menyiratkan sesuatu yang berfaedah atau berguna, menyenangkan dan membawa kebaikan: menjadi berkat bagi orang lain, menyenangkan bagi orang yang melihatnya (eksternal)
- Indahnya (Naim) → Menyenangkan, nikmat dan lezat (sesuatu yang membawa sukacita, kenikmatan secara internal.
- Kadang orang melihat keluarga kita menyenangkan padahal di dalamnya seperti neraka.
- Ada kerukunan (harmonis : ada perbedaan namun dapat merangkainya menjadi indah)
- Minyak dan Embun itu melambangkan berkat dari Tuhan (rohani dan jasmani → dari kepala atas turun ke bawah → dan ini sudah tersedia).
- Kesanalah TUHAN perintahkan berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya.
- Bukan hanya tentang panjang umur, tetapi tentang kualitas hidup yang penuh, bermakna, dan berkelanjutan hingga ke generasi berikutnya.
- Berkat yang mengalir: berkat keluarga (nilai-nilai, iman, kasih harus aktif “mengalir ke bawah.” Orang tua memberkati anak, dan anak-anak kelak akan memberkati cucu mereka. Ini adalah warisan yang tidak berwujud namun paling berharga.
Seperti doa permohonan Daud bagi keluarganya.
1Tw_17:27 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.” → Menurunkan Mesias.
Tuhan memakai seluruh keluarga kita menjadi berkat bagi orang lain, anak cucu kita juga menjadi berkat.
Dimulai dari mana bisa terbentuk keluarga yang seperti ini?
Dimulai dari pribadi yang mencintai Tuhan dan hadirat-Nya, khususnya kepala Rumah Tangga/ Ibu Rumah Tangga, seperti Daud, dari sejak mudanya sudah mencintai Tuhan.
Sewaktu sebagai anak belasan tahun yang mendapat perkenanan Tuhan menjadi Raja atas Israel.
- 1Sa 16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
- 1Sa 16:3 Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.”
- 1Sa 16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”
- 1Sa 16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”
Pada waktu Daud mengusir roh jahat dari Saul.
- 1Sa 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”
- 1Sa 16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya
Pada waktu Daud mengalahkan Goliat orang Filistin
- 1Sa 17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”
- 1Sa 17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
- 1Sa 17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”
- 1Sa 17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
- 1Sa 17:51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Darimana datangnya kedalaman pemahaman ini? Pengakuan ini bukan dalam hitungan setahun, sebulan apalagi cuma sehari bergaul dengan Tuhan, melainkan dari pengalamannya anak yang berusia belasan tahun dengan Allahnya.
Mzm 27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
Mzm 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Apa itu hadirat Tuhan? Bukan sekedar kehadiran Tuhan tetapi ada perjumpaan dengan Tuhan dihadirat-Nya.
Apa yang didapatkan dalam Hadirat Tuhan?
Ketika seseorang masuk dan tinggal dalam hadirat Tuhan, dampaknya luar biasa:
- Transformasi hidup
Hadirat Tuhan menekan dan mengusir hal-hal yang tidak berkenan. Orang yang mengalaminya tidak akan pernah sama lagi.
Yakub Kejadian 28:16, Yesaya 6, Perempuan Samaria, Saulus (Paulus) - Kedamaian jiwa
Jiwa menjadi tenang, penuh iman, dan mampu menghadapi segala situasi dengan kekuatan dari Tuhan. - Pengenalan yang mendalam akan Allah
Bukan sekadar tahu tentang Tuhan, tetapi mengenal-Nya secara pribadi dan intim (lewat pengalaman bersama dengan Tuhan) - Kekuatan rohani
Hadirat Tuhan memperlengkapi kita untuk melayani,mengampuni mengampuni, dan bertahan dalam pencobaan.
Daud begitu takut kehilangan hadirat Tuhan ketika dia jatuh dalam dosa.
Mzm 51:13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bergaulah dengan Tuhan. Carilah wajah-Nya, hampiri Hadirat-Nya. Niscaya disitulah pengalaman kita semakin bertambah-tambah dengan DIA.