KENAIKAN YESUS KE SORGA MENDATANGKAN BERKAT – Oleh : Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3-Minggu, 29 Mei 2022)

Kisah para Rasul 1:9-11

Pendahuluan  
Secara jasmaniah, naiknya Yesus ke sorga merupakan kehilangan besar bagi para murid-Nya yang begitu dekat selama Yesus di bumi. Namun sebenarnya, naiknya Yesus ke sorga justru memberikan berkat. Kenaikan Yesus membawa dampak berkat yang luar biasa dan juga memberikan pembuktian tentang Yesus sebagai Tuhan yang menang atas kuasa dosa yaitu maut. Yesus menjadi sentral kehidupan orang percaya, melalui kiprah Yesus dengan lima ( 5 ) K nya, yaitu: 

1. Kelahiran-Nya di dunia sebagai manusia.
2. Kematian-Nya disalib sebagai penebus dosa. 
3. Kebangkitan-Nya dari antara orang mati.
4. Kenaikkan-Nya ke sorga
5. Kedatangan-Nya ke dua kali ke bumi.

Kenaikkan Yesus ke sorga setidaknya membawa 5 berkat bagi orang percaya:  
1. Kuasa maut, sudah dikalahkan dan dibinasakan Yesus bagi orang yang hidup di dalam Kristus.  
1 Korintus 15:26-“Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.”

Dengan kebangkitan dan kenaikkan Yesus ke sorga, ketakutan akan maut atau kebinasaan kekal tidak lagi berlaku bagi orang percaya. 

Fil. 1:21-  Rasul Paulus menegaskan bagi orang percaya kematian tubuh justru merupakan keuntungan, karena merupakan gerbang masuk kepada kehidupan kekal bersama Tuhan.  Tetapi hati-hati, jangan salah artikan ayat  1 Korintus 15:26. Ini seperti yang dianut oleh golongan orang yang berpegang pada sekali selamat tetap selamat. Mereka menyalahartikan bahwa karena maut sudah dibinasakan oleh Tuhan, maka tidak akan ada lagi penghukuman maut bagi orang percaya. Untuk itu orang percaya bebas dari kematian kekal meskipun kemudian berbuat dosa lagi, maut tidak lagi berlaku bagi mereka. Ini adalah pandangan yang salah dan keliru. 

Galatia. 6 : 7- 8 – Menegaskan : “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”  Setiap orang yang percaya kepada penebusan Yesus, tetapi kembali hidup dalam dosa, ia tetap masuk pada penghukuman karena perbuatan.

2. Memberi pengharapan yang pasti. 
1 Petrus 1:3 – “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yg besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.”

Orang yang percaya di dalam Yesus memiliki pengharapan yang pasti, tidak mudah-mudahan, tidak untung-untungan, tetapi semua ada dalam jaminan kepastian,

3. Menyediakan tempat bagi kita.
Yohanes 14:2 – “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”

Bagi orang percaya kita mempunyai tempat tinggal yang pasti. Orang percaya yang telah meninggal dunia rohnya tidak gentanyangan kemana-mana, tetapi ada ditempat yang pasti, yaitu rumah Bapa di sorga.

4. Memberikan Roh Kudus.
Yohanes 14:16 – “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”

Keberadaan Roh Kudus, lebih efektif sebab Ia tinggal di dalam kehidupan orang percaya, sementara ketika Yesus masih berada di dunia keberadaannya dibatasi oleh ruang dan waktu oleh karena berdiam di dalam tubuh manusia yang juga serba terbatas. Tetapi Roh Kudus menyertai kita dimanapun kita berada tanpa batas. 

Kisah Rasul 1:8 – “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

5. Dia akan datang kembali.
Kisah Rasul 1:11 – “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat kelangit ? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang Kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Kedatangan-Nya kembali untuk kedua kalinya merupakan berkat yang dinantikan oleh setiap orang percaya, dimana akan ada kebangkitan bagi orang percaya yang telah meninggal dan pengubahan tubuh yang sempurna bagi gereja Tuhan yang masih hidup pada kedatangan-Nya, untuk ikut memerintah dalam kerajaan-Nya di bumi selama 1000 th di bumi. Untuk mempersiapkan diri menjemput kedatangan Tuhan, kita harus hidup dalam kebenaran dan kekudusan, agar kelak dihadapan Tuhan kita didapati layak untuk menyambut kedatangan-Nya.

2 Korintus 5:10“Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik atau jahat.”

Arsip Catatan Khotbah