Mari kita buka Mazmur 23:5
“Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”
Pendahuluan
Minggu lalu kita memperingati hari raya Pentakosta, saya berharap kita bukan sekedar memperingati, tetapi kita juga mengalami api pentakosta. Karena Roh Kudus datang bukan untuk dirayakan, tapi harus jadi pengalaman setiap orang percaya. Sebab gereja tanpa Roh Kudus akan menjadi gereja mati, sibuk dengan aktivitas tetapi tidak ada kehidupan. Pelayanan tanpa Roh Kudus, hanya menjadi rutinitas. Ibadah tanpa Roh Kudus hanya menjadi kebiasaan.
Tetapi dengan Roh Kudus gereja akan hidup, yang lemah menjadi kuat, yang dingin menjadi menyala, yang terluka dipulihkan, dan yang hampir menyerah mendapatkan kekuatan baru.
KEPALA YANG DIURAPI
Kalimat ini lahir bukan dari teori, tetapi pengalaman. Daud tidak sedang berkhotbah sebagai raja, ia sedang bercerita sebagai seorang gembala. Sebelum Daud memegang tongkat kerajaan, ia terlebih dahulu memegang tongkat gembala. Ia hidup bersama domba-domba. Ia mengenal bau domba. Ia tahu suara tangisan domba. Ia tahu bagaimana melindungi, merawat, dan memulihkan domba yang terluka.
Dan dari pengalaman itulah, Daud berkata: “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak.” Daud sadar: “Sebagaimana aku memperlakukan dombaku, demikian Tuhan memperlakukanku.”
DAUD SEBAGAI GEMBALA
Daud bukan hanya penjaga domba. Ia pelindung, perawat. Ia rela bertarung melawan singa dan beruang demi keselamatan seekor domba. Domba adalah binatang yang lemah. Mereka mudah terluka. Mudah tersesat, mudah diserang. Karena itu salah satu tugas gembala adalah mengurapi kepala domba dengan minyak.
Dan hari ini kita akan belajar: mengapa gembala melakukan itu? Dan apa hubungannya dengan hidup kita hari ini?
1. PENGURAPAN ADALAH TINDAKAN KASIH GEMBALA
Ketika Daud berkata:
“Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak…”
Ia tidak sekedar bicara tugas atau pekerjaan gembala, ia sedang berbicara tentang kasihgembala kepada dombanya. Mengurapi kepala dengan minyak merupakan tindakan kasih seorang gembala yang dinyatakan kepada domba-dombanya. Yang pertama tentang “Kehadiran” dan yang kedua tentang “Kedekatan.”
Gembala tidak menuangkan minyak dari jauh. Ia hadir di antara domba dan mendekati mereka satu-persatu. Ia memegang kepala domba itu. Ia melihat lukanya. Ia memperhatikan bagian yang sakit. Lalu ia menuangkan minyak.
Ini yang dilakukan Gembala yang agung kepada kita. Tuhan tidak menyentuh kita dari kejauhan. Dia datang mendekat, menyentuh kepala kita, menjamah hati kita. Dia tuangkan minyak ke atas kepala kita seperti yang dialami murid-murid di loteng Yerusalem pada hari Pentakosta:
Kisah Rasul 2:3
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Perhatikan: api itu hinggap pada mereka “masing-masing”.
Tuhan tidak menuangkan Roh Kudus secara massal tetapi Dia menyentuh pribadi lepas pribadi. Kepala demi kepala diurapiNya minyak. Hari ini dengan minyak di tangan, gembala menyentuh kita, pribadi lepas pribadi. Dia datang mendekat memeriksa hidup kita.
Dia tahu secara persis keadaanmu. Mungkin ada yang datang dengan senyuman, tetapi diam-diam hati kita sedang hancur. Ada luka yang tidak pernah kita ceritakan, ada beban yang kita simpan sendirian, dan ada malam-malam panjang ketika engkau menangis tanpa suara.
Namun dengarlah, jemaat yang dikasihi Tuhan. Tuhan hadir disegala penderitaanmu. Saat engkau lemah, Tuhan peduli. Saat engkau susah, Tuhan mengerti. Saat engkau sendiri, Dia menemani.
Manusia mungkin tidak melihat perjuanganmu. Orang lain mungkin mengira engkau baik-baik saja, tetapi Tuhan melihat isi hatimu. Dia melihat pundakmu yang lelah memikul beban hidup, Dia tidak pernah menutup mata terhadap air matamu. Saat engkau berada dalam pergumulan, Tuhan mengerti. Tuhan mengerti rasanya berjuang sendirian, sampai habis kekuatan. Sebab Yesus Kristus pun pernah menangis, pernah terluka, pernah memikul penderitaan di kayu salib.
Tuhan tahu lelahmu. Lelah mencari jalan keluar. Lelah menghadapi masalah yang tidak selesai-selesai. Lelah berpura-pura kuat demi keluarga. Lelah tersenyum padahal hati penuh luka. Bahkan ketika bibirmu tidak sanggup berdoa, air matamu sudah berbicara di hadapan Tuhan. Dan saat engkau menangis diam-diam di malam hari, ketika tidak ada seorang pun yang mengerti isi hatimu, ingatlah… Tuhan tidak meninggalkanmu, Dia ada di sana. Dia mendengar sesak napasmu. Dia mengerti tangisan yang tidak mampu diucapkan dengan kata-kata.
Dengarlah: Sang Gembala datang membawa minyak. Dia belum selesai atas hidupmu. Dia memulihkan hati yang patah, Dia menghidupkan iman yang hampir mati, Dia mengangkat orang yang jatuh, dan Dia memberi kekuatan baru bagi jiwa yang lelah.
Yehezkiel 34:15
Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
2. PENGURAPAN MEMBERI PERLINDUNGAN
Di padang gurun Israel, domba sering diserang lalat dan serangga. Serangga itu masuk lewat hidung dan telinga, lalu menyiksa domba hingga gelisah bahkan mati. Karena itu gembala menuangkan minyak ke kepala domba untuk melindunginya.
Kepala berbicara tentang pikiran. Medan peperangan terbesar manusia sering kali ada di pikirannya. Iblis tahu: kalau pikiran dikuasai, hidupnya dalam kendali. Kuasai pikirannya, kendalikan hidupnya. Karena itu musuh menabur: ketakutan, kekhawatiran, pikiran najis, kepahitan, keputusasaan, kebingungan.
Banyak orang hancur bukan karena keadaan luar, tetapi karena pikirannya terus diserang.
Hawa jatuh karena pikirannya dibujuk setan. Saul jatuh karena pikirannya dikuasai ketakutan. Simson jatuh karena tidak menjaga keinginannya. Daud jatuh ketika matanya dan pikirannya tidak dijaga.
Tetapi hari ini ada kabar baik: Roh Kudus dicurahkan untuk memberikan kita kuasa, sehingga kita mampu menjaga pikiran kita. Menawan semua pikiran jahat serta menaklukkannya kepada Kristus .
2 Korintus 10:5
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merosetiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Saat ketakutan datang:
“Allah memberikan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” — 2 Timotius 1:7
Saat beban terasa berat:
Roh Kudus adalah Penolong. — Yohanes 14:16
Saat kita buntu:
Roh Kudus adalah Roh hikmat dan wahyu. — Efesus 1:17
Saat kita bingung menentukan arah:
Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. — Yohanes 16:13
Mungkin hari ini pikiranmu lelah. Mungkin ada peperangan yang tidak diketahui siapa-siapa. Tetapi Roh Kudus masih bekerja. Minyak pengurapan itu masih sanggup menenangkan badai dalam pikiranmu.
3. PENGURAPAN MENYEMBUHKAN LUKA
Domba sering terluka karena semak berduri, batu, perjalanan panjang. Lalu gembala datang mengoleskan minyak untuk menyembuhkan luka-lukanya. Daud mengerti cara menyembuhkan luka. Dia mendekat, dia oleskan minyak pada bagian yang sakit. Berangsur-angsur luka itu akan sembuh.
Daud paham artinya luka. Dia bukan orang yang sempurna. Dia orang pernah terluka. Dia mengerti bagaimana rasanya ditolak, bukan oleh orang lain, bukan orang yang jauh, tetapi oleh keluarganya sendiri. Saat itu ketika ada pemilihan raja pengganti Saul, kakak-kakaknya ditampilkan satu persatu sebagai calon raja, tetapi Daud dilupakan. Dia tidak dianggap, tidak masuk hitungan. Dia terluka karena perlakuan mertuanya. Dia dikejar-kejar ingin dibunuh oleh mertuanya. Sebagai menantu raja seharusnya dicintai, tetapi tidak dapatkan itu. Dia pernah dikudeta anaknya sendiri, dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengan dia. Daud pernah jatuh dalam dosa, hidup hancur. Tetapi apakah gembala meninggalkan dia. Tidak! Dia datang membawa minyak urapan memulihkan.
Adakah diantara kita yang hari ini, sedang membawa luka.
- luka penolakan,
- luka keluarga,
- luka pelayanan,
- luka pengkhianatan,
- luka masa lalu.
Tak perlu berpura-pura seolah semua baik-baik saja, justru untuk itulah sang gembala membawa minyak untuk menyembuhkan luka kita. Roh Kudus diberikan untuk menyembuhkan kita.
Mazmur 147:3
Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;
Datanglah dengan jujur. Datanglah dengan terbuka. Datanglah dengan penyerahan karena minyak Roh Kudus masih sanggup memulihkan hati yang hancur.
Salib adalah tempat pertukaran ilahi.
Dia mengambil dosa kita dan memberi pengampunan.
Dia mengambil kutuk kita dan memberi berkat.
Dia mengambil luka kita dan memberi kesembuhan.
Dia mengambil kehancuran kita dan memberi pemulihan.
Apa yang menghancurkan hidup kita ditimpakan kepada-Nya.
Apa yang menjadi milik-Nya diberikan kepada kita. Itulah kasih karunia.
PENUTUP
Hari ini Sang Gembala Agung berjalan di tengah-tengah kita. Dia datang membawa minyak. Minyak untuk melindungi pikiranmu. Minyak untuk menyembuhkan lukamu. Minyak untuk memulihkan hatimu. Minyak untuk menyalakan kembali api yang mulai padam. Amin. Tuhan memberkati. KJP!