MENGERJAKAN KESELAMATAN DENGAN HIDUP BENAR DAN ADIL – Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 30 April 2023)

Amsal 21:3 – “Melakukan kebenaran dan keadilan lebih  dikenan TUHAN dari pada korban.”

Kata korban dalan ayat ini dalam bahasa Ibrani ZEBAH , memiliki dua pengertian :
1. Tindakan memberi korban binatang – Kristus sudah menggenapi korban ini di kayu salib.
2. Persembahan dalam bentuk apa saja. 

Jika dihadapkan dengan persembahan atau korban,  Tuhan akan lebih memilih kehidupan yang benar dan adil dari pada korban. Namun sebaliknya jika kita hidup dalam kebenaran dan keadilan kemudian memberikan persembahan dalam bentuk apa saja, maka itu merupakan paket yang lengkap yang menyenangkan Tuhan, karena apalah artinya memberi persembahan atau korban tetapi tidak hidup dalam kebenaran dan keadilan seturut firman Tuhan.

Pada ayat pokok di atas, kata pertama yang ditulis adalah melakukan. Ini mengandung pengertian bahwa, Tuhan lebih mengedepankan tindakan dari pada teori, Tuhan cari kita punya kelakuan dari pada kita jago berbicara. 

Kata MELAKUKAN dalam bahasa Ibrani ditulis ASA , memiliki dua pengertian : 
1. Menampilkan sesuatu melalui  kelakuan.
Tiap hari kita berkelakuan, jadi kedepankanlah kebenaran dan keadilan dalam kita berkelakuan.           

2. Berkomitmen untuk mempertahankan. 
Kelakuan tidak hanya bisa dikerjakan satu kali dan sehari saja, tetapi kita harus dapat mempertahankan kelakuan benar dan adil setiap hari. Jadi harus dicek ulang apakah kita tetap melakukan kebenaran dan keadilan tiap-tiap hari secara konstan, atau cuma musiman, atau hanya di stuasi dan kondisi tertentu saja. Sebagai orang percaya kita harus berkomitmen untuk mempertahankan kehidupan yang benar dan adil. Hal inilah yang Tuhan kehendaki, Tuhan setuju dan Tuhan menyukai dalam semua kehidupan orang percaya, sebab apa gunanya memberi banyak tetapi Tuhan tidak menemukan kehidupan yang benar dan adil dalam hidup orang tersebut. Selanjutnya kita lihat dalam ayat pokok kita kata Kebenaran.    

Kata kebenaran dalam bahasa Ibrani di Tulis SEDAQA, artinya tindakan benar, bersih yang keluar dari pemikiran objektif (Keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi oleh pendapat atau pandangan sendiri).Kebenaran akan membawa kita pada pemikiran yang objektif, seimbang dalam kualitas berpikir, sehingga kita akan lebih berani memilih bertindak benar dari pada salah. Orang yang berpikir objektif ia akan memilih adil dalam tindakannya. Kenapa orang lebih berani melakukan hal ini? Karena ternyata akan jauh lebih beruntung bertindak benar dan adil dari pada sebaliknya. 

Orang yang berpegang pada kehidupan yang tidak benar dan tidak adil akan lebih suka melihat hal yang subjektif (Menurut pandangan atau perasaannya sendiri) sehingga ia hidup semaunya sendiri, apa yang dirasa baik buat dirinya itu yang ia kerjakan tanpa berpikir benar atau tidak. Memang dalam kenyataannya orang benar selalu akan susah diawalnya, tetapi sukacita diakhirnya, sebaliknya orang fasik bahagia diawal, tetapi ia disiapkan untuk dibinasakan. Bertindak obyektif artinya orang yang tahu apa yang akan Allah lakukan kepada tindakan orang benar dan orang fasik.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma memberikan kolerasi tentang hal ini dalam Roma 14:17-18 –  “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetatpi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barang siap melayani Kristus dengan cara ini, ia akan berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

Esensi Kerajaan Allah bukan makanan dan minuman tetapi salah satunya adalah Kebenaran. Kata KEBENARAN jika dalam bahasa Ibrani ditulis SEDAQA dalam bahasa Yunani ditulis DIKAYOSONAI. Kebenaran dalam bahasa Yunani ini memiliki pengertian :  

  • Integritas
  • Tidak munafik
  • Tidak menghakimi
  • Perbuatan baik
  • Berpikir baik dan objektif
    Jadi ada benang merah yang terhubung antara perjanjian lama dan baru mengenai kebenaran. Mari kita lihat lima kebenaran di atas.

 Integritas, arti dari integritas secara umum adalah sifat atau keadaan yang menunjukan kesatuan yang utuh, konsisten dalam ucapan dan perbuatan sehari-hari. Kita tidak dapat hidup benar kalau kita langgar Integritas. Seseorang yang kuat integritasnya secara natural akan dihormati orang lain. 

Tidak munafik, apakah ada orang yang munafik disukai dan dihormati orang lain ? Pertanyaan ini tidak perlu dijawab, sebab semua orang tahu jawabannya. Munafik kebalikan dari integritas, apa yang diucapkan berbeda jauh dengan tindakkannya, penuh dengan kepura-puraan, mendua hati, dan gampang berkhianat.

Tidak menghakimi. Dalam realita kehidupan orang yang benar adalah tidak akan menghakimi orang lain, karena kita tidak tahu apa yang Tuhan sedang kerjakan terhadap orang itu. Kita tidak tahu bagaimana Tuhan sedang proses mereka, pertahankan hidup yang benar dengan stop hakimi orang lain, karena hanya Tuhan yang punya hak menghakimi manusia.

Berbuat baik. Kita berbuat baik ini bukan supaya dapat pahala, tetapi karena itulah kebenaran dalam hidup kita. Semua yang kita kerjakan kepada semua orang dengan perbuatan baik karena kita telah terbiasa hidup dalam realita kebenaran Allah. Tidak heran dikatakan siapa saja yang melayani dengan cara demikian akan diperkenan Allah dan disukai orang.

Berpikir baik dan objektif. Orang yang hidup dalam kebenaran, selalu berpikir positif dalam menghadapi masalah, ia selalu objektif dalam menilai, dalam mempertimbangkan dan dalam mengambil keputusan yang hasilnya pasti benar.

Berikutnya kita akan pelajari kata KEADILAN dari ayat pokok yang menjadi pembahasan. Kata KEADILAN dalam bahasa Ibrani – MISPAT –  Memiliki beberapa pengertian :
1. Timbangan, Ukuran, Takaran yang bijak. 
Orang boleh saja berkorban banyak, tetapi jika sampai bermain dengan timbangan, ukuran dan takaran yang tidak benar, Tuhan tidak akan berkenan. Ingat kisah Ananias dan Safira yang terkena tulah Tuhan karena mempermainkan ukuran yang tidak jujur dalam mempersembahkan hasil penjualan tanahnya dihadapan Tuhan (Kisah 5:1-11).  Orang yang hidup dalam keadilan, ia tidak akan berani main-main dengan timbangan, takaran dan ukuran yang tidak benar, sebab ukuran yang sama akan diukurkan kepada kita, Lukas 6:38. Pakailah takaran atau ukuran yang benar.

Dalam Yakobus 1:1-4, Yakobus memberi gambaran lain tentang bagaimana orang menggunakan ukuran dalam hal memandang muka. Jika orang kaya atau terhormat kita sambut dengan mempersilakan duduk didepan, tetapi ketika datang orang yang berpakaian kumal dan miskin, kita suruh ia duduk dibelakang atau malah dibawah tumpuan kaki kita. Ini sudah bermain dengan ukuran, mengukur orang dengan kaya atau miskin, dan ini adalah perlakuan yang tidak adil.

2. Penilaian yang bijak
Seseorang tidak dapat dinilai dari apa yang terlihat, tetapi dari nilai kebenaran yang dihidupi. Nabi Samuel sempat terkecoh dengan hal ini ketika ia mau mengurapi salah seorang dari anak-anak Isai menjadi raja yang dipilih Tuhan. 1 Samuel 16:7.

3. Tata cara yang benar. 
Orang benar akan pandai dalam caranya menilai segala sesuatu, karena dalam cara menata kehidupanya juga benar, ia menjaga hatinya dengan penuh kewaspadaan. Orang yang benar pasti akan menilai dengan cara benar.

Mikha 6:7-8 “Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak?. Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?. Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu; selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?

Tuhan memang panjang sabar, dan penuh kasih karunia, tetapi disisi lain Ia adalah Tuhan yang menuntut. Ia menuntut kehidupan kita dalam kebenaran dan keadilan, dalam kesetiaan dan rendah hati. Untuk itu kita harus mengerjakan keselamatan kita  dengan takut dan gentar, sebab jika tuntutan Tuhan tidak ada dalam kita menjalankan keselamatan kita, maka kita masuk dalam golongan orang yang tidak benar. Allah tidak menuntut persembahan dan korban, karena keselamatan tidak dapat digantikan dengan korban dan persembahan. Keselamatan harus dikerjakan dengan hidup dalam kebenaran dan keadilan Tuhan, baru dari kehidupan yang benar dan adil inilah, kita bawa persembahan dan korban kepada Tuhan, yang tentunya akan menyenangkan Tuhan.

Marilah kita mengerjakan keselamatan kita dengan melakukan kebenaran dan keadilan sesuai dengan firman Tuhan.

Arsip Catatan Khotbah