Kolose 2:6-8
Kolose 2:6-7
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam DIA. Hendaklah kamu berakar di dalam DIA dan dibangun di atas DIA, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Kolose 2:8
“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”
PENDAHULUAN
Rasul Paulus berusaha menasihati jemaat yang ada di Kolose, agar jemaat: “Tetap Teguh di Dalam Kristus.” Sebab itu jemaat haruslah:
BERAKAR DI DALAM YESUS
Jadi jemaat yang kuat, seperti pohon yang akarnya tertanam dalam sehingga iman, pengharapan dan kasih jemaat kepada Yesus tidak bisa digoyahkan oleh apa pun juga. Khususnya pengaruh yang paling hebat dan berkembang di akhir zaman adalah: pengaruh ajaran sesat.
JANGAN LENGAH
Paulus tidak mau jemaat menjadi lengah dalam pengiringan mereka kepada Yesus. Mengapa? Karena Iblis tidak pernah berhenti dan tidak pernah menjadi lelah menyeret kita dari Kristus untuk membinasakan kita, salah satunya adalah melalui ajaran sesat.
Ajaran Sesat
Matius 24:24
“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”
Kisah Rasul 20:29
Kepada jemaat Efesus Paulus berkata:
“Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan muncul ke tengah-tengah kamu dan tidak menyayangkan kawanan itu.”
Yang dimaksud Yesus dengan Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu, dan istilah Paulus “serigala-serigala”, tidak lain adalah para penyesat.
MENGINGATKAN JEMAAT
Tuhan memakai Paulus untuk menasihati jemaat Kolose agar tidak mudah terseret dan binasa. Nasihat pertama Firman Allah adalah:
1. Tetap di dalam Yesus
Kolose 2:6
Kalau kita ingin terhindar dari kebinasaan, kita harus mengikuti jejak tapak kaki Yesus, yaitu Firman Allah dengan tepat dan benar.
Roma 8:4
“Berjalan menurut tuntutan Roh, bukan tuntutan daging, sehingga kita terhindar dari segala keinginan daging atau hawa nafsu.”
Penglihatan Nabi Yehezkiel
Yehezkiel 1:7
“Kaki mereka adalah lurus dan telapak kaki mereka seperti kuku anak lembu; kaki-kaki ini mengkilap seperti tembaga yang baru digosok.”
Profil makhluk yang dilihat Yehezkiel dalam Yehezkiel 1 tidak lain adalah profil Yesus, yang berjalan lurus di hadapan Bapa di surga.
Artinya, kalau kita ingin:
- Tetap (hidup kita berkenan di hadapan Bapa di sorga).
- Berakar (tidak mudah disesatkan).
Maka cara hidup kita (berjalan) harus seperti ketika Yesus hidup di muka bumi ini.
Yehezkiel 1:9
“Mereka saling menyentuh dengan sayapnya, mereka tidak berbalik kalau berjalan, masing-masing lurus ke depan.”
1 Yohanes 2:6
“Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA (YESUS), ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
2. Berakar di dalam Dia, Kolose 2:7
Matius 13:1-23
Yesus berbicara mengenai empat jenis tanah yang ditaburi benih Firman Allah.
Namun sangat menyedihkan karena:
- Ada tanah yang sama sekali tidak menerima benih.
- Akarnya tidak tumbuh sebab terhalang batu.
- Akarnya tumbuh tetapi mati terhimpit duri.
- Hanya satu tanah yang tumbuh, berakar dan berbuah 30 kali, 60 kali dan 100 kali ganda.
MENGAPA ADA POHON YANG TIDAK BERAKAR?
Dalam Yohanes 15 tentang Pokok Anggur, cabang yang tidak berbuah dan dikerat adalah cabang yang tidak melekat erat dengan batang, seperti pohon yang tidak berakar.
KESIMPULAN
Jemaat (Pengikut Yesus yang sejati) yang teguh dan berakar (berdaya tahan), adalah jemaat yang berjalan sesuai Firman Tuhan. Dengan kata lain, pengikut Yesus yang sejati adalah jemaat yang setia dalam segala aspek hidupnya selama ia hidup di muka bumi.
CONTOH: AHITOFEL
Pelayanan Ahitofel Dalam Pemerintahan Daud
Ahitofel adalah penasihat Daud yang sangat handal dan dipakai Tuhan.
1 Tawarikh 27:33
“Ahitofel adalah penasihat raja (Daud); Husai orang Arkhi, adalah sahabat raja (Daud).”
Tetapi amat disayangkan.
PEMBERONTAKAN ABSALOM
Ketika Absalom (anak Daud) mengadakan kudeta dan melakukan pemberontakan kepada Daud, ayahnya, Ahitofel berpihak kepada Absalom dan memilih melakukan perlawanan terhadap Daud. Daud melarikan diri dari Yerusalem (2 Samuel 15:13-37).
DAUD BERDOA KEPADA TUHAN
2 Samuel 15:31
“Ketika kepada Daud dikabarkan demikian: Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom, maka berkatalah Daud: Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya Tuhan!”
Mengapa Daud berdoa demikian? Karena nasihat Ahitofel sangat jitu.
ABSALOM MEMINTA NASIHAT AHITOFEL
2 Samuel 16:21
Ahitofel berkata kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana…”
Tujuannya supaya seluruh Israel mengetahui bahwa Absalom benar-benar melawan Daud.
2 Samuel 16:22-23
Absalom melakukan tepat seperti yang disarankan Ahitofel.
Firman Tuhan mencatat: “Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari Allah.”
NASIHAT AHITOFEL DIGAGALKAN
2 Samuel 17:1-4
Ahitofel mengusulkan membawa 12.000 tentara menyerang Daud. Absalom dan semua tua-tua setuju. Tetapi atas kehendak Tuhan, nasihat Ahitofel digagalkan melalui nasihat Husai (2 Samuel 17:5-14). Akhirnya Absalom mati (2 Samuel 18:1-18).
PENUTUP
Mengapa Ahitofel yang dipakai Tuhan secara luar biasa bisa membelot seperti pohon yang tidak teguh dan tidak berakar? Nama Ahitofel (Ibrani: אחיתפל) berarti “Saudara laki-laki yang tawar hati (foolish).”
Latar Belakang Ahitofel
Ahitofel mempunyai anak bernama Eliam. Eliam mempunyai anak perempuan bernama Batsyeba. Batsyeba adalah cucu Ahitofel sekaligus istri Uria. Tetapi Daud:
- Meniduri Batsyeba.
- Membunuh Uria dengan cara yang licik.
(2 Samuel 23:34)
Dengan demikian, Motif utama pengkhianatan Ahitofel kepada Daud adalah:
- Kebencian.
- Dendam.
- Sakit hati.
Karena anaknya (Eliam) dan cucunya (Batsyeba) telah dihancurkan oleh Daud. Daud mengetahui bahwa Batsyeba adalah cucu Ahitofel. Karena itu Ahitofel berusaha membalas Daud dengan cara yang lebih kejam.
Dalam 2 Samuel 16:20-22, Ahitofel menyuruh Absalom meniduri gundik-gundik Daud di atas sotoh rumah sehingga seluruh Israel melihatnya. Tidak heran Daud mengalami ketakutan yang luar biasa ketika mengetahui Ahitofel bersekongkol dengan Absalom (2 Samuel 15:31).
Perasaan sakit hati dan dendam membuat Ahitofel menjadi rapuh. Ia seperti pohon yang tercabut dari akarnya lalu bergeser ke posisi yang salah dan jahat di mata Tuhan. Ahitofel berkali-kali berusaha melakukan pembalasan tetapi gagal. Akhirnya ia merasa malu dan memilih bunuh diri dengan cara gantung diri di rumahnya, 2 Samuel 17:23.
TIDAK TETAP DAN TIDAK BERAKAR
Ahitofel adalah model orang Kristen yang tidak kokoh kuat di dalam Yesus, seperti pohon yang tidak berakar. Hatinya seperti tanah berbatu.
“Kita adalah pendusta besar di hadapan Tuhan, bila kita makan minum Perjamuan Suci, di mana kita mendapat pengampunan dari Tuhan Yesus, tetapi kita sendiri tidak pernah bisa mengampuni orang lain.”