Roma 12:11, Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
PENDAHULUAN
Roma 12:11
Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus sendiri dan ia hidupi. Rasul Paulus memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Roh yang menyala bagikan api yang dimilikinya tidak pernah padam. Paulus bukan cuma mengajar tetapi dia menjalani.
Kisah Para Rasul 20:24 “Aku tidak menghiraukan nyawaku…asal aku menyelesaikan pelayananku.”
Ciri apinya Paulus:
– Konsisten
– Tidak kendor walau menderita
– Fokus pada tujuan Tuhan
Roh yang menyala membuat kita tetap setia sampai akhir hidup kita. Tuhan tidak mencari kehadiran kita saja, tetapi lebih jauh lagi Tuhan mencari hati yang melayani. Tuhan mencari api yang terus menyala.
I. HATI YANG MELAYANI ADALAH PANGGILAN, BUKAN PILIHAN
Roma 12, bukan berbicara tentang pendeta saja, tetapi semua orang percaya.
Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Artinya:
– Hidup kita bukan milik kita lagi
– Kita dipanggil untuk melayani Tuhan
Melayani Tuhan bukan soal jabatan, tapi identitas.
Banyak orang berpikir:
- “Saya belum siap”
- “Saya tidak punya talenta”
- “Itu tugas hamba Tuhan saja”
Seperti tubuh:
- Mata tidak bisa berkata: “Saya tidak mau melihat”
- Tangan tidak bisa berkata: “Saya tidak mau bekerja”
- Kalau semua anggota tubuh berhenti, maka tubuh itu lumpuh
- Begitu juga gereja: Jika jemaat tidak melayani, gereja kehilangan kekuatan.
II. PELAYANAN BUTUH API, BUKAN SEKEDAR AKTIVITAS
Roma 12:11b Biarlah rohmu menyala-nyala. “Menyala-nyala” berarti:
– Mendidih,
– Berkobar,
– Penuh gairah
Ini bukan emosi sesaat, tapi ini kondisi roh yang dipenuhi Roh Kudus.
Apa itu “roh yang menyala-nyala”?
- Hati yang penuh kasih kepada Tuhan
- Semangat yang berasal dari Roh Kudus
- Gairah yang tidak tergantung situasi
Artinya pelayanan bukan sekadar rutinitas, pelayanan harus lahir dari hati yang terbakar oleh api Roh Rudus.
Kisah Para Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” .
Contoh nyata
Melayani dengan api yang menyala :
- Tidak dilihat → tetap setia
- Tidak dipuji → tetap bekerja
- Bahkan disalahpahami → tetap mengasihi
- Mengapa? Karena yang mendorong dia bukan manusia, tapi Tuhan.
Masalahnya banyak pelayan yang elayani tapi tanpa sukacita, melayani tapi karena kewajiban, melayani tapi hatinya kosong, sehingga akhirnya:
➡ Cepat lemah
➡ Mudah tersinggung
➡ Mudah menyerah
‘Api’ dalam diri kita kalau tidak dijaga makan Akan padam perlahan-lahan. Begitu juga dengan pelayanan:
* Tanpa doa → api akan padam
* Tanpa firman → api akan padam
* Tanpa hadirat Tuhan → tinggal rutinitas
Jika ingin mau tetap menyala:
– Jaga hubungan pribadi dengan Tuhan
– Jangan melayani tanpa doa
– Ingat untuk siapa kita melayani
– Kita bukan melayani manusia
– Kita melayani Tuhan
III. YESUS — TELADAN UTAMA PELAYANAN YANG MENYALA
Yesus adalah contoh sempurna dari pelayanan yang menyala sampai akhir hidup.
Roma 12:11
Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Ciri Pelayanan Yesus:
– Melayani dengan sukacita
– Penuh belas kasihan
– Melayani dengan kerendahan hati
– Bahkan membasuh kaki murid-Nya
(Yohanes 13)
– Yesus melayani bukan karena status, tetapi karena kerendahan hati.
– Api pelayanan lahir karena kasih kepada Bapa (kasih yang sempurna).
Yohanes 2:17 “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
IV. GEREJA MEMBUTUHKAN SAUDARA – SEKARANG WAKTUNYA TERLIBAT
Roma 12:11c- Layanilah Tuhan.
- Bukan nanti
- Bukan kalau sempat
- Bukan kalau tidak sibuk
- Tetapi sekarang
Terkadang terjadi pada gereja lokal:
- Kurang pelayan
- Kurang komitmen
- Banyak yang mengulur waktu
- Padahal Tuhan sedang memanggil saudara
Ilustrasi:
Lampu kecil tetap penting dalam ruangan gelap, tanpa itu, orang bisa tersandung. Begitu juga pelayanan kecilpun bisa jadi berdampak besar.
Contoh pelayanan sederhana:
- Menyambut jemaat (usher)
- Menata kursi
- Pelayanan music, WL, Singer
- Multimedia
- Doa dan kunjungan
- Menginjil / bersaksi
Tidak ada pelayanan kecil di mata Tuhan
Yohanes 9:4
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
UNDANGAN YESUS
Tuhan tidak menghakimi, tapi Tuhan mengundang kita semua untuk: kembali melayani, kembali menyala, kembali hidup bagi Tuhan.
PENUTUP
Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
Hari ini Tuhan bertanya: “Siapa yang mau Aku pakai?” Bukan soal kemampuan yang Tuhan lihat, tetapi kerelaan kita untuk mau melayani Tuhan.