Kisah Para Rasul 2:37-38,41
Ay.37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?
Ay.38 Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
41.Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
PENDAHULUAN
Kita akan memulai dari sebuah peristiwa besar yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 2:37–41. Ketika orang banyak mendengar pemberitaan Petrus tentang Yesus yang disalibkan dan dibangkitkan, hati mereka tersentuh. Mereka bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat?” Itu bukan sekadar rasa bersalah, tetapi tanda bahwa hati mereka sedang disentuh oleh Allah. Petrus menjawab dengan jelas: “Bertobatlah… dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis… maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Respons itu luar biasa—sekitar 3.000 orang menerima firman dan dibaptis pada hari itu (ayat 41).
Tetapi yang menarik bukan hanya jumlahnya. Alkitab tidak berhenti di angka besar itu. Firman Tuhan mencatat bahwa mereka tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mereka yang sudah menerima percaya segera masuk ke dalam komunitas rohani.
Ketika Tuhan memanggil kita percaya, Ia tidak hanya memanggil kita masuk ke dalam keselamatan pribadi, tetapi juga ke dalam sebuah keluarga rohani. Iman Kristen bukan hanya tentang “saya dan Tuhan”, tetapi juga tentang “kita bersama sebagai tubuh Kristus”.
Di dalam firman Tuhan kita akan melihat bahwa jemaat mula-mula tidak hidup terpisah-pisah. Mereka berkumpul, berdoa, berbagi hidup, saling memperhatikan, dan saling menguatkan. Di sanalah mereka bertumbuh, dipulihkan, dan dipakai Tuhan. Iman mereka bertumbuh bukan hanya karena mendengar firman, tetapi karena berjalan bersama dalam komunitas.
Inilah yang perlu kita pahami: Tidak ada orang Kristen yang benar-benar kuat jika berjalan sendirian. Tanpa komunitas, iman mudah menjadi lemah. Tanpa persekutuan, hati mudah menjadi kering.
Tanpa keluarga rohani, kita mudah kehilangan arah. Pernahkah Saudara melihat bara api dari arang?
Ketika arang-arang itu berkumpul bersama, mereka akan tetap menyala, panas, dan kuat. Tetapi coba ambil satu bara dan pisahkan dari kumpulannya. Apa yang terjadi? Perlahan-lahan bara itu akan padam dan menjadi dingin.
Demikian juga dengan kehidupan rohani kita. Ketika kita berada di dalam komunitas, berdoa bersama, belajar Firman bersama, saling menguatkan, iman kita tetap menyala. Tetapi ketika kita mulai menjauh dan berjalan sendiri, tanpa kita sadari, api rohani kita bisa mulai meredup. Karena itu, Tuhan tidak pernah merancang kita untuk berjalan sendirian. Tuhan memanggil kita untuk hidup di dalam komunitas, agar api iman kita tetap menyala dan bertumbuh.
Karena itu, hari ini saya tidak hanya ingin berbicara tentang komunitas, tetapi ingin mengajak setiap kita untuk benar-benar mau bergabung dan terlibat di dalamnya. Bukan hanya hadir dalam ibadah, tetapi hidup sebagai bagian dari keluarga rohani. Bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian yang aktif dan berfungsi dalam tubuh Kristus.
Komunitas bukan hanya tempat berkumpul. Komunitas adalah tempat kita dibentuk, dikuatkan, dan dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama. Itulah sebabnya hari ini kita akan belajar mengapa komunitas itu penting, dan mengapa setiap kita dipanggil bukan hanya untuk hadir, tetapi untuk terlibat, melayani, dan bertumbuh bersama dalam komunitas keluarga rohani.
Komunitas adalah:
1. Kesempatan untuk bertumbuh bersama
Ay. 42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Kata bertekun menunjukkan sesuatu yang dilakukan dengan sengaja, konsisten, dan berkelanjutan. Artinya, jemaat mula-mula tidak hanya datang sesekali, tetapi mereka terus-menerus membangun hidup mereka melalui pengajaran dan persekutuan.
Ada dua hal penting yang mereka lakukan sehingga bertumbuh:
Pertama, mereka bertekun dalam pengajaran.
Mereka tidak hanya mendengar Firman, tetapi menjadikan Firman sebagai dasar hidup mereka. Pengajaran bukan sekadar pengetahuan, tetapi membentuk cara berpikir, cara hidup, dan cara mengambil keputusan. Ketika kita belajar Firman bersama, iman kita dibentuk, cara pandang kita diperbarui, dan karakter kita diubahkan
2 Tim 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran
Kedua, mereka bertekun dalam persekutuan.
Artinya mereka tidak berjalan sendiri. Mereka membuka hidup satu sama lain, saling menguatkan, dan saling membangun. Di dalam komunitas, mereka menemukan dukungan, doa, koreksi, dan kasih yang membangun.
Persekutuan seperti ini bukan sekadar kumpul-kumpul atau kegiatan sosial. Persekutuan adalah tempat Tuhan membentuk kita. Saat kita bersama dalam komunitas, ada proses yang terjadi:
- hati yang keras dilembutkan,
- iman yang lemah dikuatkan,
- yang jatuh dipulihkan,
- dan yang bertumbuh semakin diteguhkan.
Itulah sebabnya firman Tuhan menegaskan: Efesus 5:15-16
Ay.15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Ay.16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannyadan membangun dirinyadalam kasih
Pertumbuhan rohani bukan hanya terjadi lewat hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga melalui hubungan yang sehat dengan sesama orang percaya. Kita dibentuk bukan hanya di ruang doa pribadi, tetapi juga di ruang persekutuan. Karena itu, ketika kita bergabung dalam komunitas rohani, kita sedang menempatkan diri di tempat yang tepat untuk bertumbuh, tempat di mana iman kita dikuatkan, karakter kita dibentuk, dan hidup kita semakin diarahkan kepada Kristus.
Ibrani 10:24-25
Ay.24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Ay.25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
2. Kesempatan untuk kita mengasihi, melayani dan memperlengkapi
Ay.44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
Ay.45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
Ay.46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
Dalam komunitas rohani bukan hanya tempat orang datang berkumpul, tetapi tempat di mana hidup saling terhubung. Jemaat mula-mula tidak hanya memiliki iman yang sama, tetapi juga hati yang sama. Mereka tidak hidup individualis, tetapi memiliki kepedulian satu terhadap yang lain
- Di dalam komunitas yang kecil yaitu KeMah suatu kesempatan untuk saudara belajar MENGASIHI
Bersatu, segala kepunyaan mereka menjadi kepunyaan bersama, selalu ada diantara mereka, membagi-bagikan, keperluan masing-masing,
Yohanes 13;34-35
Ay.34 Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Ay.35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.
Kasih dalam komunitas bukan sekadar kata-kata atau perasaan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Mereka peka terhadap kebutuhan orang lain. Mereka tidak hanya memperhatikan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan saudara seimannya.
Di sinilah kita belajar bahwa komunitas rohani bukan tempat orang sempurna, tetapi tempat orang yang sedang dibentuk. Di dalamnya kita belajar:
– mengasihi meskipun ada perbedaan,
– mengampuni ketika ada gesekan,
– tidak mudah tersinggung,
– dan tetap setia berjalan bersama.
Kasih tidak bertumbuh dalam kesendirian. Kasih bertumbuh ketika kita hidup bersama orang lain, dengan segala kelebihan dan kelemahannya.
- Di dalam komunitas yang kecil yaitu KeMah suatu kesempatan untuk saudara belajar MELAYANI
Di sini kita melihat bahwa setiap orang mengambil bagian dalam pelayanan. Tidak ada yang hanya duduk sebagai penonton. Mereka melihat kebutuhan dan bergerak untuk menjawabnya.
Ayat yang kita baca tadi dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, ada yang menyediakan rumah mereka untuk berkumpul, makan bersama dan dilakukan dengan ketulusan
Melayani bukan hanya soal melakukan hal besar. Melayani bisa berarti:
– memberikan waktu,
– memberikan perhatian,
– menguatkan yang lemah,
– mendoakan yang sedang bergumul,
– atau membantu dalam hal-hal sederhana.
1 Petrus4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
Setiap tindakan pelayanan sekecil apa pun, menjadi alat Tuhan untuk memberkati orang lain.
- Di dalam komunitas yang kecil yaitu KeMah suatu kesempatan untuk saudara belajar memperlengkapi
Di dalam komunitas, kita menemukan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada satu pun orang yang memiliki semuanya, dan tidak ada satu pun orang yang tidak memiliki apa-apa.
Inilah maksud dari memperlengkapi:
- Yang kuat menopang yang lemah.
- Yang mengerti membimbing yang belum paham.
- Yang sudah bertumbuh menuntun yang baru belajar.
Komunitas bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang paling hebat atau jago dalam hal firman Tuhan, tetapi tempat di mana setiap orang saling menolong dan saling memperkuat. Kalau ada yang lemah, dia tidak dibiarkan. Kalau ada yang kuat, dia tidak sombong. Semua saling melengkapi.
Komunitas rohani menjadi tempat di mana:
– yang jatuh dibangkitkan,
– yang ragu dikuatkan,
– yang luka dipulihkan,
– dan yang diperlengkapi kemudian dipakai untuk memperlengkapi orang lain.
Jadi, memperlengkapi berarti kita tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi hadir untuk membangun orang lain. Dan di saat yang sama, kita juga terbuka untuk dibentuk dan ditolong oleh orang lain. Karena itu, setiap kita memiliki tempat dan fungsi dalam komunitas. Tidak ada yang terlalu kecil untuk dipakai Tuhan, dan tidak ada yang terlalu hebat sampai tidak membutuhkan orang lain.
Efesus11-12
Ay.11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Ay.12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Contoh Daud yang mengasihi, melayani dan memperlengkapi 1 Samuel 22:1-2
Ay.1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.
Ay.2 Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.
Smua orang yang berkumpul di gua Adulam ini mempunyai kesamaan nasib, yaitu orang-orang yang hidup dalam kesengsaraan. Ada yang punya banyak utang, dikejar-kejar penagih utang, ada gerombolan sakit hati, dan mereka semua berkumpul dengan keluarga Daud, yang hidup dalam kejaran raja Saul. Jumlah mereka lumayan banyak sehingga membentuk sebuah komunitas.
Namun yang menarik adalah di bawah kepemimpinan Daud, komunitas orang “ buangan ” ini bisa berubah menjadi tentara yang sangat luar biasa, yang kemudian dalam 1 Samuel 23:5 (TB) diceritakan : Kemudian pergilah Daud dengan orang-orangnya ke Kehila; ia berjuang melawan orang Filistin itu, dihalaunya ternak mereka dan menimbulkan kekalahan besar di antara mereka. Demikianlah Daud menyelamatkan penduduk Kehila.
Ada suatu transformasi kehidupan yang terjadi di dalam gua Adulam. Komunitas yang Daud pimpin mengubah orang-orang yang tadinya gagal menjadi orang-orang yang menang; orang-orang yang hidupnya penuh dengan kesulitan menjadi para pahlawan yang menyelamatkan sebuah kota. Itulah pentingnya komunitas yang baik mengasihi, melayani dan memperlengkapi.
3. Kesempatan menjangkau jiwa
47. sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Kehidupan komunitas jemaat mula-mula bukan hanya berdampak ke dalam, tetapi juga berdampak keluar. Mereka tidak hanya membangun iman satu sama lain, tetapi juga menjadi kesaksian yang nyata bagi dunia di sekitar mereka.
“mereka disukai semua orang.”
Artinya kehidupan mereka dapat dilihat dan dirasakan oleh orang lain. Kasih, persatuan, dan gaya hidup mereka menjadi kesaksian yang hidup. Orang di sekitar mereka melihat:
– bagaimana mereka bersama bertumbuh
– bagaimana mereka saling mengasihi, saling melayani dan saling memperlengkapi
– dan bagaimana mereka memuliakan Tuhan.
Itulah yang membuat orang tertarik kepada iman mereka. Jadi, penginjilan bukan hanya lewat kata-kata, tetapi lewat kehidupan komunitas.
Tuhan menambahkan jiwa-jiwa melalui komunitas.
Perhatikan kalimat: “Tuhan menambahkan jumlah mereka.” Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan gereja bukan hanya karena strategi, tetapi karena karya Tuhan yang bekerja melalui komunitas yang hidup. Ketika komunitas hidup dalam kasih dan kesaksian yang nyata, Tuhan sendiri yang menarik jiwa-jiwa untuk datang dan diselamatkan. Komunitas rohani adalah alat Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa.
Kita tidak perlu melakukan hal besar untuk mulai menjangkau orang lain. Ketika kita hidup dalam kasih, kesatuan, dan pelayanan, orang-orang di sekitar kita akan melihat Kristus melalui hidup kita.
Komunitas bukan hanya tempat kita bertumbuh, tetapi juga sarana Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Ketika kita hidup sebagai komunitas yang saling mengasihi dan saling melayani, dunia akan melihat Kristus melalui kita.
Jangan hanya hadir di komunitas. Jadilah bagian dari misi Allah untuk menjangkau dan memberkati banyak orang.
Kesimpulan
Setelah kita mendengar firman hari ini, sekarang saatnya kita merespons. Firman Tuhan bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dihidupi. Hari ini saya ingin mengajak kita semua mengambil langkah nyata:
- Jika selama ini Saudara masih berjalan sendiri, hari ini ambillah keputusan untuk bergabung dan terlibat dalam komunitas keluarga rohani.
- Jika selama ini Saudara hanya hadir tetapi belum terlibat, mulailah mengambil bagian dalam pelayanan, sekecil apa pun itu.
- Jika Saudara pernah kecewa atau terluka, mari buka hati kembali, karena Tuhan ingin memulihkan dan memakai Saudara kembali.