MEMAHAMI SALIB SEBAGAI KASIH KARUNIA ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kematian Tuhan Yesus, 18 April 2025)

1 Petrus 2:19,24
(ay 19) “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, (ay 24) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

PENDAHULUAN
Tema dan ayat ini kita angkat dan kita bahas agar kita mengerti dan memahami bahwa keselamatan yang kita terima dari Tuhan itu, bukanlah karena hasil usaha dan perbuatan baik kita. Tetapi keselamatan itu adalah “Rakhmat, Kasih Karunia atau Pemberian” yang Allah berikan kepada seluruh umat manusia secara cuma-cuma, Efesus 2:8,9.

ORANG YUNANI MENCARI YESUS
Yohanes 12:20-36
Orang-orang Yunani yang ada di Yerusalem untuk merayakan Paskah, dan mereka ingin bertemu dengan Yesus. Merekapun menemui Filipus dan Filipus mengajak Andreas untuk bersama-sama membawa orang Yunani untuk menemui Yesus dan menyampaikan maksud serta tujuannya.

Yohanes 12:23
Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.”

Apa arti dan maksud ucapan Yesus di sini?
Adapun maksud ucapan Yesus kepada murid-murid-Nya di sini adalah bahwa saat di mana Yesus harus mati dengan cara disalib di atas kayu salib adalah sudah tiba saatnya. Dan apa dampak kematian Yesus itu?

Adapun dampak kematian Yesus di salib dijelaskan Yesus dalam: Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Apa arti ucapan Yesus di sini?
Oleh kematian Yesus di atas salib setiap orang yang percaya kepada Yesus hidupnya akan diubah oleh Firman Allah dan Roh Kudus dari hari ke hari menjadi sama seperti Yesus. Sehingga ketika Yesus dilahirkan di dunia, cuma ada satu Yesus dan cuma satu yang berstatus sebagai Anak Allah, yaitu Yesus. Tapi oleh pelayanan dan pengorbanan kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib, hasilnya adalah:

Yohanes 1:12
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”

Filipi 3:10,21.
Dengan demikian, kematian Yesus di kayu salib telah melahirkan orang-orang yang percaya kepada Yesus dengan status sebagai “Anak-Anak Allah yang sifat dan perilakunya sama seperti Yesus, di mana dari yang hidupnya tidak berkenan berubah hidupnya menjadi berkat, karena cara hidupnya sama seperti cara hidup Yesus.

Setiap anggota jemaat Mahanaim, sebagai pengikut Yesus, kita harus seperti biji gandum yang mati, lalu kita hidup baru seperti benih yang tumbuh dan yang menghasilkan biji gandum yang baru yaitu (hidup yang baru) seperti Yesus.

BERLANGSUNG PENGHAKIMAN
Kematian Yesus disalib, bukan untuk menghakimi orang berdosa. Sebaliknya kematian Yesus adalah untuk menyelamatkan orang-orang yang masih hidup di dalam dosa. Yesus benci dosa, tapi Dia cinta orang-orang berdosa untuk diselamatkan.

Yohanes 3:17
“Sebab Allah mengutus Anak-Nya (Yesus) ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamat-kannya oleh Dia (Yesus).”

PERTANYAAN
Kalau begitu, siapakah yang dihakimi oleh Yesus pada saat Yesus mati disalib?

Yohanes 12:31
“Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.”

SIAPAKAH PENGUASA DUNIA?
Apabila Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, maka manusialah yang menjadi “Penguasa dunia ini.”

Kejadian 1:28
“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan dan taklukkanlah itu berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara   dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Dengan demikian otoritas sebagai penguasa bumi diberikan Allah kepada manusia. Tetapi karena Adam dan Hawa berdosa, maka Iblislah yang menjadi penguasa dunia. Sebagai penguasa dunia, Iblis bukan memberi sejahtera, namun sebaliknya.

Yohanes 10 : 10a
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan……”

Tujuan Iblis : mencuri, membunuh, membinasakan

Kesehatan      ->       Sakit
Kekuatan        ->       Kelemahan
Damai             ->       Kekacauan
Kesetiaan        ->       Ketidaksetiaan
Sejahtera        ->       Perselisihan
Kebaikan        ->       Kejahatan
Kebenaran      ->       Dosa.

Pada akhirnya tujuan Iblis adalah berniat membunuh semua yang baik dan yang mulia serta mengakhiri semua umat manusia dengan kebinasaan kekal di dalam neraka!

KEMATIAN YESUS MENGHAKIMI
Tetapi Yesus mati disalib untuk menghakimi Iblis dan melemparkan Iblis ke luar.

Dua tahap penghakiman iblis:
1. Penghakiman secara rohani
Berkaitan kematian Yesus dengan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Secara fisik, Iblis masih ada, sebab belum tiba saatnya bagi Iblis untuk dicampakkan ke neraka. Tapi, oleh kematian Yesus di salib, Iblis dibuang keluar dari hati orang percaya, Kolose 2:13-15.

Orang di luar Kristus,  hidupnya dikuasai: Iblis, dosa dan kejahatan. Tetapi orang-orang yang percaya kepada Yesus – hidupnya dikuasai oleh Yesus dan kebenaran.

2. Penghakiman secara fisik
Akan tiba saatnya, Yesus akan melempar  keluar Iblis, bukan cuma dari hati orang-orang percaya. Tapi Yesus akan menghukum Iblis dengan melempar Iblis dari :

  • Langit/Takhta Allah ke bumi
  • Dari bumi ke Jurang Maut
  • Dari bumi ke neraka.
Arsip Catatan Khotbah