MENANG MENGHADAPI KRISIS – oleh Pdt. Kong Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 14 Januari 2024)

Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi ditahun 2024 ini. Yang pasti adalah kita tetap mengharapkan yang terbaik, tetapi harus bersiap menghadapi kemungkinan yang terburuk (Hope for the Best, Prepare for the Worst).

Krisis
Merupakan suatu masa sulit atau situasi genting yang memerlukan penanganan khusus. Krisis perlu dikelola dengan baik agar tetap mendatangkan manfaat positif. Krisis merupakan masa pertumbuhan pribadi dan pembelajaran. Jika tidak, krisis akan mengakibatkan berbagai dampak negatif yang buruk dalam kehidupan:

  • Stres dan Kesehatan Mental,
  • Kehilangan Kepercayaan Diri dan Harapan,
  • Peningkatan Risiko Kesehatan Fisik,
  • Gangguan Hubungan Sosial,
  • Pengaruh Negatif pada Kinerja dan Produktivitas,
  • Perubahan Prioritas dan Nilai, dll

Dalam bahasa Cina, kata “krisis” dapat diterjemahkan sebagai “危机” (wēijī). Ini terdiri dari dua karakter:
– 危 (wēi): adalah “berbahaya” atau “risiko.”
– 机 (jī): adalah “kesempatan” atau “momentum.“

Apa Akibat Krisis ?

2 Raja 19:30
Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.

Janji Allah terhadap umat-Nya, khususnya pada saat-saat krisis atau penderitaan. Orang-orang yang terluput adalah orang-orang yang tetap bertahan untuk setia kepada Allah, bahkan di tengah-tengah penderitaan, contoh Kerajaan Israel yang terpecah menjadi 2.

KRISIS
– Kerajaan Israel sudah runtuh, dan penduduknya ditawan ke Asyur (2Raja-Raja 17:22-23)
– Terlambat untuk bertobat
– Sekarang kerajaan Asyur menyerang kota-kota milik kerajaan Yehuda (2Raja 18:13)

KRITIS
– Kerajaan Asyur menyerang kerajaan Yehuda dengan kata-kata yang mengintimidasi mental dan spiritual, (18: 23-24; 33-35)
– Para petinggi kerajaan yang diutus raja Hizkia mengoyakkan pakaian mendengar kata-kata intimidasi (ay. 37)
– Raja Hizkia juga mengoyakkan pakaian dan merendahkan diri (19:1)

2Rj 18:23  Maka sekarang, baiklah bertaruh dengan tuanku, raja Asyur: Aku akan memberikan dua ribu ekor kuda kepadamu, jika engkau sanggup memberikan dari pihakmu orang-orang yang mengendarainya. 

2Rj 18:24  Bagaimanakah mungkin engkau memukul mundur satu orang perwira tuanku yang paling kecil? Padahal engkau berharap kepada Mesir dalam hal kereta dan orang-orang berkuda! 

2Rj 18:33  Apakah pernah para allah bangsa-bangsa melepaskan negerinya masing-masing dari tangan raja Asyur? 

2Rj 18:34  Di manakah para allah negeri Hamat dan Arpad? Di manakah para allah negeri Sefarwaim, Hena dan Iwa? Apakah mereka telah melepaskan Samaria dari tanganku? 

2Rj 18:35  Siapakah di antara semua allah negeri-negeri yang telah melepaskan negeri mereka dari tanganku, sehingga TUHAN sanggup melepaskan Yerusalem dari tanganku?” 

PERUBAHAN (2 Raja 19)
Merendahkan diri dan masuklah ke rumah Tuhan, Ay. 1

  • Tadinya Hizkia menaklukkan  dirinya, dengan menaati syarat yang diberikan kerajaan Asyur, 18:14-16
  • Pada akhirnya raja Hizkia berdoa dan mencari Tuhan, ay. 15-16

2Rj 18:14  Hizkia, raja Yehuda, mengutus orang kepada raja Asyur di Lakhis dengan pesan: “Aku telah berbuat dosa; undurlah dari padaku; apapun yang kaubebankan kepadaku akan kupikul.” Kemudian raja Asyur membebankan kepada Hizkia, raja Yehuda, tiga ratus talenta perak dan tiga puluh talenta emas. 

2Rj 18:15  Hizkia memberikan segala perak yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja. 

2Rj 18:16  Pada waktu itu Hizkia mengerat emas dari pintu-pintu dan dari jenang-jenang pintu bait TUHAN, yang telah dilapis oleh Hizkia, raja Yehuda; diberikannyalah semuanya kepada raja Asyur. 

Benih-benih Iman selalu ada di dalam diri kita; kadang-kadang diutuhkan sebuah KRISIS untuk memelihara dan mendorong pertumbuhannya. – Susan Taylor
(seorang penulis, pembicara, dan editor Amerika Serikat yang dikenal karena kontribusinya dalam bidang jurnalisme dan penerbitan, khususnya terkait isu-isu wanita kulit hitam. )

Respon terhadap Krisis
1. Krisis sifatnya memaksa kita untuk ‘berubah’ kalau tetap keras akan ‘Hancur’ – 1Petrus 4:19
2. Krisis sifatnya memaksa kita berubah, semakin berakar ke bawah: semakin rendah hati dan semakin menguatkan kepercayaan kita pada Tuhan (1Tes 3:2-5).
3. Semakin menghasilkan buah ke atas (ay. 6-8)

1Te 3:2  Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, 

1Te 3:3  supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. 

1Te 3:4  Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi. 

1Te 3:5  Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia. 

1Te 3:6  Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, 

1Te 3:7  maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. 

1Te 3:8  Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. 

Buah Manis Dari Krisis
1. Mendapatkan orang-orang yang berkualitas (19:31) – Filipi 2:15, Zak 13:9
2. Pemeliharaan Tuhan yang luar biasa, Ay. 29. (Banyak krisis di Alkitab teratasi karena ketaatan pada Firman Tuhan)
3. Pembelaan Tuhan – di mana berperang ganti kita, 2 Raja 19:35-37

Arsip Catatan Khotbah