MENDENGAR NASIHAT – oleh Pdm. Eunike Susanti H. (Ibadah Raya 3 – Minggu, 10 Desember 2023)

Amsal 12:15 – “Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat ia bijak.”

Pendahuluan
Nasihat itu penting dan sangat diperlukan sebagai petunjuk bagi yang belum berpengalaman. Nasihat:

  • Orang tua kepada anak dalam ruang lingkup keluarga.
  • Guru kepada murid dalam ruang lingkup Pendidikan sekolah/kuliah.
  • Gembala/hamba Tuhan kepada jemaat dalam ruang lingkup kerohanian.

Secara umum ada dua macam nasihat tergantung dari sumbernya.

  • Nasihat yang baik, sumbernya diilhamkan dari kebenaran firman Allah. Sifatnya membangun.
  • Nasihat yang tidak baik sumbernya dari informasi dunia dan dari si jahat. Sifatnya merusak.
  • Semua orang butuh nasihat, namun  hasilnya tetap bergantung pada sumbernya dan juga respon dari yang menerimanya nasihat itu sendiri.

Ada dua contoh dalam Alkitab tentang hal ini, yaitu Nabi Musa dan Raja Rehabeam .
I. NABI MUSA
Tidak ada nabi yang seperti Musa yang begitu istimewa bagi Allah. Ia adalah satu-satunya nabi yang berhadapan dengan Allah muka dengan muka. Hal ini diakui sendiri oleh Allah dalam kitab Bilangan 12:6-8.

Bilangan 12:6-8 – “Lalu berfirmanlah Ia. Dengarkanlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.  Bukan demikian dengan hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?

Musa yang pengalaman spiritualnya begitu luar biasa dapat berhadapan langsung dengan Tuhan, tidak perlu lagi nasihat? Jawabnya jelas, tetap membutuhkan nasihat, bahkan nasihat yang tidak langsung dari Tuhan. Ketika Musa memimpin umat Israel di padang gurun, ia sama seperti umumnya manusia, ia mengalami stres dengan banyaknya beban sebagai seorang pemimpin. Tuhan kirim mertuanya yaitu Yitro, untuk memberi nasihat kepadanya, Kel 18:13-23.  Musa yang awalnya bertindak sebagai one man show, melakukan sendiri semua pekerjaan pelayanan umat, diberi nasihat untuk mengangkat para hakim untuk membantu pelayanannya. Ini sudah diterapkan di gereja kita, GPdI Mahanaim Tegal. Jangan ada jemaat yang menjadi penonton, semua dapat terlibat dalam pelayanan, sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Respon Musa atas nasihat Yitro.
Keluaran 18:24 – “Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.” Musa mendengarkan nasihat bijak dari sumber yang dikehendaki Tuhan. Hasilnya ia sukses menghantar umat Tuhan yang begitu besar ke tanah perjanjian.

II. RAJA REHABEAM
Raja Rehabeam adalah anak dan penerus raja Salomo yaitu raja Yehuda. Sebagai raja muda, ia butuh nasihat. Awalnya sudah benar ia meminta nasihat dari para tua-tua yang memiliki pengalaman dalam pemerintahan ayahnya. Namun respon Rehabeam terhadap nasihat para tua-tua, seperti umumnya anak muda di akhir zaman ini, ia mengabaikan nasihat mereka, mungkin dianggap kolot dan ketinggalan zaman. 1 Raja 12:6-8.

Rehabeam kemudian berpaling kepada anak-anak muda seusianya untuk meminta nasihat. Anak -anak muda yang tidak mengenal betul seluk beluk masyarakat dan tidak mengerti soal kepemerintahan memberi masukkan menurut benarnya mereka sendiri, dan nasihat yang mereka berikan sungguh sangat menyesatkan dan membawa petaka dan kehancuran.

Ay 9-11, Akibat mengabaikan nasihat yang benar dan memilih nasihat yang menyesatkan, Kerajaan Rehabeam terpecah menjadi dua Kerajaan, dua belas suku memisahkan diri dan membentuk kerajaan sendiri, yaitu kerajaan Israel. Kerajaan Yehuda tinggal suku Yehuda dan sebagian dari suku Benyamin.

WASPADA TERHADAP SETIAP NASIHAT
Sebagai orang percaya yang hidup di akhir zaman ini, kita harus peka dan waspada terhadap:

  • Terhadap nasihat yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.
  • Terhadap sesuatu hal yang sudah dianggap umum, tetapi bertentangan dengan kebenaran firman Allah.
  • Terhadap nasihat yang menggunakan firman Tuhan tapi diputarbalikkan kebenarannya.

Bagaimana kita dapat membedakan nasihat yang benar dan yang tidak ?
1. Dengar dan belajar dari pengajaran firman yang benar.
2. Minta hikmat Roh Kudus.
Semakin kita giat dalam beribadah, kita akan menjadi semakin bijak dalam menjalani kehidupan ini, karena dalam ibadahlah pengajaran firman dan Roh Kudus memberikan nasihat.

Nasihat yang benar akan menentukan banyak hal, seperti yang diungkapkan dalam beberapa ayat berikut :
Amsal 11:14 – “Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.”   
Artinya nasihat yang benar dari firman Tuhan akan membawa para pemimpin menyelamatkan bangsanya. Contoh : Musa dan Daud.
Amsal 15:22 – “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”
Rancangan sehebat apapun kalau dikerjakan dengan gegabah tanpa ada nasihat, terutama nasihat firman Tuhan, akan gagal total.
Amsal 24:6 – “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”

Kehidupan orang percaya seperti orang berperang menghadapi tantangan kedepan. Dengan berpegang kepada nasihat firman Tuhan kita akan menang.

Kesimpulan :  
Bertindaklah dengan bijak, giatlah dalam beribadah untuk mencari Tuhan, dan dengarlah nasihat firman-Nya, kita akan mendapatkan hikmat untuk dapat mengatasi setiap tantangan kehidupan yang tidak mudah di tahun mendatang, Ibrani 10:25.

Arsip Catatan Khotbah