MENGELOLA BERKAT TUHAN DENGAN BIJAK – Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu 16 November 2025)

Pendahuluan
Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita paham benar bahwa segala sesuatu dari kehidupan manusia bahkan alam semesta ini berasal dari Tuhan. Manusia lahir dengan tidak membawa sehelai benangpun, demikian pun setelah manusia mati tidak ada dari hasil jerih payahnya yang dibawa mati. Apa tujuan Allah menciptakan manusia dan mempercayakan segala sesuatunya kepada manusia ?

ROMA 11:36 – “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.”

Ayat ini memberikan penjelasan kepada kita, bahwa:
“SEGALA SESUATU ADALAH DARI DIA”, artinya semua keberadaan dan kepemilikan kita, mulai dari nyawa sampai apa yang kita miliki itu adalah dari Allah yang adalah pemilik, manusia hanya pengelola saja.

DAN OLEH DIA, artinya oleh kehendak dan kemauan Allah sendiri, semuanya itu Tuhan percayakan kepada manusia untuk dikelola. Perhatikan ayat berikut.
Kejadian 1:28 – “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Ada tiga alam yang dipercayakan kepada manusia, yaitu: laut, dimana ada ikan-ikan; udara, dimana dimana ada burung-burung; darat ,dimana ada segala binatang yang merayap, itulah seluruh isi bumi.

“DAN KEPADA DIA”, artinya semua yang dari Allah yang oleh Allah sendiri dipercayakan kepada manusia untuk dikelola itu, tujuannya bagi kepentingan Allah, kembali kepada Allah.

“BAGI DIALAH KEMULIAAN UNTUK SELAMA-LAMANYA”, artinya muara dari semua yang Allah miliki, yang oleh Allah sendiri dipercayakan kepada manusia untuk kepentingan Allah, adalah supaya Allah dimuliakan melalui milik Allah sendiri yang dipercayakan kepada manusia untuk mengelolanya dengan baik dan benar sesuai apa yang Tuhan kehendaki.

BAGAIMANA MENGELOLA BERKAT TUHAN DENGAN BIJAK
2 Korintus 9:10. – “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan juga roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.”

Benih merupakan metafora dari berkat Tuhan yang diberikan kepada penabur, yang adalah manusia. Allah yang menyediakan, manusia yang mengerjakannya sesuai dengan kehendak dan tujuan Allah. Allah ingin manusia mengelolanya dengan hukum kasih.

Markus 12:30-31 – “ Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

HUKUM KASIH PERTAMA
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Bagaimana cara mengasihi Allah dengan berkat Tuhan yang ada pada kita ?

Amsal 3:9. – “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu.”

DENGAN HASIL PERTAMA DARI SEGALA PENGHASILANMU
Ini dapat berupa dua hal :
1. Hulu hasil, Bilangan 18:13.
Yaitu hasil pertama dari segala sesuatu, bisa dari hasil tumbuhan, ternak atau gaji pertama kita bekerja

2. Persepuluhan (Ma,aser) yaitu dari semua penghasilan kita, 10% diberikan kepada Allah, bagi pekerjaan Allah.  Imamat 27:30,32.  Bilangan 18:21,24. Persepuluhan Tuhan minta agar pelayanan dalam rumah Allah tetap berlangsung dan menjadi bagian para Imam dan para pelayanan Tuhan yang hidupnya sepenuh waktu bagi pekerjaan Tuhan.

Persepuluhan sudah ada sebelum hukum Taurat dan ditetapkan sebagai hukum dalam Taurat, dan hal ini tidak pernah dibatalkan oleh Yesus.

Perhatikan ayat berikut :
Matius 5:17. – “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya “

Tuhan tidak meniadakan hukum Taurat, tetapi menggenapinya melalui diri-Nya sampai menjadi korban penebusan dosa seperti yang dituntut oleh Taurat. Jika persepuluhan di zaman Taurat diberikan karena takut kepada hukuman, di zaman kasih karunia Tuhan Yesus, Tuhan ingin persepuluhan diberikan dengan kasih, bukan karena takut hukuman. Semua yang kita persembahkan kepada Tuhan harus karena kasih, karena kita mengasihi Tuhan.

HUKUM KASIH KEDUA
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Berkat Tuhan yang kedua dikelola dengan kasih kepada sesama, ini yang dimaksudkan dengan “Benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.”

Mengelola berkat Tuhan bagi sesama bisa melalui :

  •  Diakonia.
  •  Rumah pelayanan.
  •  Semua korban yang diberikan untuk kepentingan sesama (Sosial)

Semuanya yang diberikan dengan kasih baik kepada Tuhan dan kepada sesama, disebutkan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

Selanjutnya berkat Tuhan itu juga dapat dinikmati bagi kepentingan kita, yang disebut sebagai roti untuk dimakan. Apakah semua yang kiita salurkan kepada sesama hanya sampai pada kita dibenarkan sebagai pengelola yang baik saja? Tidak tetapi Tuhan juga perhitungkan.

Matius 6:20 – “Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”
Semua yang kita berikan dengan kasih kepada Tuhan, melalui banyak hal itu seperti kita mengumpulkan harta kita di Sorga, jadi tidak hilang. Kelak akan diakumulasikan sebagai pahala yang akan kita terima di sorga.

Matius 6:21“ Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”
Artinya harta dapat menjadi ukuran dimana hati kita sebenarnya. Jika kita terikat kepada kepemilikan kita akan harta duniawi yang sebenarnya adalah milik Allah, maka harta atau uang akan menjadi tuan kita, tetapi jika kita lebih terikat kepada Tuhan sebagai sang pemilik dan pemberi, maka kita akan mengelola semua kepemilikan yang dipercayakan Tuhan  untuk kita kembalikan bagi kemiliaan Tuhan. Harta dan uang kita hanya sebagai sarana untuk kita memuliaan Tuhan.

Bagaimana jika ada orang yang bersikeras bahwa semuanya itu milik mereka dan hak mereka?
Wahyu 13:17 – “dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.”

Ayat ini menjelaskan, bahwa nanti di Zaman Antikris berkuasa di bumi, semua harta kepemilikan kita akan dirampas dan dikuasai oleh Antikris. Apa yang kita miliki menjadi tidak berguna, karena semuanya akan dirampas dan diatur oleh Antikris. Jadi selama masih ada waktu mari kelola semua kepemilikan yang Tuhan percayakan kepada kita dengan bijaksana seperti yang Tuhan kehendaki. Tuhan Yesus memberkati.

Arsip Catatan Khotbah