NO FIRE, NO POWER – Oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1,3  – Minggu, 1 Juni 2025)

Lukas 24:48-49
Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku.
Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

Pendahuluan
Malam pada waktu Tuhan Yesus ditangkap di taman Getsemani, murid-muridNya tercerai berai. Satu persatu mereka lari meninggalkan Yesus seorang diri. Sejak saat itu murid-murid hidup dalam ketakutan, mereka kehilangan harapan, frustasi, bahkan beberapa dari muridNya kembali menjadi ke pekerjaan mereka yang lama. Untunglah kebangkitanNya memulihkan iman mereka yang mulai kendor, harapan yang telah mati dihidupkan kembali. Melalui perjumpaannya dengan pribadiNya satu persatu iman murid-murid dibangun kembali, rohani mereka bangkit lagi, untuk melanjutkan visi ilahi yaitu pergi menjadi saksi. Namun sebelum para murid pergi, Tuhan Yesus berpesan agar mereka jangan meninggalkan Yerusalem sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.

Setelah 10 hari menunggu, berdoa, bersehati, menyembah dan memuji Tuhan tepat di perayaan hari Pentakosta, murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus. Firman Tuhan berkata: Tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Mengapa murid-murid diperintahkan agar menunggu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi sebelum mereka pergi dan menjadi saksi? Sebab No Fire, No Power.

Keberhasilan dalam melayani bukan ditentukan oleh kekuatan diri sendiri, bukan oleh kehebatan manusiawi tetapi oleh kuasa dari tempat maha tinggi yaitu kuasa api Roh Kudus. Itulah yang dialami oleh murid-murid. Kita bisa membandingkan keadaan murid-murid sebelum dan sesudah mereka dipenuhi Roh Kudus.

Sebelum dipenuhi Roh Kudus penuh ketakutan. Mereka berkumpul di rumah yang terkunci, tetapi sesudah dipenuhi Roh Kudus mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Sebelum dipenuhi Roh Kudus pelayanan mereka tanpa kuasa, tidak ada mukjizat yang terjadi. Tetapi sesudah dipenuhi Roh Kudus pelayanan mereka penuh kuasa, mukjizat terjadi, tanda heran menyertai. Sebelum dipenuhi Roh Kudus mereka mengandalkan kuasa manusiawi, sesudah dipenuhi Roh Kudus mereka melayani dengan Kuasa ilahi. Mereka mampu melihat yang tersembunyi. (Kisah Ananias dan Safira).

Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa: “Keberhasilan dalam melayani ditentukan oleh api.” Ingat, keberhasilan dalam sebuah pelayanan tidak ditentukan oleh kehebatan, kemampuan, talenta, pengetahuan bahkan pengalaman yang kita miliki tetapi oleh api Roh Kudus yang ada di dalam hati.

Kadang-kadang bukan besarnya masalah yang membuat kita kalah, tetapi kecilnya api yang menyala di dalam hati.

Apa yang membedakan antara Daud dan Saul saat menghadapi Goliat? Keduanya menghadapi masalah yang sama, berada disituasi yang sama, melihat musuh yang sama, tetapi memiliki sikap yang berbeda. Saul ketakutan, Daud penuh keberanian. Saul sembunyi, Daud maju menghadapi. Mengapa? Saul apinya mati, Daud, hatinya terbakar dengan api ilahi. Jadi menang atau kalah itu ditentukan oleh api yang ada di dalam hati. Orang-orang yang dipenuhi api Roh Kudus akan berani menghadapi semua tantangan kehidupan.

Sadrakh, Mesakh, Abednego
Sadrakh, Mesakh, Abednego dihadapkan dengan dapur api yang menyala-nyala, tapi apakah mereka takut. Tidak! Mengapa? Sebab api Tuhan yang ada di dalam diri mereka lebih besar dari api yang ada di dunia ini. No Fire, No Power.

Ketahuilah, Jika TUHAN tidak memadamkan api yang menyala, maka TUHAN menyalakan api yang ada dalam hati kita

Jangan minta Tuhan memadamkan api, berdoalah agar apimu makin menyala-nyala, karena jika api kita besar, kita tidak takut menghadapi masa yang sukar.

Rasul-rasul
Kisah Rasul 4:13 
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

Kita berani bukan karena siapa yang kita hadapi, tetapi karena Api Tuhan yang menyala dalam hati. Murid-murid adalah orang-orang biasa, tetapi berani menghadapi penguasa, mereka tidak terpelajar, tidak takut melawan pembesar. Mengapa? Sebab api Tuhan menyala dalam diri mereka. Maka pertanyaanya adalah: MASIHKAH API TUHAN MENYALA DALAM HATI KITA?

Jangan melayani tanpa api. Melayani tanpa api itu mati. Melayani tanpa api tidak ada arti. Jangan pergi sebelum diurapi. Pelayanan tanpa urapan hanya menghasilkan kedagingan, kekeringan dan akhirnya kematian.

Saatnya menyalakan api
1Raja-raja 18:38 
Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

Rahasia TUHAN memberikan api kepada Elia
1. Mendekatlah kepada Tuhan
1Raja-raja 18:30a 
Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya.

    Hanya orang-orang yang datang mendekat yang akan menerima curahan berkat.

    2. Perbaiki mezbah Tuhan
    1Raja-raja 18:30b 
    Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

    Perbaiki yang rusak, bangun yang telah runtuh karena mezbah yang runtuh tidak pernah ada api yang jatuh. Ingat, Tuhan tidak mencari persembahan yang mewah, ibadah yang megah, Tuhan mencari hati yang menjadi mezbah. Karena di atas mezbah korban api dinyalakan.

    Baptisan Roh Kudus tidak hanya memperbaharui cara kita berbicara, baptisan Roh Kudus memperbaharui cara hidup kita.

    3. Letakan korban di atas mezbah
    1Raja-raja 18:33 
    Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.

    Penyerahan diri adalah awal dari hidup dibakar dengan api. Kematian daging adalah awal tumbuhnya kehidupan rohani. Relakan diri untuk dibakar dengan api

    4. Berdoalah
    1Raja-raja 18:37 
    Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.”

    Berdolah meminta Roh Kudus memenuhi hati kita, sebab tanpa Roh Kudus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Percayalah pada janjiNya, yang meminta pasti menerima.

    Lukas 11:13 
    Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

    Tuhan memberkati. KJP!

    Arsip Catatan Khotbah