Kisah Para Rasul 1:8 (TB)
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Pendahuluan
Hari-hari ini kalau kita perhatikan ada sekian banyak orang yang mengikut Tuhan bahkan terlibat melayani Tuhan, tetapi tidak semua mampu bertahan dalam pelayanan. Bahkan dulu dikenal sebagai jemaat yang begitu aktif, hampir semua kegiatan ibadah di ikuti (doa, KeMah, syukuran dan ibadah raya) bahkan Pendeta sampai kalah, tetapi sekarang mulai tidak terlihat semangatnya. Atau dikeadaan yang lain, ada yang masih melayani, atau aktif dalam pelayanan tetapi sebenarnya hatinya sudah kosong.
Mengapa hal itu terjadi? Karena sesungguhnya pelayanan kita tidak akan pernah kuat jika hanya ditopang oleh kemampuan kita sebagai manusia yang terbatas. Kita boleh memiliki talenta, kita bisa memiliki pengalaman, jabatan, keahlian, bahkan pengetahuan Alkitab yang baik. Tetapi tanpa Roh Kudus, pelayanan kita hanya akan menjadi aktivitas, atau rutinitas kosong yang melelahkan.
Kita harus menyadari bahwa, pelayanan yang benar bukan hanya tentang apa yang kita kerjakan untuk Tuhan, tetapi tentang bagaimana Tuhan bekerja melalui hidup kita.
“Pelayanan yang hebat bukanlah pelayanan yang paling sibuk, tetapi pelayanan yang dipenuhi hadirat Tuhan.”
Itu sebabnya saat ini kita belajar bahwa: menjadi jemaat yang kuat, melayani, dan berdampak, ketika dilakukan dalam kuasa Roh Kudus.
1. MELAYANI BUKAN DENGAN KEKUATAN SENDIRI, MELAINKAN DENGAN KEKUATAN TUHAN
● Zakharia 4:6 — “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku…”
Zakharia 4:6 menegaskan bahwa pekerjaan Tuhan tidak diselesaikan oleh kekuatan manusia. Sebesar apa pun kemampuan seseorang, pelayanan tetap membutuhkan campur tangan Roh Kudus.
Hal ini juga sampaikan oleh Yesus dalam Yohanes 15:5. Yesus katakan bahwa“…di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Artinya, pelayanan yang tidak melekat kepada Tuhan perlahan akan kehilangan kehidupan.
Dan ini juga sudah dibuktikan oleh Rasul Paulus, sehingga dia berkata:
Filipi. 4:13
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Jadi pelayanan bukan soal “seberapa besar kemampuan kita,” tetapi “seberapa dekat kita dengan Tuhan.”
Banyak orang hancur, gagal bahkan tinggalkan Ibadah, pelayanan bukan karena terlalu banyak melayani, tetapi karena melayani tanpa melekat kepada Tuhan.
Penegasan Poin
Pelayanan tanpa Roh Kudus akan membuat kita cepat lelah.
Adakah di antara kita mulai lelah, capek, hilang semangat dan mau berkata “sudahlah…!” Tetapi pelayanan yang bergantung kepada Tuhan akan tetap kuat meskipun menghadapi tekanan.
“Tuhan tidak pernah meminta kita melayani dengan kekuatan kita sendiri. Dia meminta kita tinggal di dalam-Nya.”
Pandangan Tokoh Kristen
Hudson Taylor pernah berkata: “Pekerjaan Tuhan yang dilakukan dengan cara Tuhan tidak akan pernah kekurangan penyediaan Tuhan.”
Artinya, pelayanan Tuhan harus dilakukan dengan kekuatan Tuhan juga.
Ketika kita mulai sadar bahwa pelayanan tidak bisa dilakukan dengan kekuatan sendiri, maka pertanyaannya: kalau bukan dengan kekuatan kita, lalu dengan apa kita bisa tetap bertahan? Roh Kudus memberi kuasa dan keberanian kepada setiap orang percaya sebab Tuhan tidak hanya memanggil kita melayani, tetapi Tuhan juga memperlengkapi kita untuk tetap setia melayani.
2. ROH KUDUS MEMBERI KUASA DAN KEBERANIAN DALAM PELAYANAN
Roh Kudus memberi kuasa untuk menjadi saksi.
● Kisah Para Rasul 1:8 Roh Kudus memberi kuasa untuk menjadi saksi.
Penjelasan
Sebelum Roh Kudus turun, murid-murid tadinya dipenuhi ketakutan. Petrus bahkan menyangkal Yesus. Tetapi setelah dipenuhi Roh Kudus, Petrus berdiri dengan berani memberitakan Injil, sehingga Alkitab mencatat ketika berkhotbah maka 3000 orang bertobat.
Hal ini juga disampaikan oleh rasul Paulus, bagaimana peran atau Roh Kudus bekerja bagi orang percaya di dalam 2 Timotius 1:7 yaitu;
● 2 Timotius 1:7 — Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.
Artinya:
– Roh Kudus tidak membuat kita mundur.
– Roh Kudus membuat kita berani tetap setia.
Melayani Tuhan bukan berarti tidak punya rasa takut. Tetapi Roh Kudus memberi kekuatan untuk tetap berjalan sekalipun ada ketakutan.
Penegasan Poin
Roh Kudus mampu mengubah orang yang takut menjadi berani, orang yang lemah menjadi kuat, dan orang yang ragu menjadi saksi Tuhan.
“Kuasa Roh Kudus bukan membuat kita terlihat hebat, tetapi membuat Kristus terlihat nyata melalui hidup kita.”
Pandangan Tokoh Kristen
D.L. Moody berkata: “Dunia belum melihat apa yang Tuhan dapat lakukan melalui satu orang yang sepenuhnya diserahkan kepada-Nya.”
Dan Moody berkata, “Dengan pertolongan Tuhan, aku mau menjadi orang itu.”
D.L. Moody ingin menegaskan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara besar melalui seseorang yang hidupnya benar-benar diserahkan, taat, dan mau dipakai oleh Tuhan tanpa setengah hati.
Hal ini bukan berbicara tentang hebatnya manusia, tetapi tentang besarnya kuasa Tuhan ketika seseorang membuka hidupnya sepenuhnya untuk dipimpin-Nya.
Tetapi keberanian saja belum cukup. Sebab ada orang yang berani melayani, aktif melayani, sibuk melayani tetapi ternyata berjalan tanpa arah Tuhan. Karena itu kita tidak hanya membutuhkan kuasa Roh Kudus, tetapi juga tuntunan Roh Kudus. Roh Kudus bukan hanya memberi semangat untuk berjalan, tetapi juga menunjukkan ke mana kita harus melangkah.
3. ROH KUDUS MENUNTUN PELAYANAN AGAR TIDAK KEHILANGAN ARAH
Pelayanan bahkan kehidupan kekristenan kita, tidak dijalankan hanya berdasarkan keinginan pribadi, emosi, ambisi atau kebiasaan kita, tetapi dipimpin oleh kehendak Tuhan.
Dalam Roma dikatakan:
● Roma 8:14 — “Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah.”
Artinya, kita orang percaya dipanggil untuk hidup dan melayani dengan mengikuti tuntunan Roh Kudus. Sebab Roh Kudus yang memberi kepekaan, hikmat dan arah sehingga pelayanan kita sesuai rencana Tuhan.
Contohnya dalam kisah;
● Kisah Para Rasul 16:6-10 — Paulus dipimpin Roh Kudus dalam perjalanan pelayanan.
Penjelasan
Tidak semua yang terlihat baik adalah kehendak Tuhan. Karena itu pelayanan membutuhkan pimpinan Roh Kudus.
Dalam Kisah 16 ini adalah perjalanan misi kedua Paulus. Setelah sidang di Yerusalem, ia ingin kembali mengunjungi jemat-jemaat yang dia dirikan untuk menguatkan iman mereka. Singkatnya, saat mereka ingin pergi ke beberapa tempat, Roh Kudus menahan dia, yang kemudian Tuhan membuka jalan menuju Makedonia.
Dari sini kita dapat belajar: kadang Tuhan menutup jalan tertentu tetapi penutupan itu bukan penolakan, melainkan pengarahan. Banyak pelayanan kehilangan arah karena berjalan berdasarkan ambisi pribadi, bukan tuntunan Roh Kudus.
Penegasan Poin
Pelayanan yang dipimpin Roh Kudus mungkin tidak selalu mudah, tetapi pasti tepat.
“Tidak semua pintu yang terbuka berasal dari Tuhan, dan tidak semua pintu yang tertutup berarti Tuhan meninggalkan kita.”
Pandangan Tokoh Kristen
A.W. Tozer berkata: “Jika Roh Kudus ditarik dari gereja hari ini, banyak kegiatan tetap berjalan dan hampir tidak ada yang sadar.”
Perkataan ini sebenarnya mengingatkan kita bahwa pelayanan bisa tetap ramai, tetapi kehilangan pimpinan Roh Kudus.
Ketika Roh Kudus memimpin pelayanan kita, Tuhan tidak berhenti sampai di situ. Roh Kudus bukan hanya ingin memakai kita, tetapi Roh Kudus juga ingin membentuk kehidupan kita. Sebab Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita kerjakan dalam pelayanan, tetapi Tuhan juga melihat siapa diri kita di hadapan-Nya.
4. ROH KUDUS MEMBENTUK KARAKTER DAN MEMAKAI KARUNIA UNTUK MEMBERKATI
Roh Kudus tidak tidak hanya memberi kuasa, kemampuan untuk melayani, tetapi lebih jauh Roh Kudus dapat mengubah hati kita, hidup kita sehingga pelayanan dan hidup kita menjadi berkat.
● Galatia 5:22-23 dijelaskan tentang buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran dan lain-lain.
Artinya Roh Kudus membentuk karakter orang percaya agar semakin serupa dengan Kristus. Sebab pelayanan seseorang termasuk kita, bukanlah berbicara soal hebatnya kita berbicara dan mempunyai bakat, tetapi kita memiliki hati yang benar.
Itu sebabnya dalam 1 Petrus 4:10 juga mengajarkan tentang, bagaimana kita menjadi pengelola kasih karunia untuk kita menjadi berkat sesuai yang kita terima.
Sekali lagi, Roh Kudus bukan hanya memberi kemampuan melayani, tetapi juga membentuk karakter pelayan Tuhan agar dimanapun kita melayani kita dapat menjadi berkat.
Penegasan Poin
Karunia tanpa karakter bisa melukai banyak orang. Tetapi ketika Roh Kudus membentuk karakter dan memakai karunia kita, pelayanan menjadi berkat.
“Tuhan tidak hanya mencari tangan yang siap bekerja, tetapi hati yang siap dibentuk.”
Pandangan Tokoh Kristen
Billy Graham berkata: “Roh Kudus bukan sekadar pengaruh; Dia adalah Pribadi Allah yang mengubah hidup manusia.”
Karena itu pelayanan sejati selalu dimulai dari hidup yang diubahkan.
KESIMPULAN
Melayani dengan kuasa Roh Kudus berarti:
● bergantung kepada Tuhan,
● dipenuhi keberanian surgawi,
● dipimpin dalam setiap langkah,
● dan dibentuk karakternya oleh Roh Kudus.
Pelayanan bukan tentang siapa yang paling lama, paling hebat, paling cakap atau paling bisa namun pelayanan adalah tentang siapa yang paling bersedia dipakai Tuhan dan dibentuk oleh Roh Kudus.
Jangan sampai pelayanan kita tanpa Roh Kudus. Mengapa? Karena itu hanya akan menjadi aktivitas keagamaan yang tanpa menghasilkan tapi sebaliknya kosong. Tetapi bersama Roh Kudus, pelayanan menjadi alat Tuhan untuk mengubahkan hidup.
AYAT PENUTUP
Zakharia 4:6
“Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.”