MENGISI KEMERDEKAAN – oleh Pdt. Dadang Dinanto, Bandung Timur (Ibadah Raya 1 – Minggu 19 Agustus 2018)

Pada 17 Agustus 2018 lalu kita merayakan dan mengingat 73 tahun Indonesia merdeka. Di usia yang cukup tua, apakah yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan selama ini? Jangan pergunakan kemerdekaan tersebut dengan cuek bebek dan melupakan jasa para pahlawan.

Menurut artinya, kemerdekaan mengandung arti bebas dari penjajahan. Selama 300 tahun, Indonesia dijajah oleh Belanda kemudian Jepang juga menjajah hingga 17 Agustus 1945 Indonesia bebas dari jajahan dan bebas menentukan nasib sendiri.

Dalam Alkitab ada satu bangsa yang juga bebas dari penjajahan, perhatikan dalam Keluaran 12:51, yaitu bangsa Israel. Mereka bebas dari jajahan orang Mesir. Mereka memproklamirkan kemerdekaan mereka dengan pergi meninggalkan Mesir dan menuju tanah perjanjian. Tetapi bagaimana cara mengisi kemerdekaan tersebut?

Beberapa hal yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini adalah:
1. Jangan Mengutuki Bangsa Indonesia
Keluaran 16:2-3, beberapa waktu sebelumnya bangsa Israel melihat bagaimana kuasa Allah membelah Laut Merah, tetapi beberapa waktu kemudian Israel justru bersunggut-sunggut kepada Musa, dan keluar kutukan-kutukan atas bangsa mereka. Mereka menyesali kemerdekaan yang sudah mereka terima. Mereka tidak menghormati Musa sebagai pemimpin. Melihat perilaku bangsa Israel, dapat ditarik pelajaran bahwa tugas kita sebagai bangsa Indonesia yang sudah mereka adalah jangan mengutuki bangsa Indonesia dengan berkata bahwa Indonesia tidak dapat berkembang dan ketinggalan. Gunakan mulut kita untuk memberkati bangsa Indonesia, meskipun Indonesia masih termasuk negara berkembangan.

2. Bangga Menjadi Bangsa Indonesia
Bangga menjadi bangsa Indonesia, yaitu dengan berdoa bagi Indonesia agar Tuhan melawat bangsa Indonesia, seperti Nehemia yang tidak mau melihat bangsanya hancur dan binasa. Ulangan 7:6, Israel bangga menjadi umat pilihan Allah.

3. Menghidupi Kebenaran, Matius 5:16
Arti ayat ini bukan hanya menjadi saksi, tetapi juga berarti menghidupi kebenaran dalam segala keadaan dan kondisi. Menghidupi kebenaran artinya, melakukan kebenaran firman Allah. seperti Daniel menghidupi kebenaran, baik di dalam maupun di luar Istana tetap menghidupi kebenaran sehingga tidak ditemukan kesalahannya.

Pastikan mulut kita memberkati bangsa Indonesia. Yeremia 29:7 “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERKAT SALIB KRISTUS – oleh Pdt. Kornelius Abraham, Banten – Tanggerang Selatan (Ibadah Raya 2 – Minggu 12 Agustus 2018)

Kejadian 25:29

Orang percaya adalah ahli waris dari Abraham karena iman kepada Yesus. Oleh sebab itu, perlu untuk belajar tentang apa yang terjadi di zaman sekarang. Kejadian 25 merupakan bayangan dari bangsa Israel kepada bangsa non Israel. Roma 11, karena penolakan Israel atas Yesus maka kita bukan Israel asli (non Israel) tapi menerima warisan kerajaan Allah. Jika kita tidak menghargai kasih karunia Allah atas kita maka kita akan dibuang.

Ulangan 21:15 dan Bilangan 11:24, ketika Musa mengeluh tentang bangsa Israel maka Allah mengambil sebagian roh Musa dan diberikan kepada 70 tua-tua. Ini mengajarkan bahwa di zaman Abraham, dari Kejadian sampai Bilangan, bahwa Allah berhak memberikan RohNya kepada siapa IA berkenan. Dan di zaman Daud, Mazmur 139:6, Daud mengakui dengan jujur tentang betapa tinggi pengetahuan Tuhan yang tidak sanggup dicapai oleh pengetahuan manusia. Seberapa dalamnya pengetahuan raja Daud, ia menyadari bahwa Hikmat Tuhan lebih besar dari apa yang ia pikirkan.

1 Korintus 2:6, Hikmat adalah Pikiran Allah yaitu, Roh Kudus yang tersembunyi dan rahasia telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Kolose 1:25-27, hal yang tersembunyi itu dinyatakan kepada bangsa-bangsa lain bahwa Kristus ada ditengah-tengah/didalam kita dan kemuliaan itu disediakan bagi setiap orang. Kristus ada didalam artinya Kristus menguasai seluruh kehidupan seseorang yaitu saat Roh Kudus memenuhinya.

1 Korintus 2:8, iblis tetap dalam otoritas dan kendali Allah meskipun ia tampak hebat karena iblis sendiri tidak tahu rencana Allah tentang penyelamatan manusia. Itu sebabnya ia menyalibkan Yesus. Dan tujuan Yesus untuk disalib adalah demi menebus dosa manusia. Kita memiliki Allah yang luar biasa hikmatNya, oleh sebab itu kita juga dapat minta hikmat Allah untuk menuntun kehidupan kita.

Kembali ke topik sebelumnya, bahwa sebagai orang percaya kita menerima hak kesulungan itu, yaitu Yesus. Pada zaman gereja mula-mula, Tuhan bekerja begitu rupa sebab Roh Kudus dicurahkan kepada semua orang yang percaya Yesus. Jika kita meremehkan firman dan Roh Kudus, maka akan sangat fatal akibatnya. Kita perlu meminta Roh Kudus memenuhi setiap kita. Wahyu 12:13, Gereja disingkirkan oleh kekuatan Roh Kudus dan firman Allah. Sebab itu mintalah Roh Kudus memimpin, inilah berkat salib Kristus yaitu kita diselamatkan dan menerima kuasa Roh Kudus  – Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KESATUAN TUBUH KRISTUS – oleh Pdt. Kornelius Abraham, Banten – Tanggerang Selatan (Ibadah Raya I – Minggu 12 Agustus 2018)

Yohanes 17:20-23

Tuhan Yesus berkata, bahwa bukan hanya kepada para murid Yesus berdoa tetapi untuk semua orang yang percaya kepada Yesus. Jadi para murid sudah mengerjakan tugas untuk memberitakan injil dan kita orang percaya akhir zaman yang mendapat hasil dari perjuangan mereka. Tujuanya adalah kita menjadi satu didalam Yesus dalam iman. Gereja menerima kemuliaan yang sama yang diberikan Bapa kepada Yesus lewat Roh Kudus. Inilah kerinduan Allah bagi gerejaNya yaitu kesempurnaan dalam kemuliaanNya. Meskipun sekarang gereja sudah berjuang untuk mencapai kesatuan antar denominasi tetapi mustahil untuk dapat mencapainya tanpa kehadiran Allah.

Dalam 1 Korintus 15:50-58 – menyatakan tentang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, dan dijelaskan bahwa darah dan daging tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan sorga. Tidak mungkin gereja menjadi satu secara denominasi tetapi gereja menjadi satu karena firman Allah bukan denominasi. Oleh sebab itu, gereja harus disempurnakan dalam Kristus. Yohanes 17:22 – Yesus berdoa agar gereja menerima kemuliaan yaitu kemuliaan Bapa. Kita ketahui bahwa pada masa pentakosta pertama dalam Kisah Rasul 2, gereja mendapat hujan awal yaitu kemuliaan Sorgawi dan terus dicurahkan sampai Tuhan Yesus datang.

Pemberian Roh Kudus kepada gerejaNya merupakan wujud kasih Allah. Dalam Matius 5:44 – Tuhan Yesus berbicara tentang kasih Bapa dan hanya oleh kasihlah gereja menjadi sempurna. Kata kasih menurut bahasa asli, mengandung empat tingkatan yaitu: Kasih Eros, kasih phileo, kasih storge dan kasih agape. Merurut 1 Korintus 13, kasih agape-lah yang membawa kita kepada kesempurnaan.

Kasih itu akan menumbuhkan kita untuk mencintai Allah dan bertumbuh dalam pengenalan pribadiNya yang sempurna. Matius 13:19-23, ada 4 tanah hati yang mencerminkan kasih manusia dan sasaran hati itu harus sampai kepada tanah hati yang baik yaitu menghasilkan buah. Jika kasih kita akan Allah dan firmanNya terus bertumbuh serta hidup dalam Roh Kudus, tanpa disadari bahwa kekrsitenan kita mencapai kepada kesempurnaan.

Yehezkiel 47:1-5, tingkat kepenuhan Roh Kudus – ada 4 level yang juga harus dicapai yaitu 1000 hasta yaitu semata kaki dan naik 1000 sehasta lagi, yaitu semata kaki, terus selutut, sepinggang dan penuh semuanya hingga berenang. Ini merupakan gambaran tentang tingkat kepenuhan Roh kudus dalam gereja Tuhan. Bahayanya, jika kekristenan kita tidak bertumbuh maka akan mudah  tersesat. Oleh sebab itu, kita harus berjuang terus sampai gereja menjadi sempurna sehingga dapat menikmati kemuliaan yang sempurna dalam kerajaan Allah. Sebab pada akhir zaman akan muncul Antrikris yang memimpin dunia ini dalam keinginan daging. Jika hidup kekristenan kita mencapai level percaya saja dan tidak dipenuhkan dengan Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus maka dengan mudah menjadi pengikut Antikris.

Efesus 4:11-16, Roh Kudus juga memberikan gereja 5 jawatan yaitu, Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala dan Pengajar. Kelima jawatan ini akan menuntun gereja kepada kesempurnaan lewat pelayanan mereka. Dan sikap kita harus ada perubahan hidup dengan melakukan firman Allah yang murni yang sudah kita terima dari kelima jawatan tersebut hingga menjadi seperti kepala yaitu, Kristus. Pentingnya pertumbuhan dalam gereja asal setiap anggota jemaat bergerak didalam kewajibannya.

RINTANGAN MENCAPAI KEPENUHAN KRISTUS
Untuk mncapai kepenuhan Kristus tentu ada tantangan yang akan kita hadapi. Dalam Ibrani 12:14, kekecewaan dan tawar hati adalah rintangan yang akan dihadapi gereja Tuhan dan levelnya hingga mencapai akar pahit. Kata “kepahitan”, dalam Wahyu dituliskan dengan istilah “Apsintus”. Apsintus ini akan jatuh ke bumi dan memahitkan bumi, hal ini mengandung arti bahwa banyak orang yang akan meninggalkan Tuhan kerena akar pahit. Tetapi jika rintangan tersebut dapat diatasi oleh gereja Tuhan, maka kita dapat mencapai gereja yang sempurna. Kuncinya adalah berpegang pada salib Kristus, sebab oleh salib Kristus kita menjadi sempurna bukan oleh perbuatan kita yang kudus tetapi oleh salib Kristus kita berhak menerima janji Allah. Oleh salib kita menjadi satu bukan karena denominasi melainkan oleh Kasih Allah lewat AnakNya yang tunggal dan memberikan Roh kudus yang menuntun serta karunia-karunia yang akan menolong gereja Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JEMAAT YANG TAHAN GONCANGAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 12 Agustus 2018)

Ibrani 12:26,27
Waktu itu suaraNya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.”

Pendahuluan
Beberapa hari belakangan ini, masyarakat Indonesia khususnya Indonesia Timur, di pulau Lombok, terus-menerus digoncang gempa. Yang terakhir mencapai 7 scala richter sehingga bukan hanya bangunan yang roboh, tetapi tidak sedikit yang menjadi korban. Bahkan berita terakhir diterima oleh beberapa jemaat via WhatsApp bahwa pulau Jawa termasuk Tegal akan mengalami dampak yang perlu diwaspadai.

Menggoncangkan Bumi
Dengan jelas Ibrani 12:26,27 berkata suara-Nya, yang artinya firman Allah, menggoncangkan bumi. Dari ayat ini, sebenarnya kita tidak perlu heran bila mendengar berita bahkan melihat atau mengalami goncangan akibat gempa bumi dan berbagai bencana yang terjadi. Tetapi yang perlu kita perhatikan dari firman Allah bahwa Allah berjanji, bahwa “satu kali lagi” bencana-bencana yang terjadi dan yang telah menggoncangkan bumi sejak dahulu kala sampai yang baru terjadi di Lombok, itu bukan akhir dari bencana-bencana yang terjadi. Gempa dan bencana yang didengar dan dilihat sekarang ini masih kecil dan terjadi dalam skala lokal.

Firman Allah dalam Ibrani 12:26,27 mengatakan, bahwa Allah akan menggoncangkan bumi dan langit. Inilah bencana yang sesungguhnya, sebagai tanda kedatangan Yesus kedua kali, yaitu: saat dibuka Meterai VI, Wahyu 6:12,13 “Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit akan berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.”

Beberapa hal yang terjadi, yaitu:

  • Terjadilah gempa bumi yang dahsyat
  • Matahari menjadi hitam (hal seperti ini belum pernah kita lihat – tetapi ini akan terjadi).
  • Bulan menjadi merah seluruhnya (ini juga belum pernah terjadi – blood moon secara total).
  • Bintang-bintang di langit akan berjatuhan ke atas bumi (menimpa bumi).

Peristiwa-peristiwa itu akan terjadi, bukan hanya terjadi di satu daerah tertentu seperti sekarang terjadi di Lombok. Tetapi akan terjadi secara universal, yaitu di seluruh negara, bangsa, dan daerah. Dan yang perlu mendapat perhatian bagi kita orang percaya bahwa firman Allah berkata dalam surat Ibrani 12:26,27 “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Artinya, secara alegoris goncangan di Bumi, bukan hanya goncangan berupa gempa bumi tetapi akan ada goncangan-goncangan yang hebat, di bidang jasmani atau materi. Antara lain, goncangan ekonomi, keuangan, sosial, politik, pemerintahan, agama dan lain-lainnya. Itu sebabnya, selain goncangan di bumi akan ada juga goncangan di Langit. Bukan sekedar benda-benda langit menjadi gelap dan bintang-bintang berjatuhan, melainkan hal ini mengandung arti: akan terjadi goncangan di alam rohani, baik itu manusianya atau nilai-nilainya yaitu pengajarannya.

TUJUAN GONCANGAN
Apakah tujuan gocangan tersebut? Tujuan Allah menggoncangkan bumi dan juga langit, jika diperhatikan dalam Ibrani 12:27, ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Allah mengadakan goncangan baik di langit maupun di bumi, tujuannya ialah untuk menunjukan Siapa yang bisa digoncangkan, dan Siapa yang tidak tergoncangkan.

Dapat disimpulkan bahwa Allah mengizinkan goncangan itu terjadi, karena Allah ingin melihat dengan goncangan ekonomi, keuangan, dan keamanan serta goncangan pengajaran, apakah iman, pengharapan, kasih dan kesetiaan kita kepada Yesus juga turut tergoncangkan?

Alkitab memberi kesaksian bahwa ada orang yang Allah izinkan ekonomi, keuangan, kesehatan dan sosial-nya digoncang. Namun goncangan tersebut tidak membuat iman, pengharapan, kasih dan kesetiaannya kepada Allah turut tergoncangkan, yaitu:

  • Ayub

Ayub mengalami goncangan secara paripurna (ekonomi, kesehatan dan sosial). Tetapi goncangan tersebut tidak membuat iman, pengharapan, kasih dan kesetiaan Ayub kepada Tuhan berubah. Sebaliknya goncangan itu membuat Ayub semakin teruji dan berkualitas di hadapan Tuhan.
1). Ayub 23:10 – Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
2). Ayub 42:5  – Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang (setelah Ayub mengalami goncangan), mataku sendiri memandang Engkau.

  • Keluarga Bethania

Kita lihat perbandingan kualitas rohani keluarga Bethania sebelum dan sesudah goncangan.
Lukas 10:38-42 – Sebelum mengalami goncangan, kualitas mereka:
1. Maria – mengasihi Yesus, tetapi tangannya kosong (tidak ada yang dipersembahkan).
2. Marta – melakukan pelayanan meja, tetapi mulutnya bersunggut-sunggut.
3. Lazarus – lebih mengutamakan usaha dan kurang peduli ibadah.

Dalam Yohanes 1:3,6, Yesus sengaja mengizinkan goncangan terjadi dalam keluarga Bethania. Hasil goncangan yang keluarga Bethania alami, tidak membuat rohani mereka rapuh, sebaliknya goncangan tersebut membuat rohani mereka semakin berkualitas, Yohanes 12:1-3:
1. Ayat 1 – Marta, melayani tetapi ia melayani tidak lagi disertai persungutan.
2. Ayat 2-Lazarus, hadir dalam persekutuan dengan Yesus.
3. Ayat 3 – Maria, duduk di kaki Yesus tetapi tidak dengan tangan kosong.

Goncangan Secara Universal
Perlu diketahui, firman Allah menubuatkan bahwa dunia akan mengalami goncangan yang lebih hebat dalam skala global. Daniel 7:2-8 menuliskan nubuatan tersebut, yaitu:

  • Tuhan perintahkan 4 malaikat melepas angin dari ke 4 penjuru bumi, yang mengakibatkan goncangan hebat di laut.
  • Dari laut muncul 4 jenis binatang buas, yang rupanya (1) serupa singa, (2) serupa beruang, dan(3) serupa macan tutul dan binatang (ke 4), rupanya tidak dikenal, tetapi sangat ganas dan mengerikan.

Arti Rohani Penglihatan Daniel:
1. Laut adalah gambaran masyarakat banyak yang ada di dunia ini, Wahyu 17:15
2. Binatang yang ke-1 menyerupai Singa adalah penguasa kerajaan Babel.
3. Binatang yang ke-2 menyerupai Beruang adalah penguasa kerajaan Media dan Persia
4. Binatang yang ke-3 menyerupai Macan Tutul adalah penguasa kerajaan Yunani.(Ketiga penguasa dunia ini pernah berkuasa di dunia. Tetapi, setelah goncangan global yang melanda dunia, sekarang ketiganya tinggal sejarah).
5. Binatang yang ke-4, yang tidak dikenal tetapi sangat ganas dan mengerikan itu sampai sekarang belum digenapi. Sebab binatang ke-4 yang akan muncul itu tidak lain adalah Antikristus!

Kemunculan Antikristus
Antikristus tidak akan muncul semaunya. Wahyu 7:1 memberikan pengertian bahwa Antikristus tidak akan pernah muncul di dunia, sebelum Gereja disempurnakan. Dan gereja akan disempurnakan, setelah Gereja mengalami berbagai goncangan. Goncangan yang terjadi sekarang, belum apa-apa bila dibandingkan dengan goncangan yang akan terjadi, sebelum Antikristus menyatakan diri.

Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa Allah mengizinkan terjadinya goncangan di dunia, karena Allah ingin melihat mana Pengikut Yesus Yang Sejati – yang berkualitas di hadapan-Nya. Ibrani 12:28, Allah akan mendirikan “KerajaanNya”, suatu Kerjaan yang tidak tergoncangkan. Hanya gereja yang tahan uji, yaitu gereja yang tidak tergoncangkan oleh ujian dan masalah apa pun yang dapat masuk dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JEMAAT YANG KUKASIHI KUTEGOR – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya Minggu, 26 Agustus 2018)

Wahyu 3:19
“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”

PENDAHULUAN
Beberapa minggu yang lalu sudah dibahas dalam Wahyu 3:18, bahwa Yesus menasihati jemaat Laodikia agar mereka membeli tiga hal yang tidak mereka miliki antara lain:

  • Emas yang murni, yaitu: iman yang sejati dan teruji
  • Pakaian putih, yaitu perbuatan atau kesucian hidup dan benar
  • Minyak pelumas mata, yaitu urapan Roh Kudus yang membuat mata rohani celik

Dan di ayat 19 yang akan dibahas tegoran dan hajaran serta nasihat sebagai wujud Kasih Yesus kepada  jemaat Laodikia agar jemaat Laodikia memiliki kerelaan hati untuk bertobat.

MOTIVASI YESUS
Dapat simpulkan bahwa jikalau Yesus menegur bahkan menghajar jemaat Laodikia dengan keras, itu bukan karena Yesus marah, benci kepada jemaat Laodikia, tetapi karena:
1. Yesus Mengasihi Jemaat Laodikia
Mazmur 117:2 “Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.” Kekuatan kasih dan kesetiaan Yesus kepada anak-anak-Nya, Yesus ekspresikan bukan hanya dengan memberkati dan memenuhi apa yang kita butuhkan. Tetapi Yesus ekpresikan kasih-Nya kepada anak-anak-Nya dengan cara menasihati; menegur bahkan menghajar, agar bertobat dan selamat dari kebinasan kekal.

2. Tidak menghendaki seorang pun hilang dan binasa
Matius 18:14 “Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

Ayat tersebut menerangkan jikalau ada jemaat yang ditegur, diingatkan bahkan dihajar oleh Tuhan antara lain dengan masalah, ujian, cobaan, kerugian dan sakit, semua itu Yesus ijinkan karena Yesus tidak mau jemaat atau kita terhilang dan binasa. Sebab itu janganlah kita sia-siakan kasih Yesus! Ingat Roma 11:22, ada saatnya Yesus menyatakan kemurahan-Nya kepada kita tetapi ada saatnya Yesus menyatakan kekerasan-Nya kalau kita tidak bertobat.

Dengan demikian betapa pentingnya sebagai orang percaya untuk menjaga tiga hal yang Yesus sampaikan kepada jemaat Laodikia, supaya jangan sampai hilang, yaitu:

  • Emas, yaitu iman yang murni dan iteruji
  • Pakaian putih, yaitu perbuatan benar dan kudus
  • Minyak untuk melumas mata (penglihatan rohani), yaitu urapan Roh Kudus.

Sebab kalau sampai tiga hal ini tidak ada dalam diri kita, kita akan terbuang selama-lamanya!

IBADAH YANG BENAR
Dari sejak masa Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru secara konsisten firman Tuhan mengajarkan kepada umat percaya untuk beribadah kepada Tuhan dengan benar dan sungguh-sungguh. Beribadah dengan benar dapat membuat kita tidak seperti jemaat Laodikia yang tidak memiliki:

  • Emas yang murni – artinya menjadi pengikut Yesus yang sejati, yang memiliki iman yang murni dan teruji dihadapan Yesus.
  • Pakaian putih – artinya cara hidup dan perbuatan yang kudus dan benar di hadapan Tuhan.
  • Minyak untuk pelumas mata– artinya hidup dalam urapan Roh Kudus sehingga mata rohani kita sehat dan cara kita melihat sesuai dengan cara pandangan Kristus melihat.

Bicara soal cara ibadah yang benar, dalam Yosua 8:30-35 menerangkan tentang cara Ibadah yang benar dan berkenan. Perhatikna, nama YOSUA atau Yehoshua, dalam Perjanjian Baru dituliskan YESUS artinya Allah Penyelamat atau Juru Selamat. Yosua inilah yang membawa bangsa Israel masuk ke dalam tanah Kanaan. Sedangkan Musa, yang merupakan gambaran Taurat yang tidak bisa membawa bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Pada zaman gereja, tanah perjanjian merupakan gambaran tentang janji-janji Allah untuk membawa gerejaNya kepada kesempurnaan. Tetapi hanya Yesus yaitu penyelamat, yang dapat membawa ke Tanah Perjanjian yaitu janji Allah untuk membawa gereja atau orang percaya kepada kesempurnaan yang sejati.

Untuk lebih dalam, kita perhatikan tahap-tahap Yosua membangun mezbah sebagai berikut:

  • Yosua 8:30, Yosua mendirikan mezbah bagi Tuhan
    Artinya ibadah yang benar dan berkenan yang membawa kita menjadi Pengikut Yesus yang sejati hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.
  • Yosua 8:31, Mezbah yang dibangun untuk menyembah Tuhan terbuat dari batu-batu yang tidak dipahat.
    Mezbah adalah lambang hati kita. Hati yang berkenan kepada Allah dalam ibadah, doa dan penyembahan adalah hati yang murni, bukan hasil rekayasa, dibuat-buat – Ibrani 10:22. Kalau ibadah kita, dilakukan dengan hati yang murni, tulus ikhlas – ibadah tidak akan sia-sia, sebaliknya kita akan memiliki (1) iman yang murni; (2) hidup yang benar dan kudus dan (3) Urapan Roh Kudus akan memenuhi hati kita sehingga mata rohani menjadi terang.
  • Yosua 8:32, Di atas batu mezbah
    Artinya setiap kali kita beribadah dan mendengar firman Tuhan, kita harus tulis/ukir firman Tuhan itu di batu loh hati dengan sungguh-sungguh sehingga benar-benar kehidupan kekristenan kita berkenan kepada Allah seperti berpakaian putih. Hal ini tampak dari ucapan; cara hidup; perbuatan; tingkah laku; dan apapun yang pikirkan, semuanya kudus, benar dan berkenan kepada Tuhan karena semuanya bersumber dari hati yang diisi oleh firman Allah.
  • Yosua 8:33, Hubungkan dengan Ulangan11:29. Hal ini sangat berkaitan dengan Yosua 8:34
    Hal ini memberi pengertian bahwa Firman Tuhan yang harus diterima oleh jemaat yang membuat hidup jemaat benar dan berkenan kepada Tuhan adalah firman Allah yang lengkap, murni dan seimbang yaitu firman Allah yang dari satu sisi memberitakan Kasih karunia; Kemurahan; Pengampunan dan berkat, dan di sisi lain firman Allah tentang akibat dosa; kejahatan; kutuk dan akibat-akibat lain dari perbuatan yang tidak berkenan.

Kesimpulannya adalah mezbah yang berkenan kepada Allah bukanlah seperti bentuk batu secara fisik melainkan kehidupan kita sebagai orang percaya menjadi mezbah. Dipersembahkan denganhati yang kudus, murni dan berkenan kepada Allah melalui ketaatan akan firman Allah yang untuh yaitu tentang kasih karunia dan hukuman akibat dosa. Inilah firman Allah yang menjadikan jemaat kaya dengan Emas yang telah diuji dengan api, yaitu iman yang murni dan teruji. Pakaian putih, yaitu jemaat yang hidup dan perbuatan benar dan kudus. Matanya terang karena penuh dengan Minyak Urapan yaitu Roh Kudus sehingga kita menjadi pelayan yang dapat dipercaya seperti rasul Paulus ingin menjadi pelayan yang dipercaya di hadapanTuhan (I Korintus 4:2). Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MAHANAIM ANNIVERSARY 29 TAHUN – Oleh: Rev. Dr. Steven Sos (Ibadah Raya – Minggu, 29 Juli 2018)

Yesaya 43:18,19

Dalam Yesaya 43:18-19, berisi suatu nubuatan yang berkuasa dan begitu kuat serta ada hal yang penting yang disampaikan didalamnya, bahwa ada kerinduan Allah yang akan disampaikan pada umatNya yaitu Allah memberikan rancangan yang terbaik. Kesetiaan Tuhan dinyatakan dalam perayaan ulang tahun Mahanaim. Setiap jemaat adalah suatu kesaksian, kesaksian bahwa Allah bekerja di Mahanaim dan setiap jemaat memiliki kesempatan untuk dipakai oleh Tuhan serta memberitakan kesaksian tentang bagaimana Allah memberkati setiap umat.

Soal perayaan ulang tahun, sesungguhnya itu adalah sebuah titik dimana seseorang mengakhiri suatu masa dan memulai suatu masa baru, artinya menggenapi tugas di tahun yang sebelumnya dan memulai tugas yang baru. Dalam perayaan ulang tahun, kita seperti seorang angkutan yang menghitung apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan kita lakukan ke depan. Allah mengasihi Mahanaim dan mengasihi jemaat Mahanaim sebab Dia adalah Bapa yang baik dan merancangkan berlipat-lipat berkat di masa mendatang.

Ada banyak hal yang sudah terjadi dalam pelayanan kami. Tahun ini kami sekeluarga merayakan pelayanan yang ke-50 tahun. Beberapa waktu lalu kami merayakan ulang tahun ke-72 tahun pelayanan, tetapi hati saya bertanya apakah harus merayakan atau meratap. Sebab gereja dengan usia 72 tahun seharusnya sudah bermultiplikasi menjadi 10 gereja karena gereja yang sehat adalah gereja yang bertumbuh atau bermultiplikasi. Siklus perkembangan adalah normal dalam perkembangan apapun.

Dalam Filipi 3:13,14 – Rasul Paulus menuliskan bahawa ia tidak memperhatikan apa yang dibelakangnya dan mengarahkan apa yang dihadapannya serta berlari kepada tujuan, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Di Mahanaim pasti ada jemaat yang sudah 29 tahun pelayanan di tempat ini, atau sudah ada sejak gereja ini berdiri. Ini adalah kesetiaan yang jemaat miliki, tetapi Rasul Paulus katakan bahwa ia belum mencapainya. Demikian halnya selama 29 tahun kita berjemaat di Mahanaim. Kita memposisikan diri seperti Rasul Paulus, yaitu tidak puasa dan terus bergerak ke depan dengan mendorong diri untuk melangkah ke depan.

Meskipun beberapa orang senang membicarakan masa lalu dengan merenungkan segala keberhasilan-keberhasilan, tetapi biarlah Mahanaim memandang ke depan dengan mengatakan Eben Haezer (sampai disini Allah sudah menolong serta Allah akan menolong). Itu sebabnya kita perlu Terhubung dengan sang pemilik masa depan yaitu Allah, bukan seperti istri Lot yang memandang ke belakang melainkan terus berlari ke depan.

Setiap perjalanan ada rencana-rencana, segala sesuatu kami persiapkan sebelum melayani dan melihat apa yang saya kerjakan akan berdampak kedepan. Oleh sebab itu, setiap kali datang beribadah padanglah kedepan, bahwa Allah akan mengerjakan hal yang luar biasa. Pandang kedepan bukan kebelakang. Jika ingin memandang ke belakang maka hanya ada satu hal yang kita lakukan seperti Musa, mengingat semua perbuatan Tuhan bahwa mereka dibebaskan dari semua musuh. Demikian kita datang beribadah setiap minggu dan ingat ke belakang atas keselamatan yang Tuhan sediakan. Hanya itu yang harus kita ingat di belakang yaitu sejarah keselamatan tentang perbuatan Tuhan.

Contoh lain adalah Daud, ketika ia berdosa ia mengingat hal yang dulu yaitu sukacita keselamatan yang dahulu ia miliki. Oleh sebab itu, bersukacitalah karena keselamatan yang Tuhan sudah berikan sehingga kita bersukacita kepada Tuhan. Mazmur 103:2,3 – Jika kita sekarang orang Yahudi, maka mereka akan berdiri dan memuji Tuhan karena ada sesuatu yang muncul dari dalam jiwanya bahwa jangan lupakan Tuhan. Selama 29 tahun Tuhan membuat kebaikan atas umatNya itu sebabnya kita bersorak dan bersukacita dan berkata puji Tuhan.. haleluya dan Puji Tuhan.

HAL-HAL DIMASA LALU
Masa lalu dapat menjadi musuh yang sangat menyakitkan, ada orang-orang yang berusaha tidak ingat lagi masa lalu. Ada seorang pengusaha yang tegap dan kasar pembawaannya. Karena karakternya yang keras, ia tidak memiliki sekretaris yang menetap dan ada banyak dokumen yang bertumpuk di mejanya. Suatu kali ia menggaji seorang sekretaris, bahwa ia tidak akan berhenti dari pekerjaan dan membuat semua menjadi benar serta melihat perusahan menjadi baik. Tetapi ia tidak mau membuang dokumen lama dan membiarkan foto copynya. Ini yang jadi masalah, ada kita menyimpan fotocopy masa lalu kita. Sadari bahwa Tuhan sudah membuat masa depan yang penuh dengan harapan. Jadi masa lalu ada untuk menunjukan siapa kita sekarang. 1 Korintus 15:10, oleh karena kasih karunia Allah aku bekerja dan bekerja lebih lagi. Kita secara pribadi menyatakan suatu pernyataan “aku ada sebagai mana ada karena kasih karunia Allah kepadaku dan kasih karunia itu tidaklah sia-sia.” Paulus bersukacita atas perbuatan Tuhan hanya karena ia tidak merasa puas dengan prosesnya, ia melakukan lebih lagi bagi Tuhan. Baiklah kita evaluasi diri apakah kita sudah bertumbuh dan memberikan kepada Tuhan lebih lagi serta bangkit serta keluar dari zona nyaman dan bergerak keatas.

Ada seorang bernama Yusuf yang tercatat di kitab Kejadian. Ia memiliki masa lalu yang penuh penderitaan, kesukaran dan kesedihan. Saat ia memiliki anak ia memberinya nama Manasye dan Efraim. Manasye (Ibrani) artinya melupakan/tidak mengingat dan Efraim (Ibrani) artinya berbuah. Jadi Yusuf menyadari jika ia tidak lupakan masa lalunya, ia tidak akan pernah berbuah/ bertumbuh. Jadi untuk bertumbuh dalam Yesus maka seseorang harus memutuskan/ melupakan masa lalu yang Tuhan tidak kehendaki. Jika masa lalu tidak dilupakan, maka kita tidak akan maju ke depan sebab masa lalu menarik diri kita ke belakang sehingga kita tidak bisa maju.

Filipi 3:13, Allah ingin kita sadar bahwa ada hal yang Tuhan sedang lakukan dalam hidup setiap jemaat, asalkan jemaat melakukan perintah Tuhan. Ulang tahun Mahanaim ke-30 akan lebih megah dan baik karena tidak terpaku dengan masa lalu, melainkan bergerak ke depan dan menjangkau jiwa. Kita perlu mengingat keselamatan yang datang dari Tuhan. Sukacita keselamatan itu mendorong kita untuk menceritakan perbuatan yang Tuhan kerjakan.

Sebelum kita datang beribadah minggu depan, ada seseorang yang perlu mendengarkan kabar baik serta memberitakan keselamatan. Mungkin saja itu pertama kali mereka mendengar firman. Memenangkan jiwa adalah hal yang paling menyenangkan sebab kita bergerak lebih jauh. Tetapi siapakah kita? Apakah kita salah satu dari 21 gereja di kota Tegal? Variasi gereja di Tegal? Bukan ! Seharusnya kita dikenal sebagai terang seperti kota yang terletak di atas bukit.

Orang tidak akan ke geraja jika tidak pernah tahu ada gereja, itu sebabnya kita harus bergerak dan dikenal oleh masyarakat kota Tegal sebab gereja tidak dapat menolong dan memberkati jika tidak dikenal. Kita harus membiarkan kuasa Tuhan bekerja supaya seluruh kota Tegal melihat bahwa Tuhan memberkati gereja Mahanaim dan gereja ini memberikan kelepasan. Gereja yang sehat akan memberitakan injil. Kita adalah laksar Kristus dan Tuhan sudah perlengkapi dengan kuasa Roh Kudus.

APA YANG KITA LAKUKAN DENGAN GENERASI MUDA (MILENIAL)
Perkara yang mudah untuk menjangkau generasi tua tetapi bagaimana menjangkau generasi muda? Bagi generasi muda hal rohani itu penting tetapi bukan dengan cara yang tradisional. Tetapi ada banyak anak muda yang menyia-nyiakan masa muda sebab tidak fokus dengan generasi muda. Dan banyak anak muda yang lebih kecil persentasenya dari generasi tua. Jika tidak dijangkau maka tidak akan ada gereja di tahun depan. Berdoalah bagi generasi berikut bahwa Tuhan akan selamatkan generasi muda. Tuhan akan kerjakan hal-hal yang baru bagi gereja Tuhan. Kita butuh hal-hal baru karena Tuhan yang lakukan itu sudah bergerak terlebih dahulu. Gereja Tuhan ada di depan, terhubunglah dengan Tuhan dan lihat apa yang terjadi di depan. Terus maju jemaat Mahanim dan bergerak dalam pengurapan Roh Kudus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KELIMPAHAN DAN KEPUASAN DALAM YESUS – Oleh: Pdt. Dolfie Memah, GPdI Tabanan Bali (Ibadah Raya 3 – Minggu, 22 Juli 2018)

Mazmur 1: 1-6

Dalam Mazmur 1, jika sekilas diperhatikan ayat–ayat dalam pasal tersebut seperti diperhadapkan dengan dua kelompok. Tetapi yang sebenarnya ditekankan disini adalah manusia diberikan hak untuk memilih dan memposisikan dirinya. Manusia adalah makhluk yang luar biasa istimewa, sebab dalam Kejadian 1 dan 2, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Konsep Allah tentang manusia sudah ada di dalam pikiran Allah sebelum dunia diciptakan. Meskipun semua ciptaan pertama sampai kelima, hanya dengan berfirman namun lain dengan manusia, Allah menciptakan manusia dengan mengambil debu tanah, membentuknya dan menjadi mitra Allah. Manusia dikonsepkan menjadi pribadi yang akan mendampingi Kristus, memerintah bersama dalam kerajaan Allah. Itu sebabnya iblis berusaha dengan gigih untuk menjatuhkan manusia dengan menaburkan pikiran yang jahat. Karena iblis ingin bukan manusia yang dikonsep Tuhan yang berkuasa melainkan dirinya.

Kasih Allah dinyatakan kepada umatNya, tidak peduli seperti apa bentuk diri kita karena Allah punya rencana bagi kita yaitu menjadikan kita serupa dengan Yesus dan menikmati kasih karuniaNya serta kebaikanNya. Dalam Kejadian 4 – saat manusia jatuh dalam dosa. Allah tetap mencari Adam dan Hawa meskipun mereka takut, Adam dan Hawa tetap keluar untuk berjumpa Allah. Allah memanggil manusia dengan kasih. Dengan panggilan yang lembut itulah, mereka datang kepada Allah. Kasih yang sama pun dimiliki oleh Yesus, Anak Tunggal Allah yang mati bagi semua orang dan memanggil mereka yang berdosa. Siapa yang berani datang dan mengakui dosanya maka dosanya maka diampuni.

Yohanes 1:1-5, Yesus adalah firman yang adalah menjadi manusia dan diam didalam kita. Keberadaan Kristus dalam diri orang percaya membuat Iblis tidak berani menyerang karena Tuhan melindunginya. Sebuah contoh dalam Ayub 1:1-10, iblis berusaha menjatuhkan orang yang saleh dan membuatnya lemah. Penderitaanya bukan hanya fisik tetapi jiwanya juga terguncang karena anak-anak dan istrinya. Meskipun begitu kuat serangan iblis atas dirinya, ia tetap hidup bersama Allah bagaikan pohon yang tertanam di pinggir air dan akan selalu berbuah, itulah kehidupan Ayub.

Kejahatan manusia makin bertambah (2 Timotius 3:1-5). Dunia sedang dilanda dengan dua arus, yaitu arus yang baik dan jahat. Kehausan manusia akan kebenaran diisi dengan kematian dan kesusahan, yang membawa kepada kebinasaan kekal. Tetapi ada air yang membawa kepada kehidupan yang jernih dan murni yaitu air kehiduapn di dalam Yesus (Yohanes 7:37-39). Hanya Yesus yang memberikan kepuasan dalam diri. Kita dapat puas dengan apa yang kita miliki sekarang, tetapi berapa banyak orang yang hanya puas dengan kedudukan serta kekayaan pasti menyesal, kecuali ia menumpuk kekayaan dalam Yesus (Yohanes 7:39) yaitu kekayaan Rohani. Kisah Para Rasul 1:8- Roh Kudus adalah kuasa Allah yang memampukan orang percaya untuk menjalani kehidupan dalam dunia ini. Dekatlah dengan Sang sumber air kehiduan maka kita akan hidup kokoh seperti Ayub. Tuhan sudah menciptakan kita dengan spesial, Allah memberikan RohNya sehingga setiap orang percaya diperbaharui didalam Yesus maka hidup ini akan menjadi saksi yang hidup. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment