TUJUH UCAPAN YESUS DI ATAS KAYU SALIB – Oleh: Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kematian Yesus – Jumat, 10 April 2020)

PENDAHULUAN

Ketika Yesus disalib untuk menebus dosa umat manusia, ada 7 perkataan yang Yesus ucapkan ketika Yesus tergantung di atas Kayu Salib. Dan inilah ketujuh ucapan yang Yesus ucapkan saat Yesus disalib.

1.Ya Bapa ampunilah mereka
Dalam Lukas 23:34 “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Dan mereka membuang undi  untuk membagi pakaian-Nya.”

Beragam motivasi yang ada di hati orang-orang yang ingin Yesus dihukum mati dengan cara disalibkan. Para Imam, ahli Taurat dan orang Farisi, memaksa Pilatus untuk menyalibkan Yesus karena Yesus mengaku adalah Mesias dan menuduh Yesus melanggar Taurat. Pilatus menyalibkan Yesus karena terpaksa, sebab orang Yahudi menuduh Pilatus musuh Kaisar. Sebab itu, Pilatus mencuci tangan sebagai tanda ia tidak bersalah. Tetapi apapun motivasi mereka seperti kebencian, iri hati, kelicikan, kejahatan dan segala macam dosa yang mereka buat sehingga menyalibkan Yesus yang tidak verdosa, kematian Yesus telah membuka jalan bagi manusia untuk mendapat pengampunan dari Tuhan.

2. “Hari ini engkau bersama Aku di dalam Firdaus
Dalam Lukas 23:43 “Kata Yesus kepadanya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Kepada siapakah Yesus menyampaikan ucapan atau perkataan ini…? Tentu kepada salah satu penjahat yang disalib bersama Yesus, seorang penjahat, pendosa paling berat, dibenci, sampah masyarakat. Tapi, ketika ia percaya bahwa Yesus yang adalah Mesias (Penyelamat), dalam detik-detik menjelang ajalnya seorang pendosa paling jahat yang sudah ada di bibir neraka, oleh kematian Yesus ia dipindahkan ke Taman Firdaus.

 3.Ibu, inilah anakmu!
Dalam Yohanes 19:26,27, “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah anakmu!“ Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!“ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di rumahnya.”

Yesus, Allah yang menjadi manusia, dilahirkan, dibesarkan secara jasmani oleh Maria. Menjelang kematian Yesus, sebagai anak Yesus menitipkan Maria kepada Yohanes, murid yang dikasihi. Kalau kita pelajari Yohanes pasal 7, kemungkinan pada saat itu Yusuf suami Maria sudah meninggal. Sedangkan dalam Yohanes 7:3-4, anak-anak hasil pernikahan Maria dan Yusuf, pada saat itu belum percaya kepada Yesus (Yohanes 7:5). Yohanes 19:7b “Dan sejak saat itu murid itu (Yohanes) menerima día (Maria) di dalam rumahnya.” Kematian Yesus telah mempersatukan orang-orang percaya (para pengikut Yesus) menjadi satu keluarga yang saling mengasihi, menolong, membela bahkan memelihara.”

4. “Eli, Eli lama sabakhtani…?
Perhatikan Matius 27:46, “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?“ Artinya: AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Mengapa Yesus berseru dengan suara yang keras seperti itu kepada Bapa di sorga? Sebab pada waktu Yesus tergantung diatas kayu salib, semua dosa manusia yang ada di muka bumi, ditimpakan/ ditanggungkan diatas diri Yesus. Dan Bapa yang benar, suci dan mulia tidak bisa bersikap kompromi dengan  dosa. Sebab itu Bapa memalingkan wajah-Nya dari Yesus yang sedang menderita menanggung dosa manusia (kita semua). Dan Yesus pun mengungkapkan perasaan-Nya kepada Bapa di sorga. Hal ini memberi pengertian kepada kita, betapa mengerikan orang yang dibuang ke dalam neraka. Mereka  dipisahkan dan ditinggalkan oleh Allah selama-lamanya. Tetapi orang-orang yang percaya kepada Yesus bersama-sama dan diperhatikan Bapa, seperti Maria juga penjahat di sebelah Yesus.

5.Aku haus”
Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Aku haus!”

Inilah penggenapan nubuatan Mesianik! Mazmur 69:21“Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.” Ketika Yesus berkata “Aku haus” tentara Romawi memberi Yesus anggur asam, yaitu minuman yang biasa disediakan bagi para terhukum saat proses penyaliban. Secara jasmani Yesus adalah Allah yang menjadi manusia 100% dan saat itu Yesus  benar-benar merasa haus. Tetapi ucapan Yesus yang yang kelima ini adalah ungkapan kerinduan ilahi yang ada di hati Allah sejak dulu sampai kini. Yesaya 5:1,2 Allah umpamakan bangsa Israel adalah benih anggur terbaik yang dipilih oleh Allah sendiri, untuk menghasilkan buah anggur yang manis. Tetapi  yang dihasilkan Israel bukan buah anggur yang manis, tetapi buah anggur yang asam. Dan setelah kematian Yesus, maka kita yang percaya dalam 1 Petrus 2:9, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan  yang  besar  dari  Dia,  yang  telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.“

Oleh kematian Yesus di atas kayu salib, lahirlah bangsa pilihan Allah, yaitu orang-orang percaya untuk menggantikan bangsa Israel yang dipilih untuk menghasilkan buah anggur yang menyenangkan dan memuaskan haus Yesus yaitu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Yesus, Tuhan kita.” Dengan merayakan kematian Yesus, kita diingatkan bahwa kita harus menjadi anak-anak-Nya yang menyenangkan dan memuaskan hati Tuhan dan Raja kita yaitu Yesus.  Bagaimana caranya? 2 Petrus 1:5-8, yaitu dengan cara hidup yang berkenan kepada Allah. Perhatikan gambar. Dimana pertumbuhan kita bukan hanya sampai di iman, melainkan iman itu bertumbuh dengan ditandai oleh perbuatan kebajikan, pengetahuan akan firman, hidup dalam penguasaan diri, tekun, saleh, bertumbuh pada kasih philea sampai disempurnakan sama seperti Yesus yang memiliki kasi Agape. Inilah air anggur yang manis, yang menyenangkan hati Yesus.

6. “Sudah selesai ”
Yohanes 19:30 “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan  menyerahkan nyawa-Nya.”

Ucapan Yesus ini memiliki arti yang  sangat  menentukan dan luar biasa dahsyatnya. Oleh kematian  Yesus di kayu salib, Yesus telah selesai membuka jalan keselamatan bagi semua yang percaya kepada  Yesus (termasuk orang paling jahat yang disalib bersama Yesus yang nyaris binasa). Tetapi sebaliknya kalau ada orang yang menolak dan tidak mau berjalan di jalan keselamatan yang Yesus telah buka ini, ia akan mendengar suara yang sama, yaitu “sudah terlaksana.” Bilamana dan di mana? Wahyu 16:17, Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” Artinya, pada saat Yesus datang kedua kali, orang-orang yang menolak korban Yesus di atas salib, akan dibinasakan Yesus sampai semua tuntas dilaksanakan.

7. Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaKu”
Lukas 23:46, Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaKu.” Dan sesudah berkata demikian  Ia menyerahkan nyawaNya.

Pada saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa, pada saat itu resmi, sah, genap telah dibuka satu-satunya jalan bagi manusia untuk masuk ke dalam sorga, yaitu JALAN KESELAMATAN di dalam Tuhan Yesus Kristus! Sebab itu, setelah Yesus mengucapkan perkataan-Nya yang terakhir di atas kayu salib, maka dalam Matius 27:51 dikatakan “Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah! Puji Tuhan, kematian Yesus membuka tabir pemisah atara manusia dengan Allah sehingga kita dapat berjumpa dengan Allah. Tidak ada lagi tembok pemisah. Kematian Yesus menjadi kehidupan bagi setiap orang yang percata. Amin! Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TETAP TINGGAL TENANG DI DALAM YESUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu,19 April 2020)

MATIUS 14:22-27 

Pendahuluan
Masih segar dalam ingatan saya, ketika saya dipercaya untuk menyampaikan khotbah pada tanggal 26 Januari 2020. Saya memberi judul tema saat itu “Siap menghadapi kenyataan hidup bersama Yesus.” Tidak disangka hanya selang satu bulan, kita benart-benar di hadapkan pada kenyataan yang sekarang ini kita sedang hadapi, yaitu wabah virus corona, atau yang disebut dengan istilah medis Covid 19 yang melanda hampir seluruh dunia ini.

Tidak dapat dipungkiri kondisi ini membuat banyak orang panik, kuatir dan takut karena bukan saja tingkat penyebarannya begitu cepat, tetapi juga tingkat kematiannya juga secepat penularannya, apalagi belum ditemukan vaksinnya. Dunia sedang menghadapi badai virus yang mematikan saat ini, yang membuat semua orang kuatir dan ketakutan. Sebagai orang percaya, apa yang harus kita perbuat ditengah situasi yang mencekam ini ? Tetap tinggal tenang di dalam Yesus. Kita dapat baca sebagai contoh ketika murid-murid juga menghadapi badai dalam perjalanan mereka.

Matius 14:22-27
“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu di suruh-Nya pulang, Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan di ombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru “Itu hantu”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah ini Aku jangan takut.”

Hal yang sangat menarik dari kisah ini adalah pada Matius 14:27 “Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini jangan takut!” Jika kita bandingkan dengan peristiwa yang terjadi dalam Markus 4:39, Yesus juga meredakan badai topan yang melanda perahu murid-murid. Yesus menenangkan badai itu dengan berkata “Diam, tenanglah.” Tetapi di peristiwa ini bukan badainya yang disuruh tenang, tetapi murid-murid-Nya. Dalam hidup kita orang-orang percaya pun demikian, kadang Tuhan memang menenangkan badai pencobaan yang menimpa kita, tapi kadang juga justru kita yang diminta-Nya tenang dalam menghadapi badai Covid 19 yang kita hadapi saat ini. Mengapa kita harus tenang di dalam Yesus dalam menghadapi pencobaan ini ? Selain karena segala sesuatu itu tetap ada dalam kendali Tuhan, semua yang terjadi ini adalah karena :

Penggenapan firman Tuhan tentang permulaan penderitaan.
Injil Lukas mencatat perkataan Yesus, bahwa menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali, akan didahului dengan apa yang disebut zaman penderitaan, yaitu masa pemerintahan AntiKristus di bumi.

Lukas 21:7- “Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”

Murid-murid menanyakan apakah tanda-tandanya hal itu akan terjadi. Salah satu tandanya, tercatat dalam :
Lukas 21:11- “Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”

Salah satu dari penggenapan tanda itu adalah penyakit sampar, yang tidak lain adalah wabah penyakit menular, pandemik Covid 19 ini. Ini baru salah satunya. Jika kita hubungkan dengan Wahyu 6:8, ini masuk pada pembukaan meterai ke-IV. Mengapa Allah ijinkan pencobaan ini terjadi? Allah mempunyai tujuan khususnya bagi gereja-Nya, yaitu orang-orang yang percaya kepada-Nya. Setidaknya ada dua tujuan Allah :

Matius 3:12 – “Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu dan jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Inilah tujuan pertama Tuhan, sebagai alat penampian bagi umat-Nya. Goncangan yang terjadi saat ini, merupakan penampian, bagaikan gandum yang ditampi, setiap bulir gandum yang berisi akan jatuh kembali kehadapan pemiliknya, tetapi jerami dan sekam yang tidak berguna akan terhempas keluar. Sebagai anak Tuhan, kita harus mawas diri jangan sampai didapati ternyata kualitas rohani kita tidak berisi, segeralah bersungguh-sungguh dalam pengiringan kita kepada Tuhan, jangan pernah main-main lagi.

Hal yang kedua dari maksud dan tujuan Tuhan dengan mengijinkan badai ini terjadi, adal dalam :
1 Petrus 1:7 – “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api-sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”

Untuk memurnikan rohani pengikut Tuhan, kita sedang menghadapi pemurnian iman kita, apakah kita tetap setia dan tak tergoncangklan dalam menghadapi kesusahan ini. Dengan disuruhnya kita banyak berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah, ada banyak hal yang Tuhan sedang murnikan dalam diri kita, mulai dari kesabaran kita, emosi kita, mungkin juga kesombongan yang tersembunyi. Bayangkan banyak orang yang tadinya merasa hebat dapat tampil dimuka umum, dipuji, dikagumi karena pelayanannya, tetapi semua itu sekarang sirna, karena dilarang tampil lagi di muka umum, untuk menghindari penularan Covid 19.  Apa yang sebenarnya Tuhan harapkan dari hasil penampian dan  memurnikan orang yang percaya kepada-Nya? Pengikut Yesus yang sejati gereja Tuhan yang di sempurmakan. 

Lalu apa yang harus kita kerjakan, apakah kita hanya tinggal tenang saja di dalam Yesus ?  Tidak ! Ada hal-hal yang harus kita kerjakan :
1. Tetap kerjakan keselamatan kita
Filipi 2:12 – “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.”

Tetap kerjakan keselamatan kita, untuk terus maju menuju target menjadi pengikut Yesus yang sejati, yang nantinya menjadi gereja Tuhan yang di sempurnakan. Kita tidak boleh lengah apalagi santai. Kita harus kerjakan terus keselamatan yang kita sudah peroleh dengan lebih lagi justru di saat kita tidak dapat hadir bersama dalam ibadah seperti sekarang ini. Dengan takut dan gentar karena jika keselamatan kita tidak dikerjakan sampai yang dikehendaki Tuhan, maka keselamatan itu dapat hilang.

Dalam Ulangan 29:29, dikatakan bahwa  “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Artinya kita tidak perlu memikirkan hal yang tidak dapat kita pikirkan seperti Covid 19 ini, karena itu adalah bagian Tuhan, yang perlu kita kerjakan adalah bagian kita yang dinyatakan bagi kita, yaitu melakukan perkataan firman Tuhan dan mengerjakannya bagi keselamatan kita.

2. Hadapi semua yang sedang terjadi dengan hati yang tabah
2 Korintus 5:6 – “Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan.” Kita harus sadari bahwa selama kita masih hidup dalam tubuh jasmani ini dan di bumi ini, kita harus hadapi dan mengalami semua yang terjadi di bumi ini. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus alami dan hadapi, untuk itu milikilah hati yang tabah, tetap berharap dan tinggal dalam Tuhan.

3.Tetaplah percaya.
2 Korintus 5:7- “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”

Artinya jangan melihat apa yang kenyataan sedang terjadi, tetapi lihatlah dengan percaya apa yang sedang Tuhan kerjakan bagi kita dan jangan dengar apa yang dunia katakan, tapi dengar dan percayai apa yang firman Tuhan katakan.

4. Tetap Setia.
Wahyu 17:14 – “Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

Ada tiga hal yang menarik dikatakan dalam ayat ini: Yang terpanggil – Tuhan memanggil semua orang tanpa terkecuali untuk masuk dalam keselamatan-Nya. Yang telah dipilih –  ini adalah orang-orang yang menanggapi panggilan keselamatan Tuhan, yaitu dengan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. Dan yang ketiga adalah Yang setia. Hanya orang-orang yang setia sampai akhirlah yang akan menjadi para pemenang bersama dengan Yesus.

Tetaplah kerjakan keselamatan kita, dengan tabah, tetap percaya dan setia, untuk terus menantikan kedatangan Tuhan Yesus ke dua kalinya, dengan tetap tinggal tenang di dalam Yesus. Apa janji Tuhan bagi kita yang menantikan kedatangan Tuhan dengan menuruti firman-Nya? Wahyu 3:10 – “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KUASA KEBANGKITAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (IBADAH KEBANGKITAN – Minggu, 12 April 2020)

Filipi 3:10
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kemuliaan-Nya.”

PENDAHULUAN
Dalam Filipi pasal 3, rasul Paulus menjelaskan bahwa untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati, kita akan mengalami berbagai tantangan yang tidak ringan. Salah satunya di ayat 10, Paulus katakan bahwa kita harus masuk persekutuan dalam penderitaan Kristus. Dengan demikian untuk jadi pengikut Yesus yang sejati, tidak cukup hanya mengenal Yesus sebagai: sumber berkat, penyembuh, mujizat. Memang Yesus sanggup melakuan itu semua, tetapi Paulus tidak ingin mengenal Yesus hanya berkat-berkat-Nya saja, melainkan juga kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan Yesus. Karena persekutuan dengan penderitaan Kristus, akan membawa Paulus menjadi serupa dengan Yesus.

KUASA KEBANGKITAN YESUS
Kuasa kebangkitan Yesus bekerja dengan hebat dan dahsyatnya Yesus bagi orang yang percaya kepada-Nya.Perhatikan, ketika murid-murid menyaksikan Yesus disalib dan dikuburkan, murid-murid yang pada awalnya seperti bangunan yang tegak berdiri dan kokoh kuat, menjadi roboh dan porak- poranda seperti puing-puing berserakan dan tidak memiliki bentuk lagi. Hal ini jelas dicatat dalam:

  • Markus 16:10 – Para murid dan pengikut Yesus berkabung dan menangis.
  • Lukas 24:13-35 – Kleopas dan isterinya kecewa, pulang ke Emaus.
  • Lukas 24:36-49 – Murid-murid Yesus ketakutan, kunci pintu dan bersembunyi.
  • Yohanes 20:25 – Tomas kehilangan iman.
  • Yohanes 20:3 – Petrus dan teman-teman kembali menjala ikan

Jadi, bila kita melihat keadaan murid-murid dan pengikut Yesus, dengan kondisi seperti yang dijelaskan di atas, Yesus merasa sedih. Demikian juga Yesus akan sedih bila melihat kualitas iman dan pengiringan orang percaya di akhir zaman seperti para murid ketika mengalami masalah. Tetapi ada sesuatu yang terjadi, setelah Yesus bangkit dari kematian, khususnya setelah 50 hari Raya Pentakosta dan murid-murid dipenuhi Roh Kudus.Masalah, kesulitan, tantangan bahkan apa pun, tidak membuat murid-murid surut dan berhenti  jadi pengikut Yesus. Bahkan walaupun aniaya setiap waktu mengancam murid-murid Yesus, mereka bukannya takut, berhenti apalagi mundur, sebaliknya mereka makin menggebu dalam memberitakan Injil, Kisah 2:38-41, dan terjadilah ledakkan pertambahan jiwa, dalam sekali pelayanan 3000 jiwa diselamatkan.

CARA HIDUP JEMAAT
Jadi, betapa hebatnya kuasa kebangkitan Yesus dan kuasa Roh Kudus dalam jemaat atau gereja lokal. Oleh kuasa kebangkitan Yesus dan kuasa Roh yang berkarya dalam hidup para murid dan para pengikut Yesus, sekarang kita pelajari. Dalam Kisah 2:42-47, kita akan melihat bahwa kuasa kebangkitan Yesus bukan hanya membuat jemaat dan para pengikut Kristus menjadi berkobar-kobar dalam pengiringan Tuhan, melainkan cara hidup mereka mengalami terobosan.

  • Kisah 2:42“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Jemaat tidak puas hanya jadi anggota gereja, tetapi mereka memiliki kerinduan yang besar untuk belajar firman Allah, sehingga mereka tidak diombang-ambingkan, Efesus 4:16.
  • Kisah 2:43“Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.” Masyarakat menaruh hormat begitu tinggi kepada orang-orang percaya karena mereka melihat dan merasakan bahwa Tuhan menyertai dan membela jemaat.
  • Kisah 2:44 “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.” Kasih persaudaraan dalam jemaat lokal dan jemaat lainnya terjalin erat. Mereka tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi mereka saling membantu, 1 Korintus 16:1-4.
  • Kisah 2:45 “…dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Kebangkitan Yesus dan Kuasa Roh Kudus merubah cara pandangan mereka, sehingga mereka tidak hanya berinvestasi di dunia mereka juga berinvestasi di sorga, Matius 6:19-21.
  • Kisah 2:46 “Dengan  bertekun  dan  dengan  sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka  memecahkan  roti di rumah masing – masing  bergilir  dan  makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.” Tidak sedikit orang Yahudi di Yerusalem yang belum bahkan tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi lewat cara hidup jemaat, ada pertambahan jiwa. Rahasianya Jemaat beribadah dengan hati yang tulus. Kata TULUS dalam bahasa Yunani adalah APHELOTES (a stone as stubbing the foot). Hati jemaat yang tulus jadi daya tarik yang demikian kuat, sehingga masyarakat di sekitar datang dan percaya kepada Yesus. Ketulusan ini tidak dibuat-buat (sandiwara), Kisah 2:47a, hati yang tulus dilakukan jemaat sambil “Memuji Tuhan.”
  • Kisah 2:47 “Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Karena jemaat disukai oleh masyarakat kota Yerusalem, setiap hari Tuhan tambahkan jumlah orang yang diselamatkan. Kata: DISUKAI, bahasa Yunaninya KHARIS – Kerahiman, Belas Kasihan, Rahmat, Kasih Karunia, Anugerah, yang mengalir dari orang-orang percaya di Yerusalem. Bukankah semua istilah dari kata disukai, yaitu KHARIS adalah sifat-sifat yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

KESIMPULAN

Karya kematian Yesus, kuasa kebangkitan Yesus dan kuasa Roh Kudus yang memenuhi hidup murid-murid, membawa murid-murid dan jemaat Gereja mula-mula menjadi serupa dengan Tuhan Yesus Kristus. Demikinan juga dengan kita, kita hanya bisa menjadi serupa dengan Yesus apabila kuasa Kematian, Kebangkitan dan Roh Kudus berkarya di dalam diri kita, sehingga kita memiliki karakter seperti karakter yang ada dalam Yesus. Rasul Paulus menjelaskan dengan lebih rinci tentang karakter Kristus dalam Galatia 5:22-23.

PENUTUP
Kita berdoa agar Karya Salib Yesus dan kuasa Kebangkitan Yesus serta Kuasa Roh Kudus-Nya dicurahkan dan berkarya dalam hidup kita, sehingga jemaat GPdI Mahanaim Tegal menjadi daya tarik yang luar biasa  bagi kota Tegal, dan Indonesia! Amin!!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

LEPAS DARI ANCAMAN DAN BAHAYA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 05 April 2020)

Roma 8:35
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang?”

PENDAHULUAN
Beberapa waktu yang lalu, telah dijelaskan dalam Lukas 20:10,11 bahwa Yesus berkata sebelum Yesus datang kedua kali, akan ada peristiwa dahsyat yang terjadi untuk menguji iman orang percaya. Oleh sebab itu dalam Roma 8:35, rasul Paulus menasehati bila hal dahsyat berupa: penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan dan bahaya serta pedang itu tiba, jangan sampai iman kita goyah, apalagi sampai memisahkan dari Kristus melainkan kita semakin kokoh didalam Yesus.

Dari peristiwa dahsyat yang Paulus katakan dalam Roma 8:35, tercatat kata kesesakan dan  kata bahaya. Kedua kata ini sedang terjadi pada masa sekarang dan dalam pertemuan beberapa minggu lalu, sudah  dijelaskan bahwa masa sekarang ada wabah penyakit akibat virus corona yang sudah pandemic (menglobal) dan ini adalah penggenapan dibukanya Meterai IV, Wahyu 6:7,8. Wabah penyakit ini telah membuat penduduk dunia mengalami kesesakan sebab bahayanya sampai mengancam jiwa. Serta kondisi dan keadaan yang menimpa ini, sampai membatasi aktivitas sehari-hari termasuk untuk beribadah.

YERUSALEM DIKEPUNG ASYUR
Sebuah contoh dalam alkitab tentang bangsa Israel yang juga mengalami kesesakan dan bahaya. Kisah tersebut terdapat dalam Yesaya pasal 36. Dikisahkan bahwa Sanherib, raja Asyur mengutus juru minuman untuk memprofokasi dan menakut-nakuti Hizkia dan umat Allah. Mengapa? Karena Hizkia terus menasihati umat Allah untuk tetap beriman dan berharap kepada Allah. Dan utusan raja Asyur menjelaskan bahwa mereka datang bukan untuk menggertak tapi menawan bahkan menghabisi penduduk Yerusalem. Tetapi dalam Yesaya 36:15-20 Raja Hizkia terus menasihati agar umat Tuhan tetap beriman dan berharap kepada Tuhan. Namun utusan raja Asyur terus menghasut agar umat Tuhan jangan percaya omongan Hizkia. Bahkan dengan angkuh utusan raja Asyur berkata bahwa tidak ada satu pun, kerajaan di dunia yang bisa bertahan di hadapan Asyur dan tentaranya. Yesaya 36:21,22, Tetapi orang Israel berdiam diri dan tidak menjawab sepatah katapun, sebab  ada perintah raja, bunyinya: “Jangan kamu menjawab dia!”Yesaya 37:1, raja Hizkia akhirnya mendengar perkataan utusan tersebut, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuk ke rumah Tuhan. Jadi Hizkia memutuskan untuk datang kepada Tuhan dalam kondisi bahaya dan terdesak.

Kiranya sebagai orang percaya, kita juga tidak takut, sedih dan berduka. Tetapi inilah waktunya  untuk banyak merendahkan diri di hadapan Tuhan dan terus mencari wajah Tuhan.

Matius 6:6 “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat  tersembunyi.  Maka  Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

 Selanjutnya raja Hizkia menyuruh hamba-hambanya yang memakai baju kabung itu, untuk pergi menemui Yesaya dan menyampaikan pesan Hizkia. Yesaya 37:2,3; 6,7 – apakah yang Hizkia terima setelah Yesaya menyampaikan nubuat Tuhan kepada Hizkia? Yang Hizkia terima adalah surat ancaman dari raja Asyur yang dibawa oleh hamba-hamba Hizkia. Perhatikan Yesaya 37:14, saat Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah Hizkia ke rumah Tuhan dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan.

Percayalah…! Firman Tuhan lebih kuat, hebat, dahsyat dibanding dengan masalah apa pun yang sedang kita hadapi. Di rumah Tuhan, surat ancaman itu Hizkia bentangkan di hadapan Tuhan, Hizkia tidak bisa mengungkapkannya di hadapan Tuhan, sebab Hizkia yakin Tuhan sanggup baca isi surat itu, bahkan Tuhan mampu baca isi hati Hizkia. Perhatikan, Yesaya 37:35,36 Tuhan berkata kepada Hizkia bahwa IA Tuhan, akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya. Alhasil, keluarlah Malaikat Tuhan, lalu  dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur.

KESIMPULAN
Segala doa, air mata dan kerinduan hati kita tidak akan sia-sia dihadapan Tuhan, sebab virus corona yang selama ini mengepung dan mengurung kita, akan binasa oleh kuasa Tuhan sehingga kita dilepaskan dan dibebaskan dari teror corona yang menyusahkan, menyesakkan dan menakutkan kita semua. Lakukan bagian kita, yaitu percaya, berdoa dan tetap kokoh dalam Tuhan. Percaya Tuhan akan menyelamatkan dan firman-Nya menopang kita. Amin.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ibadah Kebangkitan (Minggu 12 April 2020)

IMG-20200411-WA0006

Silakan klik tautan dibawah ini, selamat beribadah Tuhan Yesus memberkati.

Image | Posted on by | Leave a comment

Dalam perlindungan Allah – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 22 Maret 2020)

Mazmur 91

Bulan lalu saya sudah menyampaikan Mazmur 91 ini, mengingat waktu itu virus Corona baru mulai mewabah di Wuhan Cina. Sebelum wabah itu sampai ke Indonesia kita percaya ada perlindungan Tuhan bagi anak-anak-Nya.

Kunci Perlindungan

  1. Tempat rahasia Allah, ayat 1.
  2. Hati yang melekat, ayat 14.

Krisis Akan Terus Berlangsung
Kita harus mulai terbiasa mendengar tentang krisis dan harus terbiasa untuk menghadapinya, demikianlah seperti Firman Tuhan yang disampaikan oleh bapak Gembala bahwa krisis demi krisis akan terus berlangsung sampai pada kedatangan Tuhan Yesus kembali.

Hari ini kita akan mendengar mengenai Jemaat di Tesalonika yang sedang mengalami penganiayaan sebagai umat Tuhan (sebuah krisis) dan bagaimana mereka dapat tetap menjadi kesaksian bagi banyak orang.

1 Tesalonika 3:1-5
Ay. 1, (TB) “Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena.”

  • Ayat ini menggambarkan kesedihan seorang Hamba Tuhan (Paulus), di mana ia begitu ingin mendengar kabar dari jemaat Tesalonika yang sedang mengalami penganiayaan.
  • Dirinya sendiri sedang diasingkan/ disembunyikan oleh murid-muridnya karena dicari untuk dibunuh.

Ay. 2,3a Itu sebabnya Paulus dan rekan-rekannya mengirim Timotius dengan maksud menguatkan hati mereka dan menasihatkan mereka tentang iman mereka.

Inilah dua hal yang sangat penting yang harus kita perhatikan ketika menghadapi sebuah krisis yaitu hati harus kuat dan iman jangan goyang.

Yosua 1:6, (TB) Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan ….

Ay. 7, Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh,

Ay. 9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati,

1. Hati yang kuat: untuk tetap percaya kepada Yesus di tengah kesusahan-kesusahan (krisis) yang sedang berlangsung.

  • Kisah Para Rasul 14:22 (TB) “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.”
  • Jadi sebagai warga Kerajaan Allah, ketika kita mengetahui bahwa kita memang harus mengalaminya, jalan satu-satunya adalah menguatkan hati kita untuk siap menghadapinya.

2. Iman yang teguh/ tidak goyang: untuk dapat menghadapi pencobaan dari si Iblis (jatuh dalam pencobaan) dan ujian dari Tuhan (kualitas),

  • Kesusahan-kesusahan yang harus kita lewati ini dimanfaatkan oleh Iblis untuk mencobai diri kita agar iman kita goyang dan tidak bertahan, pada akhirnya mengundurkan diri, kecewa dan murtad.
  • Di sisi lain, Tuhan mengizinkan hal ini terjadi sebagai sebuah ujian bagi iman kita, bahwa ujian tersebut akan menunjukkan kepada dunia kualitas iman kita.

Lukas 22:31-32, namun kita percaya, Tuhan Yesus peduli kepada diri kita. Dia tahu siapa kita dan seberapa kuat kita dapat menanggung pencobaan dan seberapa kuat kita dapat  melewati ujian ini.

  • Dalam Lukas 22:31-32, mengisahkan bahwa Iblis menuntut Yesus untuk menampi Petrus seperti gandum. Bisa dipastikan Petrus tidak akan mampu melewati pencobaan itu, namun Yesus mengasihinya. Yesus berkata bahwa diri-Nya telah berdoa untuk Petrus, supaya imannya jangan gugur. Dan jikalau dirinya sudah insaf, Yesus ingin dia menguatkan saudara-saudaranya.
  • Kitapun harus percaya bahwa ditengah pencobaan dan ujian dalam kesusahan-kesusahan ini, Yesus berdoa untuk kita supaya hati tetap kuat dan iman tidak goyang apalagi gugur.

Penentuan Tuhan

  • Ayat 3b-4, Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
    Penentuan Tuhan ini berarti harus dialami, Tuhan mengizinkan hal ini (kesusahan-kesusahan) harus terjadi.

Mengapa Tuhan Menentukan Untuk Kita Alami?

  • Tuhan ingin ‘memamerkan’ kualitas diri kita (Ujian). Tahukah Saudara bahwa kita adalah Anak-anak Allah; Garam dan Terang dunia – bukan diperintahkan menjadi tapi sudah, (inipun sudah ditentukan Allah bagi kita)
  • Di sisi lain, Iblis ingin menantang pendapat Allah tentang diri Ayub (Cobaan)
  • Dua hal ini selalu ada, selalu beriringan dalam setiap masalah dan persoalan apapun yang kita hadapi.

Bagaimana mengatasinya?
1. Prepared for the Worst (Bersiap untuk yang terburuk)

  • Yusuf selalu siap untuk hal yang terburuk terjadi. Dia tidak pernah menyangka apa yang ia akan alami. Dari anak kesayangan dengan jubah maha indah dibuang ke sumur, dijual ke Mesir, menjadi budak di rumah Potifar, difitnah, dipenjara dan dilupakan oleh orang-orang yang pernah ditolongnya.
  • Darimana kita tahu dia bersiap menghadapi yang terburuk? Jawabnya dari penyertaan Tuhan yang terjadi dalam hidupnya. Semua pekerjaan yang diberikan kepadanya, diselesaikannya dengan baik. Itu sebabnya, Yusuf selalu dipercaya untuk menjadi pemimpin.

2. Hope for the best (berharap yang terbaik)

  • Darimana kita mengetahui bahwa Yusuf selalu punya pengharapan untuk hal yang terbaik pasti terjadi dalam hidupnya?
  • Dia memandang kepada mimpi yang Tuhan berikan kepadanya pada waktu ia masih kecil. Dan terus menjaganya melewati berbagai musim kehidupan yang terjadi dalam kehidupannya.
  • Perkataan imannya dapat kita teladani dalam kehidupan kita saat menghadapi krisis yang terjadi.
  • Kejadian 50:20 (TB) “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”
  • Roma 8:28, Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk kebaikan kita, orang yang mengasihi Tuhan.

Jadi saudara yang terkasih dalam Tuhan, milikilah kedua prinsip ini dalam menghadapi berbagai krisis yang masih dan akan terjadi lagi di bumi ini.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JEBAKAN SETAN DIBALIK BADAI KORONA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 29 Maret 2020)

Markus 4:35-41

Selamat pagi dan salam sejahtera dalam Kristus bagi Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian dimanapun berada. Telah dua minggu ini kita tidak dapat beribadah bersama-sama di gedung gereja karena wabah Korona. Apapun yang terjadi biarlah hati kita tetap bersyukur karena kita masih dapat mengikuti ibadah ini melalui siaran live streaming.

Untuk itu, kami berharap Bp/Ibu/Sdr/i tidak mengikuti ibadah ini seperti sedang menonton sebuah acara, tetapi mari satukan hati untuk memuji dan menyembah Tuhan dimanapun kita berada. Percayalah bukan lokasi yang menentukan kita diterima Allah, tetapi kondisi hati. Bukan tempat yang menjadi penentu tetapi sikap kita dihadapan Allah. Karena itu dimana saja kita berada, berilah sikap hormat kepada hadirat Allah.

Pagi hari ini saya mengajak kita untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi pada hari-hari ini dan melihatnya dalam perspektif alkitab.

Mari kita buka Markus 4:35-41. Dalam perikop ini dikisahkan bahwa Tuhan Yesus bersama dengan murid-muridNya sedang menyeberang danau Galilea, tiba-tiba di lautan mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Sementara itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Dalam kepanikan murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Bukankah keadaan ini sama seperti yang sedang kita hadapi pada hari-hari ini? Dunia dimana kita tinggal seperti lautan yang sedang bergelora karena virus Korona. Bangsa-bangsa tergoncang, keuangan melemah, pertumbuhan ekonomi melambat. Usaha-usaha mulai sepi, pesta-pesta mulai ditinggalkan. Acara-acara konser dan pertunjukkan dibatalkan. Pertandingan-pertandingan olahragapun harus dihentikan.

Virus Korona telah berubah menjadi gelombang yang dahsyat mematikan. Dunia gempar, semua orang menjadi gentar menghadapi serangan virus Korona, tak terkecuali kita yang tinggal di Indoensia. Dari hari ke hari kita mendengar laporan bahwa jumlah penderita makin berlipat, kematian pun jadi meningkat. Rumah sakit penuh, tenaga medis kewalahan, peralatanpun tidak mencukupi. Dalam keadaan yang seperti ini apa yang dapat kita pelajari? Sebagai anak-anak Tuhan bagaimana cara kita memandang semua yang telah terjadi ini?

Marilah kita melihat setiap kejadian dengan perseptif iman kristen, melihat dari sudut padang alkitab. Ketahuilah apa yang terjadi atas bumi ini sudah ditulis dalam Alkitab.

Bapak Gembala berulang kali telah mengatakan bahwa semua ini adalah penggenapan firman Allah. Itulah sebabnya saya percaya bahwa kehadiran virus Korona yang disebut Covid – 19 memiliki tujuan Illahi. Namun demikian kita harus menyadari, selain mengandung tujuan Tuhan, setan juga akan menggunakan setiap kesempatan untuk menyelesaikan agendanya.

Untuk marilah kita melihat “Jebakan-jebakan setan dibalik badai virus Korona.”

Sadarilah dalam setiap badai setan selalu ingin mengambil keuntungan. Setan memiliki agenda tersendiri dan menggunakan segala situasi yang terjadi. Apa saja jebakan setan dalam badai Korona terjadi saat ini?

1. Menebar ketakutan
Ayat 40  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Jebakan setan yang pertama saat badai datang adalah menebar ketakutan. Lihatlah cara Tuhan Yesus menegur murid-muridNya: Mengapa kamu begitu takut? Takut itu manusiawi, setiap orang diberikan rasa takut agar waspada, berhati-hati, tetapi “begitu takut” itulah yang salah. Begitu takut adalah ketakutan yang melampui batasan, rasa takut yang diluar kewajaran.

Ketakutan adalah senjata setan untuk membunuh keberanian, menghancurkan keyakinan dan melemahkan kekuatan. Ketika seseorang mengalami ketakutan, maka hilanglah seluruh kekuatannya. Alkitab berkata: Amsal 24:10  Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Hari-hari ini kita dibombardir dengan berita Korona. Media elektronik, medsos semua memberitakan tentang korban korona, orang-orang di atas kendaraan mati mendadak, orang-orang di pinggir jalan tiba-tiba mati,  semua ini memiliki satu tujuan yaitu menebar ketakutan. Sebab dengan ketakutan maka semua potensi, kekuatan, keberanian bahkan akal sehatpun akan hilang. Perhatikanlah apa yang terjadi di berbagai tempat, dengan berita Korona yang terus digaungkan. Orang main borong bahan makanan, orang timbun persediaan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan sesamanya. Hati-hati dengan ketakutan. Bisa jadi bukan virus yang membuat orang mati, tetapi “KETAKUTAN” terhadap virus itulah yang mematikan.

Ingatlah…. Bencana mungkin terjadi, tetapi KETAKUTAN adalah pilihan.

Kita tidak bisa menghindari becana, tetapi apakah kita akan memilih takut atau berani menghadapi, adalah pilihan kita.

Bapak Ibu, kematian itu takdir manusia, ada atau tidak ada Korona manusia pasti akan mati. Lalu mengapa harus takut. Ikuti saja aturan, jaga kesehatan dan jauhi kerumunan, tak perlu ada ketakutan. Ingatlah yang dikatakan firman Allah dalam 2Timotius 1: 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Ketahuilah bahwa ketakutan itu datang dari setan, Tuhan tidak pernah memberikan ketakutan kepada kita, Tuhan memberikan roh yang membangkitkan keberanian, kekuatan, kasih dan ketertiban.  Jadi hati-hati jangan sampai terjebak dengan tipu daya setan sehingga kita takut menghadapi semua yang terjadi. Beranilah menghadapi karena Tuhan menyertai. Amin!

Sadarilah bahwa ketakutan itu membunuh. Lihatlah apa yang dialami raja Saul dan segenap bangsa Israel saat ditantang oleh Goliat? Karena intimidasi yang menakutkan, tidak ada seorangpun yang berani menghadapi Goliat. Jumlah pasukan yang banyak tidak ada artinya, persenjataan yang lengkap tidak ada gunanya, jika mereka mengalami ketakutan. Itulah sebabnya dalam hukum perang yang ditetapkan bangsa Israel, orang yang takut adalah yang pertama disuruh pulang. Orang yang takut Korona, dia yang dahulu pulang, pulang ke rumah Bapa. Sebab itu jangan takut!!

2. Melumpuhkan iman
Ayat 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Jebakan setan yang kedua dalam badai adalah melumpuhkan iman. Saat badai taufan datang, murid-murid ketakutan, hasilnya mereka kehilangan iman. Tuhan Yesus menegur mereka: Mengapa kamu tidak percaya?

Ketakutan adalah musuh iman.
Dimana ketakutan bertumbuh, iman mati. Sebaliknya dimana iman berkembang, ketakutan hilang.
Ketakutan membunuh keberanian, iman menghasilkan kepercayaan.
Ketakutan melihat persoalan, iman melihat Tuhan.
Ketakutan memandang masalah, iman memandang Allah.

Manakah yang kita pilih? Menjalani hidup dengan ketakutan atau menjalani hidup dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Bapak Ibu, hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Alkitab berkata:
1Samuel 2:6
TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.

Mana yang kita pilih, mempercayai Korona mematikan atau Tuhan yang menghidupkan, mempercayai Korona yang membunuh atau Tuhan sebagai penyembuh.

 

Sadarilah IMAN dan IMUN itu sejajar, (lihat grafik). Jika iman naik, maka imunitas meningkat, sebaliknya jika iman kita lemah, imunitas menurun. Sebab itu jalani hidup ini dengan iman. Percayakan semua pada pemeliharaan dan kekuasaan Tuhan.

2Korintus 5:7  —sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–

Sadarilah iman itu dipandu oleh kepercayaan, bukan penglihatan, iman digerakan oleh percaya bukan yang dilihat mata. Iman bukan melihat keadaan, tetapi percaya kepada Tuhan.

  • Mata kita melihat itu virus, iman berkata: Tuhan pasti urus
  • Mata melihat itu bencana, iman berkata : Tuhan pasti punya rencana
  • Mata melihat itu wabah, iman berkata: Tuhan tak pernah berubah
  • Mata melihat itu musibah, iman berkata dalam Tuhan selalu ada anugerahHati-hati, jangan sampai kita sebagai anak-anak masuk dalam jebakan setan, sehingga kita kehilangan iman dan hidup dalam ketakutan. Pada masa-masa seperti, seharusnya anak-anak Tuhan berdiri tegap memberikan keyakinan dan kepastian kepada dunia bahwa masih ada harapan di dalam Tuhan. Ada pertolongan di dalam Dia, ada jalan keluar disetiap masalah yang kita hadapi.

3. Membunuh HARAPAN
Markus 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Setan menebar ketakutan dan melumpuhkan iman agar manusia tidak lagi memiliki pengharapan. Inilah jebakan setan yang ketiga, ia menggunakan badai agar manusia tidak memiliki pengharapan. Murid-murid berkata: Guru kita binasa?! Siapa bilang mereka binasa? Bukankah ada Tuhan bersama mereka? Tetapi karena badai yang besar, mereka kehilangan harapan, mereka hanya melihat kebinasaan.

Korona memang bisa mematikan, tetapi juga bisa disembuhkan. Kena Korona bukan akhir segalanya, selalu ada harapan di dalam Tuhan. Sebab itu jangan terjebak dengan berbagai berita. Hadapi dengan tenang dan penuh pengharapan kepada Tuhan.

Hidup ini tidak berhenti tatkala kita lelah atau bahkan kita ketika kalah, tetapi hidup ini berhenti saat kita kehilangan harapan.

  • Sadarilah bahwa harapan adalah kekuatan di dalam kelemahan.
  • Harapan adalah ketabahan yang membuat kita bertahan dalam kesukaran
  • Harapan adalah kegembiraan tatkala kita berduka
  • Harapan adalah keyakinan tatkala asa mulai menghilang

 Roma 4:18,19
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

Bagi Abraham sebenarnya sudah tidak ada alasan untuk berharap memiliki keturunan, sebab rahim Sara telah tertutup. Kita semua tahu, jika seorang wanita telah memasuki masa menopouse, maka itu tandanya dia sudah tidak akan bisa memiliki anak lagi. Tetapi itulah luar biasanya Abraham, ia tetap berharap sekalipun tidak ada dasar untuk berharap.

Inilah pengharapan yang benar. Pengharapan yang benar bukan didasarkan kepada ketidakmampuan manusia, tetapi kepada kemampuan TUHAN. Pengharapan yang benar bukan didasarkan ketidaksanggupan manusia tetapi kepada kesanggupan Allah. Abraham sadar bahwa Sara tidak mungkin mampu untuk memiliki anak karena rahimnya sudah tertutup. Sara tidak lagi bisa hamil dan mengandung karena tidak ada benih yang dihasilkan dalam rahimya. Itulah sebabnya Abraham tidak mendasarkan harapannya kepada Sara yang rahimnya tertutup, tetapi ia tujukan harapannya kepada Tuhan yang sanggup membuka rahim Sara yang tertutup dan menghidupkan apa yang sudah mati.

Ingatlah, pengharapan dalam Tuhan itu seperti sauh yang kuat.

Ibrani 6:19  Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir

Dalam keadaan yang terpuruk, Ayub tidak hilang harapan. Sekalipun tidak ada lagi dasar untuk berharap Ayub tetap berharap kepada Allah.

 Ayub 5:18
Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

Haleluya…! Apapun yang sedang terjadi hari-hari ini, jangan takut! Kuatkan iman dan kepercayaan kepada Tuhan, sebab didalam Dia selalu ada harapan. Percayalah tangan Tuhan akan membebat semua luka dan duka, tanganNya yang berkuasa akan menyembuhkan dan memulihkan Indonesia. Tuhan memberkati. KJP!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment