KUASA IBADAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 17 Juni 2018)

Saya memiliki kerinduan untuk Bp, Ibu, Saudara mengalami hadirat Tuhan saat beribadah sehingga ibadah yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Saudara datang beribadah, pulang serta mengalami Tuhan yang akan membawa perubahan sikap hidup kita dalam menjalani keseharian kita.

Kita sudah melihat di beberapa tempat di luar negri, bahwa ada gereja yang dijual dikarenakan tidak ada lagi jemaat yang hadir dalam ibadah tersebut. Entah apapun keadaan latar belakangnya, amat disayangkan jika melihat keadaan berikut bahwa ada gereja yang dijual dan dipakai untuk rumah peribadatan kepercayaan lainnya.

Di beberapa negara maju, masyarakat yang hidupnya dimanjakan dengan perkembangan teknologi, banyak diantara mereka merasa tidak perlu lagi mengandalkan Tuhan dalam hidup mereka. Semua yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan dan keseharian mereka, semua dapat dibantu dan diselesaikan oleh teknologi. Dampak kedepannya, kita akan melihat bahwa banyak orang yang tidak lagi memerlukan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Implikasi lainnya, kita akan mendengar mereka berkata bahwa apakah masih relevan kita harus datang ke gereja? Bukankah jika Tuhan hadir dimana-mana, itu berarti kita bisa beribadah di rumah dengan bantuan teknologi (hanya ingin mengungkapkan kemalasan mereka yang merasa bosan beribadah di gereja).

Lalu sebenarnya, apakah yang kita cari jika kita pergi beribadah ke gereja? Mengapa orang yang ke gereja, juga sama seperti orang dunia ketika menghadapi berbagai masalah? Apakah sewaktu mereka ke gereja, sama sekali mereka tidak mengalami kuasa Ibadah itu?

Mari kita renungkan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, untuk menemukan jawaban dari semua pertanyaan di atas?
1. Apakah mereka hanya beribadah secara rutinitas sebagai orang Kristen?
Apakah tanda-tandanya bahwa ibadah jemaat hanya sebagai rutinitas saja? Tandanya adalah mereka tidak mengalami kuasa ibadah yaitu jamahan kuasa Tuhan lewat hadirat dan Firman-Nya yang mengubahkan kehidupan mereka. Alkitab berkata untuk menjauhi orang-orang yang demikian.

2Tim 3:5 Secara lahiriah (form/morphosis) mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya (Power/Dunamis). Jauhilah mereka itu!

Orang-orang seperti ini yaitu yang beribadah namun tidak mengalami kuasa ibadah, pengaruh mereka lebih kuat untuk menarik orang lain menjadi pengikut mereka. Sebaiknya untuk menjauhi mereka.

Bacalah ayat 2-4, bagaimana jahatnya sifat dan karakter yang mereka miliki dapat kita lihat dalam daftar ini: Mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka membual dan menyombongkan diri, mereka menjadi pemfitnah, berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

2. Apakah mereka beribadah karena desakan kebutuhan Jasmani / lahiriah?
Orang-orang yang demikian biasanya tidak bertahan ketika diperhadapkan dengan persoalan dan disiplin Firman Tuhan.

Yoh 6:24-26,  Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Jelas sekali bahwa Yesus melihat mereka mencari diri-Nya hanya untuk perkara-perkara jasmani, bahkan dalam Yohanes 6:15, mereka memaksa untuk menjadikan Yesus sebagai raja mereka, yang dapat menjamin kebutuhan hidup mereka.

Yoh 6:60-69, Terbukti ketika mereka mendengar perkataan Yesus yang keras tentang Roti Hidup, semua murid-murid Yesus berkata bahwa perkataan Yesus keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya. Namun hati Yesus mengetahuinya, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Yesus mengingatkann mereka bahwa Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Yesus katakan adalah roh dan hidup.

Ayat 66-69, Firman Tuhan mengatakan bahwa mulai dari waktu itu banyak murid yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Yesus. Yesus memberi tantangan kepada para muridNya dengan berkata: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Salah satu murid-Nya yang bernama Simon berkata kepada Yesus: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Akhirnya kualitas pengiringan mereka kepada Yesus menunjukkan bukti untuk tetap setia mengikuti-Nya, apapun tantangannya.

3. Apakah kualitas ibadah mereka/ pergi ke gereja karena memiliki kerinduan ingin mengalami perjumpaan dengan pribadi-Nya?
Pertayaan selanjutnya, apakah memang harus di gereja kita dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan? Bukankah Tuhan ada dimana-mana?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari sejenak kita membaca Kisah Para Rasul 15:16-18. “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.”

Dalam rencana besar Allah di akhir zaman, Allah akan membangun kembali pondok Daud yang telah roboh. Saya percaya satu-satunya sarana yang Tuhan pakai adalah Gereja-Nya yang bukan sekedar personal namun juga bersifat korporat melalui Gereja lokal di masing-masing tempat.

Meskipun Tuhan dapat hadir di manapun, kita tetap harus menghargai kehadiran Tuhan di gereja lokal (tempat Tuhan berkarya membangun kembali ‘Pondok Daud’ yang telah roboh itu) saat kita beribadah bersama-sama.

Kita juga dapat memperhatikan pengakuan iman yang ke-16 dari ke17 pengakuan iman GPdI yang menyatakan bahwa kita percaya pertemuan-pertemuan ibadah, wajib dilaksanakan secara tetap dengan khikmat dan sukacita. (Kisah Para Rasul 2:25; Keluaran 23:25; Ibrani 10:25; Mazmur 47:2; 100:1-5; 134:2; 150:1-5).

Sebab itu, kita percaya gereja secara fisik adalah sarana yang dapat dipakai untuk membangkitkan kesadaran Jemaat akan kehadiran Tuhan. Itu sebabnya juga, mengapa jemaat begitu respek ketika mereka hadir di gereja. Yang kami harapkan dari dalam iman adalah bahwa jemaat terus mempertahankan kesadaran akan Tuhan itu, bukan saja ketika mereka ada di gereja, namun juga kemanapun mereka pergi, aktifitas apapun yang mereka lakukan, mereka tetap memiliki kesadaran akan Tuhan dan takut akan Tuhan.

NAMUN MENGAPA ADA YANG TIDAK MENGALAMI KEHADIRAN TUHAN SAAT MEREKA BERIBADAH?
Letak kesalahannya adalah jemaat yang hanya beribadah dengan tubuh dan jiwa saja, sedangkan roh mereka sama sekali tidak terlibat. Sedangkan Roh Kudus bekerja / berurusan dengan roh kita saat kita beribadah, Roma 8:16. (Lihat fungsi Tubuh, Jiwa Dan Roh dalam catatan Khotbah saya di Mahanaim Magazine (ERANAN ROH KUDUS DALAM IBADAH, Ibadah Raya 2 – Minggu, 13 Mei 2018).

BAGAIMANA KITA DAPAT MENGALAMINYA DAN TERUS MENERUS MENGALAMINYA?
Sederhananya untuk kita dapat mengalami hadirat-Nya, kita harus terus-menerus memiliki kesadaran akan Tuhan, bukan hanya ketika ibadah di gereja saja, namun disepanjang waktu.

1Tes 5:6,8 – Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

1Pet 5:8-10 – Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Kita perlu terus-menerus memiliki kesadaran ini; bukan hanya sadar bahwa Tuhan ada, namun juga sadar bahwa Iblis juga ada, dan setiap saat dapat datang untuk menggodai dan berusaha menjatukan, menghancurkan.

Perlunya kita memiliki kesadaran akan Tuhan dimanapun kita berada:

  1. Dia ada dimana saja, Kejadian 28:16; Mazmur 139
  2. Ketika sendirian, Yes 6:1-9
  3. Di antara 2 dan 3 orang yg berkumpul, Matius 18:20
  4. Di dalam Ibadah, 1 Kor 14:25

Bagaimana kita lebih jauh dapat mengalami kehadiran Tuhhan setiap kali kita beribadah?

  1. Mempersiapkan diri sebelum beribadah
  2. Mengekspresikannya melalui Pujian Penyembahan
  3. Mengekspresikannya melalui pelayanan
  4. Sampai orang mengakuinya
    (lihat juga penjelasannya dalam Mahanaim Magazine dengan Judul MENGALAMI TUHAN DALAM IBADAH – Ibadah Raya 3 – Minggu, 22 April 2018)
Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN (SERI 5) – PENGIKUT KRISTUS YANG GIAT (Ibadah Raya 2 – Minggu, 17 Juni 2018 oleh Pdt. Gideon Santoso)

I KORINTUS 15:58
“ Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.”

Pendahuluan
Ayat ini dimulai dengan kalimat “ Karena itu…” artinya ayat ini menjadi kesimpulan dari apa yang dibicarakan dalam ayat-ayat sebelumnya, yaitu ayat 1-57.  Paulus sedang berbicara tentang apa yang dapat binasa dan apa yang tidak dapat binasa.  Paulus juga berbicara tantang apa yang akan terjadi kedepan kepada kehidupan setiap pengikut Kristus, yaitu tentang kebangkitan tubuh dan kemuliaannya.  Apa yang kita kerjakan saat ini, itu akan berpengaruh pada kehidupan yang dijanjikan Allah.  Untuk mendapat apa yang Tuhan janjikan, yaitu kemuliaan dalam kebangkitan tubuh kita, maka kita harus mengerjakan hidup yang berkemenangan. Untuk itulah Rasul Paulus menghimbau segeralah kerjakan dengan giat apa yang harus kita kerjakan didalam Tuhan, sebab waktunya sudah semakin singkat.

Keselamatan diberikan gratis oleh penebusan Yesus, tetapi untuk mempertahankan keselamatan dan juga pahala, itu tidak gratis tetapi diperlukan perjuangan.  Ada pepatah mengatakan lebih mudah seseorang untuk menerima keselamatan di dalam Yesus, dari pada mempertahankan keselamatannya itu.

7 PRINSIP HIDUP BERKEMENANGAN
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia”  (1 Korintus 15:58 ).

Dari ayat di atas khususnya yang digaris bawahi, kita dapat mengetahui 7 prinsip tersebut, yaitu :
1. Kasih (dua kali dibahas )
2. Berdiri teguh
3. Jangan goyah
4. Giatlah selalu
5. Dalam pekerjaan Tuhan
6. Dalam persekutuan dengan Tuhan
7. Jerih payahmu tidak sia-sia.

GIATLAH SELALU
Ini merupakan prinsip yang ke-4 dalam urutan 7 prinsip hidup berkemenangan. Semua orang dapat memiliki rasa antusias atau giat dalam melakukan sesuatu, tapi jarang ada yang tetap pada posisi yang selalu giat.

Filipi 2:12 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir .”

Keselamatan yang kita peroleh dengan cuma-cuma dari Tuhan bukan otomatis mengunci hidup kita menjadi “Sekali selamat tetap selamat.”  Keselamatan itu harus dijaga dan dipertahankan dengan penuh tanggung jawab. Mengapa ? Lukas 22:31,32 “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

Keselamatan harus dikerjakan dengan giat, bukan hanya dipelihara dan dipertahankan saja tetapi juga dikerjakan dengan giat untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan melalui pelayanan. Sebab Iblis akan mencoba dengan berbagai cara untuk menggugurkan iman kita sehingga kehilangan keselamatan itu.

GIAT, didalamnya mengandung arti : rajin, terus-menerus,  semangat/antusias, bertanggung jawab.  Apa yang membuat antusias orang percaya menjadi pudar dan tidak lagi menjadi giat ? Roma 12:11, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Yang membuat kendor/redup semangat kita sehingga tidak lagi giat adalah padamnya nyala roh antusias kita.

Beberapa hal yang membuat padam api semangat/antusias :
1.
Kecewa
Yoh 6:66 – Banyak murid-murid Tuhan diluar 12 murid yang mengundurkan diri karena kecewa. Mereka kecewa karena Yesus menegur mereka yang hanya mementingkan makanan jasmani tanpa berpikir tentang makanan rohani yang dapat membawa kepada kehidupan kekal.

Yoh. 21 : 2,3 – Petrus dan murid-murid lainnya mengalami kekecewaan dan kembali kepada kehidupan lamanya sebagai penjala ikan. Mereka hilang semangat karena Yesus yang mereka harapkan ternyata mati disalib, tetapi mereka lupa bahwa Yesus mati untuk bangkit kembali. Kekecewaan dapat melanda siapa saja, kecewa terhadap pasangan, teman, gereja bahkan kecewa kepada pendetanya dan banyak kekecewaan lainnya.

2. Konflik
Konflik bisa terjadi karena benturan pendapat yang berbeda yang menimbulkan perbantahan. Jika tidak disikapi dengan kedewasaan rohani, iblis akan mengambil keuntungan untuk memecah belah dan memadamkan semangat pelayanan.

Filipi 2:14 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah.” Persungutan dan perbantahan sering terjadi karena ketidakpuasan, tidak puas dengan kebijakan, tidak puas dengan pembagian tugas dan banyak hal tentang ketidakpuasan. Untuk dapat menggenapi nasehat Paulus  untuk tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, maka  setiap anak Tuhan harus memiliki roh penundukkan diri terhadap otaritas di atasnya. Yesus sebagai Allah tunduk pada otoritas orang tuanya ketika Ia menjadi manusia, demikian juga dalam pelayanan Yesus selalu tunduk pada otorita Bapa-Nya meski dalam ke Allahan kedudukan-Nya setara dengan Allah.  Seseorang yang sulit untuk tunduk pada otoritas yang memimpinnya akan mudah tersulut konflik dan roh pemecah belah sehingga memadamkan kemurnian semangat pelayanannya.

3. Penderitaan / Tekanan
Yohanes pembaptis sempat pudar semangatnya pionirnya ketika alami tekanan dan penderitaan di penjara. Ia meragukan ke-Mesias-an Yesus sehingga mengutus muridnya untuk mempertanyakanNya, apakah benar Dia Mesias yang selama ini dinantikan, atau masih menuggu yang lain  (Lukas. 7:18-20).

Petrus murid Tuhan yang paling berani, rontok keberaniannya dan semangatnya ketika menghadapi tekanan. Ia menyangkal Tuhan sampai tiga kali.  Petrus tidak mampu hadapi penderitaan dan aniaya seperti  yang dialami Yesus, Matius 26:69-75.

4. Intimidasi dan Ancaman
Elia Nabi besar ternama, yang mampu menurunkan hujan dan api dari langit, seketika lenyap keberanian dan kepercayaannya ketika menghadapi intimidasi dan ancaman dari wanita Izebel (I Raja 19). Ternyata tidak ada orang yang kebal goncangan mulai dari jemaat awam sampai selevel nabi besar seperti Elia. Intimidasi dan ancaman dapat menghancurkan semangat dan rasa percaya diri dalam pelayanan.

5. Direndahkan / Diremehkan
1 Timotius 4:12 “Janganlah seorangpun  menganggap engkau rendah  karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang mau diremehkan atau direndahkan meskipun ia seorang yang miskin, tetapi merendahkan dan meremehkan merupakan sejata yang efektif Iblis untuk meluluhlantakan semangat orang percaya dalam mengiring Tuhan.

Dari ayat di atas, Rasul Paulus menunjukkan kepada kita beberapa hal orang dapat dihormati atau sebaliknya dapat diremehkan. Orang dapat jadi teladan, dihormati atau malah sebaliknya dapat diremehkan dari perkataannya (ucapannya), kelakuannya atau tingkah lakunya, dalam kasihnya baik kepada Tuhan dan sesama, dalam kesetiaannya dan terakhir dalam kesuciannya, baik secara moral , maupun integritasnya jujur dan dapat dipercaya.  Apapun akibat yang membuat semangat pengiringan dan pelayanan kepada Tuhan menjadi pudar harus segera diatasi. Jika hal ini dibiarkan sampai berlarut, akan berakibat lebih fatal lagi.

 Wahyu 3:16 “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”

Kondisi yang lebih parah dari semangat yang pudar dan tidak lagi giat bagi Tuhan, adalah suam-suam kuku, tidak panas, tidak dingin dan dimuntahkan Tuhan. Dimuntahkan artinya dikeluarkan dari bagian tubuh Kristus, tidak lagi menjadi bagian dari tubuh Kristus.

NYALAKAN KEMBALI  APIMU
Bagaimana kita dapat mengalami pemulihan untuk kembali giat mengerjakan keselamatan kita di dalam Tuhan?  Kita dapat melihat kembali apa yang dikatakan Yesus kepada Simon Petrus.

Lukas 22:31,32 “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

a. Insaf
Artinya menyadari bahwa selama kita diam dalam tubuh jasmani ini dan selama kita masih hidup dalam dunia ini, kita selalu menghadapi banyak tantangan, perbedaan selalu ada, benturan akan selalu ada, namun semua itu merupakan proses pendewasaan rohari kita, melatih kita untuk tetap berpegang kepada aturan dan kebenaran Tuhan, ibarat besi menajamkan besi. Tidak ada yang sempurna dalam kehidupan manusia semua punya kelebihan tetapi semua juga ada kekurangannya.

b. Berdoa
Minta hikmat dan kebijaksanaan Tuhan dalam menyikapi semua yang kita hadapi.

c. Kuatkanlah
Sebelum menguatkan orang lain yakinlah bahwa kita terlebih dulu sudah menang dan kuat menghadapi masalah apapun kita tetap kuat, giat dalam Tuhan. Kuatkanlah saudara-saudara yang lain untuk tetap tegar dan giat di dalam Tuhan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KARAKTER ALLAH – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 17 Juni 2018)

Banyak dari kita pernah mendengar istilah karakter, dan kalau saya tanyakan mungkin sebagian besar dari kita yang hadir tidak yakin apa sebenarnya karakter itu. Karakter berasal dari Bahasa Yunani “charaktēr” (tanda, kualitas yang berbeda – alat untuk memberi tanda) diturunkan dari kata kerja “charassein” (mempertajam, membuat alur, mengukir). Jadi secara singkat, karakter adalah kualitas pribadi yang membuat Anda berbeda dari yang lain. Dalam bahasan Kristen tentu kita mengenal Galatia 5:22-23 sebagai daftar buah Roh yang ditulis Rasul Paulus. Tetapi kita bisa lihat ini juga sebenarnya adalah karakter pengikut Kristus, yang membedakan kita dari dunia.

Kembali ke sejarah bahasan tentang karakter. Secara sederhana dulu orang menggolongkan karakter orang berdasarkan “cairan tubuh” yang dominan, sehingga keluar istilah: sanguinis, plegmatis, koleris, melankolis. Tetapi teori ini sebenarnya sudah tidak kekinian lagi. Karena perkembangan Psikologi terbaru menggolongkan (istilahnya) 24 “kekuatan karakter” kedalam 6 nilai kebaikan yang muncul disepanjang zaman.

  • Kebijaksanaan (Wisdom): kreatifitas, keingintahuan, suka belajar, punya sudut pandang.
  • Keteguhan hati (Courage): keberanian, ketekunan, kejujuran, antusiasme.
  • Kemanusiaan (Humanity): kasih, kesopanan, intelegensi sosial.
  • Keadilan (Justice): tanggung jawab sosial, kerjasama, kesetaraan, kepemimpinan.
  • Menahan Diri (Temperance): pengampunan, rendah hati, hikmat, pengendalian diri.
  • Melebihi Akal (Transcendence): menghargai keindahan, syukur, optimis, humor, rohani.

Seseorang dan karakternya akan mengundang ekspektasi dari orang yang disekitarnya. Misalnya orang yang bijaksana, diharapkan suka belajar, dan punya sudut pandang yang baik. Semua dari kita adalah kombinasi yang unik dari kekuatan-kekuatan karakter ini. Saya percaya semua kekuatan karakter ini ada lengkap pada “karakter” Tuhan (dengan sengaja saya beri tanda kutip karena istilah ini adalah bentuk personifikasi kita terhadap Tuhan). Saya akan kehabisan waktu untuk menjelaskan satu per satu kepada Anda.

Tetapi mari kita mulai dengan ini, kalau Allah punya kelengkapan kekuatan karakter, berarti manusia juga diciptakan dengan kekuatan-kekuatan karakter dan nilai-nilai kebaikan. Lalu apa guna itu semua? Ekspektasi Allah kepada kita seperti apa? Saya rasa kita bisa lihat dari apa yang Tuhan sampaikan melalui Nabi Yesaya di Yesaya 5:1-7. Pada konteks tulisan Nabi Yesaya ini Allah memiliki ekspektasi, namun kemudian berujung pada hasil yang tidak sesuai. Lalu apakah Allah kemudian sama seperti orang tua yang:

  • Memiliki ekspektasi tinggi.
  • Tegas dan disiplin.
  • Tidak mudah dipuaskan.

Beberapa dari Anda berpikir Allah seperti itu, karena Anda melihat contoh yang seperti itu, entah itu orang tua Anda atau orang tua lain yang Anda tahu. Saya rasa Anda pernah baca Matius 7:11. Ketika saya membaca ayat ini saya langsung melihat semua hal yang tertulis di atas sebagai sebagian sisi karakter Allah, tetapi Allah jauh lebih besar dan baik dari itu. Sekali lagi saya akan kehabisan waktu untuk menjelaskan tentang Kasih Allah yang melebihi logika kita. (“It’s All About Love.” @jeffminandar.com)

Kekuatan “karakter” Allah yaitu Kasih saya rasa menjadi yang paling menonjol. Ada satu lagu rohani “kontroversial” yang menggambarkan kekuatan karakter Allah, tetapi yang terbesar adalah kasih-NYA. Judul lagu ini “Reckless Love”.

VERSE-1:
Before I spoke a word, You were singing over me
(Sebelum aku bisa berkata, KAU telah bernyanyi atasku)

You have been so, so good to me
(KAU begitu sangat baik bagiku)

Before I took a breath, You breathed Your life in me
(Sebelum aku bisa bernafas, KAU telah hembuskan nafas hidup-MU dalamku)

You have been so, so kind to me
(KAU begitu sangat memperhatikanku)

REFF:
Oh, the overwhelming, never-ending, reckless love of God
(Oh betapa luar biasa, tak terbatas, Kasih Allah yang berani)

Oh, it chases me down, fights ’til I’m found, leaves the ninety-nine
(Kasih itu mengejarku, berjuang hingga kuditemukan, meninggalkan 99 yang lain)

I couldn’t earn it, and I don’t deserve it, still, You give Yourself away
(Aku tak dapat mengusahakannya, dan aku tak layak mendapatkannya, tetapi ENGKAU tetap memberi hidup-MU)

Oh, the overwhelming, never-ending, reckless love of God, yeah
(Oh betapa luar biasa, tak terbatas, Kasih Allah yang berani)

VERSE-2:
When I was Your foe, still Your love fought for me
(Saat aku masih menjadi musuhmu, Kasih-MU tetap berjuang bagiku)

You have been so, so good to me
(KAU begitu sangat baik bagiku)

When I felt no worth, You paid it all for me
(Saat aku merasa tak berharga, KAU bayar semua bagiku)

You have been so, so kind to me
(KAU begitu sangat memperhatikanku)

BACK-TO-REFF THEN BRIDGE

BRIDGE
There’s no shadow You won’t light up
Mountain You won’t climb up
Coming after me
(Tak ada gelap yang tak KAU terangi
Gunung yang tak KAU daki
Mencari diriku)

There’s no wall You won’t kick down
Lie You won’t tear down
Coming after me
(Tak ada penghalang yang tak Kau robohkan
Kebohongan yang tak Kau bukakan
Mencari diriku)

BACK TO REFF

Bisakah Anda lihat semua karakter-NYA dari lagu di atas?

  • Kebijaksanaan (Wisdom): kreatifitas, keingintahuan, suka belajar, punya sudut pandang.
  • Keteguhan hati (Courage): keberanian, ketekunan, kejujuran, antusiasme.
  • Kemanusiaan (Humanity): kasih, kesopanan, intelegensi sosial.
  • Keadilan (Justice): tanggung jawab sosial, kerjasama, kesetaraan, kepemimpinan.
  • Menahan Diri (Temperance): pengampunan, rendah hati, hikmat, pengendalian diri.
  • Melebihi Akal (Transcendence): menghargai keindahan, syukur, optimis, humor, rohani.

Saya melihat Allah seperti gambaran Bapa yang sangat kaya, yang memberi “kehendak bebas” pada anak-anaknya. Lukas 15:11-32. Apakah Bapa memiliki ekspektasi, tentu saja, itu yang saya rasa menjadi misi kita di dunia. (“Misi Kita di Dunia.” @jeffminandar.com)

Sama seperti itu Bapa di Surga, melihat posisi Anda sekarang dan meminta Anda kembali. DIA tahu yang terbaik, DIA tahu bersama-NYA-lah tempat paling aman bagi Anda, DIA tahu mana yang lurus dan mana yang bengkok. Seperti Bapa yang mengasihi, yang menyerahkan Anak-NYA yang tunggal untuk keselamatan Anda, DIA sekarang menanti Anda menunjukkan karakter Anda yang seharusnya serupa dan segambar dengan DIA. Yeremia 2:2.

  • DIA tidak pernah melupakan Anda. DIA mengingat Anda.
  • Semua tindakan Anda yang dimotivasi oleh Kasih kepada-NYA, sungguh menyenangkan Hati-NYA.
  • Allah melihat perjanjian itu seperti sebuah ikatan pernikahan, serius, kita saja yang tidak setia.
  • Karakter Allah itu sebenarnya Anda miliki, kembali kepada kasih yang semula, yang mengikuti DIA apapun resikonya.

Godbless

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGIKUT YESUS YANG MENANG – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 10 Juni 2018)

Wahyu 3:11-13

PENDAHULUAN
Setelah kita membahas tentang pengikut Yesus yang tekun dan taat melakukan Firman maka hari ini kita membahas tentang pengikut Yesus yang berkemenangan. Ini merupakan pembahasan terakhir tentang jemaat di Filadelfia. Kita akan mengawalinya dengan melihat perkataan Yesus dalam Wahyu 3:11-13, “Aku datang segera!”

 Kalimat ini sering salah dipahami oleh beberapa gereja yang mengaitkannya dengan peristiwa pengangkatan (rapture). Mereka berpendapat kedatangan Yesus yang kedua dapat terjadi kapan saja dan akan mengangkat orang-orang percaya, ini adalah pengertian yang keliru. Apakah Yesus akan datang secara tiba-tiba, seperti seorang pencuri bagi orang percaya? Tentu saja tidak. Yesus datang seperti pencuri adalah bagi pengikut antikris yang tidak percaya kepada Yesus. Ada banyak ayat yang dapat dijadikan referensi untuk menjelaskan hal ini. Salah satunya dalam Kisah Para Rasul 3:21, Petrus berkata… “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” Artinya, Yesus akan tetap berada di sorga. Yesus tidak akan datang kedua kali untuk menjemput kita sebelum terjadi apa yang disebut “PEMULIHAN SEGALA SESUATU”.

Apa yang sebenarnya dipulihkan?

1. Tanda-tanda / Peristiwa-peristiwa yang Mendahului Kedatangan Yesus Kedua Kali.

Sebelum Yesus datang kedua kali ada peristiwa-peristiwa yang harus digenapi terlebih dahulu. Peristiwa-peristiwa ini terjadi secara global atau meliputi seluruh dunia (triple seven). Dimulai dengan pembukaan 7 meterai, yaitu :

  • Meterai 1, Kuda Putih: penginjilan oleh kuasa Roh Kudus
  • Meterai 2, Kuda merah (Perang dunia I dan II)
  • Meterai 3,Kuda Hitam yaitu Kelaparan
  • Meterai 4, Kuda Hijau kuning (Wabah Penyakit)
  • Meterai 5, Penganiayaan Orang Percaya
  • Meterai 6, gempa bumi dan bencana alam.
  • Meterai 7, Pernikahan Rohani Gereja dengan Yesus.

Kemudian akan ada peniupan 7 sangkakala.  Sangkakala 5-7 adalah teriakan “Celaka, celaka, celakalah..” dan setelah itu sangkakala terakhir adalah saat dimana Yesus datang kedua kali dan orang-orang percaya akan dibangkitkan. Dan Yesus akan menuangkan 7 cawan murka bagi pengikut antikris.

2. Gereja Disempurnakan
Pengikut Yesus tidak terus dalam seperti sekarang, dimana banyak kekurangan dan kelemahan, akrab dengan dosa. Gereja Tuhan akan dilengkapi, pengikut Yesus akan bertumbuh menjadi sempurna atau menjadi Gereja Sempurna.

Kedatangan-Nya sudah sangat dekat, sebab itu Yesus memberi peringatan:

1. Aku Datang Segera!
Artinya kita harus siap menyongsong kedatangan Yesus kedua kali dengan cara :
a). Lengkapi yang kurang
b). Perbaiki yang salah, dalam menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

2. Peganglah Apa yang Ada Padamu
Apa yang harus kita pegang? Tidak lain ini adalah iman, pengharapan dan kasih.

  • IMAN

Jangan sampai kehilangan iman. Yesus telah nubuatkan hal ini dalam Lukas 8:28, bahwa dunia akan mengalami krisis iman! Tetapi kita haruslah tetap kuat dalam iman di hadapan Tuhan, sebab imanlah yang menentukan keselamatan kita. Pegang iman dengan teguh dan jangan mau ditukar dengan apapun.

  • PENGHARAPAN

Ibrani 6:19 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.”

Sauh (Jangkar) digunakan dalam sebuah kapal (perahu) untuk berlabuh. Sauh juga dipakai untuk memanjat tebing yang curam. Dalam hidup ada banyak kondisi menggoncang jiwa dan membuat seseorang bisa putus asa dan bunuh diri, namun bagi kita yang terus berpegang pada pengharapan kepada Yesus akan mampu melewatinya. Tanpa pengharapan, kita tidak akan sampai pada posisi Yesus yang sudah mendahului kita di dalam kemuliaan.

  • K A S I H

Kalau kita tidak memiliki kasih semua yang kita lakukan adalah sia-sia (1 Korintus 13:1-3). Prestasi apa pun yang kita buat dalam pelayanan kita, bahkan sampai menyerahkan nyawa kita sekalipun, semuanya menjadi sia-sia dan tidak memberi dampak apa-apa bagi diri kita. Yang paling mengerikan, kalau kita tidak memiliki kasih, kita tidak dikenal oleh Yesus, bahkan kita dinyatakan sebagai pelaku kejahatan, (Matius 7:21-23). Tetapi yang paling utama yang harus kita pegang adalah penurutan kita akan firman.

  • PENURUTAN AKAN FIRMAN TUHAN

Dalam Wahyu 3:10, ada janji Perlindungan dan Keselamatan bagi mereka yang menuruti Firman Tuhan. Mengapa menuruti firman Tuhan begitu penting dalam menantikan dan menyongsong kedatangan Yesus kedua kali? Apa yang diperoleh jika kita menuruti Firman Allah :

1). DILINDUNGI
Banyak bentuk perlindungan Tuhan bagi orang yang menuruti firman Tuhan dengan cara yang benar. Bukan hanya diselamatkan dan masuk sorga, melainkan dilindungi artinya diluputkan dari Antikristus, (Wahyu 12:6,14).

2). DIBANGKITKAN
Kedatangan Yesus akan disusul dengan peristiwa kebangkitan orang percaya yang telah mati, (1 Tesalonika 4:16).

3). DIUBAHKAN
Setelah masa 3,5 tahun pemerintahan Antikristus, Yesus akan datang dari sorga dan turun ke angkasa, dan Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna) akan diubahkan (1 Tesalonika 4:17).

4). DIPOSISIKAN SEBAGAI SOKOGURU
Ini akan digenapi dalam Kerajaan 1.000 Tahun damai, khususnya Langit dan Bumi Baru, Wahyu 3:12a  “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan SOKOGURU di dalam Bait Suci Allah-Ku.”

Apa maksud Bait Suci Allah-Ku? Apakah kemah Tabernakel (Gereja)? Perhimpunan orang percaya atau gereja sempurna (Wahyu 21:3)? Tentang sokoguru, sebenarnya akan lebih jelas, bila kita pelajari Wahyu 21:9-27 secara detil tentang makna semua gambaran yang tersirat di dalamnya. Dalam konstruksi bangunan ada tiang penopang yang disebut sebagai sokoguru, demikian halnya Jemaat yang bertindak sebagai sokoguru adalah jemaat yang dengan setia menopang pekerjaan Tuhan dalam gereja lokal.

Kesimpulan
Hal terpenting yang harus kita wariskan kepada generasi anak cucu kita, adalah iman yang disertai ketaatan pada firman dan kepedulian terhadap pelayanan. Selama kita tetap setia maka Allah akan membawa kita pada posisi-posisi yang mulia.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TAAT MELAKUKAN FIRMAN TUHAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 Juni 2018)

Wahyu 3:9-10
“Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

 

PENDAHULUAN
Kita akan melanjutkan seri khotbah tentang pengikut Yesus yang sejati yaitu mereka yang taat melakukan Firman Tuhan, dengan merujuk atau membandingkannya dengan 7 sidang jemaat yang ada di Asia kecil. Kita sudah terlebih dahulu membahas karakter dari 5 Jemaat sebelumnya yaitu, Efesus; Pergamus; Smirna; Tiatira dan Sardis, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hari ini kita akan belajar tentang jemaat ke-6 yaitu jemaat Filadelfia. Jemaat Filadelfia dapat dikatakan merupakan model dari Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna). Tidak ada teguran yang diberikan Yesus kepada jemaat ini. Kita  tentu berharap jemaat di akhir zaman sama dengan kondisi jemaat Filadelfia.

KARAKTER GEREJA SEMPURNA
Ada banyak tantangan dan berbagai pergumulan hidup yang tentu tidaklah mudah, namun dapat kita simpulkan bahwa Pengikut Yesus Yang Sejati memiliki karakter sebagai orang Kristen taat dan tekun dalam melakukan atau menuruti Firman Tuhan sampai Yesus datang (Wahyu 3:10).

JEMAAH IBLIS
Wahyu 3:9 “Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersung-kur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.”

Siapakah yang disebut jemaah iblis dalam ayat ini? Ini adalah orang Yahudi yang tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan; yang hidupnya tidak alami perubahan dan tidak mau bertobat bahkan mereka lebih memilih hidup menuruti hawa nafsu. Disatu sisi mereka bangga sebagai Orang Yahudi yang arti sebenarnya adalah umat yang taat melakukan firman Tuhan, namun kenyataannya mereka cuma pura-pura, penuh kebohongan atau munafik!

Demikian halnya bagi kita, sekalipun menyebut diri Kristen (Kristianos) namun jika dalam prakteknya tidak taat melakukan firman Allah dan bahkan tidak mau bertobat maka sebenarnya kita bukanlah Jemaat Tuhan (Pengikut Yesus Yang Sejati), kita sedang berpura-pura menjadi Kristen sehingga kitapun dapat disebut sebagai Jemaah (umat) Iblis.

AKHIR HIDUP KRISTEN PURA-PURA (Wahyu 3:9)
Bagaimana akhir hidup dari orang Kristen yang pura-pura?
1. Orang Yahudi Secara Jasmani
Kita akan terlebih dahulu melihat apa yang dialami oleh orang Yahudi. Pada akhir zaman Antikristus akan ada yang dilantik dan menjadi penguasa dunia selama 3,5 tahun, dan orang Yahudi masih akan tetap menolak Yesus. Tetapi berdasarkan Wahyu 3:9 tiba saatnya mereka akan tersungkur, mengaku dosa dan mengaku bahwa Yesus ialah Allah. Sebenarnya Yesus sudah menubuatkan hal ini di hadapan orang-orang Yahudi dalam injil Yohanes 5:45.

Yohanes 5:45 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu  menaruh harap.”

Orang Yahudi sangat berharap pada Musa, karena mereka mengira Musa yang akan menolong dan membela mereka, sebab mereka telah menaati Taurat Musa. Sebaliknya pada saat Antikristus berkuasa, Allah akan menghadirkan Musa dan Elia diantara orang-orang Yahudi, bukan untuk membela dan membenarkan orang Yahudi, melainkan mereka akan mendakwa orang Yahudi, karena mereka tetap keras hati dan menolak Yesus (Wahyu 11:1-13). Dalam suatu peristiwa di atas gunung (dimungkinkan gunung Tabor) murid-murid melihat Yesus dalam kemuliaan sedang berbicara dengan Elia dan Musa. Elia mewakili hukum hati nurani yang berlaku dari zaman Adam sampai Musa atau sebelum adanya kitab suci yang memberi pedoman-pedoman kebenaran. Dalam hukum hati nurani kebenaran yang berlaku adalah berdasarkan suara hati namun tidak ada orang yang bisa sempurna dalam mentaati hukum ini sehingga kemudian diberikan hukum Taurat (diwakili oleh Musa). Hal yang sama terjadi, tidak ada seorangpun yang berhasil atau sempurna dalam mentaati hukum Taurat sehingga satu-satunya cara bagi manusia untuk bisa dibenarkan dan diampuni segala dosanya hanya melalui pengorbanan Yesus (Hukum Kasih Karunia).

Ketika kita percaya kepada Yesus maka semua dosa kita diampuni dan jikalau kita taat dalam melakukan Firman Allah (oleh kuasa Roh Kudus) maka kita menjadi sempurna seperti yang Tuhan inginkan. Inilah yang disampaikan oleh Elia dan Musa kepada orang Yahudi di akhir zaman sehingga saat itulah apa yang sudah Yesus nubuatkan digenapi dimana orang Yahudi akan tersungkur, menyesal dan bertobat dan menerima Yesus Tuhan dan Juruselamat. Namun untuk diselamatkan, mereka harus membayar keselamatan itu dengan menjadi syahid. Mereka akan dianiaya oleh Antikristus sampai mati karena mempertahankan iman mereka kepada Yesus.

2. Orang Yahudi Secara Rohani (Orang Kristen tidak sungguh2)
Karena orang Yahudi menolak percaya kepada Yesus maka orang kristen dapat disebut Yahudi secara rohani, yaitu yang bersunat hati (Roma 2:28). Ada dua hal yang akan dialami orang yang mengaku Kristen tapi tidak bertobat dan tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan :

  • Bila ia ingin selamat pada saat Antikristus memerintah di bumi, maka..
  • Ia harus membayarnya dengan cara mati syahid karena Kristus

3. Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna)
Karakter orang Kristen (Pengikut Yesus Yang Sejati) adalah menuruti Firman dan tekun menantikan kedatangan Yesus (Wahyu 3:10).

a. Menuruti Firman-Ku
Dalam bahasa inggris “You have kept My Word of patience endurance” artinya orang dengan sungguh berusaha hidup dalam kebenaran. Dalam bahasa Yunani dapat diartikan menjaga dan mengawasi. Artinya terus menjaga langkah hidup kita sesuai atau presisi dengan firman Allah.

b. Tekun Menantikan Aku
Pengikut Yesus Yang Sejati (orang Kristen) akan menjaga, mengawasi hidupnya dengan berpegang kepada firman Allah, bukan hanya disaat tenang dan damai melainkan juga dalam penderitaan. Sebagai contoh kita akan melihat kisah Yakub.

Kejadian 32:24
“Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.”

Dalam pergumulannya untuk menghadapi Esau, Yakub ketakutan dan memilih menyendiri datang mencari hadirat TUHAN. Dalam doanya dia bergulat dengan Seorang Laki-laki (TUHAN sendiri). Kata bergulat disini bukan berarti berkelahi melainkan dalam bahasa Ibrani menggunakan kata HABAQ artinya memeluk dengan erat dan tidak mau melepaskan-Nya. Pangkal pahanya ditekan sampai terpelecok namun Yakub tetap memeluk dan tidak mau melepaskan-Nya. Hasilnya Yakub diberkati, namanya dirubah dari Yakub (Penipu) menjadi Israel. Yakub alami kesakitan tapi dia tetap berpegang pada Allah. Inilah yang Tuhan mau dalam hidup kita Pengikut Yesus Sejati berpegang pada firman Allah walau menderita.

JANJI TUHAN
Janji Tuhan akan digenapi bagi Pengikut Yesus Sejati, (orang Kristen) yang berpegang pada Firman Tuhan dalam menantikan Kedatangan Yesus kedua kali.

Perhatikan Wahyu 3:10b “…maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

Yesus akan melindungi pengikut Yesus yang sejati dari masa aniaya yang dilakukan oleh Antikristus, yaitu selama 3,5 tahun. Antikristus akan memerangi orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh dengan cara:

  • Memaksa menyembah Iblis dan Antikristus, Wahyu 13:3,4.
  • Antikristus akan memaksa menyembah patung Antikristus
  • Antikristus akan memaksa untuk menjadi anggota Antikristus, dengan memaksa untuk menerima meterai Antikristus, Wahyu 13:17.

Kalau tidak bertahan, ia akan kehilangan keselamatan sebab namanya dihapus dari Kitab Kehidupan yang ada di tangan Bapa.

CARA YESUS LINDUNGI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI (GEREJA SEMPURNA)
Wahyu 8:12 “Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Wahyu 8:13 Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.”

Siapakah yang dimaksud burung nasar di sini? Jika kita membaca dalam Matius 24:28  “Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.” Ketika kita menerima perjamuan Tuhan maka kita percaya yang kita terima adalah tubuh dan darah Yesus, layaknya burung nasar yang mengerumuni bangkai demikian kita dengan iman ingin bersekutu dengan Tubuh dan Darah Yesus.

KESIMPULAN
Burung nasar merupakan gambaran orang percaya yang tidak mau dipisahkan dari Yesus, mereka menunjukkannya dalam kesetiaan mentaati Firman Allah. Sebagai Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna), kita akan dilindungi oleh Yesus sampai tiba saatnya kita kembali bertemu dengan Dia dalam kemuliaan-Nya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

LEMBAH KEKELAMAN DIPAKAI TUHAN MEMBENTUK UMAT-NYA – oleh Pdt. Ronald E. Mussu dari Jakarta (Ibadah Raya 3 – Minggu, 27 Mei 2018)

MAZMUR 23:1-6

Dalam Mazmur 23, merupakan pengakuan Daud terhadap perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Ia ingat bagaimana Tuhan membawa dia dari seorang peternak domba hingga menjadi seorang raja. Daud merasakan bahwa Tuhan seperti seorang gembala yang menuntun dan menyertainya dalam segala situasi, dan Daud katakan bahwa ia tidak kekurangan apa yang baik dari Tuhan. Perhatikan Mazmur 23:1-3, bahwa semua berisi berkat-berkat Tuhan atas umatnya.

Betapa menyenangkan menjadi orang percaya, sebab ada berkat Tuhan yang selalu menyertai. Tetapi perhatikan dalam Mazmur 23:4, bahwa dalam pengiringan akan Tuhan juga ada masalah. Daud mengistilahkan dengan “lembah kekelaman”. Lembah kekelaman adalah tempat yang menakutkan dan menyeramkan bagi domba, artinya lembah kekelaman bukan tempat berkat.

Dalam Filipi 4:12, Rasul Paulus juga mengalami lembah kekelaman, ia menuliskan bahwa ia telah belajar tentang kelimpahan, kekurangan dan penderitaan. Tidak semua berjalan mulus, ada kekurangan dan tantangan. Jika demikian, tidak menutup kemungkinan kita pun akan melewati lembah kekelaman. Apakah tujuan lembah kekelaman?

TUJUAN LEMBAH KEKELAMAN
Tujuan lembah kekelaman adalah:
1. Untuk Merendahkan Hati Seseorang
Contohnya, umat Israel. Dalam Ulangan 8:2 menuliskan bahwa Tuhan membawa umat Israel mengitari pada gurun selama 40 tahun. Tujuannya, agar umat pilihan Allah yang tegar tengkuk memiliki kerendahan hati. Mengapa perlu kerendahan hati? Dalam 2 Taw 26:4, seorang raja yaitu Uzia, ia menjadi seorang yang tinggi hati, sampai meninggalkan Tuhan karena sombong. Manusia sangat rentan dengan dosa kesombongan. Dosa kesombongan merupakan dosa yang tidak nampak. Itu sebabnya Tuhan kadang membawa umatNya yaitu orang percaya ke dalam lembah kekelaman, supaya tetap rendah hati.

Contoh lainya adalah Rasul Paulus. Perhatikan dalam 2 Korintus 12. Meskipun Rasul Paulus seorang yang dipercayakan banyak hal, tetapi Tuhan menjaga hatinya dengan membawa dia dalam lembah kekelaman. Rasul Paulus memberi istilah “duri dalam daging”. Rasul Paulus sudah berdoa agar duri tersebut disingkirkan tetapi tidak terjadi. Itu membuat Rasul sadar, bahwa semua pemberian yang ia terima adalah kasih karunia Allah bukan karena kehebatannya. Lembah kekelaman membuat hati kita terjaga yaitu memiliki hidup yang rendah hati.

2. Lembah Kekelaman Menuntun Agar Kembali kepada Ketetapan-ketetapan Tuhan.
Mazmur 119:67, Daud ungkapkan bahwa lembah kekelaman membawa ia kembai ke rel firman Allah. Tuhan tidak pernah merancangkan hal buruk bagi manusia dengan tujuan agar manusia hidup dalam ketetapanNya. Tetapi Tuhan memakai setiap hal buruk dalam hidup untuk membawa kita kembali ke jalur firman Tuhan.

KESIMPULAN
Allah senang memberkati umat-Nya, tetapi juga membentuk umat-Nya dalam lembah kekelaman supaya hidup dalam kerendahan hati dan hidup dalam ketetapan-ketetapan-Nya. Kita butuh Tuhan dalam hidup ini. Mazmur 23:5,6 – lembah kekelaman bukanlah tempat yang menakutkan bagi orang yang hidup dalam penyertaan Tuhan. Raja Daud sadar akan keberadaan Tuhan, membuat ia berani melewati lembah kekelaman. Segala perkara dapat ditanggung dalam Yesus. Hanya Yesus yang sanggup menolong. Yesaya 41:10 – ada Tuhan yang menyertai. Ketakutan dan kebimbangan tidak berkuasa atas seseorang yang hidup dalam penyertaan Tuhan. Jika saat ini kita berada dalam lembah kekelaman, jangan takut dan bimbang. Tuhan ingin memproses kita sehingga kita manjadi rendah hati dan hidup dalam firman Allah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEHADIRAN TUHAN SUMBER KEMENANGAN DAN SUKACITA-oleh Pdt. Ronald E. Mussu dari Jakarta (Ibadah Raya 2 – Minggu, 27 Mei 2018)

Mazmur 40:6

Dalam Mazmur 40, Daud menyampaikan bahwa banyak yang Tuhan sudah buat dalam hidupnya, bahkan terlalu besar jumlahnya untuk dihitung. Oleh sebab itu, Daud tidak dapat mensejajarkan Tuhan dengan apapun yang ada dalam dunia ini. Termasuk tokoh-tokoh hebat yang ada di dunia sebab meskipun begitu hebatnya mereka, ketika mereka meninggal, mereka tidak akan bangkit menembus maut seperti Yesus yang bangkit pada hari yang ketiga dan menang atas maut. Yesuslah Allah kita.

SEPERTI APAKAH ALLAH KITA?

  • Dia Allah yang Mahakuasa (Omnipotent)
    Kemaha-kuasaanNya dinyatakan dalam penciptaan-Nya. Allah mengatur segala ciptaan dengan posisi dan waktu yang tepat. Tidak ada yang saling berbenturan atau bertentangan.
  • Dia Allah yang Mahahadir (Omnipresent)
    Allah dapat hadir di manapun, meskipun ibadah diadakan pada tempat berbeda dengan jam yang sama, Allah sanggup ada disana karena IA maha hadir.
  • Dia Allah yang Mahatahu (Omniscience)
    Allah mengetahui segala sesuatu termasuk hal-hal tersebunyi dalam hidup ini
  • Dia Allah yang kekal tidak dapat ditukar dengan apapun. Jadi tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Tuhan

Dalam Mazmur 39, menuliskan bagaimana Daud alami kemenangan bersama Tuhan, yaitu:
a. MAZMUR 39:2 – MENANG DARI GODAAN UNTUK BERBUAT DOSA
Daud sadar bahwa ada banyak pengaruh yang membuat ia tergoda berbuat dosa. Dalam perjalanan kehidupan ini, ada berapa banyak pengaruh iblis yang menyeret seseorang untuk berdosa. Orang disekitar tidak tahu akan hal itu tetapi Tuhan maha tahu sebab IA maha hadir. Khusus dalam ayat 2 ini, dosa yang Daud ingin hindari adalah dosa perkataan. Karena hidup dan mati dikuasai oleh lidah (Amsal 18:21). Contoh 12 pengintai yang diutus Musa, 10 pengintai mengucapkan hal-hal yang melemahkan orang Israel sedang 2 orang pengintai mengucapkan perkataan yang membangun orang Israel. Perkataan sangat berpengaruh bagi diri kita dan orang lain, sebab itu ucapkan perkataan yang bermanfaat.

b. MAZMUR 39: 3 – MENANG ATAS TANTANGAN HIDUP
Dalam kehidupan ini ada banyak tantangan dan pergumulan. Semua manusia pasti melewati masalah karena dunia adalah lembah air mata. Daud ungkapkan bagaimana keluh kesah membuat ia semakin tertekan. Dalam 1 Samuel 30, Daud hadapi tantangan karena kota Ziklag dibakar dan semua orang yang ada di Ziklag dibawa untuk ditawan termasuk istri dan anak-anak Daud. Akibatnya, semua orang yang bersama Daud menangis sampai tidak kuat menangis. Dalam kondisi demikian Daud justru semakin menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Alhasil Tuhan menolongnya,sebab itu taruhlah pegharapan kita kepada Tuhan bukan mengeluhkan tantangan.

c. Mazmur 39:5, MENANG ATAS KESEMPATAN
Setiap orang dipercayakan waktu untuk mengerjakan banyak kesempatan. Kadang kala kesempatan berlalu begitu saja karena diri kita yang membatasi. Dalam Efesus 5:16, menuliskan bahwa kita harusnya hidup seperti orang arif yaitu mempergunakan waktu dengan baik bagi Tuhan.

Semua kemenangan demi kemenangan yang Daud peroleh adalah karena ia hidup bersama Tuhan. Tuhan menggantikan kesusahan Daud dengan nyanyian baru yaitu sukacita (Mazmur 40,41). Dalam kehidupan ini banyak pergumulan hidup yang harus kita lewati. Tidak dapat dipungkiri, kadang kala ingin menyerah. Tapi contohilah Daud, saat tantangan datang ia semakin dekat dengan Tuhan. Sehingga, lewat kesaksian hidup kita, ada banyak orang percaya kepada Tuhan. Kiranya sukacita Allah juga menjadi bagian kita karena kemenangan yang diperbuat Allah atas hidup kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment