PENDAHULUAN
Kita sadari atau tidak, kita sukai atau tidak, dengan bergantinya tahun serta bertambahnya umur kita maka kesempatan kita untuk hidup di dunia ini, suka atau tidak, mau atau tidak mau, suatu saat kita harus mengakhiri hidup kita. Oleh sebab itu, rasul Paulus menasihati jemaat Korintus.
1 Korintus 15:58
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
TIDAK SIA-SIA
Sekecil apa pun wujud pelayanan, yang kita bisa lakukan bagi Tuhan, karena itulah yang bisa kita lakukan kepada Tuhan.
Paulus katakan dalam 1 Korintus 15:58, “Jerih payah kita tidak akan sia-sia!”
Sedangkan Yesus berkata dalam:
Matius 10:42
“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
PERTANYAAN
Kalau kita sekarang ada di sorga, kira – kira berapa besar pahala atau kemuliaan yang akan kita terima dari Tuhan, dari apa yang telah kita buat dalam melayani Yesus? Atau kita tidak terima apa-apa karena kita tidak terlibat melayani Yesus?
UNTUK APA PAHALA ATAU KEMULIAAN?
Ada orang kristen pragmatis dalam pengiringannya kepada Tuhan. Mereka berkata: “Apa gunanya pahala atau kemuliaan? Yang penting masuk sorga, pahala atau kemuliaan tidak terlalu penting!”
PENYEMBAHAN DI SORGA
Wahyu 4:9
Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
Wahyu 4:10
“Maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata…”
Wahyu 4:11
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
PENYEMBAHAN DI SORGA
Acara pujian dan penyembahan yang kita lakukan di dunia, berbeda dengan pujian dan penyembahan yang kita lakukan di Sorga nanti.
Untuk mengerti lebih jauh, alangkah baiknya kita pelajari hal ini dari:
Wahyu 4:2
“Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.”
Kata “Seorang” yang dimaksud tidak lain adalah “TUHAN YESUS KRISTUS.”
Wahyu 4:3
“Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis, dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang gemilang bagaikan zamrud rupanya.”
Ayat ini menjelaskan kemuliaan di takhta dan hadirat Yesus sangat luar biasa mulia-Nya. Takhta Yesus yang mulia itu, dihiasi “Pelangi” yang gilang gemilang dan mulia seperti permata zamrud.
TENTANG BUSUR – PELANGI
Ingat peristiwa nabi Nuh.
Setelah Allah menghukum umat manusia, Allah menaruh busur yaitu pelangi di langit dan Allah menyatakan firman-Nya bahwa: “Allah tidak akan menghukum manusia dengan mengadakan air bah lagi.”
Dengan demikian pelangi yang adalah gambaran pengorbanan Yesus di kayu salib, akan menjadi peringatan yang kekal bagi kita, bukan hanya saat kita ada di dunia ini, tapi dalam kekekalan saat kita di sorga . Oleh pengorbanan Yesus di kayu salib, kita diampuni dan diselamatkan! Pengorbanan Yesus di atas salib akan menjadi monumen kekal bagi kita di sorga sehingga di sorga nanti, tidak ada seorang pun yang sombong dan yang membanggakan diri. Karena semuanya akan sadar, bila kita bisa ada di sorga, semuanya bisa jadi hanya oleh karena karya kasih Yesus.
Wahyu 4:4
“Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.”
Ayat ini menjelaskan bahwa formasi tempat kita duduk ibadah di sorga, tidak seperti yang kita lakukan sekarang di gereja (layaknya seperti theatre).
Formasi kita duduk ibadah di sorga adalah melingkar (berkeliling). Dan Yesus duduk di posisi inti, di atas takhta kemuliaan-Nya. Perhatikan ayat 3.
Barisan kedua (paling depan), diduduki oleh 24 tua-tua.
12 rasul Gereja mula-mula.
12 rasul Gereja akhir zaman.
Perhatikan: Lukas 22:30.
Wahyu 4:5
“Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.”
Ayat ini menjelaskan tentang:
KEDAHSYATAN HADIRAT ALLAH
Hadirat Allah yang akan kita lihat dan alami, akan lebih hebat dan mulia kalau kita bandingkan dengan yang dilihat bangsa Israel saat mereka terima 10 Hukum Torat.
Di zaman Torat -> manusia bisa mati saat melihat hadirat Allah.
Di sorga -> manusia akan hidup saat melihat hadirat Allah.
Wahyu 4:6
“Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
Di hadapan Takhta Yesus terhampar laut kaca, bening/transparan bagaikan kristal. Semua orang yang ada di sorga dan beribadah di hadirat Yesus, jumlahnya tidak terhitung. Begitu banyak orang yang ada di sorga digambarkan seperti banyaknya air laut. Dan yang menarik, semua orang yang ada di sorga, keadaannya begitu mulia, digambarkan seperti Kristal: mulia, transparan.
Posisinya mulai dari barisan kedua, di belakang 24 tua-tua, sampai posisi paling belakang (paling jauh).
Posisi tempat kita duduk, ditentukan oleh Allah berdasarkan tingkat kemuliaan yang kita terima.
Pertanyaan: kira-kira di sorga nanti, Yesus tempatkan kita duduk di barisan atau urutan mana?
Dekat Takhta Yesus Ada Empat Makhluk Hidup
Wahyu 4:8, keempat makhluk, melakukan pelayanan di depan tahta Yesus seperti yang dilihat Yesaya (Yesaya 6:3).
Keempat makhluk memimpin pujian dan penyembahan di sorga. Siapakah keempat makhluk Itu?
Keempat makhluk yang posisinya sangat dekat dengan takhta Yesus. Menurut kitab Yehezkiel 28 dan Yesaya 14, posisi itu ditempati oleh Lucifer yang bergelar: Bintang Kejora; Putera Fajar, dialah yang memimpin pujian dan penyembahan di sorga. Tetapi karena Lucifer sombong dan melakukan kecurangan, maka ia buang ke dunia dan bergelar Iblis, raja kegelapan.
Dan di sorga nanti, yang akan memimpin pujian penyembahan di hadirat Yesus ialah keempat Makhluk, yang tidak lain adalah: (Henokh, Musa, Elia dan siapa?)
Cara Keempat Makhluk Melayani
Wahyu 4:7 “Adapun makhluk yang (1) pertama seperti singa, dan makhluk yang (2) kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang (3) ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang (4) keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang”
Ekspresi keempat Makhluk dalam melayani sangat erat hubungannya dengan ekspresi pelayanan Yesus, dijelaskan keempat Injil.
- Injil Matius -> Raja
- Injil Markus -> Hamba
- Injil Lukas -> Manusia
- Injil Yohanes -> Tuhan
Hal ini mengingatkan kita apapun bentuk pelayanan kita, kita harus tampilkan wajah (citra) Yesus.
Bukan diri kita; kehebatan kita dan kemuliaan diri kita. Sebab Lucifer ingin dirinya yang menjadi pusat pujian dan bukan Allah. Maka saat itu Allah campakkan Lucifer ke bumi dan berubah jadi pelawan Allah, yaitu Iblis / Satan si raja kegelapan.
MELEMPAR MAHKOTA
Wahyu 4:9
Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya.
Wahyu 4:10
Maka tersungkurlah ke24 tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata dan seterusnya!
Masuk sorga adalah suatu kepastian! Tetapi Tuhan tempatkan kita di mana? Saat, keempat makhluk memuji: “Kudus…kudus…kuduslah Tuhan Allah, Yang Maha kuasa.”
Diawali dengan keduapuluh empat tua-tua, turun dari takhta mereka, berlutut menyembah dan melempar/ memberikan mahkota mereka (sebagai tanda hormat bagi Yesus). Maka semua yang di sorga, yang digambarkan seperti lautan kaca (kristal) akan turun dari takhta mereka. Mereka berlutut dan melemparkan (memberi) mahkota mereka kepada Yesus. Bagaimana dengan kita? Apakah yang kita berikan bagi Yesus?
Yang Tidak Memakai Mahkota
Bagi yang tidak memiliki mahkota, mereka berlutut dan menyembah, tetapi ia tidak turut melemparkan mahkota, sebab tidak miliki mahkota/kemuliaan di kepalanya. (Orang yang disalib bersama Yesus selamat, tetapi tidak melayani).
HIMBAUAN
Selagi kita memiliki kesempatan untuk melayani Yesus, gunakan waktu, talenta, potensi, uang, emas, perak; check; giro untuk layani Yesus! Sebab semua itutidak akan berguna lagi di sorga. Bila Saudara memahami uraian ini, Saudara akan mengerti makna dari Matius 6:19,20.