Wahyu 3:7-13
“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, Yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup; tidak ada yang dapat membuka.”
PENDAHULUAN
Pertama-tama yang saya ingin angkat dalam bahasan firman Tuhan saat ini adalah kata: “Filadelfia.” Kata Filadelfia artinya “Saling Mengasihi.”
WAJIB DILAKUKAN PENGIKUT YESUS
Kalau kata “Filadelfia” yang artinya Saling Mengasihi, kita hubungkan dengan Yohanes 13:34,35. Di ayat ini Yesus berkata kepada murid-murid juga kepada kita: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
MENGASIHI BUKTI PENGIKUT YESUS
Inilah alasannya mengapa setiap pengikut Yesus itu harus/wajib saling mengasihi…? Karena kalau semua pengikut Yesus saling mengasihi, maka seluruh manusia di dunia akan tahu kita adalah murid-murid Yesus.
Dengan demikian bisa disimpulkan: Tanda Pengikut Yesus yang Sejati adalah “Saling Mengasihi”.
BILA JEMAAT TIDAK “MENGASIHI”
Sebaliknya apabila kita: Saling membenci, memusuhi, menyakiti, dan merugikan berarti kita bukan: Pengikut Yesus yang Sejati atau kita bukanlah Anak-anak Allah. Sebab, kalau kita mengaku kita adalah anak-anak Allah, tapi kita tidak melakukan perintah Allah, yaitu saling mengasihi, ala-mat kita: Kebinasaan kekal di neraka.
YANG KUDUS, BENAR DAN PEMEGANG: “KUNCI DAUD”
Berikutnya dalam Wahyu 3:7, Yesus memperkenalkan Diri-Nya Allah Yang Kudus; Allah Yang Benar; Allah Yang Memegang Kunci Daud. Saya tidak bahas lagi Yesus sebagai Allah, Yang Kudus dan Benar.
1 Petrus 1:16
“Kuduslah kamu, sebab Aku kudus…”
Yohanes 14:6
“Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup…”
PEMEGANG KUNCI DAUD
Ketiga gelar ini, tidak hanya jelaskan kepada kita bahwa Yesus adalah: Allah dan Raja Yang Benar, Kudus dan Tak Bercela. Tetapi Yesus sebagai: “PEMEGANG KUNCI.” Segala KUASA yang di dunia dan di surga, semuanya ada di tangan Yesus.
Yesaya 22:22
“Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahu-Nya: Apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menu-tup, tidak ada yang dapat membuka.”
600 tahun sebelum Yesus dilahirkan, Yesaya bernubuat “Di atas bahu Yesus” artinya Yesus yang memegang Kunci Rumah Daud. Hal ini memberi pengertian bahwa Yesus tidak hanya sebatas: Raja di atas segala raja yaitu Penguasa atas semua penguasa yang ada di dunia dan di surga. Tetapi bahwa Yesus adalah Penguasa yang menentukan hidup, mati, surga dan neraka, baik di dunia ini, dan di dalam kekekalan nanti.
Untuk itu, kita bahas bahwa Yesuslah Allah yang menentukan KAPAN DIMULAI – DIAKHIRI KESELAMATAN.
Sebagai Allah, Yesus yang adalah Penguasa surga, maka Yesuslah yang menentukan kapan waktu keselamatan itu dimulai dan kapan waktu keselamatan itu diakhiri.
Perhatikan!
Karya keselamatan dari Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus dimulai dan diberikan pada saat Yesus disalib di atas kayu salib. Dan orang pertama yang diselamatkan saat Yesus disalib ialah seorang penjahat yang disalib bersama Yesus, Lukas 23:42.

YESUS BERKUASA MENGHUKUM
Yesus tidak cuma berkuasa menyelamatkan, tapi Yesus juga berkuasa menghukum dengan melemparkan ke dalam neraka yang kekal. Yang pertama ialah Antikristus, digambarkan binatang buas. Dan yang kedua ialah Nabi Palsu, Wahyu 19:19,20. Yang ketiga, Yesus melemparkan semua manusia berdosa ke dalam lautan api, yaitu neraka yang kekal, Wahyu 19:21.

Dan, bagaimana dangan yang keempat yaitu: iblis atau satan yang ada sebelum manusia, langit dan bumi dijadikan? Mari kita baca dan pelajari.
Wah. 20:1-3 Iblis ditangkap dan dibuang ke jurang maut 1000 tahun.
Wah. 20:7 Iblis dilepas dari jurang maut terjadi perang Gog dan Magog.
Wah. 20:10 Iblis atau Satan, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang yaitu neraka yang kekal.
PENUTUP
Inilah makna dari Wahyu 3:7 yang menjelaskan kepada kita bahwa segala kuasa dan kekuatan serta kemuliaan ada di tangan Yesus, yaitu Raja atas segala raja.