PENGINJILAN YANG EFEKTIF – Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 6 September 2026)

PENDAHULUAN
Penginjilan merupakan tugas dan kewajiban setiap orang percaya. Tuhan Yesus menebus dosa kita bukan hanya agar kita diselamatkan, tapi juga supaya kita dapat membawa orang lain yang belum percaya supaya percaya dan diselamatkan. Kita dapat membagikan atau menceritakan pengalamanan kita diselamatkan. Hal itu sudah termasuk dalam penginjilan.

Penginjilan adalah praktik menyampaikan kabar baik atau ajaran tentang Yesus kepada orang lain. Sebagai seorang saksi, maka ia harus mengetahui dan mengalami sendiri apa yang akan disaksikannya.

Lukas 24:47-48
“dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”

Inti dan tujuan penginjilan pemberitaan kabar baik.
– menyampaikan pesan keselamatan dan kasih Allah melalui Yesus Kristus.
– mengajak bertobat: memperkenalkan ajaran Kristen dengan harapan orang lain mengenal dan percaya Yesus.
– wujud kasih: dijalankan melalui perkataan, perbuatan baik serta kepeduliaan terhadap sesama.

Untuk mewujudkan kasih melalui perkataan dan perbuatan, Tuhan menetapkan 2 hal kepada setiap orang percaya yang sudah diterangi kebenaran Firman Tuhan. Yang pertama membawa pengaruh dan yang kedua membawa dampak yang dibutuhkan banyak orang untuk dapat mengenal Tuhan.

Matius 5:13-14
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”

Dari ayat itu, ada kata yang diulang yaitu kata dunia. Kata dunia dalam ayat ini dipakai kata ‘Ge’ (Bahasa Yunani) menunjuk kepada tempat dimana kakimu berpijak. Tuhan ingin dimanapun kita berpijak, kita adalah garam dan terang di tempat itu.

Menjadi garam dan terang itu bukan karena prestasi tetapi merupakan identitas. Ketika manusia pertama kali diciptakan, Tuhan sudah memberikan identitas yang jelas yaitu menurut gambar dan rupa Allah sendiri, Kejadian 1:16. Dosalah yang merusak dan mengacaukan identitas manusia.

Ada 2 kalimat laun yang ditulis dalam ayat pokok yaitu “kamu adalah…” Kalimat tersebut memiliki arti bahwa kita sudah memiliki identitas. Identitas itu adalah:
-Kamu adalah garam dunia
-Kamu adalah terang dunia.

I. GARAM DUNIA
Kata garam ditulis “Halas”, yang memiliki 5 arti:
1. Pengaruh
Tuhan ingin dimanapun kita berada dapat membawa atau menjadi pengaruh yang baik.

2. Pengorbanan
Tuhan ingin dimanapun kita berada menjadi pribadi yang rela berkorban. Kebanyakan orang lebih suka mengorbankan orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Filipi 2:3-4
dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

3. Pembawa pesan damai
Identitas anak Tuhan bukan hanya memberitakan tentang damai tapi juga menjadi pribadi yang membawa damai. Identitas anak Tuhan adalah orang yang tidak biasa bertengkar atau pemicu pertengkaran.

Identitas Tuhan Yesus adalah Raja damai, identitasNya inilah yang juga menjadi identitas setiap pengikutNya. Halas selain berarti pembawa pesan damai, juga berarti mempertahankan damai.

Roma 12:18
“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”
Kalimat “bergantung padamu” dipakai kata “dunames” artinya kekuatan besar. Jika dikalimatkan, “ada kekuatan besar dalam dirimu untuk hidup dalam perdamaian.”

4. Bijaksana
Disebut bijaksana karena mampu mengendalikan diri:
– tidak sembarangan bicara
– bertindak dengan pertimbangan matang sesuai Firman Tuhan.

5. Kasih karunia
Pribadi yang membawa kasih karunia Tuhan:
-berkemurahan
-mengampuni
-kesabaran
Dengan kasih Tuhan.

GARAM MENJADI TAWAR
Matius 5:13
”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

Kata ‘tawar’ dalam ayat ini dipakai kata ‘moraino’ artinya terbukti berkelakuan bodoh.

Jika kita tidak menjadi halas (garam) atau tidak:
1. menjadi pengaruh
2. melalukan pengorbanan
3. menjadi pembawa damai
4. bijaksana
5. kasih karunia
Maka kita adalah garam yang tidak asin atau tawar  (moraino), terbukti berkelakukan bodoh.

Kata moraino juga memiliki arti:
-tumpul
-tidak berohani

II. TERANG DUNIA
Mat 5:14
“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Sebagai pribadi terang, tempat kita di atas bukan di bawah.

Kolose 3:2
“Pikirkanlah perkara yang di atas….”

Identitas umat Tuhan disebut sebagai “kota di atas gunung” artinya terang itu berfungsi di atas bukan di bawah.

Kata ‘terang’ dipakai kata Phos artinya:
1. Manifestasi terang
Kelakuannya ada dalam terang karena tidak mungkin satu sumber mata air mengeluarkan dua jenis air.

2. Pikiran yang berkualitas
Apa yang dipikirkan orang itulah yang dilakukan.

Filipi 4:8
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Kata “pikirkanlah semua itu” dipakai kata “Logisomai.” Artinya jadikanlah semua itu sebagai inventaris otak atau pikiran kita, yaitu 8 hal yang ada dalam Filipi 4:8.

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Kata “tersembunyi” dipakai kata “Kripto”, artinya sulit ditemukan atau sulit terlihat. Kota di atas gunung itu tidak sulit untuk terlihat dan ditemukan.

Bentuk-bentuk penginjilan:
-Percakapan pribadi: berbagi cerita atau pengalaman iman secara langsung kepada teman atau keluarga.
-Khotbah umum: menyampaikan firman Tuhan di tempat ibadah atau acara keagamaan.
-Media modern: menggunakan tulisan, siaran telivisi, radio atau media sosial untuk menyebarkan pesan.

Arsip Catatan Khotbah