Wahyu 2:13
“Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, jugatidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.”
PENDAHULUAN
Kalimat pertama yang Yesus sampaikan kepada jemaat Pergamus dalam Wahyu 2:13 adalah “Aku tahu di mana engkau diam.” Kalimat ini memberi pengertian bahwa: “YESUS ADALAH ALLAH”. Pergamus adalah sebuah kota atau tempat bagi Iblis bertahta. Sudah lama, masyarakat Pergamus menjadi pengikut dan penganut ajaran-ajaran setan. Sebab itu, di Pergamus banyak sekali kuil-kuil berhala begitu juga dengan adat, tradisi, ajaran dan kebiasaan yang dibuat penduduk Pergamus, seperti membuka hati dan jiwa bagi Iblis untuk bertahta dan berkuasa di hati mereka.
YESUS PUJI JEMAAT PERGAMUS
Tetapi bagaimana dengan jemaat Tuhan yang ada di Pergamus?
Wahyu 2:13
“Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; danengkau berpegang kepada nama-Ku,danengkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.”
AKU (YESUS) TAHU DI MANA ENGKAU DIAM
Ada 2 kata untuk kata “DIAM” dalam bahasa Yunani, yaitu kata: KATOKEIN dan PAROKEIN.
KATOKEIN: Tinggal atau menetap secara permanen.
PAROKEIN: Tinggal sementara (tidak terus atau tidak permanen).
Dalam bahasa Yunani, Wahyu 2:13 kalimat ‘Aku tahu di mana engkau diam’ dipakai kata: “KATOKEIN” artinya jemaat Pergamus tinggal di Pergamus secara tetap atau permanen, bukan sementara. Artinya jemaat Pergamus, bukan jemaat pendatang (nomaden), tetapi mereka lahir, besar, berkeluarga dan menetap di Pergamus, sebab mereka adalah penduduk asli atau asli sebagai orang Pergamus.
TENTANG IBLIS
Iblis juga tinggal atau ada di Pergamus secara menetap atau permanen yang ditulis dalam bahasa Yunani dengan kata KATOKEIN artinya, Iblis tinggal menetap secara permanen di Pergamus atau tidak berpindah-pindah, karena ada sasaran yang Iblis tuju saat Iblis diam permanen di Pergamus.
Nilai rohani apa yang kita bisa petik?
Sebagai pengikut Yesus, Tuhan ijinkan kita bertempat tinggal dan bekerja; berusaha di mana saja sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, Tuhan mau kita membuat Iblis tidak betah, sehingga Iblis lari karena kita. Artinya, jangan sampai populasi pengikut Yesus berkurang dan lemah, sedangkan pengikut Iblis makin kuat dan mendominasi tempat di mana kita berada. Justru sebaliknya karena orang – orang yang percaya yang membuat pengikut Yesus mendominasi dibandingkan pengikut Iblis, dan Yesus dimuliakan melalui orang – orang percaya yang hidup di kota tersebut.
Inilah yang terjadi di Pergamus!
Kota Pergamus yang tadinya dikuasai Iblis, sehingga disebut sebagai Takhta Iblis, dengan kehadiran jemaat Tuhan, populasi pengikut Iblis terus berkurang, sampai akhirnya Iblis hengkang karena populasinya berkurang.
IMAN JEMAAT PERGAMUS
Yesus memuji jemaat di Pergamus,
Wahyu 2:13 “Dan engkau berpegang pada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu”
Kalimat “Dan engkau berpegang pada Nama-Ku” artinya sama dengan: tidak menyangkal imanmu kepada-Ku (Tuhan)!” ini memiliki arti Jemaat di Pergamus dipuji imannya oleh Yesus karena jemaat di Pergamus: Imannya Tidak Mudah Goyah.
Pengikut Yesus di Pergamus adalah jemaat yang “SETIA.” Artinya, apapun yang terjadi dan apapun yang mereka alami dalam pengiringan mereka kepada Yesus, iman mereka tidak goyang atau bisa digeser dari Yesus. Mereka bukan hanya tidak mau pindah tempat atau KATOKEIN dari Pergamus, tapi mereka tidak mungkin akan bergeser atau pindah iman dari Yesus kepada yang lain.
DI MASA ANIAYA SEKALIPUN
Kesetiaan jemaat Pergamus kepada Yesus bukan hanya diperlihatkan pada saat aman, damai dan tanpa masalah. Jemaat Pergamus tetap setia dalam iman walau mereka dalam ancam dan dalam aniaya oleh para penyembah Iblis.
Wahyu 2:13
“…dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu…”
Apa maksud dari Nas ini?
KEKUASAAN GUBERNUR
Pada masa itu, gubernur yang berkuasa di Pergamus adalah gubernur yang punya hak untuk menghukum mati dengan istilah “IUS GLADI” yangartinya: Hak Menggunakan Pedang yaitu, menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang dianggap layak untuk dijatuhi hukuman mati.
Siapakah yang dimaksud Antipas di ayat ini?
Tidak ada penjelasan yang akurat tentang Antipas di ayat ini. Ada yang mengatakan bahwa Antipas adalah seorang: “Pelayan Tuhan.” Istilah pelayan Tuhan, memiliki arti yang luas, bisa disandang oleh: Rasul; Nabi; Pemberita Injil; Gembala dan Guru. Selain itu, gelar pelayan Tuhan, bisa juga disandang oleh anggota jemaat yang ambil bagian dalam melakukan pelayanan meja.
Tetapi gelar yang Yesus Ucapan bagi Antipas dalam Wahyu 2:13, adalah:
“Saksi-Ku Yang Setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu…”
Ucapan Yesus tentang Antipas di ayat ini merupakan penghargaan Yesus bagi Antipas atau jemaat dan para pelayan Tuhan yang setia dalam mengikut dan melayani Yesus hingga menyerahkan nyawanya bagi Yesus. Ini berarti Anak Tuhan itu, telah memberi secara totalitas pelayanan dan pengabdiannya dengan setia kepadaYesus, oleh karena Antipas telah meniru kesetiaan Yesus yang rela menderita dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia, Wahyu 1:5.
ANTIPAS – SYAHID KRISTUS
Sejarah menjelaskan cara yang dilakukan para penganiaya dalam menganiaya Antipas, sampai Antipas mati syahid mempertahankan iman dan pengabdian serta pelayanan Antipas kepada Tuhan Yesus. Antipas mengalami penderitaan perlahan-lahan karena siksaan namun ia tetap setia beriman kepada Yesus sampai mati. Inilah yang Tuhan inginkan dari kita agar memegang iman kita sampai akhir hidup kita, meskipun kita harus melewati siksaan. Tuhan memberkati.