Ibrani 1-3
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
1. Perkataan iman adalah dasar dari segala sesuatu, ay. 1.
Apa yang kita harapkan dan apa yang kita tidak lihat.
Contoh: Nabi Elia
1 Raja 18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: ”Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.”
Darimana Elia yakin akan hal ini? Baca ayat 1.
Mengapa masih perlu berdoa?
- Tuhan bekerja sama dengan manusia
Mat 16:19 “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
- 1 Tes 5:17 Tetaplah berdoa sampai sesuatu terjadi (PUSH = Pray until something happen)
- Mengapa Elia belum melihat kenyataan dari doanya?
Ada penguasa kerajaan angkasa/iblis dan setan-setan (Ef 6:12; 1 Pet 5:8)
Ada peperangan rohani
Daniel 10:12-13
Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku ; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia.
- Tuhan sudah menjawab doanya. Iblis menghalangi jawaban doa Daniel
- Peperangan di alam roh sudah dimenangkan oleh Yesus: Sudah selesai (Yoh 19:30)
- Berdoalah dalam Roh Kudus
- Tangkap FirmanNya -> dari alam spiritual ke alam natural
Yudas 1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
2. Perkataan iman telah teruji sepanjang zaman.
Ibrani 11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
Nenek moyang kita sudah membuktikannya.
Ibrani 11:7
Karena iman, maka Nuh – dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan – dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. Karena iman Abraham taat , ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
Lukas 1:45
Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
Allah mencari yang telah percaya (bukan baru percaya apalagi akan percaya). Tokoh-tokoh iman dilanjutkan oleh kita.
2 Kor 4:13
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
3. Perkataan iman berdasarkan pada Firman Allah
Untuk melihat yang terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat; untuk melihat harapan menjadi kenyataan.
- Allah penuh dengan iman yang sempurna, di hatiNya, di pikiranNya, dalam perkataanNya, dalam tindakanNya bahkan apa yang Dia ciptakan.
Mat 6:26
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Matius 6:28
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal.
- Manusia melebihi dari semua itu. Lalu mengapa kita kuatir? Sehingga timbul iri hati, persaingan, gengsi. Manusia bumi berkata-kata menggunakan bahasa bumi.
- Karena kurang percaya, tidak pernah baca Alkitab, merenung, tidak pernah mendapat pencerahan dari Roh Kudus sehingga tidak pernah bertindak dengan iman (lakukan bagian kita).
Jadikan Firman Tuhan sebagai perkataan imanmu untuk kita dapat melihat perkara-perkara yang ajaib terjadi bagi keluarga kita (terjadi dari apa yang tidak kita lihat). Tangkap firman Tuhan dalam rohmu dalam hatimu dan jadilah kenyataan.
Terima dengan iman, ucapkan. Keluarga apa yang anda ingin ciptakan? Ciptakan keluargamu dengan perkataan Firman, apa yang menjadi impianmu terjadi atas keluargamu. Apa yang terjadi di alam natural terjadi dulu di alam supranatural.