Ibrani 12:1
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”
PENDAHULUAN
Sebagai pengikut Yesus di dunia ini, kita seperti berada di arena pertandingan yang ditonton oleh begitu banyak pasang mata. Lalu apa yang apa yang harus kita lakukan?
Dalam kesempatan ini, saya Yos Minandar mau menceritakan pengalaman saya pada saat berjumpa dengan seorang anak Tuhan di sebuah pesawat dan mengajarkan saya untuk membuat Logo Kristen dalam hal ini adalah Logo GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia).
Melalui kisah ini kita menarik sebuah pembelajaran yaitu kita tidak harus menggunakan logo kristen secara fisik untuk diperlihatkan kepada semua orang yang kita jumpai, namun haruslah kita mengenakan Logo Rohani yaitu Kasih sehingga dengan begitu Kristus benar-benar dinyatakan dalam kehidupan kita.
KASIH PERSAUDARAAN-KARAKTER KRISTUS
Dari sini kita tahu Logo Kristen itu bukan simbol yang kita kenakan, tetapi perbuatan yang dapat dilihat semua orang lewat Kasih Persaudaraan atau Sifat-sifat Kristus yang terpancar dari perbuatan kita sebagai orang percaya/pengikut Yesus.
- Kasih Persaudaraan, itu tidak bersifat opsional yaitu boleh ada dan boleh tidak ada dalam diri kita.
- Tapi, Kasih Persaudaraan adalah mutlak, harus ada dan terpancar dari dalam hidup kita.
BERTUMBUH KE ARAH YESUS
Apa yang harus kita lakukan setelah kita mengikut Yesus (diselamatkan dalam Yesus)?
Efesus 4:15
“tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal kearah Dia, Kristus adalah Kepala.”
Kerohanian pengikut Yesus yang sejati, harus bertumbuh.
● Salah satunya adalah sifat atau karakter Kristus harus ada dan terpancar di dalam hidup kita sehari-hari, sifat Kristus itu ialah Kasih. Dan sebelum kita mencapai Kasih Agape (Kasih Kristus), kita harus terlebih dahulu memiliki kasih Philia yaitu kasih persaudaraan.
TINGKAT PERTUMBUHAN
Tentang tingkat pertumbuhan rohani pengikut Yesus, yang mutlak ada dan terpancar dalam hidup kita salah satunya adalah “Kasih Persaudaraan”. Hal ini dapat kita bahas kembali dalam 2 Petrus 1:5-7.
2 Petrus 1:5-7
“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara (Kasih Persaudaraan-Philia), dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang (Kasih Illahi-Agape).”

KALAU BERTUMBUH
Apa yang akan kita alami bila bangunan kerohanian kita bertumbuh sampai kita mencapai ”Kasih Persaudaraan”, apa lagi sampai puncaknya, yaitu: Kasih Agape.
2 Petrus 1:8
“Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Kalau karakter Kristus ada dalam diri kita, maka kita akan dibuatnya menjadi giat. Kata Giat artinya: Tidak malas dalam melakukan mulai dari perbuatan Kebajikan sampai Kasih Agape kepada semua orang.
PERUMPAMAAN 10 GADIS
Matius 25:1-13
Terjadi PEMISAHAN diantara 10 Gadis yang diutus menyambut mempelai laki-laki menjadi 5 Gadis Bijaksana – 5 Gadis Bodoh. Harus terjadi pemisahan di antara orang percaya, 1 Korintus 11:29.
- Lima Gadis Bijak gambaran Gereja Sempurna, yaitu Kristen yang bertumbuh dan melengkapi diri dengan sifat/karakter Yesus yang telah siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Sedangkan ….
- Lima Gadis Bodoh, gambaran Gereja Tidak Sempurna, yaitu orang Kristen yang tidak bertumbuh dan tidak melengkapi dirinya dengan sifat/karakter Yesus.
2 Petrus 1:9
“Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.”
Buta dan picik artinya: mandul atau tidak berbuah, sehingga ia dinyatakan sebagai orang yang ditolak Allah.
Matius 7:21
“Bukan setiap orang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,”
Matius 7:22
“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?”
Matius 7:23
“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
CONTOH
Bicara tentang pentingnya bertumbuh secara rohani dalam pengiringan kita, yaitu mencapai Kasih Agape dalam pengiringan kita. Maka kita harus alami dan praktekkan dalam kehidupan peningkatan rohani kita. Sebab tidak mungkin kita mencapai tingkat Kasih Agape yaitu Kasih Ilahi, kalau kita tidak pernah praktekkan Kasih Philia yaitu Kasih Persaudaraan. Demikian seterusnya yang dimulai dari yang paling dasar.
Dalam 1 Raja 3:16-28, diceritakan tentang dua orang perempuan sundal, yang masing-masing memiliki anak yang masih bayi. Uniknya, kedua wanita ini tinggal di dalam satu rumah mungkin mereka juga tinggal dalam satu kamar, satu tempat tidur. Dan kita melihat selanjutnya yaitu mengenai Ekspresi Kasih.
EKSPRESI KASIH
Ketika eksekusi dilakukan, maka terbuktilah mana wanita sebagai ibu yang sesungguhnya dari anak yang masih hidup itu.
● Dan ekspresi apakah yang terpancar dari ibu yang sebenarnya dari anak yang masih hidup itu? Jawabnya: “KASIH”
● Ibu yang empunya anak itu berkata…
1 Raja 3: 25, 26a
“Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia…”
Dasar/alasan wanita itu berkata demikian:
Sebab anak itu adalah benar-benar miliknya. Ibu mana yang TEGA membiarkan anaknya dibiarkan mati dibunuh dengan cara yang keji, dengan dibelah jadi dua bagian. Sebaliknya…
Wanita yang bukan ibu anak itu berkata:
1 Raja 3:26b
Tetapi yang lain itu berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!”
Wanita ini mengajukan usulan sadis dan keji, karena wanita itu bukan ibu anak itu, alasannya karena KASIH tidak ada dalam dirinya.
TINDAKAN SALOMO
Ketika Salomo mendengar ucapan dan melihat ekspresi ibu yang tidak ada KASIH terpancar dari wanita tersebut maka: Salomo memberikan anak yang hidup itu kepada ibu yang menyatakan dan mengekspresikan kasih, sebab ia adalah ibu yang sebenarnya.
Alkitab tidak menjelaskan, hukuman apa yang Salomo jatuhkan kepada wanita yang tidak memiliki atau tidak ada kasih dalam dirinya. Tetapi jawabnya ada dalam….
1 Yohanes 5:12
“Barangsiapa memiliki Anak (Yesus di dalam hatinya), ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak (Yesus di dalam hatinya), ia tidak memiliki hidup.”
PENGHAKIMAN RAJA DI ATAS SEGALA RAJA
Kita berdiri di depan Yesus, Raja Atas Segala Raja yang melebihi kebijakan raja Salomo.
Yesus, Hakim yang sanggup melihat hati kita dan dapat melihat apakah Kasih Persaudaraan itu ada dalam diri kita? Bila kasih Yesus (kasih Agape) ada dalam diri kita, kasih itu akan terekspresi lewat Kasih Persaudaraan diantara saudara kita. Bahkan, kalau kasih Agape ada dalam diri kita, kita sanggup mengasihi orang yang memusuhi kita.
Saat ini, Yesus Kristus Sang Kasih, yang kita rayakan Kasih-Nya, lewat Perjamuan Tuhan, ada di tengah-tengah kita. Tuhan Yesus yang memampukan kita untuk mencapai tingkat pertumbuhan iman kita.
Amen.