Mazmur 83:18,19
“Biarlah mereka mendapat malu dan terkejut selama-lamanya; biarlah mereka tersipu-sipu, dan binasa, supa-ya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama: “TUHAN, Yang Maha Tinggi atas seluruh bumi.”
PENDAHULUAN
Mazmur 83 adalah nyanyian dan permohonan atau doa Asaf, agar “Tuhan tidak membiarkan orang fasik melawan Allah dan umat-Nya.”
Kalau Tuhan bertindak, mereka akan tahu yang patut disembah itu bukan dewa-dewa (illah), tetapi yang patut disembah oleh seluruh umat manusia ialah: “Jehova, Allah Yang Mahatinggi.”
DUA KALI DALAM ALKITAB
Dua kali dicatat dalam Alkitab bahwa Roh Kudus adalah: Allah Yang Mahatinggi atau “EL-ELYON”.
1. Mazmur 18:14 “Maka Tuhan mengguntur di langit, Yang Maha Tinggi memperdengarkan suara-Nya.”
Roh Kudus adalah Allah Yang Mahatinggi atau “El-Elyon” yaitu Allah Roh Kudus, yang begitu rindu memperdengarkan suara-Nya.
Yohanes 14:26
“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam Nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Roh Kudus, memperdengarkan suara-Nya di dalam batin kita untuk mengajar, mengingatkan kita akan firman Tuhan, agar kita tidak dihukum bersama-sama dengan orang berdosa.
Lukas 10:21a “Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus…”
Kata “bergembiralah” dalam Bahasa Yunani: AGALLIAO.
- Exceeding joy – Sukacita yang melimpah- limpah atau meluap-luap dengan sukacita.
- Rejoice greatly – Sukacita yang besar.
Ini terjadi karena Yesus taat kepada pimpinan Roh Kudus, untuk memberitakan Injil, walaupun ditolak, Lukas 10:13-16.
Sebaliknya kalau kita melawan suara Roh Kudus, apalagi menghujat Roh Kudus, kita akan binasa, karena tidak ada pengampunan lagi bagi orang yang melawan Roh Kudus, Lukas 12:10.
Lukas 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun ke atasmu dan Kuasa Allah Yang Mahatinggi (El-Elyon) akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
Roh Kudus, tidak hanya mengajar dan mengingatkan dalam batin Maria dan dalam batin kita, agar kita tidak berbuat dosa. Roh Kudus (El-Elyon) ingin menaungi Maria dan kita juga agar kita terhindar dari semua malapetaka yang terjadi di akhir zaman.
MARIA
Ketika Maria menerima kasih karunia Allah, Maria siap menerima semua konsekuensi yang harus Maria alami yaitu hinaan dan cacian; tuntutan Taurat; ancaman iblis.
ROH KUDUS MENAUNGI MARIA
Roh Kudus, yaitu Allah Yang Mahatinggi, Allah El-Elyon yang telah menaungi Maria di awal zaman, sehingga Maria diluputkan dari semua bentuk hinaan dan berbagai tipu daya Iblis yang ditujukan kepada Maria di awal zaman. Dan secara perspektif, hal ini merupakan gambaran bagi kita sebagai Orang Percaya di akhir zaman menjelang kedatangan Yesus kedua kali.
Di akhir zaman, iblis akan menyerang orang kudus, Wahyu 13:7.
Senjata pamungkas iblis:
- Wahyu 13:13,14, mujizat dahsyat.
- Wahyu 13:17, menguasai: ekonomi, keuangan dan perdagangan.
- Wahyu 13:10, penganiayaan.
Tetapi, orang percaya yang hidup dalam naungan Roh Kudus, Allah Yang Maha-Tinggi, (El-Elyon), akan diluputkan dari:
Wahyu 12:6
“Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya dipelihara disitu seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.”
Wahyu 12:14
“Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tem-pat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.”
Seperti Maria dan Yusuf yang dinaungi oleh kuasa Roh Kudus, Allah Yang Mahatinggi yaitu“El-Elyon” sehingga luput diri dari ancaman Herodes, yang merupakan analogi Antikristus di akhir zaman. Demikian pula gereja, yaitu orang-orang percaya di akhir zaman yang hidupnya dinaungi oleh Roh Kudus, Allah Yang Mahatinggi yaitu “El-Elyon” akan diluputkan dari masa aniaya besar yang diadakan oleh iblis dan kuasa Antikristus.
NAMA EL-ELYON
Berulang kali Allah menampakkan diri kepada Abraham. Pertama kali Allah menampakkan diri kepada Abraham dengan memperkenalkan diri sebagai El-Elyon (Allah Yang Maha Tinggi), adalah dalam:
Kejadian 14:18 “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Maha Tinggi.”
Setelah Abraham mengalahkan raja-raja di wilayah timur, (Sodom-Gomora), lalu imam Melkisedek datang dan melayani Abraham dengan Perjamuan Suci. Adapun tujuan kedatangan imam Melkisedek kepada Abraham adalah untuk meyakinkan Abraham bahwa Allah yang disembah oleh Abraham adalah “Allah Yang Maha Tinggi” yaitu: “Allah El-Elyon.”
Siapa Imam Melkisedek? Ibrani 7:1-3.
Membaca gelar yang disandang Imam Melkisedek:
Raja Salem; Raja Damai Sejahtera; Tidak Berbapa; Tidak Beribu; Tidak Bersilsilah; Harinya Tidak Berawal dan Hidupnya Tidak Berkesudahan; bergelar Anak Allah menjadi Imam Sampai Selama-lamanya…
Maka Melkisedek adalah Tuhan Yesus Kristus, yaitu: “Imam Besar Perjanjian Baru.”
Kejadian 14:18
Imam Melkisedek memberi roti dan anggur (Perjamuan Suci) kepada Abraham, hal ini merupakan nubuatan pelayanan keselamatan yang Yesus kerjakan di atas kayu salib bagi seluruh umat manusia.
Setelah Perjamuan Suci:
Kejadian 14:19
“Lalu ia (imam Melkisedek) memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,”
BERKAT EL-ELYON
(ALLAH YANG MAHATINGGI)
Sumber berkat itu, bukan hanya datang dari Allah Bapa dan Allah Putra (Yesus), tapi juga datang dari Allah Roh Kudus yaitu Allah Yang Maha Tinggi; yaitu: Allah – ”El-Elyon.” Bila kita ingin diberkati dengan berkat-berkat yang Abraham terima maka kita harus melakukan yang sama seperti yang Abraham lakukan, yaitu:
- Menghormati Allah Yang Mahatinggi, yaitu sebagai: Allah El-Elyon, Kejadian 14:18.
- Menerima Perjamuan Suci, Kejadian 14:18; (I Korintus 11:23-26).
- Mengembalikan milik Tuhan (Persepuluhan), Kejadian 14:20; Maleakhi 3:10-12.
- Hidup sesuai Firman Tuhan (Kristianos), Kejadian 14:23.
TIDAK MENINGGIKAN TUHAN
Bagaimana kalau ada orang yang hidupnya tidak memuliakan atau tidak meninggikan Allah Bapa, Allah Putra (Yesus) dan Allah Roh Kudus?
Yes. 14:12-15 Lucifer menolak untuk meninggikan Allah, sebaliknya Iblis menyombongkan dirinya dan ingin disembah sebagai Allah.
Orang yang tidak meninggikan dan memuliakan Bapa, Putra dan Roh Kudus, orang tersebut akan dikuasai oleh roh Lucifer (Iblis) dan Antikristus.