Lukas 11:9-13
Ay.9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Ay.10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Ay.11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Ay.12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Ay.13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
TENTANG PENULIS – LUKAS
* Seorang tabib dan rekan sekerja Paulus. Kolose 4: 14 “Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.”
Lukas berprofesi sebagai seorang tabib atau dokter. Selain seorang pekerja dia juga dikenal sebagai rekan sekerja Rasul Paulus yang sangat paham apa yang dibutuhkan oleh tubuh: tubuh perlu pangan atau makanan yang bernutrisi , sandang atau pakaian yang kita pakai dan papan untuk kita tinggal dengan aman dan nyaman.
* Seorang hamba Tuhan yang setia. 2Tim 4:10-11a “Karena Demas telah mencintai dunia dan meninggalkan aku… Hanya Lukas yang tinggal dengan aku…”
Lukas juga dikenal sebagai hamba Tuhan, murid Yesus yang setia, yang tahu persis medan pelayanan sehingga bisa saja seorang menjadi lemah, mundur, kecewa dan seperti Demas yang kembali kepada dunia sehingga ia tahu persis apa yang diperlukan oleh seorang hamba Tuhan, pelayan Tuhan, orang percaya.
Sebagai seorang yang bekerja maupun sebagai seorang pelayan atau hamba Tuhan sering kali dalam doa, kita datang kepada Tuhan dengan membawa daftar kebutuhan: kebutuhan ekonomi, kesehatan, pekerjaan, keluarga. Dan itu tidak salah. Tetapi melalui perkataan Yesus dalam Lukas 11, Lukas arahkan pada satu hal yang lebih dalam: bukan hanya apa yang kita butuhkan, tetapi siapa yang kita butuhkan.
Dalam Lukas 11 Yesus didalam berdoa menegaskan: Bapa di sorga bukan hanya memberi berkat yaitu kebutuhan setiap kebutuhan yang kita perlukan tetapi memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.
Apapun yang kita sedang pergumulkan, kita diajak untuk datang kepada Bapa bahkan bukan hanya apa yang kita butuhkan tetapi siapa yang kita butuhkan?
Lukas menulis Injil Lukas yang di dalamnya memperkenalkan Yesus sebagai Anak Manusia (Jurus’lamat bagi semua) sedangkan Kisah Para Rasul, Lukas mengisahkan bagaimana karya Roh Kudus di dalam pelayanan rasul-rasul, kehidupan orang percaya. Jadi saya memberi kesimpulan bahwa Yesus datang memberi jawaban atas setiap kebutuhan kita terutama keselamatan bahkan sebagai orang yang sudah percaya yang sudah menerima Tuhan sebagai Jurus’lamat. Kita tidak dapat menjalani kehidupan dengan kekuatan kita tetapi kita perlu Roh Kudus yang adalah pribadi Allah untuk menolong kehidupan kita.
Dan berikut tentang Roh kudus
1. Roh Kudus adalah kebutuhan bukan pelengkap
Ay.13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Allah adalah Bapa yang tahu memberi yang baik bagi kita dan Bapa juga tahu memberi yang terbaik yang kita butuhkan bagi orang percaya yaitu Roh Kudus.
Roh Kudus adalah pribadi Allah yang diberikan untuk menolong kita hidup di dunia ini. Jadi Roh Kudus bukan pelengkap hidup Kristen, Roh Kudus adalah inti hidup Kristen itu sendiri. Tanpa Roh Kudus: kita bisa beragama tetapi tidak hidup dalam kuasa Tuhan, dengan Roh Kudus: hidup kita berubah, kita dipimpin, kita menjadi berkat.
Baptisan Roh Kudus
Baptisan Roh Kudus adalah pengalaman yang terjadi satu kali dalam hidup orang percaya, seperti baptisan air. Kita cukup dibaptis sekali untuk seumur hidup (kecuali baptisannya tidak sesuai Alkitab, baptisan itu harus diulang lagi). Demikian halnya dengan baptisan Roh Kudus. Kita hanya menerima sekali baptisan Roh Kudus.
Kisah Rasul 2:1-4 – 120 Murid dipenuhi oleh Roh Kudus
Ayat 1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Ayat 2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
Ayat 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Ayat 4.Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Ketika hari Pentakosta tiba, para rasul dan murid dibaptis dengan Roh Kudus. Inilah saat pertama kali mereka dipenuhi Roh Kudus. Tetapi setelah mereka melayani dan bersaksi dengan berani maka mereka menghadapi tantangan dimana Petrus dan Yohanes ditangkap, diperhadapkan dengan Mahkama Agama.
Dipenuhi Roh kudus
Kisah Rasul 4:23-24,31– Murid-murid kembali dipenuhi
Ayat 23. Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
Ayat 24. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
Ayat 31. Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Ketika mereka dilepaskan, mereka berkumpul dengan saudara-saudara yang lain dalam satu tempat dan murid-murid kembali dipenuhi dengan Roh Kudus. Jadi di hari Pentakosta mereka dibaptis oleh Roh Kudus, kemudian mereka selalu dipenuhi Roh Kudus.
Kata yang dipakai sama (“dipenuhi”) tetapi konteksnya berbeda:
- Kisah 2 → awal / pencurahan pertama (Pentakosta)
- Kisah 4 → pengulangan / kepenuhan ulang untuk kebutuhan saat itu
Murid-murid sudah mengalami baptisan Roh Kudus (Kisah 2), mereka sudah melayani, menghadapi tekanan. Lalu mereka dipenuhi lagi dengan Roh Kudus. Artinya bukan baptisan ulang, tetapi kepenuhan yang diperbarui. Artinya dipenuhi Roh Kudus adalah suatu kebutuhan setiap hari dalam hidup kita seperti kita membutuhkan air. Kita harus selalu dipenuhi dengan Roh Kudus.
Dari sini kita menarik kesimpulan bahwa, Roh Kudus adalah kebutuhan bukan tambahan. Semua orang percaya membutuhkan Roh Kudus. Kebutuhan dipenuhi Roh Kudus digambarkan seperti air dalam kehidupan rumah tangga kita, untuk mandi, mencuci, masak bahkan minum. Ketika air di rumah berkurang atau habis maka kita akan berusaha mendapatkan air. Demikian halnya dengan diri kita. Jadilah orang percaya yang selalu memerlukan Roh kudus.
NASIHAT RASUL PAULUS KEPADA JEMAAT EFESUS.
Kisah Rasul 19:1-6.
Ayat 1 Ketika Apolosmasih di Korintus,Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Ayat 2 Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus,ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”
Ayat 3. Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.”
Ayat 4. Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”
Ayat 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Ayat 6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
Jemaat Efesus
- Belum mengenal Roh Kudus
- Dibaptis kembali didalam nama Yesus Kristus
- Dibaptis dan dipenuhi Roh Kudus
Efesus 5:18 “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”
Jemaat Efesus sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, tetapi Paulus ingin agar jemaat Efesus untuk tetap penuh dengan Roh Kudus. Jemaat Efesus dianjurkan oleh rasul Paulus agar jangan mabuk oleh anggur tetapi penuh dengan Roh.
Mungkin saja kita tidak mabuk oleh anggur tetapi kita mabuk kekayaan, keinginan harta dunia ini, keinginan hawa nafsu akan kedudukan, dan keinginan nafsu daging, dan lain-lain sehingga ini yang terus kita cari, kejar bahkan rela berusaha mendapatkan perkara-perkara ini.
Dipimpin Roh kudus
Banyak orang Kristen sudah dipenuhi Roh Kudus tetapi tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Akibatnya, hidup mereka tidak menjadi berkat tetapi menjadi batu sandungan bagi orang lain. Di gereja mereka berdoa dengan bahasa Roh (ber-glosolali), tetapi di rumah mereka hidup dalam hawa nafsu dan kedagingan. Dipenuhi Roh Kudus harus disertai penyerahan total kepada pimpinan dan kehendak Roh Kudus.
Dipimpin Roh kudus
• Roma 8:14 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”
Tanda kita sebagai anak Tuhan adalah hidup yang mau diarahkan oleh Roh Kudus, bukan oleh keinginan sendiri.
• Galatia 5:16 “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Dipimpin Roh Kudus membuat kita menang atas dosa dan keinginan daging.
• Galatia 5:25 “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”
Bukan hanya percaya, tapi juga setiap langkah hidup harus mengikuti tuntunan Roh.
• Yohanes 16:13“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran…”
Roh Kudus menuntun kita memahami kehendak Tuhan dan kebenaran firman.
Jadi gereja harus terus dipenuhi oleh Roh Kudus. Ketika kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus maka kemuliaan Roh Kudus terpancar dalam kehidupan orang percaya sehingga orang melihat kemuliaan Allah dalam diri kita sehingga mereka memuliakan nama Allah.
2. Roh Kudus diberikan bagi orang percaya
Yohanes 7:37-38
Yohanes 7:37 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaanitu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
Ay.38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”
Ay.39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
- Dekat dengan sumbernya
Dalam perikop ini, Yesus mengajarkan bagaimana kita datang kepada Tuhan, yaitu dengan memanggil Dia: “Bapa.”
Lukas 11:2
“Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.”
Panggilan “Bapa” bukan sekadar kata, tetapi berbicara tentang hubungan. Hubungan yang dekat, intim, seperti seorang anak dengan ayahnya. Seorang anak: tidak takut datang kepada bapanya, tidak ragu meminta, merasa aman di dekatnya. Demikian juga seharusnya hubungan kita dengan Tuhan.
Dalam pasal 11 ini kita melihat tentang Bapa:
- Dia Bapa yang mempunyai segalanya – kekudusan dan kerajaan-Nya, ay.2
- Dia Bapa yang mencukupkan segala yang kita perlu dan butuhkan, ay.3
- Dia Bapa yang mau mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita, ay. 4
- Bapa kita lebih baik dari pada bapa kita di bumi, ay.11
- Dia Bapa tahu untuk memberi yang terbaik buat anak-anak-Nya, ay.13
Jika saudara rindu dipenuhi Roh Kudus, maka langkah pertama yang harus dibangun adalah hubungan yang dekat dengan Bapa.
Hubungan ini bukan sekadar formalitas rohani, tetapi hubungan yang hidup, seperti seorang anak yang dekat dengan bapanya: mengenal suara-Nya, merasa aman di hadirat-Nya, dan rindu selalu berada dekat dengan-Nya.
Alkitab menjelaskan kedekatan kita dengan sumber seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.
Pohon itu tidak perlu berjuang mencari air, karena akarnya sudah melekat pada sumber. Demikian juga dengan kita. Manusia tidak hanya memiliki kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan jiwa dan roh.
Dan kebutuhan ini hanya bisa dipenuhi ketika kita melekat kepada Sumber, yaitu Tuhan sendiri.
Bapa adalah sumber segalanya dan di dalam Yesus kita memperolehnya. Saya percaya jika kita tidak melekat kepada-Nya, maka yang terjadi adalah: kekeringan rohani, kehilangan kekuatan dan hidup yang tidak berbuah. Pohon yang berada di tepi aliran air adalah gambaran orang percaya yang hidup dekat dengan Tuhan.
Ia tetap kuat, tetap hijau, tetap berbuah, bahkan di tengah musim kering. Mengapa? Karena ia terus menyerap kehidupan dari sumbernya.
- Demikian juga orang yang dekat dengan Bapa: ia memiliki kekuatan saat lemah, ia tetap teguh dalam tekanan, ia tidak mudah goyah oleh keadaan. Bukan karena ia kuat,
tetapi karena ia terhubung dengan Sumber yang benar.
Seberapa dekat saudara dengan Bapa? Jangan sampai kita:
- dekat secara fisik (datang ke gereja)
- tetapi jauh secara hati
Kita bisa hadir dalam ibadah, tetapi pikiran kita di tempat lain, hati kita jauh dari Tuhan, dan hubungan kita dengan Bapa menjadi dingin. Dunia ini akan semakin gersang, tekanan akan semakin besar, tantangan akan semakin nyata. Karena itu, satu-satunya jalan untuk mengalami Roh Kudus adalah: tinggal dekat dengan Bapa sebagai sumber. Roh Kudus diberikan bagi orang yang percaya kepada Yesus maka kita akan melihat bagaimana Lukas menjelaskan bagaimana untuk kita dibaptis, dipenuhi oleh Roh Kudus.
- Ia mengundang kita untuk berdoa
Untuk meminta apa yang kita butuhkan kepada-Nya maka 3 kali Yesus mengundang kita untuk berdoa, Ia memerintahkan agar kita berdoa.
Perhatikan.
Ayat 7-8:“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Pengulangan tersebut jelas dimaksudkan untuk menyatakan, “Tuhan serius dengan hal ini.” Tuhan ingin kita melakukan hal ini. Dibutuhkan ketekunan, kesungguhan, keseriusan kita saat kita meminta apa yang kita butuhkan.
Mintalah kepada Bapamu apa yang kamu butuhkan. Carilah Bapamu agar mendapat pertolongan yang kamu butuhkan. Ketoklah pintu rumah Bapamu, maka Ia akan membukakan pintu dan memberi kepadamu apa yang kamu butuhkan. Mintalah, carilah, ketoklah.
Roh Kudus merupakan Janji Bapa.
Kisah para rasul 1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku.
Kisah para Rasul 1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”
Inilah Janji Bapa yang diperlukan dan dibutuhkan oleh gereja akhir zaman, lebih dari kebutuhan jasmani karena Roh Kudus itu adalah Pribadi Allah yang :
- Menolong kita untuk kita bertumbuh dewasa, kuat dalam segala keadaan.
- Menghibur kita dalam segala duka dan air mata kita.
- Menginsfakan dunia akan dosa.
- Memimpin kita kepada kebenaran.
- Memberi kuasa untu bersaksi.
- Memberi karunia dan buah.
- Memberi jaminan.
- Memberi kehidupan.
- Memampukan kita mematikan keinginan daging.
Itu sebabnya berdoa berdoa dan berdoa, mintalah, carilah dan ketuklah.
Ada 7 janji yang di katakan dalam ayat 7-8
1. Mintalah, akan diberikan kepadamu;
2. Carilah, kamu akan mendapat;
3. Ketoklah, pintu akan dibukakan bagimu.
4. Karena setiap orang yang meminta, menerima
5. Setiap orang yang mencari, mendapat
6. setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Kemudian pada akhir ayat 11b
7. “Apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Roh Kudus adalah kebutuhan bukan pelengkap dan diberikan bagi orang percaya kepada Yesus yang memiliki kerinduan untuk terhubung dekat kepada Bapa dan mau bersungguh-sungguh didalam doa. Milikilah kerinduan untuk datang kepada BAPA. Berdoalah kepada-Nya. Tidaklah sia-sia jika saudara berdoa. Allah tidak sedang mempermainkan kita. Ia menjawab. Ia mengaruniakan hal-hal yang baik ketika kita berdoa. Milikilah kerinduan. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, berdoalah dengan tekun. Tuhan Yesus memberkati.