SAAT ROH KUDUS DICURAHKAN – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2 – Minggu, 1 Juni 2025)

Kisah Para Rasul 2:14–21

Pendahuluan
Bayangkan sejenak suasana Yerusalem pada hari itu. Ribuan orang dari berbagai penjuru berkumpul untuk merayakan Hari Raya Pentakosta—hari syukur atas panen pertama, hari yang dipenuhi tradisi dan ibadah. Tapi tahun itu berbeda. Tiba-tiba terdengar suara seperti tiupan angin keras. Api turun, dan para murid Yesus—yang dulunya penuh ketakutan—sekarang dipenuhi kuasa. Mereka berbicara dalam berbagai bahasa, memberitakan karya besar Allah. Orang-orang tercengang. Ada yang heran, ada yang bingung, ada pula yang mengejek, “Ah, mereka mabuk anggur!” Namun di tengah keramaian dan kebingungan itu, berdirilah Petrus—yang dulunya menyangkal Yesus tiga kali—dan kini dengan penuh keberanian ia berbicara. Inilah khotbah publik pertamanya, dan ini bukan sembarang pidato. Ini adalah pewartaan pertama dalam sejarah Gereja, dan dimulainya era baru: zaman pencurahan Roh Kudus atas semua orang.

Dalam pimpinan Roh kudus, Petrus sampaikan suatu kebenaran bahwa peristiwa pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta bukanlah hal yang aneh atau mabuk anggur tetapi penggenapan nubuat yang sudah disampaikan oleh Nabi Yoel ratusan tahun sebelumnya sehingga menjadi pemahaman buat kita bahwa saat Roh Kudus dicurahkan:

1. Allah menggenapi janji-Nya (Ay. 16-17a)
16. tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel
17. Akan terjadi pada hari-hari terakhir -demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia;

Seharusnya bagi orang-orang yang tahu akan kitab para nabi memahami bahwa peristiwa ini yaitu peristiwa Pentakosta (turunnya Roh Kudus) bukan sesuatu yang mengejutkan atau aneh, tetapi merupakan penggenapan dari nubuat Nabi Yoel (Yoel 2:28–32).

Makna Penggenapan Ini
Tuhan Setia terhadap Janji-Nya
•          Janji Allah tidak pernah gagal—apa yang difirmankan-Nya selalu terjadi pada waktu-Nya.
•          Janji yang dibuat ratusan tahun sebelumnya digenapi tepat seperti yang dikatakan.
Bilangan 23:19 — “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya?”

Murid-murid menanti Roh Kudus dalam doa dan persekutuan. Mereka tidak pasif. Begitu juga kita, saat menantikan penggenapan janji Tuhan:
•          Tetap berdoa,
•          Tetap melayani,
•          Tetap hidup dalam ketaatan.

Jangan Ragukan Janji Tuhan
Terkadang kita menunggu lama seperti para murid, mereka menunggu 10 hari setelah Yesus naik ke surga. Tapi janji-Nya tergenapi tepat pada waktunya.

Mungkin kita juga sedang menantikan:
•          Pemulihan keluarga
•          Kesembuhan
•          Terobosan keuangan
•          Atau jawaban atas doa-doa kita.
Ingat: jika Allah sudah berjanji, Dia pasti menepatinya.

2. Roh Kudus diberikan kepada semua orang percaya (ay. 17b-18)
17. Akan terjadi pada hari-hari terakhir – demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
18. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

Ini adalah revolusi rohani— telah terjadi perubahan besar dalam cara Allah berinteraksi dengan manusia, terbuka bagi semua orang percaya melalui karya Roh Kudus. Tidak lagi terbatas hanya kepada nabi, imam, atau raja, tapi kepada setiap orang yang percaya.  Tidak terbatas akan usia dan tidak terbatas akan status baik hamba maupun tuan. Dikatakan “ke atas semua manusia”: anakmu laki-laki dan perempuan, tua-muda, laki-laki-perempuan, hamba-tuan. Semua orang bisa menerima karunia dan berbicara kepada Allah.

“Anak-anakmu yang laki-laki dan perempuan akan bernubuat”
•          Ini berarti bahwa karunia Roh Kudus seperti bernubuat—yaitu kemampuan menyampaikan firman Tuhan atau wahyu dari Allah—tidak lagi terbatas pada nabi tertentu, tapi bisa diberikan kepada:
– Anak-anak muda,
– Laki-laki dan perempuan,
– Orang biasa, bukan hanya pemimpin rohani.
Roh Kudus mempersamakan semua orang dalam pelayanan dan kuasa, tanpa membedakan gender atau usia. Dalam Kristus, semua dipanggil dan dapat dipakai untuk menyampaikan kehendak Tuhan.

“Teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan”
•          “Teruna” artinya anak muda atau remaja.
•          Penglihatan (visi) adalah bentuk wahyu yang diberikan Tuhan secara supranatural, seringkali sebagai petunjuk, dorongan, atau nubuat.
Allah akan memakai generasi muda, memberi mereka visi dan arah dari Tuhan. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda tidak disisihkan dari pekerjaan Tuhan, melainkan diberi peran penting.

Ini menjadi dorongan bagi gereja agar:
•          Membina, mendukung, dan membimbing generasi muda,
•          Karena mereka juga dapat mengalami Roh Kudus secara nyata.

“Orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi”
•          Di masa Alkitab, mimpi adalah salah satu sarana komunikasi Allah (seperti pada Yusuf, Daniel).
•          Di sini, orang tua pun tetap relevan dalam rencana Allah—mereka dapat menerima pemahaman akan firman Tuhan, bimbingan ilahi, dan pengarahan untuk masa depan.
Allah tidak membatasi pekerjaan-Nya hanya bagi yang muda atau kuat. Bahkan orang yang sudah lanjut usia tetap:
– Bisa dipakai Tuhan,
– Menjadi pendoa,
– Menjadi pembimbing iman bagi generasi berikutnya.

“ Hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan”
Kata “hamba-hamba-Ku” menunjukkan kepemilikan Tuhan. Mereka disebut “hamba-hamba-Ku” — artinya:
– Mereka milik Tuhan,
– Mereka melayani Tuhan, bukan hanya tuan manusia,
– Mereka dipandang berharga di mata Allah.

1 Korintus 12:7-10
7.Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Terbuka dan hauslah akan kehadiran Roh Kudus dalam hidupmu, sebab itu bukan hanya untuk segelintir orang, tapi untuk semua orang percaya.

3. Tanda akhir zaman 19-20
19. Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.  20. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.

Pencurahan Roh Kudus bukan hanya tentang berkat dan penggenapan janji Bapa tapi juga bagian dari rencana besar Tuhan tentang akhiri zaman ini.

Tanda-tanda yang dinubuatkan itu adalah peringatan serius agar kita:
•          Bertobat, Percaya kepada Kristus, dan hidup dalam kekudusan sambil menantikan kedatangan-Nya yang mulia.
•          Keadaan akhir zaman yang menyadarkan kita pentingnya keselamatan dan pemeliharaan Roh Kudus.

“Mujizat-mujizat di langit atas dan tanda-tanda di bumi bawah”
Ini melambangkan gejala-gejala besar dan luar biasa yang akan terjadi menjelang hari Tuhan.
Bisa berupa tanda-tanda alam (bencana, perubahan kosmik), peristiwa supranatural, sebagai peringatan atau konfirmasi dari Allah.

“Darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap”
•          Ini melukiskan kesusahan, peperangan, dan penghakiman.
•          Bahasa ini apokaliptik (bergaya nubuat akhir zaman) — menunjukkan masa kesesakan besar.

“Matahari menjadi gelap dan bulan menjadi darah”
•          Ini adalah simbol kehancuran, ketakutan, dan akhir zaman universal.
•          Digunakan juga dalam:
– Matius 24:29, Yesus berbicara tentang akhir zaman.
– Wahyu 6:12-17, menggambarkan hari murka Anak Domba.

•          “Bulan menjadi darah” : tampak merah seperti darah (fenomena gerhana), simbol ketakutan dan peringatan akan penghakiman.

4. Yesus adalah kunci penggenapan
Ay.21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
•          Keselamatan terbuka bagi yang berseru kepada Yesus
Yohanes 14:6  Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan  dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kisah para rasul 2:32-36
32. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
33. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
34. Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
35. Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.

•          Janji pencurahan Roh Kudus baru digenapi didalam Yesus
Ini menegaskan bahwa hanya Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dan melalui-Nya, janji Roh Kudus diberikan kepada kita. Yesus adalah kunci penggenapan itu.

Yohanes 16:7 — “…jika Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
Matius 3:11
“Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepas kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”

Kesimpulan
Berserulah kepada Tuhan dan percayalah bahwa Tuhan akan menggenapi janji-Nya dalam hidup saudara  maka ia akan menyelamatkan kita.

Arsip Catatan Khotbah