Roma 6:11 (TB)
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Bukan sekadar tahu tetapi melihat hidup dengan cara yang baru.
I. Tergantung bagaimana kita memandangnya
Bayangkan seseorang yang sedang memakai kacamata yang kotor. Dunia terlihat buram, kusam, bahkan menakutkan. Tapi begitu kacamatanya dibersihkan, tiba-tiba semuanya berubah. Masalahnya bukan dunia yang berubah tetapi cara pandangnya yang diubahkan.
Demikian juga hidup kita. Sebelum mengenal salib, kita melihat hidup dengan cara dunia:
- hidup untuk diri sendiri
- menganggap dosa adalah kenikmatan
- takut akan masa depan
Tetapi ketika kita melihat kepada SALIB KRISTUS, segalanya berubah. Salib bukan hanya mengubah tujuan hidup tetapi cara kita memandang hidup itu sendiri.
II. Apa saja pengaruh kematian Yesus bagi orang yang percaya kepada-Nya.
Ini tradisi iman Kristen, karya Tuhan melalui salib merupakan inti dari keselamatan. Bagi orang percaya, salib adalah momen di mana Allah sendiri, dalam pribadi Yesus Kristus, menanggung hukuman dosa manusia untuk memulihkan hubungan yang terputus antara Allah dan umat-Nya.
Berikut adalah beberapa makna mendalam yang dikerjakan Tuhan lewat salib:
1. Kematian terhadap Kuasa Dosa
Salib bukan hanya mengampuni dosa di masa lalu, tetapi juga mematahkan kuasa dosa dalam kehidupan orang percaya. Manusia lama (sifat berdosa) turut disalibkan bersama Kristus, sehingga mereka hidup dalam kemenangan atas dosa.
“Kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Roma 6:6)
2. Pendamaian (Rekonsiliasi)
Salib adalah jembatan yang menghancurkan permusuhan antara manusia yang berdosa dan Allah yang kudus. Melalui kematian Kristus, dosa-dosa orang percaya ditanggung, sehingga mereka dibenarkan dan diterima kembali sebagai anak-anak Allah.
“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka…” (2 Korintus 5:19)
3. Penebusan dan Pengampunan Dosa
Salib melambangkan harga yang dibayar untuk membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Darah Yesus yang tercurah menjadi kurban yang sempurna, memberikan pengampunan total bagi orang percaya.
“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia… bukan dengan barang yang fana, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus.” (1 Petrus 1:18-19)
4. Pembenaran oleh Iman
Di kayu salib, kebenaran Allah diperhitungkan kepada orang percaya. Mereka tidak lagi dihukum berdasarkan usaha sendiri, tetapi dinyatakan benar di hadapan Allah karena iman kepada Yesus.
“Sebab Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Korintus 5:21)
5. Teladan Kasih dan Kerendahan Hati
Salib adalah puncak pernyataan kasih Allah yang tanpa syarat. Bagi orang percaya, salib menjadi standar hidup untuk mengasihi sesama, mengampuni, dan hidup dalam kerendahan hati seperti Kristus.
“Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8)
6. Jaminan Hidup Kekal
Kematian Kristus di salib membuka jalan menuju hidup kekal. Kebangkitan-Nya menjadi bukti bahwa salib bukanlah akhir, melainkan pintu masuk kepada kehidupan baru yang tidak binasa.
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23)
7. Kesembuhan dan Pemulihan
Secara rohani dan seringkali secara jasmani, salib adalah dasar bagi kesembuhan. Dalam Perjanjian Baru, penderitaan Kristus dipandang sebagai jalan bagi pemulihan total manusia.
“Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Petrus 2:24)
Singkatnya, bagi orang percaya, salib adalah titik di mana keadilan dan kasih Allah bertemu. Bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi realitas rohani yang terus mengubah hidup: dari hukuman menuju pengampunan, dari perbudakan menuju kemerdekaan sejati, dan dari kematian menuju hidup kekal bersama Allah.
- Kematian Yesus bukan hanya menyelesaikan hukuman dosa tetapi juga mematahkan kuasa dosa! Inilah yang ditekankan dalam Roma 6. Dosa tidak lagi berkuasa atas kita.
- Kita tidak lagi budak dosa, kita sekarang punya pilihan untuk hidup benar.
Roma 6:11 (Tb) bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
– Sebelum Salib: hidup bagi diri sendiri ⟶ dosa dan keinginannya.
– Sesudah Salib: hidup bagi Allah ⟶ kembali kepada Pemilik yang sah.
Melalui kematian Yesus di salib: “aku diampuni, aku dibenarkan, aku dibebaskan, aku hidup baru, dan aku menang di dalam Kristus!”
Salib bukan hanya untuk dikagumi. Salib harus mengubah cara kita melihat hidup. Jika salib tidak mengubah cara pandang kita, maka kita hanya melihatnya tapi tidak mengalaminya.
Hari ini Tuhan memanggil: Ubah cara pandangmu!
– Lihat hidup dari perspektif salib!
– Karena orang yang melihat salib dengan benar, tidak akan hidup dengan cara yang sama lagi.