Institusi yang pertama kali dibentuk oleh Allah, atas inisiatif Allah, adalah Institusi Pernikahan. Namun fondasi yang pertama yang diberikan pada manusia bukan pernikahan tapi kepribadian yang ‘Single’, Utuh, Lengkap, Komplit (100%) → Seorang diri (Kualitas diri kita) → seperti Adam sendirian (sebelum diberi Hawa). Itu sebabnya orang yang akan masuk dalam institusi pernikahan, harus terlebih dahulu menjadi pribadi yang single, utuh, lengkap dan komplit (Seorang diri).
Adam sudah berbahagia bersama dengan Allah tanpa harus ada Hawa sebagai penolongnya. Bagi yang belum menikah, bangun pribadimu, Fokus untuk menjadi single. Yang sudah menikah, tetap menjaga kesinglean hidup, puas dengan Yesus, sehingga tidak menuntut pasangan.
Jangan mencari kebahagiaan dalam pernikahan. Pernikahan itu bukan tempatnya. Pernikahan adalah tempatnya diproses untuk mencapai kedewasaan kita. Di tempat tersebut, kita tidak bisa lari dari proses yang harus kita jalani. Istri, Tuhan pakai untuk memproses suami dan sebaliknya suami dipakai untuk memproses istri. Kalau kita lari dari proses, kita kalah selamanya. Divorce artinya dibatalkan, harus dipatahkan dalam nama Yesus.
Orang yang punya kualitas diri ‘single’ barulah ‘siap’ menikah. Yesus contoh pribadi yang single. Dia sudah berbahagia dan dapat menggenapi seluruh rencana Allah tanpa harus menikah. Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus memilih untuk tidak menikah.
Kalau single sudah berbahagia, mengapa harus menikah? (Dikutip dari Singleness Jeffry Rachmat)
- Untuk memenuhi mandat ilahi (Prokreasi) yaitu beranak cucu dan bertambah banyak.
Kej 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kej 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak;
- Kasih tidak dapat berdiri sendiri
Efe 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.
- Pengembangan Karakter juga tidak bisa dilakukan seorang diri
Ams 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Itu sebabnya Allah peduli tentang pernikahan kita (Keluarga). Ia menunjukkannya melalui mujizat yang pertama yang dibuatnya di Galilea yaitu perjamuan kawin di Kana.
Yoh 2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
- Kemungkinan masih kerabat keluarga dengan Maria ibu Yesus, Ibu Yesus ada di sana untuk membantu – tapi tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul.
Masalah apa di Perjamuan Kawin Kana?
Yoh 2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”
- Ini problem utama mereka – Kehabisan menu utama. Tentunya hal yang sangat memalukan bagi mereka. Dan hal ini terjadi di awal pernikahan mereka.
Masalah yang sering timbul di awal pernikahan?
1. Masalah yang tidak diinginkan.
Married by Accident. Dampak psikologis: konflik, stress tambahan, rasa benci kepada pasangannya, ketakutan-ketakutan yang harus dihadapi, perasaan malu, keluarga malu, dan sebagainya.
2. Kurangnya Pengenalan terhadap Pasangan.
Mengenal karakter (perbedaan pria dan wanita), temperamen, bahasa Kasih (Love language) yang dimiliki pasangannya.
3. Banyak pasangan tidak mempersiapkan diri terhadap masalah yang dapat timbul pada pernikahan itu sendiri.
Banyak pasangan yang hanya perhatian akan pesta pernikahan tapi tidak kepada pernikahan itu sendiri yang akan berlangsung selamanya. Masalah seringkali datang tanpa diundang (masalah kehabisan anggur – yang diundang 2 orang, yang datang sekampung).
Pelajaran pranikah itu penting sekali, bahkan justru hal inilah yang penting dipersiapkan waktu baru berpacaran. Memperlengkapi diri dengan tools (peralatan-peralatan yang berguna bagi pemecahan masalah yang dapat timbul). Beda pendapat tidak dapat dihindari dalam pernikahan. Pertengkaran pasti sering terjadi. Bertengkar masih wajar terjadi tapi yang tidak wajar adalah kepada siapa anda ‘curhat.’ Misalnya mantan pacar yang jelas-jelas masih menaruh perhatian. Ada satu dosa yang tidak ada satupun orang di dunia ini kebal yaitu dosa perzinahan.
1Kr 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
- Hati-hati, siapa yang kau undang masuk ketika ada masalah. Kalau sudah terlanjur, bagaimana? Butuh mujizat dalam pernikahanmu.
Kita melihat bagaimana kepedulian Yesus pada pernikahan di Kana.
Yoh 2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
- Pastikan Anda mengundang Yesus, sediakan tempat khusus dalam pernikahanmu. Dia pembuat mukjizat dan keajaiban.
Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
- Datang kepada-Nya, ceritakan masalahmu. Nantikan dengan penuh kesabaran → Dia akan bertindak
Yoh 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
- Dibutuhkan ketaatan yang penuh untuk menerima pertolongan-Nya. Datanglah dengan kerendahan hati → Minta maaf ataupun Mengampuni. Meskipun nampak mustahil, lakukan saja. Ada bagian Tuhan ada bagian kita, maka mukjizat terjadi.
Yoh 2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yoh 2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
- Ketaatan butuh kepercayaan di dalam hatimu. Mukjizat itu mulainya dari DALAM HATI KITA – Damai akan mengalir keluar.
Yoh 2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya.
Yoh 2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki,
Yoh 2:10 dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”
- Mukjizat terjadi karena ada orang yang mau percaya dan ketaatan TOTAL. Cinta mula-mula dapat bertahan sampai akhir. Beri ruang kepada Yesus untuk berkarya dalam pernikahanmu.
Yoh 2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.