Keluaran 14:17
“Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.”
PENDAHULUAN
ZAMAN PERJANJIAN LAMA
Di zaman Perjanjian Lama, Allah menyatakan Shekinah-Nya (Kemuliaan-Nya) dengan tujuan agar semua bangsa mengenal Allah yang benar, yaitu Allah yang disembah umat Israel.
Perhatikan!
Allah Menyatakan Kemuliaan-Nya
Karena bangsa Israel adalah bangsa yang percaya dan menyembah Allah, maka Allah menyatakan kemuliaan-Nya kepada Israel. Tetapi sebaliknya, karena Firaun dan bangsa Mesir tidak percaya dan tidak menyembah Allah yang benar, maka Firaun dan bangsa Mesir dihukum dan dibinasakan oleh Allah.
ZAMAN PERJANJIAN BARU
Di zaman Perjanjian Baru, Allah menyatakan Shekinah/Kemuliaan-Nya dalam hidup orang percaya, yang hidupnya sesuai dan selaras dengan Firman Allah. Selain itu, hidup kita harus menjadi kehidupan yang dipenuhi dan dipimpin oleh kuasa Roh Kudus.
TENTANG KEPENUHAN ROH KUDUS
Ada kecenderungan setelah kita merayakan Paskah, Kenaikan Yesus, dan Pentakosta, ada jemaat yang tidak terlalu antusias lagi dengan peranan Roh Kudus. Ada jemaat yang cenderung menjadikan Roh Kudus sama seperti hari-hari biasa yang telah berlalu (jadi ritual seperti umat Israel).
DIBAHARUI OLEH ROH KUDUS
Kepenuhan atau Baptisan Roh Kudus adalah pengalaman yang terjadi satu kali dalam hidup orang yang percaya kepada Yesus. Tetapi pengalaman dipenuhi dengan Roh Kudus harus terus menjadi pengalaman hidup sehari-hari orang percaya.
CONTOH
Kisah Para Rasul 2:1-4
Inilah kali pertama para rasul dan murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus. Tetapi:
Kisah Para Rasul 4:31
Siapakah yang dipenuhi dengan Roh Kudus di ayat ini? Mereka tidak lain adalah para rasul dan para murid, Kisah Para Rasul 4:23-24.
NASIHAT KEPADA JEMAAT EFESUS
Efesus 5:18
“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”
Rasul Paulus menasihati jemaat di Efesus agar menjadi jemaat yang: “senantiasa dipenuhi dengan Roh Kudus.”
APAKAH JEMAAT EFESUS ADALAH JEMAAT YANG SUDAH DIPENUHI ROH KUDUS?
Kisah Para Rasul 19:6, 7, 10
Jemaat Efesus adalah jemaat yang sudah dipenuhi Roh Kudus. Tetapi Rasul Paulus tetap menasihati jemaat di Efesus agar menjadi jemaat yang tetap atau terus dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus. Mengapa?
KALAU KITA TERUS DIPENUHI ROH KUDUS
1. Kita akan menjadi jemaat yang senantiasa membangun hubungan dengan Yesus
Mazmur 1:3
“Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
Adalah jemaat yang diberkati:
- Jasmani
- Rohani
- Kuat imannya
- Tumbuh dan berbuah lebat
- Dipenuhi Roh Kudus
Membangun hubungan yang baik dan intim dengan Tuhan Yesus, seperti sebuah pohon yang ditanam di tepi sungai.
Pohon: Orang percaya
Sungai: Yesus (Pembaptis Roh Kudus)
2. Janji-Nya bila kita haus akan Firman Tuhan
Yohanes 4:14
“Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
Bila kita beribadah dengan rasa haus dan menyambut Firman Tuhan dengan sepenuh hati serta penuh antusias, maka Yesus akan menaruh dalam hati kita mata air, yaitu kuasa Roh Kudus. Mata air itu akan terus-menerus memancar dan tidak akan pernah menjadi kering atau hampa untuk selama-lamanya.
Contoh:
Kisah Para Rasul 10:44
“Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.”
Kornelius dan keluarganya mendengar dan menyambut Firman Allah dari Rasul Petrus dengan rasa haus dan lapar.
3. Pujian dan penyembahan
Pujian dan penyembahan adalah salah satu cara Allah untuk memenuhi kita secara terus-menerus dengan Roh Kudus-Nya.
1 Korintus 10:4
Allah memberi minum bangsa Israel di padang gurun dari batu yang menyertai mereka. Tetapi pada kesempatan lain, Allah membuat cara yang berbeda dalam memberi air kepada bangsa Israel.
Bilangan 21:16-17
“Dari sana mereka ke Beer. Inilah sumur di mana Tuhan berfirman kepada Musa: ‘Kumpulkanlah bangsa itu, maka Aku akan memberikan air kepada mereka.’ Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: ‘Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan.’”
Tuhan memberi air kepada umat Israel dengan cara yang ajaib:
Mereka disuruh menyanyi.
Gereja adalah Israel rohani yang sedang mengembara di dunia. Kita membutuhkan Roh Kudus yang memberi kesegaran, ketenangan, dan sukacita yang tidak diberikan oleh dunia ini. Caranya:
Mulailah memuji dan menyembah Yesus, sebab Dia adalah:
- Sumber sukacita
- Sumber ketenangan
- Sumber kedamaian
Maka Yesus akan memenuhi kita dengan kuasa Roh Kudus-Nya bila kita memuji dan menyembah-Nya dengan sungguh-sungguh.
4. Membuang sumbatan
Ada jemaat yang sudah percaya, memuji dan menyembah Tuhan, serta mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Tetapi mengapa ada di antara mereka yang belum mengalami atau dipenuhi dengan Roh Kudus? Mungkin ada sesuatu yang menyumbat atau menghalangi mata air Roh Kudus sehingga Roh Kudus tidak dapat memancar di hati kita.
Harus Digali
Kita harus menggali dan membuang semua sumbatan dari hati kita agar Roh Kudus dapat bebas memancar di dalam hati kita.
Kejadian 26:15
“Segala sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.”
Siapa yang menyumbat sumur itu? Orang filistin. Filistin melambangkan:
- Roh iblis
- Roh dunia (Galatia 5:19-21)
Bilangan 21:17-18
“Pada waktu itu orang Israel menyanyikan nyanyian ini: ‘Berbual-buallah, hai sumur! Mari kita bernyanyi-nyanyi berbalas-balasan karena sumur yang digali oleh raja-raja, yang dikorek oleh kaum bangsawan dengan tongkat-tongkat kerajaan, dengan tongkat-tongkat mereka.”
Siapakah Raja Yang Dimaksud?
Tidak lain adalah kita sebagai orang percaya.
1 Petrus 2:9
“Bangsa yang terpilih, imamat yang rajani.”
Caranya: dikorek dengan tongkat kerajaan. Yesus sudah memberi otoritas kepada kita untuk membuang semua penyumbat, yaitu dosa.
5. Membangun Jiwa
Tindakan kelima yang harus kita lakukan apabila kita ingin Roh Kudus terus memenuhi hidup kita adalah membangun jiwa kita.
Perhatikan eksposisi kalimat demi kalimat dari Efesus 5:18-19.
Ayat 18b
Kita dianjurkan untuk penuh dengan Roh Kudus.
Ayat 19
“Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
Pada poin nomor 3 telah dijelaskan bahwa salah satu cara untuk terus dipenuhi Roh Kudus adalah memuji dan menyembah Tuhan. Tetapi bila kita ingin terus dipenuhi Roh Kudus, kita dianjurkan untuk berkata seorang kepada yang lain. Bila kita dapat berkata kepada orang lain, berarti kita juga dapat berkata kepada diri sendiri.
Contoh: Mazmur 42–43
Mazmur ini ditulis oleh bani Korah, tetapi menurut komentar Brian Bailey, mazmur ini dinyanyikan ketika Daud melarikan diri dari Absalom, anaknya, yang melakukan kudeta terhadapnya. Bila Daud melawan, ia harus berperang dengan darah dagingnya sendiri. Rakyat Israel akan menjadi korban, baik yang memihak Daud maupun yang memihak Absalom.
Mazmur 43:5
Karena itu Daud menjadi sangat tertekan.
“Tertekan” (cast down)
Seperti seekor domba yang jatuh terlentang dan tidak dapat bangkit untuk menolong dirinya sendiri sampai akhirnya lemas dan mati.
Berkata-kata Kepada Diri Sendiri
Pada saat tertekan, Daud sadar dan berkata kepada jiwanya: “Daud, mengapa kamu membiarkan jiwamu tertekan (cast down)? Berharaplah kepada Tuhan!”
Dan Roh Allah membangkitkan Daud untuk tetap tegar dan memperoleh kemenangan.