Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
- Firman Tuhan datang di Taman Eden sebelum kejatuhan manusia dalam dosa.
Apakah Adam tidak bahagia? Ada Tuhan yang bersamanya.
Adam sebenarnya “Single.” Ini berbeda dengan “Alone.” Single” disini artinya utuh, komplit, whole (penuh), independent (mandiri). Adam bukanlah pribadi yang merasa dirinya sendirian, kesepian. Adam sudah berbahagia dengan Tuhan (Taman Eden artinya kesenangan). Dia dapatkan semua yang dia butuhkan dari Tuhan.
- Tidak baik, kalau hidup seorang diri saja atau sendirian (semua Tuhan ciptakan baik bahkan sungguh amat baik). Bahkan dalam kesempurnaan, kesendirian tetap tidak baik! Mengapa?
– Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, yang berinteraksi dan berelasi, bergaul, membentuk komunitas.
– Tidak bisa beranak cucu → tidak terbentuk komunitas
Jangan bayangkan ini hanya soal perkawinan. Ini soal eksistensi manusia. Tuhan sedang berkata: “Kamu tidak dirancang untuk hidup sendirian tanpa komunitas. Jika kamu mengasingkan diri, kamu sedang melawan rancangan dasar ciptaan-Tuhan.”
– Tidak punya penolong yang sepadan → berelasi → (Teman → Isteri)
– Tidak bisa mengasihi (Allah adalah Kasih) → Berinteraksi. Ekspresi kasih adalah memberi
Bayangkan: Jika di Taman Eden yang sempurna saja kesendirian dinilai tidak baik, apa jadinya di dunia yang sudah rusak ini? Kesendirian di dunia berdosa bukan hanya tidak baik—itu bisa membunuh iman, karakter, dan panggilanmu.
Setelah “Kejatuhan” Tuhan tetap memakai keadaan ini untuk mengasah atau memproses masing-masing pribadi untuk bertumbuh menjadi dewasa.
– Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Amsal 27:6, Kolose 3:13
– Tujuannya untuk menjadi serupa dengan Gambar Yesus.
Rom 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
- Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.
Tuhan akan memakai komunitas yang sepadan (satu hati, satu jiwa, satu tujuan) menolong saudara.
PENOLONG YANG SEPADAN
Tuhan tidak berhenti pada peringatan. Dia langsung memberi solusi: “Aku akan menjadikan penolong baginya.” Kata “penolong” dalam bahasa Ibrani (‘ezer) sering dipakai untuk Tuhan sendiri (Mazmur 121:1-2).
- Bisa suami istri: fondasinya “Singleness”, Laki-laki dan Perempuan
- Bisa dikaitkan juga dengan komunitas atau persekutuan di mana kita ada di dalamnya.
- Persekutuan atau Komunitas harus sepadan: singleness, utuh, penuh, komplit.
- Tidak saling memanfaatkan untuk keuntungan pribadi (sebagai Tubuh Kristus), tapi untuk saling melayani ,1 Petrus 4:10.
Seekor domba, tidak diserang saat dia di tengah kawanan tapi saat dia mulai menjauh, saat dia mulai merasa “aku bisa sendiri.”Di situlah serigala menunggu.
KUASA KOMUNITAS
Komunitas bukan sekadar berkumpul. Komunitas adalah tempat: imanmu dijaga, hidupmu dikoreksi, panggilanmu diteguhkan.
Dalam komunitas: saat kamu lemah, ada yang menguatkan; saat kamu jatuh, ada yang mengangkat; saat kamu tersesat, ada yang menarik kembali.