TOTALITAS KASIH DARI ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 24 Desember 2023)

Matius 2:1-12 (Baca ayat 10-11)
“Ketika mereka melihat Bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”

PENDAHULUAN
Totalitas kasih Allah kepada umat seluruh umat manusia di dunia ini, telah diwujud nyatakan Allah dengan cara Allah yang suci, kudus dan mulia yang duduk di atas takhta-Nya di Sorga. Tapi Allah yang suci, kudus dan mulia itu, Allah rela menjelma menjadi manusia, agar manusia dilepaskan dari api neraka yang kekal. dan, totalitas kasih Allah kepada manusia ini, telah Allah tuliskan di dalam satu ayat yang sangat terkenal yaitu: Yohanes 3:16 yang berkata: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tungggal, supaya setiap orang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” 

Adapun totalitas kasih Allah yang Allah wujudkan, tidak hanya sebatas: Allah bersedia menjelma menjadi manusia dengan cara lahir di Betlehem. Tetapi, dari Betlehem, Yesus telah selesaikan karya penyelamatan itu secara totalitas dan tuntas, di mana Yesus membayar hutang dosa kita dengan cara mati di atas kayu salib di Golgotha.

Ibrani 9:28 dikatakan:“Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” 

ORANG-ORANG MAJUS
Kalau kita pelajari beberapa tokoh-tokoh kelahiran Yesus, salah satu tokoh yang menarik untuk kita pelajari adalah para Majus, Matius 2:1-12. (Yaitu Majus dari Timur. Di mana para penafsir meyakini bahwa orang Majus ini berasal dari wilayah Mesopotamia).

Bahkan, kalau kita pelajari bagaimana: iman, pengiringan, kesetiaan, korban, pengabdian dan penyembahan para Majus kepada Tuhan Yesus Kristus, maka kita dapat simpulkan bahwa mereka adalah gambaran dari Gereja Sempurna

Totalitas iman, pengiringan, kesetiaan, korban, pengabdian dan penye-mbahan para Majus adalah gambaran: 
– Totalitas iman, pengiringan, kesetiaan, korban, pengabdian dan penyembahan Gereja Sempurna yang akan diluputkan Tuhan dari sasaran sang penguasa dunia di akhir zaman yaitu sang Antikristus. 

TENTANG ORANG MAJUS
Yang pertama yang kita akan lihat dari cara hidup para Majus, ialah dari: 
Matius 2:1,2 dikatakan“Sesudah Yesus dilahirkan di Bethlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat Bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Setibanya para Majus di Yerusalem, mereka langsung bertanya kepada orang-orang di Yerusalem: “Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat Bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Setibanya para Majus di Yerusalem, mereka tidak bertanya hal-hal lain kepada penduduk Yerusalem, tapi mereka langsung bertanya tentang: Yesus, Raja yang baru dilahirkan itu. Dari pertanyaan para Majus ini, bisa disimpulkan bahwa ada rasa haus dan lapar yang begitu kuat di hati para Majus untuk bisa sesegera mungkin berjumpa dangan sang Firman yaitu pribadi Tuhan Yesus. 

Sebab itu, setelah Herodes tahu lewat imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat bahwa Yesus lahir di Betlehem. Tanpa menunda-nunda lagi, para Majus langsung pergi ke Betlehem untuk menyatakan kerinduan mereka yaitu: Menyembah dan Mempersembahkan korban mereka kepada Yesus. 

Dalam Matius 2:11 dikatakan,“Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Mere-ka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur

Ketika para Majus melihat Yesus, mereka tidak dapat berlama-lama lagi, tapi mereka langsung sujud menyembah Yesus! Dari apa yang diperbuat oleh orang Majus ini, kita bisa belajar tentang betapa pentingnya Penyembahan dan pernyataan kita kepada Yesus bahwa Yesus adalah Juru Selamat; Tuhan; Raja dan Penguasa baik di bumi dan di Sorga, harus benar-benar jadi ekspresi dan gaya hidupkita. 

Saya berharap Ibadah Natal ini, membuat totalitas penyembahan dan ibadah kita di tahun 2024, semakin menyenangkan hati Yesus.

ARTI TIGA MACAM PERSEMBAHAN PARA MAJUS
EMAS
Arti Emas yang dipersembahkan para Majus kepada Yesus mengandung arti: Pengakuan para Majus bahwa Yesus adalah Raja
Emas adalah benda mulia yang pada saat itu tidak sembarang orang bisa memiliki emas. Jadi kalau para Majus itu mempersembahkan emas bagi Yesus, mereka tidak hanya mengakui adalah raja di dunia ini, tapi mereka mengakui bahwa Yesus adalah Raja di atas segala raja dan Penguasa atas segala penguasa di bumi dan di sorga. Sebab itu bukalah hati Saudara dan tempatkanlah Yesus di tempat yang paling termulia di dalam hati dan hidup kita.

KEMENYAN
Persembahan berupa kemenyan adalah pengakuan bahwa: Yesus adalah Imam Agung kita. Tanpa pengorbanan Yesus bagi kita di atas kayu salib, tidak mungkin kita bisa masuk atau berada ke dalam Kerajaan Sorga.

Dalam zaman Torat, kemenyan adalah salah satu elemen yang dipakai dalam penyembahan. Artinya kalau kita tidak menyembah Allah karena alasan tidak bisa apalagi tidak mau menyembah Allah. Maka kita bukan saja orang yang tidak totalitas dalam pengiringan kita kepada Yesus, tapi kita adalah orang yang tidak tahu menghargai Yesus yang sudah menyelamatkan kita. Itu sebabnya, kemenyan dibakar dan asapnya menyebar ke sekeliling mezbah ialah gambaran Yesus yang kita puji dan muliakan itu makin diagungkan oleh penyembahan kita kepada Tuhan.

MUR
Dimasa Perjanjian Lama, Mur adalah cairan untuk membalsem jenazah.
Arti rohani persembahan Mur ialah suatu pengakuan kita bahwa: Kristus Adalah Sebagai Korban Bagi Kita. Sekilas, rasanya kurang tepat bila saat Yesus lahir, para Majus justru mempersembahan Mur bagi Yesus. Tetapi inilah iman para Majus yang mempersiapkan hatinya bagi Yesus karena Yesus datang untuk jadi penebus bagi mereka. Artinya: Inilah bentuk pengakuan para Majus bahwa Yesus harus mati, sebab tanpa kematian Yesus semua umat manusia akan binasa dalam dosa mereka. Amen!

Persembahan mur itu mendapat konfirmasi melalui pernyataan Hana dan Simeon pada waktu Yesus berumur 8 hari dan diserahkan di Bait Allah untuk disunat. Lukas 2:35 mencatat tentang hal ini dalam kalimat: “Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya nyata pikiran dan hati banyak orang”.

Totalitas iman, kesetiaan, penyembahan, korban dalam pengiringan

PENYEMBAHAN DAN KORBAN
Dari sikap dan reaksi para Majus yang langsung ke Betlehem untuk menyembah dan mempersembahkan korban kepada Yesus, dapat kita simpulkan bahwa para Majus adalah tipikal pengikut Yesus yang benar-benar totalitas dalam kasih, korban dan penyembahan mereka kepada Tuhan Yesus Kristus.

Serta ketaatan para Majus, sehingga para Majus luputkan dari incaran sang penguasa saat itu, yaitu raja Herodes sebagai gambaran penguasa dunia di akhir zaman, yaitu Antikristus, yaitu:

Kalau kita ingin diluputkan dari Antikristus, penguasa akhir zaman seperti para Majus diluputkan dari incaran raja Herodes. 

  • Tidak ada cara yang harus kita lakukan yaitu tirulah: totalitas iman, kesetiaan, penyembahan, korban dan pengiringan serta ketaatan kita kepada Tuhan Yesus Kristus.

Herodes
Jika para gembala dan orang-orang majus siap menyambut kelahiran Yesus dengan sukacita, maka keadaan yang bertolak belakang justru terjadi dalam kehidupan tokoh yang ketiga ini yaitu Herodes. Ia tidak siap menyambut kelahiran Yesus. Ia bahkan menyambut kelahiran Yesus dengan ketakutan. Ia takut tersaingi dengan lahirnya Yesus ini. Ia berpikir bahwa posisinya sudah terancam. Itu sebabnya ia menyambut Yesus dengan ketakutan dan bahkan mengeluarkan peraturan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang berumur dua tahun ke bawah.

Mungkin ada yang berpikir, mengapa Herodes tidak melihat bintang yang dilihat orang Majus itu? Mengapa ia tidak mendengar berita Natal dari para malaikat? Seharusnya ia bisa melihat dan mendengar hal itu, tetapi ia tidak mempunyai mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar.

Herodes adalah gambaran orang-orang yang menyambut Natal dengan kesedihan dan ketakutan. Gambaran orang-orang yang tidak merasakan sukacita Natal. Barangkali yang ada di pikirannya adalah: kalau sudah musim Natal, itu artinya sebentar lagi ada banyak pengeluaran untuk Natal. Belum lagi kalau yang pengusaha memikirkan bagaimana ia harus mengeluarkan dana ekstra untuk THR para karyawan dan relasinya.

Penutup
Dari ketiga sikap hati dalam menyambut Natal ini, mari kita koreksi diri, ada di pihak mana kita? Apakah seperti para gembala yang menyambut Natal dengan sukacita dan ketaatan untuk memenuhi panggilan Tuhan? Apakah seperti Orang-orang Majus yang dengan hati tulus datang kepada Tuhan Yesus bahkan memberikan persembahan yang terbaik bagiNya? Ataukah justru seperti Herodes yang dengan pesimis, penuh dengan ketakutan dalam menyambut Natal? Tuhan ingin mengubah semua Herodes menjadi seperti para gembala dan orang Majus.

Arsip Catatan Khotbah