TUHAN SUMBER KEHIDUPAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – 13 Februari 2022)

Mazmur. 127 : 1-2. “ Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya, jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.”

Pendahuluan
Ada tiga hal besar yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya :
1. Ayat. 1a – Kebutuhan rumah tinggal.
2. Ayat. 1b –  Kebutuhan keamanan.
3. Ayat. 2   –  Rejeki – kebutuhan pangan.

I. MEMBANGUN RUMAH
Mazmur. 127 :1a. – “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”
Manusia dengan kemampuannya, dapat membangun rumah dengan mewah secara fisik, tetapi, Tuhan membangun apa yang tidak mampu dibangun manusia di dalam rumahnya, yaitu : Ketentraman, Apalah gunanya rumah mewah dengan segala fasilitas yang canggih, namun di dalamnya tidak ada kesejahteraan bagi penhuninya ? Manusia dengan segala kemampuannya tidak akan mampu membangun atau membuat suasana damai sejahtera jikalau bukan Tuhan yang mengerjakannya.

Hal lain yang tidak mampu dibangun oleh manusia adalah, kediaman/rumah yang kekal. Yoh.14:2. – “ Di rumah bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidal demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. “  Kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal ternyata sampai kepada kekekalan. Tetapi manusia hanya sanggup membangun tempat tinggal atau kediaman hanya di bumi ini saja, tetapi tidak pada rumah yang kekal. Kepada kita yang percaya dan menjadi milik Tuhan oleh penebusan darah-Nya, Tuhanlah yang akan membangun bagi kita rumah kekal di Surga.

II. MENGUSAHAKAN KEAMANAN
Mazmur 127:1b – “Jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Manusia juga mempunyai kemampuan untuk membangun situasi yang aman, dengan membangun tembok, pintu yang kuat, sewa penjaga, pengawal, tetapi tetap tidak ada jaminan aman, karena di dunia ini sesungguhnya tidak ada tempat yang aman, jikalau bukan Tuhan yang melindunguinya. Raja Daud memberi kesaksian betapa ia memerlukan Tuhan untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman.

Mazmur 62:1b – “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.”
Kita tahu bahwa Daud selain seorang pahlawan yang gagah perkasa, ia juga dikelilingi oleh para pendekar dan para panglima yang gagah perkasa kemanapun ia pergi. Para lawannya akan gentar jika berhadapan dengan satu saja pahlawan Daud, namun demikian Daud merasa belum aman dan nyaman jika bukan Tuhan yang dekat dan melindunginya.

III.  MEMPEROLEH REJEKI – PANGAN
Mazmur 127:2 – “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang di cintai-Nya pada waktu malam.”

Ayat ini jangan sampai disalah artikan, karena ayat tidak bermaksud mendukung orang yang malas kerja hanya, duduk saja menantikan berkat atau rejeki dari Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang tidak mau kerja tidak layak untuk makan. 1 Tesalonika.3:10.  Pemazmur mengingatkan kepada kita bahwa tanpa Tuhan, sehebat apapun, sepandai apapun dalam kita mencari rejeki, tanpa campur tangan Tuhan usaha kita akan sia-sia jika Tuhan tidak berkenan memberikan kita rejeki. Dialah pengendali kehidupan ini, Ia berkuasa untuk menentukan apa yang harus dan layak manusia dapatkan dari usahanya. Jadi manusia dapat berusaha benar, tetapi Tuhan jualah yang menentukannya. 

Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. “  
Tidak ada sesuatupun yang bukan dari Tuhan, semua dari Tuhan, oleh Tuhan, kepada Tuhan dan Kembali kepada Tuhan dengan tujuan bagi kemuliaan Tuhan.

KUNCI MENDAPATKAN BERKAT
Dari semua bahasan ini, sebenarnya apa yang menjadi kunci untuk mendapatkan jaminan dari Tuhan ?
Mazmur 127:2 – “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah, sebab Ia memberikannya kepada yang di cintai-Nya pada waktu malam.”

Perhatikan pada kalimat “Ia memberikannya kepada yang di cintai-Nya.” Inilah yang menjadi kunci untuk mendapatkan berkat dari Tuhan, yaitu : Menjadi orang yang dicintai Tuhan. Kepada orang yang Tuhan cintailah, akan diberikan ketiga hal seperti pada ayat pokok yang dibahas, yaitu :

  • Rumah kediaman yang penuh dengan ketentraman.
  • Keamanan dalam perlindungan-Nya.
  • Pemeliharaan rejeki – pangan.

Menjadi orang yang dicintai adalah dambaan setiap manusia, dan untuk menjadi orang yang dicintai Tuhan ia harus menerima kasih Tuhan, lewat karya penebusan-Nya di kayu Salib. Hanya orang yang percaya dan mengasihi Tuhanlah yang menjadi kekasih-kekasih Tuhan yang dicintai-Nya.  Hal terkuat yang diinginkan Tuhan dari orang yang dicintai-Nya adalah hidup dalam kebenaran..  3 Yohanes. 1:4. “ Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”  Hidup dalam kebenaran inilah yang menjadi kunci pembuka berkat Tuhan, seperti juga dikatakan dalam,  Amsal. 3:33 – “ Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.”

DIAKHIR HAYAT
Bagaimana akhir hidup orang-orang yang dicintai Tuhan di bumi ini ?
Mazmur 116:15 – “ Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.”  
Bagi semua orang percaya yang dicintai Tuhan, matinyapun berharga bagi-Nya, baik hiup maupun matinya orang yang dicinta Tuhan sangat berharga bagi-Nya.

PERENUNGAN
Bagaimana posisi kita dihadapan Tuhan sebagai sumber kehidupan saat ini, Sebagai orang yang dicintaikah ? Atau malah menjadi seteru Allah? Ini yang harus menjadi bahan koreksi dalam hidup kita, menjadi perhatian penting untuk terus diperjuangkan. Jika ada dosa segeralah bertobat, jika ada kelalaian segeralah kembali berkomitmen, jangan sampai kita berubah status dari kekasih Tuhan menjadi musuh dari sumber dari kehidupan ini.

Arsip Catatan Khotbah