Yohanes 18:1-11
PENDAHULUAN
Sebelum Yesus disalib, mati, dikubur, bangkit dan naik ke sorga, Yesus telah sampaikan kepada murid-murid-Nya tujuan Yesus naik ke sorga.
1). Yohanes 14:2 untuk menyediakan tempat bagi kita di sorga.
2).Yohanes 14:16 untuk meminta kepada Bapa: Seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kudus.
PENTINGNYA PENOLONG
Mungkin ada di antara saudara bertanya: sejauh mana pentingnya Penolong, yaitu Roh Kudus yang disebut juga dengan sebutan: Roh Kebenaran atau Roh Penghibur, bagi kita sebagai para pengikut Yesus di akhir zaman?
Yohanes 18:1-11
Yudas dan orang-orang yang mencari dan ingin menangkap Yesus bertikai dengan Petrus di sebuah taman yang bernama: Getsemani.
Yohanes 18:10 “Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
Yohanes 18:11 Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?”
Dalam Bahasa TIPOLOGIS
Pedang adalah HAK atau KUASA dan atau OTORITAS.
Roma 13:4 “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.”
Untuk gunakan pedang atau sarungkan pedang, semuanya ada di tangan kita.
- Apakah kita menggunakan pedang itu dengan cara sembrono.
- Menggunakannya dengan cara bijaksana dan dengan cara yang efektif.
- Pilihan ada di tangan kita.
TEGURAN YESUS
Secara khusus Yesus tegur Petrus. Tetapi sebenarnya yang Yesus tegur bukan hanya Petrus, tapi semua orang yang ada di taman Getsemani, termasuk Yudas. Kalau sekarang ayat ini diangkat, teguran yang sama juga untuk kita semua. Kita sering bertindak semberono seperti Petrus yang tidak bijaksana dalam menggunakan pedang sehingga tak sedikit orang jadi korban dan terbunuh jiwanya.
ROH PENOLONG (ROH KUDUS)
Sebab itu, Yesus harus naik ke sorga agar Roh Kudus (Penolong) itu diutus dan menyertai kita.
PERHATIKAN DOA PAULUS
Filipi 1:9-11 “Dan inilah doaku: Semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat MEMILIH APA YANG BAIK, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.”
Firman Allah memberi contoh betapa penting kita dipenuhi Roh Kudus yaitu Roh Penolong, sehingga kita dapat memilih apa yang baik dan benar sehingga kita menjadi “Pengikut Yesus Yang Murni dan Sejati” di hadapan Yesus .Setiap orang berhak untuk:menilai; menghakimi dan membalas. Tetapi, ingat nasihat Yesus dalam:
Lukas 6:37
“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.”
Roma 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis:“Pembalasan itu adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”
1 Samuel 26:1-25 Saul berfikir jelek kepada Daud dan memilihmemakai haknya (pedangnya) untuk membunuh Daud.
Dalam 1 Samuel 26:7 Daud dan Abisai, melihat Saul tidur dalam keadaan tidak berdaya Abisai meminta pendapat Daud (1 Samuel 26:8) supaya Daud mengijinkan ia (Abisai) untuk membunuh Saul. Abisai mengira ini adalah waktu yang Tuhan beri bagi Daud untuk membalas kejahatan yang selama ini Saul lakukan kepada Daud.
Dalam 1 Samuel 26:9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: “Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi Tuhan, dan bebas dari hukuman?”
Dan yang menarik adalah 1 Samuel 26:10 “Demi Tuhan yang hidup, niscaya Tuhan akan membunuh dia; entah karena sampai ajalnya dan ia mati, entah karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana.”
1 Samuel 26:11 “Kiranya Tuhan menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang diurapi Tuhan. Ambilah sekarang tombak yang ada di sebelah kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi.”
KEMAPANAN
Iblis punya strategi menyerang dan mengalahkan orang percaya. Iblis tahu kapan ia harus menyarungkan pedang dan kapan ia harus menggunakan pedangnya. Waktu untuk menyerang adalah saat seseorang dalam posisi mapan. Sebab itu firman Allah mengingatkan kita agar kita senantiasa berjaga-jaga!
1 Petrus 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”
Saat Daud dikejar-kejar Saul, tiap waktu dan tiap jam Daud selalu gunakan waktu untuk mencari dan bersekutu dengan Tuhan. Setelah Daud menjadi raja, Daud punya hak menggunakan pedang kekuasaannya, Daud lakukan apa saja menurut keinginan hawa nafsunya.
2 Samuel 11:1-27
Daud tidur dengan Batsyeba dan Daud membunuh suami Batsyeba.
Tuhan memampukan kita menggunakan PEDANG dalam bentuk apapun sesuai tuntunan Firman Tuhan, sehingga kita tidak terkena pedang Tuhan.
YESUS DI TAMAN GETSEMANI
Lukas 22:43,44
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan, dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”
Yesus berhak menggunakan pedang hak-Nya untuk menolak salib. Seorang malaikat datang dari langit untuk memberi kekuatan kepada Yesus. Malaikat yang mana? Apakah malaikat lebih berkuasa dari Yesus dan sanggup memberi menguatkan Yesus? Malaikat yang dimaksud adalah Oknum Roh Kudus (Roh Penolong)
Matius 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya.”
Oleh pertolongan Roh Kudus (Penolong ajaib), Yesus sanggup menyarungkan pedang hak-Nya dan berkata kepada Bapa: “Tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
PENUTUP
Hanya oleh Roh Kudus, Penolong Yang Ajaib kita bisa melakukan apa yang dikehendaki oleh Bapa! tanpa Roh Kudus, kita tidak akan bisa menyenangkan hati Bapa!