YESUS ADALAH HAKIM – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 22 Februari 2026)

1 Korintus 4:3-5

PENDAHULUAN
Beberapa minggu ini kita sudah pelajari bahwa setiap pengikut Yesus, kita harus turut ambil bagian dalam melayani Tuhan. Banyak bidang pelayanan yang bisa kita lakukan, mulai dari pelayanan doa, sampai bidang-bidang pelayanan lainnya.

KOMENTAR ORANG
Firman Allah mengingatkan agar kita berhati-hati akan komentar atau masukan yang datang dari orang di sekitar kita.

1 Korintus 4:3
“Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia…”

Sebab itu tidak sedikit jemaat yang sudah aktif  ambil bagian dalam melayani, lalu mundur karena kecewa dan tidak lagi melayani, bahkan tidak sedikit yang meninggalkan Tuhan dan tidak lagi berjemaat.

MOTIVASI DALAM MELAYANI
Itu sebabnya, rasul Paulus memberi beberapa petunjuk yang sangat penting kepada jemaat di Korintus dalam melayani Tuhan, khususnya motivasi kita dalam kita melayani Tuhan. Tentang hal ini kita bisa pelajari dalam 1 Korintus 3:10-17.

MELAYANI SEPERTI MEMBANGUN
Dalam penjelasannya tentang melayani, rasul Paulus umpamakan, bahwa anggota jemaat yang ambil bagian dalam melayani Tuhan, digambarkan seperti seorang yang sedang membangun sebuah bangunan atau sebuah gedung.

1 Korintus 3:10
“Sesuai dengan kasih karunia Allah yang dianugerah-kan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan bagaimana ia harus membangun di atasnya.”

Di ayat ini, rasul Paulus bersaksi bahwa spesifikasi rasul Paulus dalam pelayanan yaitu dalam hal meletakkan dasar iman atau (fondasi) sebuah bangunan rohani.
Bicara soal fondasi sebuah bangunan rohani adalah suatu ajaran yang teramat sangat penting dalam kekristenan yaitu soal iman, pengiringan dan keterlibatan kita di dalam pelayanan. Mengapa?

Mari kita perhatikan kalimat yang berkata:
“Yesus Kristus Sebagai Dasar/Fondasi.”
1 Korintus 3:11  – “Karena tidak ada seorang pun yang  dapat meletakkan dasar (fondasi) lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang hidup dan pelayanannya berkenan kepada Bapa, Putra (Yesus) dan Roh Kudus, kalau iman kita tidak didirikan di atas satu-satu-nya fondasi atau dasar iman yang berkenan kepada Allah, yaitu iman di dalam Tuhan Yesus Kristus. Artinya kita belum benar-benar diselamatkan dan seharusnya tidak dapat terlibat atau ambil bagian dalam melayani Tuhan, apabila kita belum benar-benar beriman kepada Tuhan Yesus Kristus yang sering disebut dengan istilah “belum mengalami  kelahiran baru” dalam hidup kita.

Hal ini dapat dilihat dari pembaharuan hidup kita, yaitu kita mengalami pertobatan di mana hidup kita yang lama telah berlalu (kita telah tinggalkan) dan hidup kita yang baru telah tercipta dalam hidup kita, 2 Korintus 5:17.

YESUS SEBAGAI DASAR DALAM HAL APA?
1. Keselamatan
Tidak ada dasar atau cara lain yang diberikan Allah kepada umat manusia di dunia ini, yang didalamnya kita dapat selamat, kecuali kita beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Matius 16:16-18; Kisah Rasul 4:12; Roma 10:9,10.

2. Upah, Pahala dan Kemuliaan
Keselamatan kita terima secara cuma-cuma yaitu sebagai pemberian yang Yesus berikan lewat pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Tetapi untuk kita menerima “Upah, Pahala dan Kemuliaan” tidak ada istilah cuma-cuma atau gratis bagi kita. Tetapi untuk kita menerima “Upah, Pahala dan Kemuliaan dari Tuhan,” tidak ada cara lain bagi kita, kita harus terlibat ambil bagian dalam melayani  Tuhan.

Kesimpulan:
Oleh iman, kita diselamatkan dan oleh pelayanan yang kita buat, kita beroleh “Upah, Pahala dan Kemuliaan.”

KUALITAS PELAYANAN KITA
1 Korintus 3:12 “Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau Jerami.”

Pengabdian dan pelayanan yang kita lakukan dalam melayani Yesus, rasul Paulus umpamakan seperti kita sedang membangun sebuah bangunan di hadapan Tuhan. Jadi bila kita ingin pelayanan kita menghasilkan “Upah, Pahala dan Kemuliaan” yang mulia dari Tuhan, maka yang kita beri, buat dan lakukan dalam melayani Tuhan: kita harus melakukannya seperti seorang yang membangun dengan bahan berkualitas: emas, perak dan batu permata, dan bukan dengan kayu, rumput kering dan jerami.

YESUS adalah dasar “keselamatan” dan pemberi upah; pahala dan kemuliaan.
Saya harap jangan Saudara langsung kecewa dan putus asa, sehingga Saudara berkata:  “Mana mungkin saya bisa melakukan hal ini. Bukan!”

BUKAN MATERI TAPI HATI
Yang Firman Allah maksudkan tentang membangun dengan benda-benda mulia seperti: emas, perak dan batu permata, bukan dalam artian jasmani, tapi melayani dengan sepenuh hati, jiwa dan dengan sepenuh akal budi kita dalam kita melayani Tuhan. Maka Tuhan akan beri kepada kita: upah,  pahala dan kemuliaan kalau kita melayani atau melakukan pelayanan kita dengan motivasi hati kita yang mulia di hadapan Tuhan yaitu dengan hati dan jiwa yang penuh “KASIH ILLAHI” dari diri kita.

Arsip Catatan Khotbah