Totalitas Jemaat Efesus – Oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya 2 & 3 – Minggu, 19 Februari 2023)

Wahyu 2:1-7

PENDAHULUAN
Dalam Wahyu fasal 2 dan fasal 3, dijelaskan secara rinci kondisi rohani tujuh jemaat di Asia Kecil, antara lain jemaat di: Efesus; Smirna; Pergamus; Tiatira; Sardis; Filadelfia dan Laodikia.

GEREJA SEPANJANG ZAMAN
Ketujuh Jemaat yang ada di Asia Kecil ini adalah gambaran dari Jemaat di sepanjang zaman yaitu mulai dari gereja mula-mula sampai zaman gereja (Jemaat) di akhir zaman, menjelang Yesus datang kali yang kedua.

ARTI EFESUS
Kata “Efesus” artinya: “Yang Dikasihi”, hal ini memberikan pengertian bahwa sebagai orang yang percaya kepada Yesus, kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi Yesus, tak peduli apa dan bagaimanapun keadaan atau pun kekurangan kita, kasih Yesus tidak pernah berubah sebab Yesus mengasihi dan ingin membawa kita “jadi serupa dengan Yesus”, Roma 8:29. Maka dari itu, untuk bisa mencapai yang Yesus inginkan, kita harus totalitas dalam pengiringan kepada Yesus seperti yang Yesus buat bagi jemaat Efesus.

Wahyu 2:1 “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.”

Yang dimaksud Malaikat Jemaat di ayat ini adalah Gembala Jemaat. Dan kepada Malaikat Jemaat (Gembala Jemaat), Yesus memberikan pesan atau nasehat firman Allah yang harus disampaikan kepada jemaat.

“Dan berjalan diantara Ketujuh Kaki Dian Emas itu.”
Ucapan Yesus di ayat 1, bisa disimpulkan bahwa Yesus, selain Dia adalah Pemilik Semua Jemaat, Yesus mengamati cara hidup jemaat, yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus.

TUJUH KAKI DIAN EMAS = GAMBARAN GEREJA YANG ADALAH SATU-SATUNYA YANG HARUS MENJADI PENERANG DI TENGAH DUNIA YANG GELAP INI.

Berjalan diantara Ketujuh Kaki Dian Emas itu.
Apa artinya Yesus berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu?
Tujuh Kaki Dian Emas adalah satu-satunya penerang yang ada di Bait Allah yang posisinya ada di Ruang Kudus (Tempat Allah Hadir). Artinya setelah Yesus melakukan karya penebusan (mati disalib; dikubur; bangkit dan naik ke sorga), peran Gereja (Orang Percaya) secara komunitas maupun individu, yaitu sebagai penerang (terang) dunia. Perlu diingat ketika Yesus naik ke sorga Dia menyatakan diri-Nya bahwa Ia adalah Terang Dunia. Dimanapun kita berada, kita harus menjadi Terang Dunia, Matius 4:16.

Wahyu 2:2 “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut diri-nya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa  engkau telah mendapati mereka pendusta.”

PENGIKUT YESUS YANG TOTALITAS 
Dari ayat 2 ini, dapat kita simpulkan Jemaat Efesus adalah jemaat yang totalitas dalam pengiringan mereka kepada Yesus. Karena di ayat 2 dikatakan, bahwa:
1. MELAYANI TUHAN
Di ayat ini Yesus berkata: “Aku tahu segala pekerjaanmu…!”
Artinya adalah pekerjaan apa yang sudah dan sedang kita kerjakan bagi pekerjaan Tuhan di rumah besar kita (GPdI Mahanaim)?  Tidak ada yang menjadi penonton di kursi duduk, semua terlibat dalam pelayanan. Apapun pekerjaan saudara baik yang dilihat maupun tidak dilihat itu semua Tuhan perhatikan.

2. BERJERIH LELAH
Kata berjerih lelah, dalam bahasa Yunani dipakai kata: KOPOS artinya: capek; lelah; sakit dan susah, karena terlibat melayani Tuhan dengan segenap: hati; jiwa; tenaga dan kekuatan serta keuangan (korban).

Matius 26:6-13 memberikan contoh dimana Yesus diurapi dengan minyak wangi yang mahal oleh seorang perempuan. Dan dalam peristiwa tersebut ada seorang murid yang menyatakan perbuatan tersebut adalah kesia-siaan karena lebih baik jika hal tersebut diberikan kepada orang-orang miskin. 

Inilah yang dikatakan Yesus: 
Matius 26:10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu pekerjaan yang baik pada-Ku.”

3. TIDAK KOMPROMI
Jemaat di Efesus adalah jemaat yang tidak mau berkompromi dengan orang-orang yang hidupnya menyimpang dari kebenaran dan hidup dalam dosa.
1 Korintus 5:7 “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”

Maksudnya disini kita harus menjadi adonan yang baik, yang bersih. Buanglah dosa-dosa masa lalu itu sehingga kita sudah disucikan oleh Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.

Wahyu 2:3 “Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.”

4. SABAR DAN RELA MENDERITA KARENA NAMA YESUS
Sabar dan rela menderita karena Nama Yesus, bukanlah hal mudah dalam kekristenan atau dalam kita melakukan kehendak Yesus.

AYUB, Yakobus 5:9-11
“Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; Kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”

Melayani Tuhan tidak lepas dari cemoohan, kritik dan celaan. Namun, kita harus tetap sabar dan rela hati.
Kalau kita baca dan pelajari jemaat Efesus dari ayat 1, 2 dan 3 maka dapat kita katakan bahwa jemaat Efesus adalah jemaat yang tantangan dan penderitaannya berat dari masyarakat, karena jemaat di Efesus beriman dan berpegang teguh akan Nama Tuhan Yesus.

Walaupun begitu banyak hal, yang jemaat Efesus sudah buat dengan sungguh-sungguh dalam pengiringan mereka kepada Yesus, tapi dalam pandangan Yesus, masih banyak yang belum jemaat Efesus lakukan. Ini dapat kita lihat bagaimana Yesus dengan berterus terang mengatakan kekurangan yang dilakukan jemaat Efesus.

Wahyu 2:4 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”
Sebab itu jemaat Tuhan, mari kita semakin totalitas dalam mengiring Tuhan Yesus Kristus, lebih sungguh-sungguh lagi melakukan kehendak-Nya.
Amen!

Arsip Catatan Khotbah