Wahyu 2:8-11
Wahyu 2:8
“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali.”
PENDAHULUAN
Arti nama SMIRNA: Yang Dikasihi, tapi kota Smirna artinya: penderitaan atau kepahitan. Kota Smirna adalah kota yang sangat indah, sebab itu, kota Smirna adalah Kota yang dikasihi dan menjadi Perhiasan Asia.
Kota Smirna juga gambaran orang percaya, sebagai pengikut Yesus, kita tidak luput dari: penderitaan atau kepahitan. Dan di balik penderitaan dan kepahitan yang kita alami, kita akan mengalami kemuliaan bersama Yesus dalam Kerajaan Sorga. Kepada jemaat Smirna, Tuhan perkenalkan diri-Nya sebagai: Yang Awal dan Yang Akhir atau Yang Mati dan yang Hidup Kembali yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Itu sebabnya kepada jemaat di Smirna, Yesus berjanji, bila jemaat Smirna setia mengiring Yesus, kepada mereka Yesus menjanjikan Hidup Yang Kekal dan Mahkota Kemuliaan Yang Kekal. Kalau kita setia sampai mati, kita akan dibangkitkan untuk menerima hidup yang kekal dalam kemuliaan bersama Yesus.
Filipi 3:10,11 inilah kerinduan Rasul Paulus dalam hidupnya.
Wahyu 2:9
“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu – namun engkau kaya dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.”
Tentang jemaat Smirna, Yesus tidak pernah sekalipun untuk menegur atau marah kepada jemaat di Smirna. Artinya: Yesus tidak pernah temukan satupun kekurangan atau kelemahan yang mengharuskan Yesus menegur jemaat Smirna.
Jadi, jemaat Smirna, ialah “Jemaat atau Gereja Sempurna” yang totalitas penuh dalam pengiringannya kepada Yesus.
TOTALITAS JEMAAT SMIRNA
Totalitas jemaat Smirna kepada Yesus tersirat nyata dari ucapan Yesus ketika Yesus berkata:“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu – namun engkau kaya.”
Artinya kesusahan dan kemiskinan yang jemaat Smirna alami dalam pengiringan mereka kepada Yesus tidak membuat totalitas jemaat Smirna menurun atau berkurang sedikit dalam pengiringan mereka di mata Yesus.
CATATAN
Kita harus hati-hati akan pengaruh uang, harta dan kekayaan dunia akan kerohanian dan totalitas kita dalam pengiringan kita kepada Yesus. Untuk itu dalam 1 Timotius 6:9-10 mengatakan:
1 Timotius 6:9
“Tetapi mereka yang ingin Kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai hawa nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”
1 Timotius 6:10
“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uang beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka.”
HARTA BUKAN DOSA
Kita tahu: uang, harta dan kekayaan serta kedudukan bukan dosa. Sama sekali tidak! Tetapi, kalau kita tidak bisa mengendalikan diri terhadap semua itu, kita akan dikuasai uang; harta; kekayaan dan kedudukan.
Uang yang akan menguasai diri kita, dan kita akan jadi orang yang tidak segan dan tidak takut berbuat curang; berbuat jahat; berbuat tidak tidak jujur; asalkan punya uang; kaya dan bisa melakukan apa saja. Akibatnya kerohaniannya menjadi rusak bahkan hancur, sehingga kita tidak menjadi jemaat seperti yang Yesus inginkan, melainkan kita menjadi seperti jemaat Laodekia.
JEMAAT LAODEKIA
Secara jasmani, jemaat Laodekia jemaat yang kaya dan dilimpahi uang yang banyak, juga dengan kedudukan yang terhormat. Tetapi apa arti semuanya itu kalau di mata Yesus/ secara rohani, jemaat Laodekia adalah jemaat yang miskin dan melarat.
Wahyu 3:17 Karena engkau berkata: “Aku kaya dan aku telah memperkaya diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan talanjang.”
Pertanyaannya:
Mengapa kualitas jemaat di Laodekia dinilai Yesus: melarat, malang, miskin, buta dan telanjang? Jemaat Laodekia lebih mengutamakan: uang, harta dan kekayaan dari pada cari Tuhan yaitu ibadah. Artinya jemaat Laodekia mengabaikan hal-hal rohani yaitu Yesus dan pekerjaan-Nya, yang dituntut dan dicari Tuhan dalam hidup kita.
Kekayaan Rohani dan Kualitas pengikut Yesus tercantum dalam 2 Petrus 1:5-7
Amsal 11:1
“Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.”
CARA HIDUP YANG KEJI DI MATA TUHAN
Artinya bila karena kita lebih mengutamakan kekayaan duniawi, dan kita dinilai tidak lagi peduli dengan hal-hal rohani, di mata Tuhan, neraca rohani kita sama seperti neraca yang serong. Kita dinilai telah melakukan perbuatan yang keji, jahat dan curang. Tetapi sebaliknya
Tuhan berkenan kepada orang yang mengutamakan hal-hal rohani, sama seperti mengutamakan hal-hal jasmani dalam hidupnya.
Inilah neraca hidup orang percaya sebagai gambaran orang yang membangun iman. Hidup yang menyenangkan Tuhan.