RUANG TUNGGU seri 23: AGAR KITA PERCAYA BAHWA JALANNYA MULIA DAN RENCANANYA SEMPURNA – oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1, 3 – Minggu, 23 April 2023)

Mazmur 95:10
Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku:
“Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku.”
Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:
“Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

Pendahuluan
Selama 400 tahun tinggal di Mesir, bangsa Israel mengalami banyak penderitaan dan penindasan yang dilakukan oleh penguasa Mesir. Karena beratnya penderitaan yang mereka alami, maka berserulah mereka kepada Allah. Allah mendengar seruan mereka dan mengutus Musa dengan pesan: Allah akan membawa mereka dari Mesir menuju Kanaan sebuah negeri yang berlimpah susu dan madunya. Untuk membawa bangsa Israel masuk ke Kanaan ternyata membutuhkan waktu selama 40 tahun. Mengapa harus menunggu selama 40 tahun? Sebab bangsa Isarel tidak percaya kepada jalan dan rancangan Tuhan yang sempurna. Pertolongan demi pertolongan diberikan, mukjizat demi mukjizat dinyatakan, tetapi mereka tetap tegar tengkuk dan tidak percaya kepada rencana Tuhan yang sempurna.

Itulah sebabnya Tuhan jemu/muak kepada bangsa Israel, karena mereka tidak mengenal jalan Tuhan.
Ayat firman Tuhan yang telah kita baca jelas mengatakan: Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: “Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku.”

Hidup ini penuh misteri. Ada banyak hal yang tidak dapat kita ketahui, tidak semua peristiwa dapat kita mengerti dan tidak semua kejadian dapat kita pahami. Kadang-kadang kita hanya bisa menerima apa yang terjadi tanpa mengerti mengapa itu terjadi. Misalnya:

  • Mengapa orang benar, mengalami masalah yang besar.
  • Mengapa orang setia, hidupnya jauh dari bahagia
  • Mengapa orang yang tekun berdoa, hidupnya menderita
  • Mengapa orang baik, ekonominya justru terbalik.

Sebaliknya …

  • Orang yang jahat, hidupnya penuh berkat
  • Orang yang kejam, usahanya malah menanjak tajam
  • Orang yang tidak setia, hidupnya selalu bersuka ria
    Dalam keadaan yang demikian inilah Tuhan membawa kita masuk ke ruang tunggu agar kita percaya bahwa jalan Tuhan itu mulia dan rencanaNYA sempurna.

Mengapa kita harus percaya bahwa jalan Tuhan itu mulia dan rencanaNYA sempurna?
a. Menjauhkan kita dari persungutan
Mazmur 106:7-9
“Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau. Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya, untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya. Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun.” 

Kegagalan bangsa Israel memahami rencana Tuhan yang sempurna menyebabkan mereka jatuh dalam dosa persungutan. Ketika mereka menghadapi jalan buntu, mereka marah kepada Tuhan dan menuduh Allah hendak membunuh mereka di padang gurun.

Keluaran 14:12 
Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”

b. Agar kita tidah mudah kecewa
Yohanes 11:21 
Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.

Marta kecewa saat Tuhan Yesus terlambat datang ke rumahnya sehingga Lazarus meninggal dunia. Namun Marta tidak mengerti bahwa keterlambatanNya datang ke Betania adalah disengaja. Firman Allah berkata : setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; (Yoh. 11:6).
Sadarilah, orang-orang yang tidak memahami rencana mudah kecewa saat segala sesuatu tidak terjadi seperti yang diinginkannya.

Bagaimana caranya kita mempercayai jalan Tuhan yang mulia dan rencanaNya yang sempurna?
1. Jangan hanya mengenali perbuatanNya, tetapi juga pahami maksudNya.
Mazmur 103 : 7 
Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel.

Jangan menilai Tuhan hanya berdasarkan apa yang kita alami atau situasi yang terjadi, tetapi nilailah Tuhan berdasarkan maksud dan rencanaNya yang tersembunyi. Bangsa Israel hanya mengenal perbuatan-perbuatan Tuhan, tetapi Musa mengenal jalan-jalanNya. Artinya bangsa Israel memahami Tuhan berdasarkan apa yang Tuhan lakukan, tetapi Musa mengenal TUHAN berdasarkan apa yang Tuhan inginkan.

Bahaya bagi gereja Tuhan, jika kita hanya mengenali Tuhan berdasarkan perbuatan-perbuatanNya.

  • Keadaan baik – Tuhan baik, keadaan buruk – Tuhan mengutuk
  • Diberkati – Tuhan menyayangi, musibah, hidup susah – Tuhan marah
  • Kalau kita setia – Tuhan makin cinta, tidak setia – Tuhan pasti murka.

1Petrus 1:6,7 
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

2. Fokuslah pada tujuan bukan apa yang telah ditinggalkan.
Bangsa Israel gagal untuk memahami Tuhan karena pikiran mereka masih tertuju apa yang ada di Mesir. Mereka gagal melupakan yang di belakang, gagal mengarahkan pandangan kepada tujuan Tuhan yang ada di depan.

Bilangan 11:5, 6 
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”

3. Lihatlah setiap peristiwa dari akhirnya bukan awalnya.
Kejadian 45:5 
Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.

Jika Yusuf hanya melihat peristiwa yang dialami, Yusuf bisa kecewa kepada Tuhan sebab janji yang diberi berbeda jauh dengan pengalaman hidup yang dialami. Penderitaan demi penderitaan datang silih berganti, kesulitan demi kesulitan dia alami tanpa henti. Apakah dalam keadaan semua itu marah kepada Tuhan? Ia kecewa kepada Tuhan? Atau ia lari dari rencanaNya? TIDAK! Yusuf tetap setia dan percaya kepada rencanaNya yang sempurna? Mengapa? Sebab ia melihat peristiwa dari akhirnya bukan awalnya. Dengan tegas ia berkata: janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.

Liahatlah seorang ibu yang merawat anaknya. Meski anaknya nakal, menyusahkan, bandel tapi seorang ibu tetap merawatnya dengan cinta. Karena ibu melihat harapan di masa depan.

4. Percayalah kepada sifat dan karakter Allah yang tidak berubah.
Jika kita sulit memahami jalanNya dan mempercayai rencanaNya yang sempurna, setialah di ruang tungguNYA, percaya saja kepada sifat dan karakter Allah yang tidak berubah.

Mazmur 25 : 8-10
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

TUHAN itu baik dan benar, segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran. Allah yang Maha Baik, mustahil melakukan kejahatan kepada anak-anakNya. Firman Allah berkata: kalau bapa yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapamu yang di sorga pasti memberikan yang terbaik bagi kita, amin?!

Penutup
Mazmur 18:31
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Keadaan kita bisa berubah, tetapi Allah tidak pernah berubah.
Pengalaman kita bisa berganti-ganti, tetapi kasih Allah tetap kekal abadi. Percayalah jalanNya mulia dan rencanaNya sempurna. Percaya saja! Tuhan memberkati. – KJP!

Arsip Catatan Khotbah