AIR SUMBER KEHIDUPAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 21 Mei 2023)

Yohanes 7:37-39.

“Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru : Barang siapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum. Barang siapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran air hidup. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya, sebab Roh itu belum datang karena Yesus belum dimuliakan.”

Ay.37 “ Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum.”
Kata “Haus” dalam bahasa Yunani menggunakan kata DIPSAU, yang berarti :
1). Keadaan atau kondisi kehausan sampai pada titik yang sangat menyakitkan.
2). Sebuah keadaan dimana jiwa membutuhkan kesegaran

Jika seseorang yang sedang mengalami jiwanya tidak lagi segar, sedang lemah, sehingga kondisi itu sampai membawa pada kondisi yang sangat menyakitkan, Tuhan katakan datanglah pada-Ku. Sudah bukan rahasia, bahwa jiwa yang tidak sehat, jiwa yang sakit adalah jiwa yang sudah pasti tidak lagi segar, mengalami kelemahan dan merasa tidak lagi ada dukungan dalam kehidupannya. Hidup memang penuh dengan lika-liku masalah yang harus dihadapi semua manusia sampai pada satu titik masalah itu menguras habis kemampuannya, sehingga masalah yang dihadapi itu begitu terasa menyakitkan. Tuhan tidak menyuruh kita mencari orang lain, tetapi datanglah kepada-Nya.

Kata “Datang” dipakai kata Yunani ERCHOMAI.
1. Datang
2. Ikuti saya.
3. Jangan sembunyi.
4. Temukan sebuah tempat yang sudah Establish (Berdiri tegak tak tergoncangkan)
Jadi yang Tuhan inginkan adalah, jika kita mengalami kelemahan tidak lagi segar, tidak ada dukungan sampai pada kondisi yang menyakitkan, kita harus datang pada Yesus, jangan sembunyi tetapi munculah menghampiri Tuhan, ikuti Tuhan sebab Tuhan merupakan tempat yang establish.

Kata “Minum” dalam bahasa Yunani dipakai kata PINO.
1. Minum
2. Menerima kedalam jiwa apa yang berfungsi untuk menyegarkan jiwa, menguatkan jiwa, memelihara jiwa dan mendukung jiwa.
Jadi orang yang mengalami jiwa yang kering, tidak lagi segar, tidak ada yang mendukung, ketika ia datang kepada Yesus maka ia akan diberi minum, jiwanya disegarkan kembali, terpelihara dan mendapat dukungan dari Tuhan, jiwanya benar-benar mengalami KEPUASAN.
Kata “Puas” dalam bahasa Ibrani SABA artinya puas, kenyang, tercukupkan dan mengalami sebuah keadaan diperkaya didalam kehidupannya.

Ay. 38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh kitab Suci : Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup “
Kata “Percaya” bahasa Yunani PISTEUO artinya:
1. Memberi diri dipersuasi oleh kebenaran.
2. Berkomitmen untuk percaya kepada Tuhan dalam kesetiaan.
3. Keyakinan moral akan subuah jaminan kepastian.

Kata “Hati” dipakai kata KOILIA, artinya :
1. Keseluruhan ruangan dalam jiwa
2. Jiwa dari seseorang, tempat berpikir, perasaan dan tempat orang membuat pilihan atau keputusan.

Dalam terjemahan Indonesia ditulis “Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup”. Dalam KJV ditulis “Qut of his belly shall flow RIVER of living water” akan mengalir sungai air hidup. Jadi bukan aliran air biasa, tetapi sungai air hidup, sehingga orang yang datang kepada Tuhan, tidak ada ruang di jwanya yang kosong semua ruangan dalam kehidupannya akan akan terisi penuh.

Kata “Hidup” ditulis ZAO artinya :
1. Menikmati kehidupan yang nyata, karena kita tidak cuma menerima aliran kehidupan tetapi sungainya.
2. Sebuah kehidupan yang koinsisten aktif dalam kebenaran  dan diberkati didalam Kerajaan Allah. Lihat dalam Maz 1:3.

Ayat 39 “Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-nya, sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.”
Dalam peristiwa ini Roh Kudus memang belum dinyatakan, karena Yesus belum dimuliakan melalui tiga K, yaitu : Kematian-Nya ; Kebangkitan-Nya dan Kenaikkan-Nya. Namun demikian kuasa Roh Kudus sudah bekerja dalam kehidupan orang percaya, apalagi zaman sekarang dimana Roh Kudus sudah dinyatakan lewat pencurahan yang limpah. Sudahkah saudara menerima Roh Kudus ?

Arsip Catatan Khotbah