3 HAL PENTING BAGI GEREJA TUHAN – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 18 Juni 2023)

Matius 25:1-13

Ayat 1 “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Ayat 2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Ayat 3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 
Ayat 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyakdalam buli-buli mereka. 
Ayat 5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Ayat 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! 
Ayat 7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. 
Ayat 8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
Ayat 9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. 
Ayat 10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 
Ayat 11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 
Ayat 12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
Ayat 13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya. “

Pendahuluan
Kunci untuk memahami Matius 25 adalah bahwa hal itu muncul segera setelah pasal 24. Dengan kata lain, ini adalah bagian dari jawaban yang Yesus berikan kepada para murid ketika mereka berkata, “Beri tahu kami, kapankah hal itu akan terjadi, dan apakah tandanya? tentang kedatangan-Mu, dan tentang akhir zaman?”

Di akhir zaman dan ada tiga hal penting yang dapat dipelajari dari perumpaamaan ini yaitu :
1. Persiapan – yaitu  MINYAK
Ayat 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyakdalam buli-buli mereka. 

  • Matius 24:42-44.
    Ay. 42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 
    Ay.43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuriakan datang,sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  
    Ay.44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga
  • Amsal 19:2 Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah

Alasan mengapa seseorang itu “tidak siap” adalah:

  • Setengah percaya/tidak percaya
    2 Petrus 3:3-4 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu.
  • Menganggap ringan kedatangan Tuhan sehingga tidak mau melatih  diri
    1 Timotius 4:7-8 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 8.Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Hal yang harus dipersipakan adalah pelita dan Minyak
Ayat 3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa (Persiapan) minyak, 
Ayat 4. sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyakdalam buli-buli mereka. 
Mzm.92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng,aku dituangi dengan minyak baru; 
2 Korintus 4:7, Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Ay.16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

2. Kesempatan – yaitu  PINTU
Ayat 10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 
Ayat 11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 

Tentang pintu. Pintu apakah itu ? Tentang kesempatan:

  • Pintu keselamatan
    Yohanes 10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Kita berada di zaman anugerah, Tuhan membuka pintu selebar-lebarnya untuk kesmepatan orang-orang menerima keselamatan.
  • Pintu pertobatan
    2 Timotius 2:25-26 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
  • Pintu pelayanan
    1 Korintus 16:9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.
  • Pintu kebaikan
    Galatia 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

3. Pengenalan – yaitu Kasih
Ayat 12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
1 Korintus 8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.

Apakah tanda orang yang mengasihii Allah?

  • Melakukan perintah-Nya
    Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku
  • Melekat didalam Dia
    Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Akudan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Kesimpulan
Persiapkan diri saudara sebagai gereja Tuhan, penuhi bejana kita, gunakan kesempatan menjelang kedatangan Tuhan dan belajar lebih intim dekat dengan Tuhan yaitu hidup didalam Dia dan mengasihi Dia.

Arsip Catatan Khotbah