Pendahuluan
Sunem adalah wilayah tanah pusaka yang diberikan untuk suku Ishakar sebagai milik pusaka (Yosua 19:17-18). Didalam kitab raja-raja dikuasai oleh suku Ishakar dan mereka ada menyembah kepada Allah tetapi ada juga yang menyembah kepada berhala.
Ada beberapa kisah tentang daerah Sunem antara lain sebagai berikut :
- Abisag gadis Sunem
1 Raja-raja 1:3-4 Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja. Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.
Gadis Sunem ini gadis yang tercantik diseluruh daerah Israel dan ia terpilih menjadi seorang pelayan raja yaitu raja Daud dan tidak kalah menariknya Kisah dibeberpa tahun kemudian dipemerintahan raja Yoram raja Israel kembali dibahas tentang Perempuan dari Sunem yang akan kita bahas hari ini dan saya memberi judul ”Kasih yang bertambah dan iman yang bertumbuh” kita baca ayatnya:
- Perempuan Sunem
2 Raja-raja 4:8-10 Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kayayang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan. Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”
Perempuan ini tidak disebut namanya tetapi hanya disebut Perempuan dari Sunem yang kaya bukan hanya kaya jasmani tetapi memiliki kasih yang bertambah dan iman yang bertumbuh.
Kita akan belajar kisah Perempuan dari Sunem ini tentang Kehidupan kekristenan Gereja di akhir zaman
1. KASIH YANG BERTAMBAH
Kasih kepada sesama
Kisah Perempuan sunem ini dimulai dari memperkenalkan dirinya walau tanpa nama tetapi yang dikenal adalah seorang yang murah hati, ia sering membuka rumahnya untuk orang-orang makan dirumahnya, sehingga suatu saat Elisa datang ke Sunem kampungnya dan diundang makan dirumahnya, bukan hanya sekali ia mengundang Elisa makan di rumahnya tetapi berulang kali jika Elisa melewati atau singgah ke kampung Sunem.
Terjemahan BIS Di Sunem tinggal seorang wanita kaya. Pada suatu hari ketika Elisa pergi ke Sunem, wanita itu mengundangnya makan. Sejak itu setiap kali Elisa mampir di Sunem ia makan di rumah wanita itu.
Kemurahan hati seseorang terlihat dari perbuatannya yang tidak memandang dari mana orang itu berasal dan tetap memberikan bantuan. Dia memberikan bantuan bukan didasarkan untuk mendapatkan balas budi atau pujian, tetapi karena dia memang memiliki niat baik untuk menolong orang yang dalam kesulitan.
Matius 5:7 “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan”
Kemurahan hati seorang perempuan Sunem ini semakin bertambah sehingga ia juga memfasilitasi abdi Allah jika ia singgah dirumahnya. Gereja harus menjadi inspirasi bukan sekedar seromonial belaka.
Matius 5:16 Demikian hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Dari sini kita belajar Gereja terlihat kemurahan hatinya.
- Kasih kepada keluarga
Kisah ini tentang perempuan Sunem, bukan berarti mengasihi dan penundukan dalam rumah tangga hanya tanggung jawab dari seorang perempuan tetapi semua anggota keluarga seharusnya menyatakan kasih dalam rumah tangga.
Perhatikan
Kasih dalam keluarga saling berkomunikasi
Ayat 9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.
Ayat. 22 Sesudah itu ia memanggil suaminya serta berkata: “Suruh kepadaku salah seorang bujang dengan membawa seekor keledai betina; aku mau pergi dengan segera kepada abdi Allah itu, dan akan terus pulang.”
- Kasih dalam keluarga saling menguatkan
Ayat 13…Aku ini tinggal ditengah-tengah kaumku..
Ayat 23. Berkatalah suaminya: “Mengapakah pada hari ini engkau hendak pergi kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari Sabat.” Jawab perempuan itu: “Jangan kuatir.”
- Kasih dalam keluarga saling berkorban
Ayat 18 Setelah anak itu menjadi besar, pada suatu hari keluarlah ia mendapatkan ayahnya, di antara penyabit-penyabit gandum.
2 Raja-raja 8:6 Mereka memiliki ladang
- Kasih kepada Tuhan
Seseorang mengasihi Tuhan akan terlihat bagaimana cara dan sikap hormatnya kepada Tuhan, semakin mengasihi Tuhan maka seseorang akan tahu melakukan segala sesuatu bagi Tuhan.
Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Ayat 10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”
Memberi apa yang bisa untuk dia beri bagi pelayanan seorang abdi Allah, pemberian perempuan ini pada zaman itu pemberian yang totalitas : Kamar berdinding batu, tempat tidur, meja, kursi dan sebuah kendil.
Ada kerinduannya dari sebuah kasih yang totalitas kepada Allah yaitu dengan pelayanan yang totalitas, pengorbanan yang totalitas yang dia lakukan yaitu untuk Tuhan hadir dirumahnya. Rumahnya menjadi rumah doa dan tujuanya untuk kemuliaan nama Tuhan, pekerjaan Tuhan. Perhatikan kepercayaannya tentang siapa yang ia layani : yang ia layanan adalah abdi Allah yang kudus.
Jemaat mahanaim jangan pernah puas dengan apa yang saudara lakukan diwaktu yang lalu, jangan pernah berhenti sebagai perintis atau penggerak tetapi juga harus terus berkarya. Tambah-tambahkan kasih Saudara baik kepada Allah maupun kepada sesama.
Dunia melihat bagaimana kehidupan gereja Tuhan pribadi lepas pribadi, keluarga lepas keluarga dari sikap yang mengasihi. Perluas kasih Saudara kepada sesama melalui kemurahan hati saudara. Kasih saudara kepada Tuhan dengan pelayanan dan pengorbanan saudara. Kasih saudara kepada keluarga dengan menyatakan kasih didalam keluarga.
- IMAN YANG BERTUMBUH
Perempuan sunem ini sudah memilki iman yang terlihat dari sikap percaya dan hormatnya akan seorang abdi Allah yang kudus. Imanya semakin bertumbuh ketika ia mengalami mukjizat dari tidak mempunyai anak, suami sudah tua tetapi Allah memberikan mereka anak sehingga iman mereka mengalami kemajuan. Tidak hanya sebatas itu, ujian iman akan terus berjalan untuk mendapatkan iman yang kokoh saat anaknya meninggal, satu-satunya harapan dalam keluarga.
Gereja harus mengalami pertumbuhan iman bukan hanya rasa aman. Terkadang rasa aman diingini atau dicari oleh semua orang, tetapi bagaimana jika rasa aman itu terancam dan tergoncang oleh tantangan ? Kita harus memiliki pandangan yang positif bahwa goncangan dan ancaman terkadang memperoses melatih dan memberi pertumbuhan iman kita.
Kita melihat respon Iman didalam masalah yang dihadapi:
- Tetap tenang jaga Iman
Ayat 20 Diangkatnyalah dia, dibawanya pulang kepada ibunya. Duduklah dia di pangkuan ibunya sampai tengah hari, tetapi sesudah itu matilah dia.
Ayat 21 Lalu naiklah perempuan itu, dibaringkannyalah dia di atas tempat tidur abdi Allah itu, ditutupnyalah pintu dan pergi, sehingga anak itu saja di dalam kamar.
Ayat 22 Sesudah itu ia memanggil suaminya serta berkata: “Suruh kepadaku salah seorang bujang dengan membawa seekor keledai betina; aku mau pergi dengan segera kepada abdi Allah itu, dan akan terus pulang.
Ayat 23 Berkatalah suaminya: “Mengapakah pada hari ini engkau hendak pergi kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari Sabat.” Jawab perempuan itu: “Jangan kuatir.”
Saudara, ketika tantangan datang coba belajar tenang, tujuan kita tenang supaya iman kita tetap terjaga lalu kita dapat berdoa, didalam ketenangan akan ada langkah yang baik untuk dapat kita lakukan.
- Melangkah dengan Iman
Ayat 24 Dipelanainyalah keledai itu dan berkatalah ia kepada bujangnya: “Tuntunlah dan majulah, jangan tahan-tahan aku dalam perjalananku, kecuali apabila kukatakan kepadamu.”
- Percaya walau belum melihat
Ayat 25 Demikianlah perempuan itu berangkat dan pergi kepada abdi Allah di gunung Karmel. Segera sesudah abdi Allah melihat dia dari jauh, berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: “Lihat, perempuan Sunem itu datang!
Ayat 26 Larilah menyongsongnya dan katakanlah kepadanya: Selamatkah engkau, selamatkah suamimu, selamatkah anak itu?” Jawab perempuan itu: “Selamat!”
Perempuan ini tahu betul bahwa anak yang tadi ia pangku sudah meninggal dan ia taruh dikamar abdi Allah dalam keadaan sudah tidak bernafas.
- Buah Iman mendapatkan kembali harapan yang hilang
Ayat 36 Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata: “Panggillah perempuan Sunem itu!” Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka berkatalah Elisa: “Angkatlah anakmuini!”
Ayat 37 Masuklah perempuan itu, lalu tersungkur di depan kaki Elisa dan sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah. Kemudian diangkatnyalah anaknya, lalu keluar.
Iman harus bertumbuh, berbuah bukan hanya batas aman. Seperti perempuan sunem ini sudah memiliki Iman, pertumbuhan Iman, tindakan iman dan buah Iman. Iman jemaat mahanaim harus totalitas harus mengalami pertumbuhan, kemajuan menjadi iman yang kokoh.
Dibagian terakhir kita akan melihat bagian yang penting mengapa kasih kita harus bertambah dan iman kita bertumbuh? Karena Kasih akan terus ada sampai kepada kekekalan sedangkan iman akan dicari saat kedatangan Yesus kedua kali.
Lukas 18.8 Jika Anak manusia itu datang ke bumi, adakah Ia mendpat iman dibumi?
Jemaat yang kasih bertambah dan imanya bertumbuh akan mengalami:
1). Pemeliharan dari Tuhan
2 raja-raja 8:1 Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: “Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya.”
Ayat 2 Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya.
Kasih karunia Tuhan limpahkan bagi keluarga perempuan sunem ini. Oleh karena ketulusan kasihnya kepada abdi Allah dan pengorbanan yang sudah ia lakukan dalam pelayanan, perempuan sunem ini bukan hanya mengalami mukjizat dengan memiliki anak diusia tuanya, mukjizat saat anaknya dibangkitkan dari kematian tetapi keluarga perempuan sunem ini dipelihara dan diluputkan dari kesusahan besar. Situasi yang terjadi pada waktu itu adalah Israel mengalami penghukuman dari Tuhan sehingga bencana kelaparan terjadi selama 7 tahun. Inilah bentuk perhatian Tuhan supaya terluput dan terpelihara oleh Tuhan.
Pemeliharaan Tuhan terlihat ketika Tuhan memberikan Firman atau perintah petujuk untuk gereja lakukan diakhir Zaman ini. Kita butuh firman Tuhan dan pemeliharaan Tuhan itu dapat dilihat ketika Firman diberikan kepada kita untuk mengarahkan dan menuntun hidup kita. Pemeliharaan terlihat ketika Tuhan memberkati selama 7 tahun di negeri Filistin tempat yang asing.
2). Akan mendapatkan jaminan memperoleh janji Tuhan.
2 raja-raja 8:6 Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: “Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang.”
Jika kasih bertambah dan iman bertumbuh maka janji Tuhan akan digenapi dalam hidup, apa yang hilang, apa yang rugi apa yang sudah tidak ada firman Tuhan menulis dikembalikan baik ladangnya maupun segala hasil sejak ia pergi sampai sekarang.