MAZMUR 1:-6
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik, mereka seperti sekam yang ditiup angin, Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.”
SECARA RINGKAS MAZMUR 1:1-6, Struktural terdiri dari tiga bagian :
1. Ay 1-3. Kekudusan dan kebahagiaan orang benar/saleh.
2. Ay 4-5. Keberdosaan & kesengsaraan orang fasik.
3. Ay 6. Dasar dan alasan dari perbedaan di antara keduanya.
BERBAHAGIALAH ORANG
Dalam bahasa Ibraninya “diberkatilah”, mencakup juga di dalamnya berbahagia, dihormati dan makmur. Kata “berbahagialah” bentuknya jamak, obyeknya tunggal (Orang). Berkat Tuhan itu jamak, banyak macamnya, yang tertuju kepada orang (Tunggal) akan menjadi jamak tunggal jika orangnya bertambah banyak. Jika disimpulkan, maka kita dapati bahwa Tidak ada manusia yang bahagia, makmur dan dihormati jika manusia itu tidak tinggal dalam kebenaran Firman Tuhan.
TENTANG ORANG BENAR
Bagaimana pandangan pemazmur mengenai orang benar?
Ay.1- “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.”
Kalimat ini menunjukkan tentang masa yang sudah dilalui yaitu, tentang bagaimana orang benar itu dalam hidupnya telah mengerjakan semua hal dari ayat itu: tidak menuruti nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.
Ay 2- “Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Kalimat ini menunjukkan waktu saat ini, yaitu cara hidup dari orang-orang benar setiap harinya, kesukaannya ialah Taurat atau firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam sebagai gaya hidupnya.
Ay 3 – “Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
Kalimat ini menunjukkan sebuah kondisi yang akan terjadi ke depan – berkat dan kesuksesan yang diharapkan. Orang benar yang hidup di dalam jalan Tuhan, akan menjadi tanaman yang berharga bagi Tuhan yang menghasilkan buah kebenaran yang memuliakan Tuhan. Kalimat “Seperti pohon yang ditanam”, itu berarti tanaman itu tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi di tanam. Orang-orang percaya yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan, akan ditanam oleh Tuhan sendiri melalui gereja lokal sebagai komunitasnya dan dialiri dengan pengajaran firman Allah. Itulah sebabnya penting bagi orang percaya untuk mencari komunitas atau bergereja di gereja yang mengajarkan firman kebenaran sepenuh.
Mazmur 92:13-15, memberi gambaran bagaimana orang-orang yang ditanam Tuhan.
“Mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.”
Selanjutnya pemazmur memberi peringatakn kepada orang percaya untuk waspada, karena ada tiga tindakan atau karakter diluar kebenaran firman Allah yang dapat mempengaruhi orang benar untuk keluar dan mengikutinya, yang bentuknya adalah nasihat orang fasik; jalan orang berdosa dan kumpulan para pencemooh. Orang benar yang berpegang kepada firman Tuhan harus tegas terhadap pelaku kejahatan seperti apa yang dikatakan Mazmur 119:115 – “Menjauhlah dari padaku, hai penjahat-penjahat, aku hendak memegang perintah-perintah Allahku.”
Tiga karakter atau gaya hidup yang harus dihindari :
1. Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik.
Berjalan dalam teks Bahasa Ibraninya = Jalur yang dilalui. Orang benar jangan sampai mengikuti jalur yang dilalui orang fasik. Dalam hal masukannya, nasihatnya yang pasti bertentangan dengan kebenaran firman Allah. (Fasik artinya melawan hukum kebenaran, tetapi merasa diri benar ).
2. Tidak berdiri di jalan orang berdosa.
Berdiri artinya menunjuk kepada prinsip hidup atau pendiriannya, yang melanggar hukum yang penting untung dan menghalalkan segala cara.
3. Yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.
Kata “duduk“ disini dapat berarti bersekutu; bersetuju; menggabungkan diri dengan para pencemooh.
Pencemooh dalam teks Ibrani artinya mengandung arti :
- Orang yang sinis terhadap firman Tuhan.
- Terang-terangan menentang kebenaran.
- Mengolok-olok perintah firman dengan menjadikan bahan tertawaan.
TENTANG ORANG FASIK
Bagaimana pandangan pemazmur mengenai orang fasik.
Ay 4 – “Bukan demikian orang fasik, mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.”
Menunjuk pada kebalikan dari hidup orang benar, hidupnya dipimpin oleh nasihat orang fasik, menempatkan diri ada di jalan orang berdosa dan bersekutu dengan kumpulan pencemooh. Jika orang benar seperti pohon yang berharga yang ditanam oleh Tuhan dan menghasilkan buah, maka orang fasik sebaliknya seperti sekam yang ditiupkan angin, tidak berguna sama sekali, karena orang yang hidup di luar kebenaran firman Allah tidak akan menghasikan apapun, selain dari pemberontakan melawan kebenaran.
Ay 5- “Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar.”
Artinya mereka didapati bersalah dan tidak dapat menyangkal semua sifat dan kejahatan yang telah dilakukannya. Demikian juga ditengah-tengah kumpulan orang benar, tidak ada sedikitpun kelayakan untuk masuk dalam perhimpunan itu, karena mereka menolak untuk mengikuti firman Tuhan. Setiap orang yang sudah mendengar firman Tuhan tetapi menolaknya, kelak firman itulah yang akan menjadi hakimnya.
Yohanes 12:48 – “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.”
Ay 6- “Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.”
“Tuhan mengenal”. Kata mengenal disini terjadi karena hubungan yang intim, hidup menuruti nasihat firman Tuhan, jalan dalam kebenaran atau Kristianos – pengikut Kristus yang sejati sehingga Tuhan jelas dapat mengenali jalan orang benar, sementara jalan orang fasik jangankan dikenal, tetapi jauh arahnya karena bukan menuju kepada kebenaran tetapi kepada kehancuran.
PROSES ORANG MENJADI JAHAT
Pemazmur menasihati kita untuk tetap menjaga hubungan yang kuat dengan sumber kebenaran yaitu firman Allah, karena tidak ada orang jahat yang terjadi dengan sendirinya, tetapi melalui proses.
1. Proses pertama menjadi fasik
Dimulai dengan mengabaikan firman Allah, berlanjut membiasakan diri untuk menjauhkan diri dari perhimpunan ibadah, sampai puncaknya membuang rasa takut akan Allah, maka jadilah ia orang fasik.
2. Menjalani hidup dalam dosa
Karena sudah tidak lagi tinggal dalam kebenaran Allah, hidupnya sudah tidak lagi dipimpin oleh nasihat firman Allah, tetapi nasihat orang-orang fasik. Kebenaran Allah berganti dengan kebenaran diri sendiri sebagai prinsip dan jalan hidupnya.
3. Berbalik menjadi Pencemooh.
Kondisi rohaninya menurun tajam, dengan terang-terangan menentang kebenaran firman Tuhan. Mengolok-olok ibadah dan segala hal yang kudus dari Tuhan.
Orang-orang benar waspadalah karena bukan dari luar datangnya orang-orang yang berbalik menjadi jahat dan anti kepada Kristus sebagai kebenaran. Semua datang dari dalam gereja Tuhan, umat yang mengenal kebenaran Tuhan. Akan tiba saatnya pemimpin dari para orang fasik muncul dan berkuasa di bumi ini. AntiKris, ia berasal dari antara orang yang dulunya percaya kepada kebenaran firman Allah, hanya tidak sungguh-sungguh tinggal dalam kebenaran.