TOTALITAS JEMAAT DALAM IMAN DAN KASIH – oleh Pdt. Yos Hartono – Yogyakarta (Ibadah Perayaan Ulang Tahun Gereja ke 34 – Minggu, 30 Juli 2023)

2 Tesalonika 1:3
Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu”

Pendahuluan 
Kata totalitas berbicara tentang kesungguhan, kebulatan, keseriusan dan komitmen untuk hidup dalam iman dan kasih, jika itu ada dan dipelihara dan bertumbuh maka akan menyenangkan hati Tuhan.

Paulus mengatakan hari demi hari jemaat Tesalonika dalam kerawanan karena berada dalam bahaya. Bahaya yang pertama yaitu karena orang – orang Yahudi yang tidak percaya Injil dan bahaya yang kedua adalah penguasa – penguasa Romawi yang memerintahkan agar masyarakat yang duduk dalam pemerintahan romawi harus menyembah kaisar Romawi. Situasi ini tidak mudah tetapi mereka tetap kuat dan bertumbuh dalam iman, mereka tetap kokoh dan bertahan dalam kondisi apapun. Contoh dalam Alkitab yang memiliki kesungguhan Iman dan Kasih, bukan hanya perkataan tetapi juga ada tindakan (Kejadian 26:23 – 25).

ISHAK
Tokoh dalam Alkitab ini adalah Ishak. Iman yang dimiliki oleh Ishak adalah iman yang diwujudkan dalam perkataan dan tindakan, yang harus kita ketahui bahwa Iman tanpa adanya tindakan Iman itu adalah mati. Iman adalah hubungan vertikal dengan Allah dan kasih merupakan hubungan horizontal dengan manusia.


1. Iman Ishak dinyatakan dalam ketaatan pada kehendak Tuhan
Taat pada kehendak Tuhan, Ishak taat pada kehendak Tuhan walaupun kehendak Tuhan berbeda dengan apa yang menjadi keinginan Ishak, sangatlah sulit melakukan hal ini, tetapi dia percaya pada kehendak Tuhan inilah Iman (Kejadian 26:1-3).

Saat mengalami krisis ekonomi, menurut perhitungan dan penglihatan Ishak, pergi ke Mesir adalah pilihan yang baik, tetapi dia tidak pergi ke Mesir karena dia tunduk pada kehendak Tuhan untuk berdiam di tempat itu. Situasi ini juga dialami oleh jemaat di Tesalonika apakah mereka tetap mengikuti kehendak Kaisar yang harus mewajibkan mereka menyembah Kaisar atau tetap mengikuti Tuhan. Inilah kualitas iman yang dimiliki oleh jemaat Tesalonika mereka tetap percaya pada kehendak Tuhan. (Kej 26 : 12).Sebab itu pergunakan iman kita dalam suatu keadaan dilematis, percayalah kepada Dia.

2. Ishak menunjukan iman yang total dalam sikapnya  (Kejadian 26 : 25)
-)Ishak mendirikan Mezbah
Mezbah adalah sarana untuk memberikan persembahan kepada Tuhan. Ia membuat mezbah atas rasa syukurnya kepada Tuhan dan memiliki iman kepada Tuhan. Ini bermakna Ishak mempunyai tanggung jawab dalam sikap hidupnya untuk membangun hubungan dengan Tuhan, inilah wujud dia percaya kepada Tuhan. Hubungan kepada Tuhan adalah Prioritas, melalui pembangunan Mezbah Ishak meresponi rasa syukurnya kepada Tuhan.

-)Ishak memasang Kemah
Kemah adalah bangunan tempat tinggal sementara yang harus dibangun dan dapat dibongkar ketika ia ingin berjalan ke tempat yang lainnya, ini adalah tempat tinggal dia bersama keluarganya. Perkumpulan dengan keluarga juga adalah suatu hal yang penting, kita harus bijak bagaimana kita dapat mengelola waktu untuk Tuhan dan juga untuk keluarga kita, ini juga adalah bentuk Iman kita kepada Tuhan (Mazmur 128).

-)Ishak menggali sumur
Sumur menghasilkan air yang juga adalah sumber kehidupan. Ini juga adalah bentuk tanggung jawab Ishak setelah dia membangun mezbah dan membangun kemah, artinya harus ada sumber penghasilan yang harus dipertanggungjawabkan. Ini juga adalah bentuk iman yang total kita kepada Tuhan.

Arsip Catatan Khotbah