Menantikan Tuhan – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2 – Minggu, 29 Oktober 2023)

Yesaya 40:25-31
Ay. 31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Pendahuluan
Banyak orang mengatakan lelah menjalani hidup, beberapa di antaranya menjalani tanpa semangat atau gairah. Seseorang bisa merasa lelah dan tidak berdaya mengarungi hidup, ada tiga hal yang membuat orang lelah dan tak berdaya berikut: 

  1. Mentok. Sudah mencoba segala cara tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Berusaha memperbaiki rumah tangga atau menjalankan bisnis dengan jujur, tapi tidak ada yang berubah. 
  2. Maksimal. Lelah karena merasa tidak punya kekuatan dan pemikiran baru untuk mengatasi setiap permasalahan, akhirnya ia menjadi lemah. 
  3. Mendadak. Mengalami peristiwa tak terduga dan buruk di dalam hidup, akibatnya semua rencana berubah dan itu terjadi di luar kontrolnya.

Memang tidak ada manusia super, yang tidak pernah merasa kelelahan menghadapi berbagai pergumulan hidup. Yesaya menjelaskan bahwa orang-orang muda yang punya tenaga kuat pun akan menjadi lelah dan lesu. Juga teruna-teruna akan tersandung (ay. 30). 

Manusia di dalam masa-masa terbaiknya juga pada akhirnya akan kehilangan kekuatan. Tak ada manusia yang terus menerus kuat menjalani lika-liku kehidupan. Ada orang-orang yang tampaknya kuat, memiliki segalanya di dunia ini, karier OK, pendapatan melimpah, tetapi kesepian dalam hidupnya.

Sesuai dengan ayat emas hari ini, “Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru.” Fokus kekuatan hanya satu, yaitu Tuhan sendiri. Ketika kita fokus bahwa Tuhan menjadi kekuatan kita maka kita memiliki kerinduan untuk menanti-nantikan Tuhan.

Istilah menanti dalam bahasa Ibrani nya adalah “qavah” – menanti dengan penuh keyakinan, kepastian, ada kesungguhan, tidak setengah-setengah saat pada Tuhan, benar-benar berpaut kepada Tuhan, melekat dan melilitkan diri kita kepada Tuhan. 

Tiga alasan mengapa kita harus “qavah” menantikan Tuhan, sungguh-sungguh mempercayainya, melekat dan melilitkan diri kita kepada-Nya?

1. TUHAN YANG HIDUP, KUAT DAN BERKUASA
Yesaya 40:25-27
Ay. 25. Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. 
Ay. 26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara  mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya?

Oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat, tak satupun yang tak hadir.

Ay. 27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: ”Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?” 

Tuhan kita tahu situasi Israel pada saat itu (dan situasi kita). Dia Tuhan yang memperhatikan dan tahu situasi kita. Kita sering dalam suasana terjepit, berteriak dan bertanya “Dimana Tuhan?”, sama seperti bangsa Israel waktu itu dimana mereka di dalam pembuangan merasa lelah, tak berdaya sehingga mereka berkata mereka tidak diperhatikan oleh Allah.

Saudaraku, Tuhan kita bukan berhala, bukan buatan manusia yang punya telinga tetapi tidak mendengar, yang punya mulut tetapi tidak dapat berbicara, mempunyai tangan dan kaki tetapi tidak dapat menolong dan mendengarkan. Ketika Tuhan tidak berbicara atau sepertinya berdiam diri, bukan berarti Tuhan tidak hidup, Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup. Justru di dalam situasi yang seperti ini: 

Mari arahkan dan perhatikan bintang dilangit , Allah memanggil nama-nama mereka dan mereka datang, Allah berkuasa mengatur bintang-bintang. Dalam ayat 26 ditegaskan bahwa Dia yang menciptakan bintang-bintang itu adalah Allah yang Maha kuasa dan kuat. Sehingga tidak mungkin kalau Allah tidak sanggup untuk campur tangan dalam masalah kehidupan kita.

Jika hari ini kita belum mengerti perkara yang terjadi di depan kita, jika saat ini saudara merasa Allah berdiam diri dan belum menyatakan pertolongan, inilah alasan mengapa kita harus qavah menantikan Tuhan sungguh sungguh dengan Tuhan, melekatkan diri melilitkan hidup kita kepada-Nya sebab Allah yang hidup, kuat dan berkuasa akan memberikan yang terbaik bagi kita, memberikan kekuatan ditengah pergumulan yang sedang kita alami bahakan seakan-akan Allah diam kita tetap kuat dan percaya.

Habakuk 3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku:  Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. 

Rusa adalah binatang lemah, tetapi kekuatan kaki-kakinya sangat mengagumkan karena mampu dengan lincahnya menjejak di atas bukit berbatu, melewati rintangan, hingga akhirnya sampai pada tempat tinggi dan jauh di puncak bukit.  Rusa punya sepasang kaki yang kuat, yang diperlukannya untuk dapat hidup di lingkungan hutan yang keras dan sulit. Kaki mereka juga diperlukan untuk dapat melarikan diri dari para pemburu mereka, entah itu manusia ataupun hewan buas seperti harimau. Karena itulah, kaki rusa tercipta dengan kekuatan yang mampu menanggung semuanya.

Habakuk mengungkapkan bahwa kakinya menjadi seperti kaki rusa, karena Tuhan yang memberikan kekuatan kepadanya. Tuhanlah kekuatan bagi Habakuk, dan Tuhan yang sama juga yang akan memberikan kekuatan kepada kita. Berbagai macam bukit masalah, derita, dan persoalan kita hadapi dan kita mampu menaklukkannya. Hanya saja, kita perlu “qavah” MELILITKAN, PERCAYA, BERPAUT dengan Tuhan yang menjadi kekuatan kita( Allah Tuhanku itu adalah kekuatanku).

Kaki rusa dalam nas di atas melambangkan iman atau hubungan kita sebagai ciptaan dengan Tuhan Sang Pencipta. Hubungan ini perlu semakin melekat qavah sungguh-sungguh dijalani sehingga iman kita bertambah kuat. Jika kita tidak memiliki hubungan dengan Tuhan hubungan itu akan melemah dan kita tidak dapat berdiri dengan kuat.

2. TUHAN TIDAK PERNAH LELAH DAN TIDAK PERNAH LESU 
YESAYA 40: 28
Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 

Apa penyebab rasa lelah? Kelelahan bisa terjadi secara fisik maupun psikologis. Seorang yang sudah bekerja berat atau berolahraga intensif akan mengalami kelelahan. Begitu juga orang yang mengalami beban mental yang berat, cepat atau lambat akan mengalami kelelahan psikis. Kelelahan fisik bisa mempengaruhi keadaan psikis atau mental seseorang, dan begitu juga kelelahan psikis atau mental bisa membuat orang mudah lelah secara fisik. Kedua kelelahan ini biasanya bisa diatasi dengan mengistirahatkan tubuh dan pikiran.

Bagaimana pula dengan kelelahan spiritual? Kelelahan spiritual terjadi jika seseorang merasa Tuhan itu tidak ada atau jauh darinya. Keadaan ini sering membuat manusia mengalami kelelahan yang luar biasa dan bahkan kehancuran karena manusia kehilangan arti hidupnya.

Hari ini, jika kita mengalami kelelahan fisik dan psikis, spiritual yang berat dan melihat bahwa tidak ada siapapun dan apapun yang bisa menolong kita, ayat 28 menyatakan bahwa Tuhan kita adalah Allah yang tidak pernah menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. 

Ia maha bijaksana dan mau memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tidak berdaya. Apa yang harus kita lakukan dalam beratnya kehidupan di saat ini ? Tuhan ingin memberikan kekuatan – pada yang “lelah” dan “tiada berdaya”. Kalau kita merasa kuat, maka susah untuk nats ini diterapkan. Namun bagi mereka yang sungguh-sungguh merasa lemah dan butuh kekuatan dari Tuhan, Tuhan akan memberikan kekuatan. Manusia cenderung sombong dan merasa dirinya kuat dan selalu melakukan yang dia bisa – sebelum akhirnya mencari Tuhan saat sudah genting. Kiranya ini tidak terjadi pada kita!

Dia tidak menjadi lelah dan Dia tidak pernah menjadi Lesu, percayalah Di tengah MENANTIKAN TUHAN “qavah”, Tuhan memberikan kekuatan sehingga kita bisa tenang. .

Ay.29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 

Inilah alasan mengapa kita menantikan qavah kepada Tuhan karena Dia tidak pernah lelah dan tidak pernah lesu.

Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

3. BERSAMA TUHAN MENGATASI SEMUA PERMASALAHAN
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (ay. 31).

Ada 3 Tipe  manusia 

  • Mereka naik terbang 
  • Mereka yang berlari
  • Mereka yang berjalan 

Dalam menjalani hidup, tidak semua orang memiliki kecepatan yang sama. Ada yang super cepat mampu naik terbang, ada yang kemampuannya cepat  ia mampu berlari, dan ada juga yang kemampuannya biasa-biasa saja sebagai orang yang hanya mampu berjalan. Allah menjadikan ketiga tipe manusia tersebut bukan karena kebetulan saja, tetapi untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Sesuper cepat apapun seseorang bisa jatuh, secepat apapun kita berlari kita bisa lelah dan mungkin kita tipe yang biasa-biasa saja yaitu berjalan kita bisa lesu tetapi hanya Allah yang mampu untuk memberikan kekuatan.

  • Tuhan memberikan kekuatan bagi yang naik terbang akan mampu naik lebih tinggi dengan kekuatan sayapnya diumpamakan seperti rajawali naik terbang

Saudaraku, Rajawali disini bukan rajawali yang sedang belajar terbang, rajawali yang akan habis kekuatanya kira-kira umur 40 tahun, tetapi rajawali yang sudah mengalami transformasi, perubahan di bukit batu artinya rajawali yang sudah memiliki paruh yang baru, kuku yang tajam dan sayap yang baru dan luas sehingga badai apapun yang dihadapi dapat terus terbang tinggi menghadapi semua tantangan.

  • Tuhan memberi kekuatan bagi yang yang berlari tidak akan merasa lesu. Ketika mereka harus menerobos tantangan di depan mereka, mereka dapat melakukannya tanpa menjadi lesu.
  • Tuhan memberi kekuatan bagi yang  berjalan dan ia tidak akan merasa lelah. Dapat berjalan dan tidak menjadi lelah ketika mereka harus berjalan lambat tetapi dengan tekun, mereka tidak akan menjadi lelah.

2 Timotius 4:17 tetapi Tuhan telah mendampingi  aku  dan menguatkan  aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 

2 Timotius 4:18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha  yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya   di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin. 

Kesimpulan 
Nantikanlah Tuhan dalam hidupmu sebab  Tuhan kita hidup, kuat dan berkuasa, Dia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu Dia sanggup memberikan kekuatan bagi yang lelah dan memberi semangat bagi yang tak berdaya dan bersama dengan Dia kita dapat atasai segala tantangan didepan kita.

Arsip Catatan Khotbah