3 M – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 29 Oktober 2023)

Pendahuluan
Tidak asing bagi kita kalau melihat atau membaca 3M, karena kita baru melewati masa-masa itu saat wabah Covid merajalela di negeri kita. Istilah 3M itu adalah Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Masker untuk diwajibkan kita kerjakan. Namun 3M yang akan kita bahas ini bukan 3 M Covid, tetapi 3 M yang terdapat dalam :

Matius 16:24“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus Menyangkal dirinya, Memikul salibnya dan Mengikut Aku “.

 3 M itu adalah Menyangkal Diri, Memikul Salib Dan Mengikut Aku (Yesus). Banyak orang bertanya mengapa untuk menjadi pengikut Yesus harus siap mengalami tiga hal itu. Untuk mengerti itu, ada yang harus kita ketahui.

KONSEKUENSI MENGIKUT YESUS
Matius 10:34-36“ Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dan ibunya, menantu perempuan dari ibunya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”

Ayat ini membahas tentang konsekuensi menjadi pengikut Yesus, tetapi bukan berarti Yesus tidak membawa damai sejahtera, Dia adalah sumber dari damai sejahtera itu sendiri. Setiap orang akan menghadapi konsekuensi ketika mengambil keputusan percaya dan menjadi pengikut Yesus. Konsekuensi pertama yang akan dihadapi adalah dalam keluarganya. Tidak sedikit anak-anak dalam rumah tangga diusir oleh ayahnya hanya karena mereka percaya Yesus. Ada juga seorang ibu yang memaksa anak laki-lakinya untuk menceraikan menantu wanitanya hanya karena menantu perempuannya percaya Yesus, sehingga dikatakan musuh orang (Yang percaya) orang-orang seisi rumahnya. Dari sini sering muncul pertanyaan mengapa hanya karena percaya Yesus sebagai Tuhan bisa menjadi alasan untuk dimusihi ? Hal ini jauh sebelumnya memang sudah dituliskan dalam firman Tuhan.

Lukas 2:34“ Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu : Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan PERBANTAHAN.”

Di dunia yang sudah jatuh karena dosa ini, tidak ada nama lain yang menjadi bahan perbantahan yang hebat selain nama YESUS. Yang berlaku juga tidak ada nama lain di bawah kolong langit ini yang membawa keselamatan bagi manusia selain YESUS. Iblis yang tidak mau banyak orang diselamatkan, ia melawannya melalui orang-orang yang menolak untuk percaya agar menimbulkan perbantahan itu. Sementara bagi orang-orang yang percaya dituntut untuk sepenuh hati, jiwa dan raganya untuk mengasihi Tuhan, seperti yang tertulis dalam :

Matius 10:37 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku, dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”

Ayat ini tidak bermaksud untuk kita tidak boleh mengasihi keluarga kita, tetapi Tuhan hanya menuntut jangan sampai kasih kita pada mereka melebihi kasih kepada Yesus. Tidak sedikit orang pengiringannya kepada Yesus menjadi terhalang dan tidak sungguh-sungguh hanya karena kepentingan keluarga. Banyak orang yang dulunya setia kemudian menghilang dengan beralasan sudah ada cucu sehingga repot tidak ada waktu untuk ibadah dan banyak lagi alasan yang menyangkut keluarga yang membuat mereka tidak lagi setia ibadah kepada Tuhan. Sebagai pengikut Tuhan kita dituntut untuk dapat mengendalikan dan mengatur waktu, bukan waktu yang mengendalikan dan mengatur kita. Jangan membrrikan waktu sisa pada Tuhan, tetapi alokasikan waktu khusus untuk Tuhan. Inilah yang Tuhan mau untuk setiap orang yang berkomitmen menjadi pengikut Tuhan. Dari semua hal yang kita bahas inilah baru kemudian Tuhan memberikan ayat selanjutnya yaitu :

Matius 16:24 – “ Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus Menyangkal dirinya, Memikul salibnya dan Mengikut Aku “. Kita akan bahas satu persatu.

I. MENYANGKAL DIRI
Matius 16:25 – “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”

Ada dua kata nyawa dalam ayat ini, yang memiliki makna yang berbeda. Kata “Nyawa Pertama” (Barang siapa mau menyelamatkan nyawanya ) dalam bahsa Yunani ditulis  PSIKHE atau PSUCHE – Ibrani : NEFESY.  

Artinya segala sesuatu yang membuat manusia bertahan hidup, namun sementara tidak kekal. Bisa berupa :

  • Usaha / pekerjaan.
  • Harta kekayaan.
  • Napas kehidupan di dunia ini.

Kata “Nyawa kedua” dalam bahasa Yunani:  ZOE, artinya  kehidupan yang sesungguhnya atau kekal.
Orang yang takut kehilangan nyawa atau PSUCHE nya, yaitu segala hal yang sementara yang menyangkut hidupnya di dunia ini. Ia lebih mempertahankannya dari pada memilih Yesus, ia akan kehilangan nyawanya dikehidupan kekal atau ZOE. Sebaliknya orang yang rela kehilangan semua hal yang sementara yang menyangkut hidupnya di dunia ini karena Kristus, bahkan sampai nyawanya ia serahkan sebagai syahid bagi Tuhan, ia bukannya kehilangan tetapi justru mendapatkan nyawa kehidupan yang sesungguhnya yaitu ZOE, kehidupan yang kekal. Kesimpulannya orang yang siap menyangkal dirinya atau rela kehilangan semua dari segala kepemilikkan dirinya demi mengikut Kristus. Ia bukan saja layak tetapi akan mendapatkan kepemilikkan yang sejati dalam kehidupan kekal.

Matius 10:28 – “ Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka “

II. MEMIKUL SALIBNYA
Ada dua hal mengenai Salib :
1). Penderitaan.
Penderitaan secara Internal: dalam keluarga, Mat 10:34-36. Sudah diuraikan diatas mengenai konsekuensi mengikut Yesus.
Penderitaan secara Ekternal adalah : Kebencian dunia terhadap pengikut Yesus, yaitu :
     – Perlakuan tidak adil
     – Fitnah, Tuduhan palsu.
     – Aniaya.
Hal ini terjadi kepada orang-orang percaya seperti apa yang tertulis dalam :
Filipi 1:29“Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”  
Disebut sebagai karunia jika kita mengalami penderitaan karena Nama Yesus, bukan karena melakukan pidana kejahatan. Apakah Tuhan tidak memberikan jalan keluar dalam hal ini? Tuhan memberikan hikmat untuk kita menghadapinya.

Matius 10:16 – “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
Kita memang ditempatkan di dunia ini ibarat domba ditengah-tengah serigala dan Tuhan mengijinkan kita berlaku cerdik bukan licik tetapi cerdik seperti ular bukan seperti serigala, dan harus tetap memiliki ketulusan seperti merpati artinya tetap dalam kesetiaan dalam kasih tidak ada dusta. Bagaimana cerdik seperti ular itu? Kecerdikan ular adalah ia dapat menggunakan kesempatan yang sempit sekalipun untuk menghindar dari bahaya atau jerat yang mencelakakan. Mintalah hikmat dari Roh Kudus untuk kita dapat luput dari jerat yang membahayakan kita dengan perkataan hikmat Tuhan. Dalam pelayanan-Nya Tuhan Yesus sering menggunakan kecerdikan-Nya melalui perkataan-Nya pada setiap kali Ia coba dijebak oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang membencinya. Misal dalam Matius 22:15-22. Yesus coba dijebak mengenai patutkah orang Israel bayar pajak. Jika dijawab ya, maka Ia akan dituduh memihak kepada penjajah Romawi yang memungut pajak, jika dijawab tidak, Ia akan dilaporkan sebagai orang yang menentang pemerintah Romawi. Yesus dengan cerdik oleh hikmat Allah. Setelah Ia menunjukkan gambar siapa yang ada pada koin, Ia berkata berikan kepada kaisar apa yang patut kaisar terima dan berikan kepada Allah apa yang patut diberikan kepada Allah. Semua orang yang mengelilingi-Nya seperti serigala yang ingin menjebaknya terdiam tanpa kata lagi.

Contoh lain dalam Yohanes 8:3-9. Yesus kembali hadapi jebakan, mengenai keputusan soal hukuman. Para penjebak menyeret seorang wanita yang kedapatan berzinah, Tuhan dibenturkan dengan hukum Taurat yang mengharuskan wanita dihukum dengan dirajam batu. Dengan mengajukan pertanyaan jebakan bagaimana menurut penilaian Yesus. Jika Tuhan katakan hukum saja sesuai hukum Taurat, maka Ia akan dilecehkan dengan ajaran kasih dan pengampunan-Nya, jika mengatakan jangan dihukum, maka Ia akan dituduh menentang hukum Musa. Yesus dengan cerdik oleh hikmat Roh, mengatakan “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Demi didengar perkataan itu, maka para serigala pencoba itu satu-persatu pergi meninggalkan Yesus, situasinya kembali menjadi aman kembali.

2). Pengorbanan
Salib tidak lepas dari pengorbanan, penghorbanan disini tidak lain berbicara tentang  Pengampunan.Pengampunan adalah menyerahkan hak untuk membalas. Salah satu ucapan Yesus ketika Ia di salibkan adalah ucapan pengampunan, Lukas 23:34. Pengampunan harus menjadi salib yang dipikul oleh semua orang percaya. Orang yang masih menyimpan dendam dan kebencian tidak akan sanggup memikul salibnya. Apa yang didapatkan dari orang yang mengalami penderitaan dan rela untuk dipikulnya  bagi Kristus ?

Matius 5:10-12 – “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah karena upahmu besar di Surga; sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi sebelum kamu.”

III. MENGIKUT AKU
Hal terakhir adalah menjadi pengikut Yesus. Setiap orang yang mau menyangkal dirinya dari semua yang ia miliki di dunia ini dan rela menderita dengan memikul salib penderitaannya karena Kristus, maka ia layak dan pantas menjadi pengikut Kristus. Pengikut Kristus yang sejati disebut Kristianos, yaitu mereka yang mengikuti langkah kehidupan Yesus secara benar dan presisi tidak menyimpang sedikitpun. Apa pengharapan kita sebagai pengikut Kristus yang harus menghadapi semua penderitaan yang kita tanggung ?

Roma 8:18 – “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”

Semua yang kita alami itu hanya sementara dan tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang nanti akan kita terima saat kita pindah kehidupan dari dunia dan berada dalam kemuliaan yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Tetaplah setia samapi akhir. Sekali Yesus tetap Yesus.

Arsip Catatan Khotbah