TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB : IMAM, NABI DAN RAJA – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 13 Oktober 2024)

1 Samuel 10:1
Lalu Samuel mengambil buli-buli  berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja     atas umat-Nya Israel?”

Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas  milik-Nya sendiri.”

PENDAHULUAN
Dalam Perjanjian Lama, ada 3 jabatan pelayanan, dimana orang yang memegang jabatan tersebut harus telah diurapi lebih dahulu dengan minyak urapan. Dan jabatan pelayanan itu adalah jabatan pelayanan seorang: IMAM, NABI dan RAJA.

Perlu Saudara ketahui secara rohani pelayanan imam, nabi dan raja bukanlah hanya tugas dan tanggung jawab pelayanan hamba-hamba Tuhan, tetapi juga harus jadi tugas pelayanan setiap orang percaya yang sudah ditebus oleh darah Yesus dan yang diselamatkan. Mari kita perhatikan.

 1 Petrus 2:9 
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil   kamu keluar dari kegelapan kepada  terang-Nya yang ajaib.”

APLIKASI DALAM KEHIDUPAN
Setiap orang yang sudah diselamatkan oleh korban Yesus di atas kayu salib, ia harus mengerjakan tanggung jawabnya sebagai seorang imam, nabi dan raja dalam artian yang rohani dan ilahi.

Seorang Imam
Tugas seorang imam adalah menjadi pendamai, bagi mereka yang hidup dalam dosa dan membawa orang-orang yang berdosa itu untuk diperdamaikan dengan Yesus, II Korintus 5:18,19.

Seorang Nabi
Tugas seorang nabi adalah menjadi jurubicara Allah bagi dunia yang tersesat ini.

I Petrus 2:9b dikatakan: Untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Seorang anak Tuhan yang sudah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus, minimal mereka harus memberitakan perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil keluar dari kegeoapan kepada terang-Nya yang ajaib. Sudah barang tentu, seorang yang memberikan dirinya untuk melayani Tuhan, ia harus sanggup memberitakan Injil (khabar baik) kepada mereka yang tidak memiliki harapan.

TANGGUNG JAWAB SEORANG RAJA
Saul dipilih Allah jadi raja atas Israel, bukan tanpa tujuan begitu juga Allah memilih kita, karena Allah punya tujuan atas hidup kita, apalagi dipilih menjadi seorang hamba Tuhan. Apakah tugas seorang raja?

  • Memimpin

Yang dimaksud dipanggil untuk menjadi pemimpin di sini, bukan berarti Saudara masuk Sekolah Alkitab untuk menjadi Ketua Majelis Pusat; Ketua Majelis Daerah atau menjadi orang yang punya kuasa.

Menjadi Kepala Bukan Ekor
Beberapa tahun terakhir ini, ada ayat Alkitab yang begitu popular dan dijadikan “tag line” oleh banyak orang dalam berbagai kesempatan, kalimat itu diambil dari:

Ulangan 28:13 “Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan buka turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang ku sampaikan pada hari kau lakukan dengan setia.”

Banyak orang menerjemahkan ayat ini secara harafiah, bahwa pengikut Yesus harus menjadi kepala artinya ketua; pemimpin perusahaan; boss dan sebagainya. Bagaimana kalau semua jemaat jadi bss? Maka dunia akan krisis karyawan.

Maksud Ulangan 28:13
Yang dimaksud Ulangan 28:13 “Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan ekor” adalah apa pun status kita dan apa pun kedudukan kita, Tuhan menghendaki setiap anak Tuhan itu kalau diibaratkan dengan kereta api, kita bukan menjadi gerbong yang diseret dan dibawa kepada kejahatan dan dosa, tapi kita harus jadi lokomotif yang membawa semua orang kepada kebenaran.

Contoh: II Raja 5:1-3, Seorang budak Israel di rumah Naaman. Selain itu, jabatan kita adalah:

  • Menyelamatkan Jiwa-jiwa dari ancaman musuh

Perhatikan pesan Samuel kepada Saul ketika Saul dilantik sebagai raja.
I Samuel 10:1c “dan engkau akan menyelamatkannya  dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.”

Demikian juga tugas tanggung jawab kita sebagai orang percaya, apalagi sebagai pelayan Tuhan. Kita dipanggil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dari tangan musuh yang ada di sekitar mereka.

MUSUH YANG MENGANCAM
Mari kita perhatikan tugas dan tanggung jawab Saul sebagai orang yang dipanggil menjadi raja, ia harus menyelamatkan jiwa-jiwa dari oknum yang ingin membinasakan umat Allah.

I Samuel 11:1 Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesh-Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: “Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu.”

Tidak lama, setelah Saul dilantik menjadi raja, seorang bernama Nahas, raja Amon menyerang orang Israel yang berada di wilayah Yabesh-Gilead. Siapakah Nahas?
Kata “Nahas” artinya: Ular, dalam Alkitab ular adalah gambaran oknum Iblis.
Kata “Amon” atau Ammon artinya “rakyat” (people).
Kalau kita hubungkan Nahas orang Amon dengan Efesus 6:11,12 merupakan tatanan pemerintahan Iblis.

  • Nahas, gambaran roh-roh jahat di udara, pasukan tempur kerajaan Iblis yang bekerja 24 jam dalam sehari, dan siap menyerang orang percaya dalam siatuasi dan kondisi apa pun. Mereka ada di darat, laut dan udara, mereka mengincar semua orang untuk dibinasakan.
  • Kita dipanggil dan dipilih dari sekian banyak orang, untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang berada dalam ancaman Nahas, yaitu Iblis.

Reaksi Penduduk Yabesh Gilead
Bagaimana reaksi orang Israel yang diam di Yabesh-Gilead?
I Samuel 11:1b “…Lalu berkatalah semua orang Yabesh itu kepada Nahas: “Adakanlah perjanji-an dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu.”

  • Kalau didramatisir, kira-kira begini penduduk Yabesh-Gilead berkata begini: “Tuan Nahas, kami rakyat kecil yang tidak berdaya, tolong jangan bunuh kami, kami berjanji bahwa kami akan takluk dan taat kepada semua perintahmu…!”
  • Apakah Saudara tega, membiarkan jiwa-jiwa menyerahkan diri ke tangan Nahas (Iblis) dan membiarkan mereka mengikat perjanjian dengan Iblis sampai di lobang neraka?

ANCAMAN NAHAS
I Samuel 11:2 “Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: “Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kananmu akan kucungkil; dengan demikian aku mendatangkan malu kepada segenap orang Israel.”

Ayat ini menjelaskan ancaman Nahas (Iblis) yang akan mencungkil mata kanan mereka.

Arti Mata Kanan
Mengapa Nahas (Iblis) berusaha mencungkil “mata kanan” orang Yehuda yang di Yabesh-Gilead?

  • Allah ciptakan dua mata, dua telinga dan satu mulut (bagaimana jadinya kalau dua mulut).
  • Dua mata -> keseimbangan dalam pandangan akan yang jasmani dan rohani. (kiri – jasmani; kanan – rohani). Lazarus mata kirinya tak berfungsi; Orang kaya, mata kanannya tak berfungsi.

Zakharia 11:17 mata kanan yang dicungkil, menggambarkan kebinasaan kekal di dalam neraka!

Tidak Berdaya
Seluruh penduduk Yabesh-Gilead tidak berdaya menghadapi ancaman Nahas, gambaran Iblis.

I Samuel 11:3 “Para tua-tua Yabesh berkata kepadanya: “Berilah kelonggaran kepada kami tujuh hari lamanya, supaya kami mengirim utusan ke seluruh daerah Israel; dan jika tidak ada seorangpun yang menyelamatkan kami, maka kami akan keluar menyerahkan diri kepadamu.”

  • Bangsa Israel yang ada di Yabesh-Gilead tidak ada yang berani melawan Nahas. Mereka pasrah kepada nasib. Kalau ada yang menyelamatkan, syukur! Tapi, bila tidak ada yang menyelamatkan kami akan tunduk (jadi budaknya Nahas – penguasa kerajaan maut).
  • Apakah kita rela, membiarkan jiwa-jiwa binasa oleh kekejaman Nahas yaitu Iblis?

SIKAP SAUL
Ketika Saul (raja/pemimpin yang diurapi), mendengar ancaman Nahas, Saul tidak mau seperti orang Yabesh-Gilead yang menyerah dan tunduk kepada Nahas/Iblis! Perhatikan I Samuel 11:6-11 (Baca dengan saksama, ayat demi ayat dari pembacaan di atas). Hanya dengan Firman dan kuasa Roh Allah, kita bisa seperti Saul mengalahkan Nahas (Iblis).

Arsip Catatan Khotbah