Bijaksana dalam Kekristenan berarti kemampuan mengerti dan memahami setiap situasi yang terjadi dan bertindak atau bersikap dengan tepat dalam menghadapinya serta mampu mengambil keputusan yang tepat sesuai firman Tuhan.
Ratapan 3:40-41
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:
Pendahuluan
Kitab Ratapan menjelaskan tentang runtuh dan hancurnya Yerusalem kota kebanggaan dan penuh kemasyhuran serta betapa menderitanya umat Tuhan pada waktu itu. Pemimpin agama, para raja dan umat Tuhan menjalani hidup tidak bijaksana sehingga mereka ada dalam pengaruh dosa (dosa penyembahan berhala, persundalan, kecemaran, pemberontak, ketidaksetiaan)
Apakah Allah tidak membimbing, menuntun umat-Nya? Tentunya Allah sudah memberikan petunjuk, bimbingan, arahan melalui firman yang disampaikan melalui nabi-nabinya tetapi mereka menjadi umat yang bebal, hidup sesuka hati, dan senang didalam dosa baik para raja, pemimpin agama sampai kepada umat Tuhan sendiri.
Matius 23:37
“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Perlu kita ketahui bahwa Allah memberikan kita Firman dan Roh Kudus untuk kita menjadi orang yang berpengetahuan, bijaksana baik di tengah kondisi yang jahat, dalam memimpin keluarga, keuangan, membangun relasi, usaha pekerjaan, pelayanan.
Mazmur 119
Ay.97 Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.
Ay.98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.
Ay.99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mukurenungkan.
Ay.100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.
Ay.101 Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
Ay.102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.
Ay.103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
Ay.104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Ay.105 Firmanmu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
Biarlah malam hari ini semua kita rindu mengalami penyegaran rohani, pemulihan rohani sehingga firman dan Roh Kudus kita terima dan kita diperlengkapi untuk menjadi bijaksana dalam menjalani kehidupan kita sebagai orang percaya.
Itu sebabnya untuk menjadi bijaksana ada hal yang perlu kita periksa dan kita perbaiki dari diri kita dan yang diperlukan hanyalah terima setiap pesan yang disampaikan hari ini. Ingat saudara, pemulihan rohani adalah pemulihan pribadi artinya dimulai dari dalam diri sendiri kepada hubungan yang vital dan kuat dengan Tuhan setelah masa kemunduran moral, spiritual, perilaku.
Adakah yang mustahil bagi Allah untuk dapat memulihkan kehidupan kerohanian kita? Sehancur apapun kondisi Yehuda dan semenderita apapun yang mereka alami Allah dapat kerjakan sesuai kesiapan dan keterbukaan diri kita dihadapan Allah.
Ratapan 3:40-41
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:
Ayat yang kita baca adalah ayat pertobatan di mana ada ajakan “marilah”dari penulis yaitu Yeremia kepada bangsa Israel kepada pembaca di tengah kemunduran rohani, kehancuran moral, kemerosotan iman, kekeringan, jiwa yang letih, mengalami banyak ipuh, pahit dan banyak penderitaan.
Berikut ajakan Firman Allah
1. Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita dan berpaling kepada TUHAN. Ay. 40
Perubahan itu dimulai dari dalam diri kita. Ada banyak hal yang tidak dapat kita ubah, tetapi ada satu hal penting yang dapat kita ubah, yaitu diri kita. Perhatikan diri kita, dibagian pertama ini ada dua bagian yaitu marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita. Terkadang perlu kita menyediakan waktu untuk kita berdiam diri, mengenal dan memahami kondisi atau keadaan kita saat ini, apa yang sedang terjadi didalam diri kita, dalam kerohanian kita.
Selidiki dan periksa hidup kita, yang tahu diri kita selain Tuhan adalah diri saudara sendiri. Bagaimana langkah kita, apakah masih dalam jalan Tuhan? Israel jauh dari jalan dan kehendak Tuhan sehingga mereka mengalami kemerosotan. Jika semua yang dilakukan orang salah di pandangan kita jangan-jangan hati kita bermasalah, jika ada diantara kita selalu bersungut dan menggerutu setiap harinya ada yang tidak benar dari dalam diri kita. Jika kita mulai terpikat akan dosa duniawi ada yang perlu saudara perangi, jika kita mulai marah dan gelisah saat dosa kita dicungkil, dikorek maka saudara perlu merendahkan diri dihadapan Allah.
Sebelum kita banyak belajar dan diperlengkapi tentang bijaksana maka hari ini mari selidiki dan periksa hati kita.Lalu bagian selanjutnya berpaling kepada Tuhan Dalam terjemah lain “Marilah kita memeriksa dan menyelidiki jalan hidup kita, lalu kembali kepada ALLAH. Kembalilah kepada Tuhan sebab Tuhan menerima kita dan sanggup memulihkan kita. Arahkan diri saudara datang kepada Tuhan. Apa yang Saudara ingin Tuhan berikan, bereskan dan lakukan dalam diri saudara?
Zakharia 1:3 Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Akupun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
Rahasia memperoleh jamahan pemulihan Rohani : Saat kita kembali kepada Allah maka kita mengundang Allah untuk kembali kepada kita.
Hanya datang kepada Tuhan dalam penyembahan kepada Allah, berdoa mencari Allah, berbalik kepada Allah yang benar artinya kita sadar kondisi keadaan hidup kita jauh dari sempurna, lemah letih, dan hidup di luar jalan Tuhan dan kita mengenakan manusia baru, pertobatan dengan membangun persekutuan yang baru akan mendatangkan pemulihan dalam diri seseorang.
Dengan kembali kepada Tuhan engkau sedang membuka diri untuk Allah bekerja didalam hatimu maka Ia akan menghidupkan kembali yang mati dalam kerohanian.
Yesaya 57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
Perumpamaan Anak yang hilang : Lukas 15:11-32
- Tahapan memeriksa dan menyelidik hidup
Ay. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Ay. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Ay. 19 Aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa
- Tahapan berbalik atau kembali kepada Allah
Ay. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Ay. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
2. Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga: Ay.41
Jika kita hanya mengangkat tangan saja tanpa mengangkat hati adalah kemunafikan.
“Benarkah Yesaya bernubuat tentang kamu, ketika dia berkata: ‘Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, tetapi hatinya jauh daripadaKu.’” (Matius 15:7-8, mengutip Yesaya 29:13)
Tuhan mau setiap orang yang sudah memeriksa, menyelidiki hidupnya dan kembali kepada Allah harus ada kesungguhan di dalam dirinya baik hati yang terangkat dan tangan yang terangkat sebagai tanda sepenuhnya berjalan kepada Tuhan.
Setidaknya ada 5 hal pengertian mengangkat tangan :
- Mengangkat tangan adalah bagian dari pujian dan penyembahan kepada Tuhan.
- Mengangkat tangan dapat menjadi korban yang dipersembahkan bagi Tuhan. Angkat tangan dengan kerinduan untuk mencintai Tuhan dengan segenap kekuatan.
- Mengangkat tangan tanda penyerahan kita kepada Tuhan
- Mengangkat tangan sebagai ungkapan janji, komitmen dan pengakuan kita
- Mengangkat tangan mengingat kembali akan perbuatan sehingga jauh dari Tuhan
Perhatikan ajakan tersebut “Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga” dilanjut dengan ayat selanjutnya kita perhatikan .
- Ayat 42-47 Hati dan tangan terangkat mengingat kembali dosa yang sudah diperbuat.
Baca Ayat 43 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan.
Baca Ayat. 44 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan,sehingga doa tak dapat menembus. - Ayat 48-54 Hati dan tangan terangkat sebagai tanda penyesalan dan kembali kepada Allah.
Baca Ayat 48-50 Air mataku mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku. 49. Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya,50. sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga. - Ayat 55-63 Hati dan tangan terangkat sebagai penyembahan, seruan dan doa permohonan.
Baca Ayat 56-58 56. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kau Tutupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku! 57. Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut! ” 58. “Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. - Ayat 64-66 Hati dan tangan terangkat karena percaya bahwa Allah dapat dan sanggup melakukan perkara yang luar biasa.
Baca Ayat 64-66. 64. “Engkau akan mengadakan pembalasan terhadap mereka, ya TUHAN, menurut perbuatan tangan mereka. 65. Engkau akan mengeraskan hati mereka; kiranya kutuk-Mu menimpa mereka! 66. Engkau akan mengejar mereka dengan murka dan memusnahkan mereka dari bawah langit, ya TUHAN!”
Biarlah dengan hati terangkat dan tangan terangkat kepada Allah, Dia berkenan melihat kesungguhan hati dan pengangkatan tangan kita dan Dia berkenan memulihkan, memberkati kehidupan kita dengan kebijaksanaan untuk kita tidak mengulang kegagalan di waktu yang lalu dan memandang ke depan untuk berhati-hati melangkah dan selalu dalam tuntutan berkat firman dan Roh kudusnya
Mazmur 51:10-11 Jadikanlah hatiku tahir ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku.
PENUTUP
Ada banyak waktu dan kesempatan untuk kita berdiam dalam hadirat-Nya dengan kita memeriksa , menyelidiki hati dan keadaan kita lalu berbalik kepadaNya dan ada banyak waktu untuk kita mengangkat hati dan mengangkat tangan kita ke sorga kepada Allah yang bertakhta. Tetapi jangan pernah lewatkan kesempatan jika hari ini Allah berbicara keras, mengingatkan dan memulihkan kita. Tak peduli apa yang telah kamu lakukan atau seberapa jauh kamu bertanya-tanya. Tuhan selalu menunggu kita kembali kepada-Nya. Dia adalah Bapa yang baik dan baik.